
Sadar harimau itu akan bangun,
Xiao Han menggenggam pergelangan tangan Qian Yu dan berlari pergi meninggalkan tempat itu segera atau mereka akan menjadi seonggok daging tidak berguna.
Benar apa di pikirkan Xiao Han, karena suara tadi harimau yang awalnya tertidur lelap langsung membuka mata dan secepat mungkin berlari mengejar Xiao Han dan Qian Yu dengan mengendus aroma mereka.
Panca penciuman harimau sangat sempurna, mereka dapat membedakan aroma mahluk hidup meski dari jarak ratusan meter.
Hal itu terbukti meski Xiao Han dan Qian Yu sudah berlari ke arah yang lain, harimau tersebut masih bisa mengikuti mereka dari belakang.
Jarak harimau berada lima belas meter di belakang, namun tidak menutup kemungkinan jika dia bisa mengejar Xiao Han dan Qian Yu kapan saja.
Xiao Han memutar otak seraya berlari cepat dengan menenteng sebelah tangan Qian Yu agar tidak terpisah.
Di saat tengah berpikir Xiao Han tidak sengaja melihat Qian Yu mulai kelelahan. Lalu apa yang di lakukan Xiao Han selanjutnya sangat mengejutkan.
Tubuh kurus Xiao Han mampu membopong tubuh Qian Yu bahkan tidak memperlambat kecepatannya.
Qian Yu sontak kaget dengan apa yang di lakukan Xiao Han, karena berlari sambil membopong seseorang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
"Han'gege, kamu tidak perlu begini..Turunkan aku."Qian Yu tidak tega melihat Xiao Han yang mulai lelah dengan wajah di basahi keringat.
Xiao Han tidak memperdulikan perkataan Qian Yu dan tetap berlari cepat di antara pepohonan. Xiao Han menggunakan metode lari Zig-zag untuk mengelabuhi harimau yang masih berada beberapa meter di belakang.
Gerakan lincah yang di lakukan Xiao Han di antara pohon ternyata efektif membuat bingung harimau di belakang,
bahkan sewaktu-waktu harimau itu terjatuh akibat tersandung akar pohon karena kehilangan konsentrasi.
Xiao Han menggunakan kesempatan tersebut untuk kembali mengelabuhi harimau tersebut. Xiao Han sengaja menempelkan keringatnya di beberapa pohon, hal itu di lakukannya untuk mengelabuhi penciuman sang harimau agar mendapatkan peluang lebih untuk mencari tempat persembunyian.
Karena sempat terjatuh harimau itu kehilangan jarak dengan Xiao Han,
kini harimau tersebut berjarak dua puluh meter di belakang sehingga tidak lagi dapat melihat Xiao Han.
Aroma keringat Xiao Han yang menempel di beberapa batang pohon membingungkan harimau tersebut.
Iapun kesulitan dalam mencari Xiao Han, sebab beberapa arah di depan terdapat aroma yang sama dengan milik Xiao Han.
Harimau tersebut menghentikan langkahnya karena tidak lagi ada harapan.
Groooooo !!
Harimau itu mencakar sebuah batang pohon untuk meluapkan amarahnya,
baru kali ini ia merasa di permainkan oleh anak usia tujuh tahun.
Di dalam sebuah goa yang berada di tengah hutan, Xiao Han berlindung di balik sebuah batu besar dengan mendekap tubuh Qian Yu agar gadis kecil itu tidak mengeluarkan suara.
Dengan hati-hati Xiao Han menoleh ke luar mulut goa untuk memperhatikan keadaan. Setelah di perhatikan nampaknya harimau tersebut sudah menyerah, sehingga untuk beberapa waktu ke-depan keadaan dapat di katakan sudah aman.
Xiao Han menghela nafas, dengan posisi bersender di balik sebuah batu besar di pinggir mulut goa.
"Harimau itu nampaknya sudah menyerah..Kali ini kita selamat."
Xiao'Han memfokuskan diri pada pernapasan, setelah beberapa saat barulah kembali normal.
Qian Yu duduk di hadapan Xiao Han dengan tatapan mata menunjukan rasa penyesalan.
Qian Yu menunduk."Han'gege, maafkan aku.. Karena aku, kita berdua berada dalam kondisi yang tidak baik."
Xiao Han tersenyum kecil lalu mengusap lembut kepala Qian Yu."Kamu tidak sengaja melakukannya, aku juga sering seperti itu. Tapi lain kali, berjanjilah padaku untuk berhati-hati."
Qian Yu ikut tersenyum lalu mengangguk."Aku janji untuk terus berhati-hati kedepannya."
"Bagus..Sekarang kita hanya perlu menunggu beberapa saat untuk memastikan keadaan sudah benar-benar aman sebelum kembali melanjutkan perjalanan."
Saat tengah serius tiba-tiba suara gemuruh dari perut Xiao Han membuat Qian Yu kaget mendengarnya.
"Ma-maafkan aku, bagian sana memang tidak dapat di kontrol sehingga dapat mengeluarkan suara gemuruh semaunya."
Wajah Qian Yu terlihat sedikit terkejut."Han'gege lapar..?
Xiao Han menggaruk kepala dengan raut wajah sedikit serba-salah.
"Kurasa demikian, karena terkahir kali aku menyentuh makanan adalah saat bersamamu kemarin sore."
Qian Yu menjadi sedikit terkejut karena pengetahuannya tentang Xiao Han masih sangat minim, tidak sampai pada hal-hal yang lebih dalam bagi Xiao Han.
"Jadi..Di mana ayah dan ibumu ?"
Xiao Han sontak diam, iapun termenung seperti orang bodoh yang kehilangan akal.
Sikap Xiao Han membuat bingung Qian Yu yang melihatnya. Qian Yu menggoyang bahu Xiao Han yang sedang termenung dengan kepala tertunduk.
"Han'gege, apa yang terjadi denganmu ? Apakah kamu merasa sakit atau tidak enak badan ?"
Xiao Han diam tida menjawab beberapa pertanyaan Qian Yu, hal tersebut semakin membuat Qian Yu khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada Xiao Han.
"Semuanya sudah mati, hanya tinggal aku sendirian." Xiao Han berkata dengan kepala tertunduk lesu.
Tatapan mata Qian Yu berbinar dan sangat syok karena ssecara tidak langsung sudah mengingatkan Xiao Han dengan kenangan pahitnya.
"Ma-maafkan aku Han'gege..Karena aku kamu.."Qian Yu tidak mampu melanjutkan perkataannya karena sudah merasa sangat bersalah.
Xiao Han yang sempat mengingat wajah ayah dan ibunya secara tidak langsung kasihan dengan Qian Yun, iapun kembali tegar dengan mengeluarkan senyuman terbaiknya gara tidak membuat Qian Yu sedih atau khawatir kepadanya.
"Kamu tidak salah adik Yu, semua orang memiliki masalah sendiri-sendiri.
Jadi jangan terlalu di pikirkan, aku tidak apa-apa."
Qian Yu menatap wajah Xiao Han yang sedang tersenyum cerah kepadanya."Benarkah ??"
Xiao Han dengan mantap mengangguk."Benar ! Kamu sangat pintar, aku mengerti kamu memiliki banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan, jadi tidak masalah jika ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan."
Qian Yu kembali senang setelah di yakinkan oleh Xiao Han jika dirinya baik-baik saja.
Xiao Han Kembali mengintip ke luar mulut goa untuk memastikan keadaan. Setelah duduk selama 15 menit di dalam goa, ternyata harimau sebelumnya masih tidak kunjung terlihat.
"Kurasa keadaan sudah aman, namun sepertinya akan berbahaya bagi kita jika keluar dari goa ini tanpa perlindungan dan persiapan."
Qian Yu mendapatkan sedikit fakta tentang Xiao Han, ternyata pemuda itu suka berpikir jauh sebelum apa yang di pikirannya terjadi.
"Lalu apa yang akan Han'gege lakukan agar kita bisa keluar dengan aman ?"
Xiao Han mengusap dagu."Aku akan keluar sebentar, sementara aku pergi kamu harus tetap di sini."
Qian Yu terlihat sedikit tidak menyukai rencana Xiao Han."Jika kamu pergi sendiri, bagaimana jika terjadi sesuatu kepadamu ?"
Xiao Han berdiri lalu menoleh kebelakang dan tersenyum menatap Qian Yu.
"Dari dua kelompok, lebih baik satu mati daripada semuanya."