
Xiao Han penasaran dengan kendaraan dewa yang di katakan oleh Liu Yan, untuk itu, iapun segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh.
Liu Yan tersenyum kecil sambil menopang wajahnya dengan sebelah tangan."Dasar anak kecil."Kata Liu Yan dengan sedikit mengangkat sudut bibir.
Tidak berselang lama Xiao Han keluar dari kamar mandi dengan keadaan telanjang dada serta tubuh yang masih basah kuyup, sampai membuat lantai yang ia pijak menjadi basah.
Liu Yan meniup kecil ke arah Xiao Han, namun angin yang berhembus mampu mengeringkan tubuh Xiao Han.
"Kemari-lah, makan makanan mu."Liu Yan membersihkan Xiao Han untuk makan, sementara itu Xiao Han hanya diam dan makan dengan elegan.
Jika di lihat Xiao Han dan Liu Yan sangat berbeda, meski dingin dan suka melakukan sesuatu sesuai dengan pikirannya, Xiao Han selalu rapi bahkan dalam urusan makan sekalipun.
Sementara Liu Yan terlihat sangat tomboy, dia makan dengan mengangkat dan menekuk satu kaki, bahkan tidak terhitung berapa makanan yang sudah ia habiskan seorang diri.
"Aku sudah selesai makan,"
Xiao Han mengelap mulut dengan lap tangan lalu menatap Liu Yan yang nampak juga sudah selesai makan.
"Ada apa ? Apakah ada sisa makanan di mulut ku ?"Tanya Liu Yan.
"Ya, hampir semua makanan mu tumpah dan mengotori pakaian serta sekitar mulut jorok mu."
Liu Yan dengan genit bergeser dan mendekati Xiao Han,"Lalu apakah kamu berpikir untuk membersihkan mulut ku ?"
Xiao Han membuang muka, ia melempar kain lap kepada Liu Yan lalu berjalan keluar kamar penginapan.
Liu Yan dengan ketus membersihkan wajahnya yang kotor akibat sisa makanan, iapun bergegas berjalan keluar kamar penginapan untuk menyusul Xiao Han.
Setelah sama-sama berada di lantai dasar, Xiao Han dan Liu Yan di hampiri oleh pria buncit pemilik penginapan.
Pria buncit itu mengelus dagu sambil tersenyum khas kepada Xiao Han dan Liu Yan di hadapannya.
"Salah satu pelayan ku menceritakan sedikit cerita hangat setelah dia kembali dari kamar kalian pagi ini, aku senang karena kalian begitu menikmati hari di penginapan ini."
"Maksudmu ?"Tanya Liu Yan.
Liu Yan merasa bingung, sementara
Xiao Han yang mengerti hanya diam sambil membuang muka dan bersiul untuk mencairkan suasana.
Pria buncit itu tertawa kecil."Haha, tidak mungkin aku menjelaskannya.
Lalu bagaimana, apakah kalian berdua sudah akan pergi ?"
Liu Yan mengangguk,"Benar, kebetulan sekali anda berada di sini, berapa banyak yang harus ku bayar ?"
"Mengenai masalah itu, aku sangat berterimakasih kepada kalian karena sudah mengusir kelompok tadi malam sampai membuat mereka ketakutan. Jadi untuk membalas jasa, semuanya gratis untuk kalian."Jelas pria buncit itu sambil mengelus dagu dengan senyuman tulus terukir di setiap kata-katanya
Seketika mata Liu Yan melebar karena bisa menghemat uang jajan, iapun berterimakasih kepada pemilik penginapan sementara Xiao Han mengejeknya dengan sebutan mata uang.
"Dasar mata uang,"Gumam Xiao Han namun tidak sengaja di dengar oleh Liu Yan di sampingnya.
"Iya aku memang mata uang dasar b4ngsat, kamu tidak mengerti susahnya mencari uang sekarang ini."
Pria buncit tersenyum melihat perbedaan sikap Xiao Han dan Liu Yan,
namun di antara itu mereka terlihat sangat akrab.
"Ah, kalau begitu sepertinya kita berpisah sekarang,"Liu Yan memberi hormat kepada pria buncit pemilik penginapan.
"Ya nona muda, jika kalian bermain-main ke kota Han, maka jangan sungkan untuk kembali ke penginapan ku."
Liu Yan meluruskan tubuhnya lalu tersenyum."Tentu saja, mungkin saat itu akan tiba."
"Cepatlah, di mana kendaraan yang kau katakan ?"Gesak Xiao Han yang tidak sabar melihat bentuk kendaraan dewa.
Liu Yan hanya mendengus lalu berjalan keluar penginapan bersama Xiao Han, di luar mereka sudah di sambut oleh kendaraan berbetuk trapesium dengan tenaga turbin sebagai pendorong.
juga terlihat seorang pria berpakaian ninja yang mengendarai kendaraan tersebut.
"Woy cepat naik, guru besar sudah menunggu pengganti si b4ngsat Hayato !"Bentak pria di dalam kendaraan tersebut.
"Apakah orang-orang di akademi seperti ini semua ?"Batin Xiao Han.
Liu Yan menyenggol bahu Xiao Han.
"Jangan di pikirkan, dia memang suka emosi ketika salah satu kelompok letingnya adalah seorang penghianat."
Xiao Han hanya mengagguk, lalu iapun bersama Liu Yan masuk ke dalam kendaraan canggih berwarna biru tersebut.
Xiao Han duduk di samping ninja yang mengendarai kendaraan tersebut, sementara Liu Yan tiduran di kursi lebar bagian belakang.
"Pegangan, aku ingin cepat kembali."Kata ninja itu yang terlihat setengah wajahnya tertutup oleh masker hitam ketat.
Xiao Han hanya diam di samping ninja tersebut, lalu tanpa melakukan apapun selain duduk, ninja itupun mulai menjalankan kendaraan tersebut.
Perlahan kendaraan itu mengambang lalu melesat cepat, terlihat semacam energi di bagian belakang kendaraan yang mendorong kendaraan tersebut untuk bergerak dengan sangat cepat.
Setelah kendaraan tersebut berada di atas awan dengan kecepatan sedang, Xiao Han mulai merasa penasaran bagaimana cara menggunakan kendaraan ini.
"Hei, bagaimana caramu melakukannya ?"Tanya Xiao Han kepada ninja di samping.
Pelayan itu melipat kedua tangan di depan dada."Untuk mengendalikan kendaraan ini kamu hanya perlu menggunakan pikiran, serta bahan bakar yang cukup."
"Bahan bakar ?"Tanya Xiao Han.
"Ya, semacam energi khusus yang bisa membuat kendaraan ini kembali bisa bergerak. Namun bahan bakarnya sangat langkah, serta harga yang di peruntukan terbilang mahal. Kamu ini, baru saja bergabung sudah buat susah."
"Maafkan aku karena sudah buat repot kalian, namun bisakah aku mencobanya ?"Tanya Xiao Han.
"Boleh saja, tapi kamu harus berada di tingkat ninja Saga lebih dulu."
"Ninja saga ?"Tanya lagi Xiao Han.
"Ya, di akademi scarlet terdapat empat tingkatan ninja, yang pertama adalah :
•Ninja awal dengan ciri-ciri totem kirin.
•Ninja shadow dengan ciri-ciri masker hitam.
•Ninja alpha dengan ciri-ciri masker giok.
•Ninja scarlet dengan ciri-ciri topeng fury / hewan mitos.
"Untuk tingkatan pertama, kamu akan di sebut dengan panggilan ninja awal / pemula. Kamu akan di berikan totem kirin sesuai dengan kemauan mu."
"Lalu totem kirin seperti apa yang kamu miliki ?"Tanya Xiao Han.
"Ya, aku meminta mereka membuat sebuah katak, namun mereka malah membuat kecebong. Sebenarnya aku malu mengatakannya, namun kamu pengecualian."
"Memangnya apa saja yang akan kita lakukan di akademi ?"Tanya lagi Xiao Han.
"Setiap hari kamu akan berlatih dan berlatih, namun kamu akan di berikan tugas lain sesuai dengan urutan. Contoh, setiap sore kamu biasanya akan di suruh mencari jamur untuk di makan."
"Hanya mencari jamur ? Apa susahnya,"Remeh Xiao Han.
"Kamu boleh meremehkan tugas ini, namun hutan akademi sangat luas. Bahkan tidak sedikit murid yang berakhir di dalam perut kingkong atau semacamnya."
"Memangnya berapa murid yang kalian punya ?"
Ninja itu menghitung jari,"terdapat dua ratus lebih murid, namun setiap harinya ada saja yang di keluarkan karena tidak cukup kuat."