
Tanpa menunggu naga itu menyerang lebih dulu, Xiao Han sudah berlari lincah menuju ke arah naga itu.
Xiao Han melompat tinggi ketika jaraknya dan jarak kepala naga di depan terpaut dua meter. Ketika berada di udara, Xiao Han melakukan gerakan menebas namun serangannya tidak mengenai target.
Naga itu ternyata lebih cepat dari gerakan Xiao Han, naga itu mencoba menyerang Xiao Han dengan cakar pendeknya namun serangan itu dapat di patahkan Xiao Han dengan tombaknya.
"Ecense skill pertama, Tombak selatan !!"
Xiao Han melakukan gerakan lincah, menyerang dan menangkis semua serangan yang datang dengan gerakan dalam tempo cepat.
Meski naga itu hanya menunjukan kepala dan satu lengan besar bercakar panjang, tetap saja Xiao Han kesulitan untuk menyerang lebih dalam akibat banyaknya serangan yang datang.
Di titik ini Xiao Han mulai memutar otak, ia dengan lincah menyerang naga itu tanpa tempo berhenti, ketika mendapatkan kesempatan.
Xiao Han mengeluarkan puluhan rantai nebula dari tulang ekornya, rantai itu dengan cepat mengekang tangan dan kepala sang naga hingga membuatnya tak dapat bergerak.
Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Xiao Han, dia melakukan gerakan intens menyerang wajah naga tersebut untuk menuntaskan seni tombak selatan.
Ketika seni tombak selatan hampir habis, Xiao Han mengakhiri serangannya dengan menghujam sebelah mata naga itu hingga membuatnya masuk ke dalam air.
Xiao Han mengambil nafas setelah dia hampir kehabisan nafas, namun tiba-tiba dari dalam air melesat sebuah bola api yang dengan cepat menghantam tubuh Xiao Han hingga membuatnya terpental menghantam permukaan air.
"Nak apakah kau tidak apa-apa ?"Tanya peri pedang khawatir dengan keadaan Xiao Han.
"Kurasa begitu."Kata Xiao Han dengan keadaan sebelah lutut menyentuh permukaan air, serta puluhan rantai melingkari tubuhnya.
"Kenapa kamu tidak memberitahu ku jika naga itu memiliki dua kepala."
Kata Xiao Han dengan pandangan lurus menatap ke depan.
Lima belas meter di depan terlihat dua kepala naga, mereka sama-sama berwana hijau namun Xiao Han dapat membedakan keduanya dari salah satu naga yang buta sebelah akibat serangannya.
Di dalam diri Xiao Han, peri pedang mengangkat kedua bahu karena tidak mau di salahkan."Aku sengaja tidak memberitahu mu, sebab aku ingin melihat seberapa jauh kemampuan mu."
Perkataan peri pedang membuat
Xiao Han sedikit marah, namun dirinya tau sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berselisih pendapat.
Xiao Han mengukur jaraknya dan jarak dua kepala naga di depan, setelah tau jarak yang terpaut, Xiao Han mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Ecense skill kedua, tebasan pembela samudra !!"
Sepuluh gelombang sabit hasil dari tebasan beruntun melesat ke arah lawan, Sebelum gelombang-gelombang itu mengenai lawan, Xiao Han dengan cepat melesat dan mengambang di atas kedua kepala naga di bawah.
Kedua naga itu nampak sibuk menghindari sepuluh gelombang energi, melihat hal itu Xiao Han dengan cepat menyerang dengan puluhan rantai.
Salah satu kepala naga berhasil terjebak di dalam lilitan rantai, dengan beringas, Xiao Han menyayat dan menombak kepala naga itu hingga sebuah serangan kembali datang ke arahnya.
Satu naga yang tersisa menyerang Xiao Han dengan bola api. Melihat hal itu, dengan cekatan Xiao Han menarik kepala naga yang terperangkap rantai, sehingga serangan dari naga api malah mengenai wajah temanya sendiri.
Saat akan kembali menyerang dengan kombo rantai dan tombak, tubuh
Xiao Han langsung terpental jauh akibat dua energi dari api dan air yang mengenai dadanya dengan telak.
Tidak tanggung-tanggung, Xiao Han terpental Kembali ke tepi danau hingga menghantam sebuah pohon besar yang membuat pohon itu tumbang.
Dengan posisi duduk bersender di batang pohon, Xiao Han di buat tidak sadarkan diri akibat luka besar yang terpampang di dada hingga membuat pakaiannya rusak dan ternodai oleh darah.
Melihat lawan mereka sudah tidak berdaya, kedua naga dengan satu tubuh itu berenang ke arah Xiao Han.
Sadar bahaya seperti apa yang akan datang jika Xiao Han tidak sadar,
"Nak ayo cepat sadar ! Apakah kamu berniat mati di sini ?!
Naga itu berenang semakin mendekat,
sementara itu peri pedang berusaha keras membangunkan Xiao Han.
"Xiao Han ! Ayo bangun !! Apakah kamu menyerah untuk menyelamatkan kembali Qian Yu ?!"
Zleeppp !
Tiba-tiba saja Xiao Han membuka mata yang terlihat sudah berwarna keunguan, dengan cepat dia mengeluarkan pedang excalibur dan berlari menuju ke arah naga yang berenang ke arahnya.
Xiao Han mengangkat tinggi pedang tersebut."Excalibur morgaann !!
Langkah Xiao Han terhenti di pinggir danau, iapun menebas pedang excalibur secara vertikal.
Tebasan itu menghasilkan gelombang energi besar berwarna merah yang langsung memotong kedua kepala naga yang hendak menyerang.
Tidak berhenti di sana, energi sabit itu masih melesat dengan cepat hingga meledakan dataran tinggi yang masih berada dekat dengan danau.
Xiao Han-pun berdiri mematung,
matanya tertutup dengan pedang excalibur tertancap di depan sebagai penopang tubuhnya yang sudah pingsan karena luka.
Peri pedang keluar dari tanda lingkaran di dada bagian kiri Xiao Han, ia merasa sangat terpukau dengan apa yang di lakukan Xiao Han hari ini.
"Bahkan kamu tidak mau tumbang setelah pingsan, sungguh hebat."Kata peri pedang yang terbang di depan wajah Xiao Han.
Peri pedang menatap luka bakar di dada Xiao Han, luka itu sampai meremukkan tulang dada Xiao Han namun tidak membuatnya mati.
Perpaduan antara dua ras dunia spirit master dan dunia kultivator,
menciptakan sesosok anak berbakat alami yang dianugerahkan serangan hebat seperti spirit master dan kekuatan penuh untuk ketahanan tubuh seperti manusia kultivator.
Karena alasan itu Xiao Han memiliki tubuh kuat yang membuatnya tetap hidup meski tulang dadanya telah hancur.
Peri pedang menatap kebelakang, ia melihat dua potongan kepala naga yang terapung di atas permukaan air.
Beberapa jam kemudian, setelah malam Kembali datang. Xiao Han terbangun di tengah gelapnya hutan, hanya terdapat sedikit tubuhan bercahaya yang nampak pada saat itu.
"Ughh.."Xiao Han mengubah posisinya dengan duduk bersila, ia memeriksa luka di dadanya yang kini sudah menghilang tanpa meninggalkan bekas.
Xiao Han memeriksa semua bagian tubuhnya, saat memeriksa tangan,
Xiao Han menemukan tanda aneh berwarna hijau di bagian bawah bahunya.
Bahkan baju Xiao Han juga sudah kembali utuh namun sekarang berwana hitam dan tetap berlengan pendek sebahu.
"Apakah kamu terkejut nak ? Secara alami umur mu sekarang sudah hampir menginjak 15 tahun, sudah tiga bulan terakhir kamu tertidur seperti orang mati."Jelas peri pedang.
Pernyataan peri pedang benar-benar mengejutkan Xiao Han hingga raut tegang terukir di wajah, dia buru-buru berdiri lalu terbang menuju batu besar yang menghimpit aliran sungai.
Sesampainya di sana, ternyata batu itu sudah tidak ada lalu peri pedang mengatakan bahwa dialah yang menghancurkan batu itu.
Xiao Han terbang melesat kembali ke gubuk, tanpa sadar sekarang dia sudah mampu terbang tanpa menggunakan senjata sebagai tumpuhan.
"Ini sudah hampir melewati janji ku dengan anggota akademi scarlet,
aku harus bergegas !