
Xiao Han merasa amat sangat senang melihat aliran sungai jernih di hadapannya, dengan mengikuti arus sungai ini dia akan bisa pulang.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada kawanan rusa yang sedang minum, Xiao'Han berjalan pulang mengikuti arus sungai yang sangat tenang.
"Akhirnya aku bisa selamat, jika mengikuti arus sungai ini aku akan berhasil kembali."Gumam Xiao Han.
Xiao Han memang suka bicara dengan diri sendiri, sebab dengan begitu ia tidak akan merasa kesepian.
Tidak jauh di depan Xiao Han melihat rumpun bambu, terbesit di pikirannya tentang lobang besar di gubuk.
Xiao Jan berjalan menghampiri rumpun bambu di depan, iapun mengambil beberapa sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Saat sedang asik berjalan sambil mengangkut beberapa bambu di pundak, Xiao Han melihat sebuah tanaman yang bisa mengeluarkan cahaya kebiruan tumbuh di depan sana.
Tanaman itu tumbuh di pinggir hutan di depan jalan Xiao Han. Karena merasa penasaran, Xiao Han berjalan menghampiri tanaman itu.
Setelah Xiao Han dekati ternyata tanaman itu adalah tumbuhan akar ginseng air yang masih berumur muda di kisaran 3 sampai 5 tahun.
Tanaman ginseng tua biasanya memancarkan cahaya merah darah. Tanaman ini memang tumbuh subur di sekitar sungai, namun keberadaannya mulai langkah sebab selalu di ambil berlebihan.
Mata Xiao Han melebar melihat ginseng yang memancarkan cahaya biru di hadapannya."Dengan meminum air hasil rebus ginseng ini, luka ku akan bisa cepat sembuh."
Keajaiban serta keberuntungan nampaknya sedang berpihak kepada Xiao'Han, matanya melebar melihat ratusan tanaman ginseng air berusia muda tumbuh subur di depan.
Dengan asik Xiao Han mengambil beberapa ginseng air berusia muda, lalu menyimpan ginseng itu di balik pakaiannya.
"Bu-bukankah itu !
Sesuatu yang paling mengejutkan bagi Xiao Han adalah saat ia melihat satu buah ginseng usia tua tumbuh di tengah ginseng berusia muda.
Ginseng air berusia tua itu nampak indah dengan di selimuti cahaya kemerahan, namun setiap ada tanaman bagus biasanya di jaga oleh hewan spirit.
Xiao Han memutar otak untuk mengambil ginseng tersebut, tidak mungkin ia meninggalkan ginseng berusia tua begitu saja di tengah hutan seperti ini, kemungkin ginseng itu akan di makan oleh hewan spirit tipe lain.
"Sebelum mengambil ginseng itu aku harus lebih dulu mengetahui hewan spirit jenis apa yang menjaganya."Gumam Xiao'Han di dalam hati.
Xiao Han melengkapi pertahanan dengan membuat sebuah bambu runcing.
iapun berjalan mengendap-endap mencoba lebih dekat dengan ginseng usia tua incarannya.
Saat sudah lumayan dekat Xiao Han dapat melihat jika hewan spirit yang menjaga ginseng tersebut adalah seekor landak berukuran lumayan besar.
Tidak di ketahui tipe apa landak itu, hanya saja Xiao Han berharap jika dia bukan tipe racun.
Landak itu juga nampak sedang tidur di sekitar ginseng incaran Xiao Han, dengan perlahan-lahan Xiao Han berjalan menghampiri ginseng yang di jaga oleh seekor landak yang tertidur.
Dengan sangat berhati-hati Xiao Han berhasil berada di depan ginseng tersebut tanpa harus membangunkan si landak. Secara perlahan tapi pasti, Xiao Han menggali tanah di sekitar tanaman merah tersebut agar tidak merusak ginseng di bawahnya.
Senyuman puas terukir jelas di wajah Xiao Han saat ia berhasil mencabut tanaman tersebut dengan sempurna, naas beberapa bongkahan tanah mengenai wajah landak yang membuatnya terbangun.
Tatapan mata Xiao Han tidak sengaja melihat landak di bawah kakinya, landak itu nampak akan terbangun.
Setelah berhasil membawa semua barangnya Xiao Han langsung ngacir dari tempat itu, namun landak di belakang menembakan sesuatu yang berhasil menancap di kaki Xiao Han sampai membuatnya terjatuh.
Xiao Han tersungkur seraya mengerang kesakitan, ia menoleh kebelakang. Ternyata si landak tidak mau menyerah, meski Xiao Han sudah berada di tepi sungai landak itu masih saja berusaha terus mengejar.
Sakit yang di sebabkan oleh duri landak yang menancap di bagian betis membuat Xiao Han tidak mampu berdiri.
Dengan susah payah Xiao Han mencabut duri landak itu lalu bergegas berdiri dan berlari cepat menghindari kejaran landak di belakangnya.
Saat melihat Xiao Han berlari semakin jauh tidak membuat si landak menyerah, ia menghujani Xiao Han dengan ratusan duri beracun.
Beberapa duri berhasil mengenai tubuh Xiao Han. Xiao Han dapat merasakan rasa terbakar di bagian yang terkena oleh serangan landak.
"Ra-Racun ?"
Kata Xiao Han sebelum ia tumbang akibat racun landak. Dengan keadaan terungkup pandangan Xiao Han menjadi sangat pudar, meski begitu paling tidak ia berhasil berlari sejauh mungkin dari kejaran landak.
Tubuh Xiao Han yang sudah terluka parah tidak mampu menahan racun si landak, alhasil iapun pingsan di tepi sungai seorang diri.
_________________________________
Di pagi hari Xiao Han terbangun dan menemukan dirinya sedang bersender di bawah pohon, ia menatap ke depan dan merasa tidak asing dengan tempat sekarang dirinya berada.
"Ini...Sungai di belakang rumah ku, kenapa aku bisa berada di sini ? Jelas sekali tadi malam aku tidak sedang berada di sini."Gumam Xiao Han.
Xiao Han membuka sedikit bajunya untuk melihat luka di sana, namun ternyata luka yang berada di perutnya sudah menghilang tanpa meninggalkan bekas.
Tidak hanya itu saja, seluruh rasa sakit yang Xiao Han rasakan tadi malam sudah menghilang sepenuhnya.
Xiao Han yakin tidak mungkin lukanya bisa hilang begitu saja, pasti ada sebab dari hal ganjil yang ia rasakan.
"Apakah aku memiliki kekuatan menyembuhkan luka dan terbebas dari kematian ?"Batin Xiao Han sembari mengepal.
"Kamu sudah sadar ?!"Seorang gadis kecil berkata sambil berjalan hendak menghampiri Xiao Han.
Suara lembut dari gadis kecil sebelumnya membuat Xiao Han terkejut.
Xiao Han tau jika gadis itu adalah orang yang ia selamatkan, namun mengapa dia bisa berada di sini.
Takut warga desa akan marah karena ia bertemu dengan salah satu anak mereka, Xiao Han buru-buru berdiri. Xiao Han sontak terkejut karena tidak menemukan ginseng air usia tua yang ia dapat tadi malam dimana pun.
Sadar Xiao Han sedang mencari sesuatu, gadis kecil bergaun pink yang berjarak beberapa meter di depan Xiao Han mengangkat sebelah tangan yang menggenggam batang ginseng usia tua milik Xiao Han.
Gadis itu tersenyum lucu."Apakah kamu sedang Mencari ini ?"
Mata Xiao Han melebar, ia tau pasti ginseng itu adalah miliknya. Namun ia tidak berani merebut ginseng itu dari tangan gadis kecil di depan, sebab takut menjadi sasaran amarah penduduk desa.
"Jangan salah paham, aku menggunakan satu daun ginseng ini sebagai obat. Karena itulah semua lukamu menghilang."
Gadis itu tersenyum ramah tapi tidak membuat Xiao Han berani mendekatinya untuk mengambil ginseng air.