Chasing Happiness

Chasing Happiness
35.Naga air



Di atas udara Xiao Han nampak kesulitan untuk kembali menyeimbangkan tubuhnya, mengingat untuk melakukan teknik ini diperlukan fokus yang tinggi.


Namun karena dirinya bisa meyakinkan hati agar tidak perlu merasa takut, perlahan namun pasti Xiao Han mampu mengontrol tubuhnya.


Xiao Han berpikir untuk maju, otomasi tombaknya seketika maju sejauh yang dipikirkan Xiao Han.


Peri pedang hanya diam melihat bagaimana cara Xiao Han berlatih.


Setelah beberapa saat dia di buat kagum oleh kecekatan Xiao Han yang hanya membutuhkan waktu beberapa saat sebelum benar-benar mampu mengendalikan teknik peringan tubuh.


Tanpa basa-basi Xiao Han melesat cepat, dia menaiki ketinggian hingga tangan dan tubuhnya bisa merasakan sejuknya awan putih yang selama ini hanya dapat di lihatnya dari bawah.


Rasa kagum dan senang terukir pada wajah Xiao Han, dia nampak senang dan antusias sehingga Xiao Han memerintahkan tombak naga langit untuk terbang setinggi yang dia bisa.


"Ayo nak.. jangan membuang waktu, tenaga dalam mu memiliki batas dan memerlukan waktu lama untuk mengisinya kembali."Tegas peri pedang yang nampak ikut terbang di sekitar wajah Xiao Han.


Xiao Han tersenyum lebar."Ku anggap perkataan mu adalah perintah untuk melaju dengan cepat."


Di atas Lang tubuh Xiao Han berubah menjadi siluet kehijauan, dia melesat dengan sangat cepat hingga membuat peri pedang terpental.


"Si4alan kau !! Kecepatan mu itu bukan apa-apanya."Peri pedang dengan kesal mempercepat laju gerakannya,


hingga tubuhnya berubah menjadi siluet merah yang dengan cepat menyusul Xiao Han di depan.


Di atas langit terlihat dua siluet besar dan kecil saling mengejar, mereka menembus awan menuju ke arah hutan selatan.


Dua jam berlalu, akhirnya Xiao Han sampai di tempat yang di tuju,


di sana terlihat sebuah danau besar yang di kelilingi hutan rimbun dengan pohon besar di mana-mana.


Xiao Han mendarat tidak jauh dari danau, sementara peri pedang langsung duduk di bahu pemuda tersebut.


"Nak tempat ini sangat mengerikan, darimana kamu mengetahui tempat seperti ini ?"Tanya peri pedang sambil memperhatikan keadaan sekitar yang di halau oleh kabut.


Xiao Han menggaruk kepala dengan raut tersenyum canggung."Aku mendengar tempat ini dari warga desa,


sebenarnya ini adalah kali pertama ku pergi ke sumber air."


Peri pedang memperhatikan kondisi danau yang sangat lebar namun di tutupi oleh kabut.


"Sepertinya kita harus menunggu sebentar lagi, kabut ini terlalu tebal, akan bahaya bagi kita untuk melangsungkan pertarungan."


"Jadi maksud mu memang ada hewan spirit di tempat ini ?"Tanya Xiao Han.


"Ya, tapi jauh lebih parah. Hampir sembilan puluh persen, hutan ini menjadi tempat tinggal bagi hewan spirit dari yang terlemah sampai yang terkuat."


Xiao Han mengelus dagu dengan raut serius."Jika kita bertarung, mungkinkah hewan spirit lain akan terusik ?"


"Memang benar, namun aku memiliki cara bagaimana mengatasi masalah itu.


Aku bisa menciptakan area domain spesial, hawa ini sekilas mirip seperti hawa keberadaan raja hewan spirit, sehingga hewan spirit lain tidak akan berani mendekat."


"Area domain ? Apakah aku juga memilikinya ?


"Tidak semua spirit master di lahirkan dengan area domain, kamu memang punya namun domain milik mu masih tersegel dan butuh waktu lama sampai bisa di gunakan."


"Wah..Ternyata aku juga memiliki domain, apa syarat agar aku bisa membangkitkan nya ?"


"Nak, aku akan menjelaskan nanti jika kita berhasil bertahan hidup,"Peri pedang membuang muka."Itupun jika kamu mampu membawa kita pergi dari tempat ini hidup-hidup."


"Kamu meremehkan ku ? Huu ! Akan ku perlihatkan bagaimana cara mata iblis berkerja."


"Jangan sombong dulu, kamu mungkin bisa menggunakan mata iblis namun hanya dalam tempo lima menit,"


Peri pedang menunjuk ke arah kiri.


"Sekarang berjalanlah ke arah sana, sepertinya tadi aku melihat sesuatu yang tidak asing."


Xiao Han menuruti perkataan peri pedang, iapun berjalan ke arah kiri nampak bersiaga dengan menenteng tombak naga langit.


Langkah Xiao Han terhenti ketika beberapa langkah di depan terlihat sebuah batu raksasa menghadang jalur aliran air. Dapat di pastikan jika aliran itu menuju ke arah desa, Xiao Han berjalan menghampiri batu itu.


Xiao Han menyentuh batu besar berwarna putih itu dengan kagum, tidak di ketahui seberapa berat batu itu, namun besar kemungkinan yang mampu mengangkatnya pasti bukanlah hewan spirit berukuran kecil.


Peri pedang memperhatikan batu di depan sambil mengelus dagu nampak sedang berpikir.


"Tidak di ragukan lagi, yang menjadi dalang dari masalah air ini adalah hewan spirit jenis naga air."


"Naga ?! Kamu bercanda, kemampuan ku sepertinya belum cukup untuk menghadapi hewan itu."Kata Xiao Han nampak mulai ragu.


Peri pedang menatap mata Xiao Han sambil tersenyum sinis."Huuu..Dimana keberanian mu tadi ? Untuk menghadapi hewan itu kamu tidak perlu takut, ku perkirakan dia masih berumur mudah di kisaran usia 100 tahun lebih


"Dengan arahan ku, kamu tidak perlu ragu untuk menghadapinya. Lagian jika bisa membunuh satu hewan itu, maka kedua ecense mu akan langsung bermutasi karena hewan ini membawa kemampuan air dan api tahap awal."


Xiao Han memang merasa ragu namun hasil yang di dapat jika berhasil begitu menggiurkan, akhirnya iapun bersedia untuk bertarung dalam waktu dekat.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kabut yang menutupi danau dan hutan di sekitar mulai berkurang dari sebelumnya.


Peri pedang menyuruh Xiao Han untuk bersiap, karena merasa ini adalah waktu yang tepat untuk bertarung.


Xiao Han kembali terbang dengan tombak sebagai perentara, namun dia tidak perlu pusing karena kemampuan yang di milikinya memungkinkan Xiao Han mampu untuk melipat gandakan jumlah kedua ecense spiritnya.


Mengikuti arahan peri pedang, Xiao Han berhenti di tengah-tengah danau. Lalu Xiao Han di ajarkan peri pedang untuk melapisi telapak kakinya dengan tenaga dalam, dengan begitu dia dapat bergerak leluasa di atas air.


Setelah Xiao Han mampu berdiri di atas air, peri pedang dengan cepat mengeluarkan domain berwarna merah padam yang menyelimuti seisi hutan.


"Nah, sekarang kamu sudah boleh mulai."Kata peri pedang kepada Xiao Han.


Xiao Han memejamkan mata, di tangan kanannya sudah terlihat sebilah tombak, ia menghirup nafas dalam-dalam sebelum kembali membuka mata.


"Ecense skill 2 tebasan pembela samudra !!


Xiao Han mengayunkan tombaknya dari atas kebawah, hingga menimbulkan gejolak ombak besar akibatnya.


Tiba-tiba ombak besar susulan menghantam tubuh Xiao Han yang membuatnya termundur beberapa meter kebelakang.


Sesaat sebelum ombak itu menghantam tubuhnya, Xiao Han sudah lebih dulu menyilang kedua tangan di depan wajah untuk menghindari luka vital.


Di posisinya yang sedang menyilang kedua tangan, di depan Xiao Han melihat sebuah kepala naga hijau seperti lumut menatap dirinya dengan cahaya merah menyala di kedua matan naga itu.


"Jangan ragu-ragu mengeluarkan semua kemampuan mu, hasil latihan mu selama ini harus di gunakan dengan lebih baik !"Kata peri pedang.