
Begitu semua luka di belakang punggung Xiao Han di tempel dengan cairan berwarna abu-abu, cairan itu segera mengeras seperti jeliy menutup luka Xiao Han dan menetralisir aroma darahnya.
Qian Yu sendiri tidak tau jika bunga ini memiliki khasiat yang hebat, bahkan dia sendiri adalah warga desa namun pengetahuannya tentang hutan berada jauh di bawah Xiao Han.
"Ugh, benda itu hanya menutup luka tetapi tidak menyembuhkannya."
Xiao Han sedikit meringis dan kembali duduk bersila setelah tengkurap.
Kali ini Qian Yu yakin dengan pengetahuannya tentang tanaman obat-obatan, iapun mengeluarkan pedang katana sebelumnya dari kalung penyimpan dan memberikan pedang tersebut kepada Xiao Han.
"Kapak mu jatuh saat kita bergelantungan di tepi tebing, gunakan ini untuk melindungi diri Han'gege selagi aku mencari tanaman obat."
Xiao Han menatap Qian Yu dengan wajah pucat."Terimakasih dan maaf telah membuatmu repot."
"Kenapa Han'gege meminta maaf, semua ini terjadi karena aku tidak mengikuti perkataan mu. Jika saja semua penduduk desa sebaik kamu, pasti akan sangat bagus."
Setelah mengatakan itu Qian Yu berjalan pergi menuju hutan meninggalkan Xiao Han sendirian di tepi tebing.
Xiao Han melihat keadaan dalam radius pengelihatannya, ternyata ia di kelilingi oleh pohon berusia muda yang tidak terlalu tinggi.
Hanya pohon tempat ia bersender yang memiliki ukuran paling besar, bahkan ada beberapa dahan yang tumbuh menghadap langsung ke arah jurang.
Meski sudah bermain sangat lama di dalam hutan nyatanya Xiao Han tidak tau ada tempat seperti sekarang,
terlebih lagi ternyata pada bagian dasar jurang itu terdapat sebuah hutan yang amat sangat luas.
Xiao Han tidak lebih kecil dari sebuah debu di hadapan dunia ini, bahkan ternyata masih banyak tempat yang belum ia ketahui.
Entah mengapa Xiao Han sangat ingin menjelajahi dunia yang luas ini,
seraya mengasah kemampuan untuk mencari kebahagiaan.
Xiao Han tidak merasa takut meski dirinya hanyalah seonggok debu tidak berguna di hadapan dunia ini, selama masih memiliki otak ia akan terus melangkah.
Mengetahui jika dunia ini sangat luas membuat semangat Xiao Han kembali membara, ia ingin membabat habis semua pengetahuan di seluruh penjuru dunia ini.
Setelah beberapa waktu lamanya Qian Yu nampak berjalan keluar dari hutan tinggi menuju langsung ke tempat Xiao Han, gadis kecil itu juga terlihat membawa beberapa tanaman berbeda di pelukannya.
Begitu sampai Qian Yu terkejut melihat Xiao Han sudah mampu bergerak leluasa, bahkan Xiao Han saat ini sedang berada di atas pohon sebelumnya dan duduk di atas dahan yang menghadap ke arah tebing.
Qian Yu juga kaget melihat luka Xiao Han yang sudah lebih baik meski masih sedikit terbuka, iapun memanjat pohon tersebut, pohon yang di maksud memiliki dahan yang besar sehingga bisa di tempati oleh beberapa orang dan tidak perlu takut jatuh karena otomatis bakal mati.
Setelah sampai dengan membawa tanaman herbal yang ia dapat di hutan, Qian Yu duduk di belakang Xiao Han yang sedang menatap ke arah pemandangan bawah tebing.
"Apa yang sedang kamu lakukan Han'gege ?"
Xiao Han menunjuk ke depan.
"Menurut mu apakah ada tempat yang lebih indah dari ini ?"
Qian Yu menoleh ke arah yang Xiao Han tunjuk, ternyata lebatnya hutan di bawah bercampur dengan kabut yang seperti awan membuat Xiao Han dan Qian Yu seolah-olah melayang di udara.
Xiao Han nampak tertarik dengan cerita Qian Yu, iapun duduk menyamping dan menoleh ke arah Qian Yu.
"Apakah kamu mau menceritakannya ?"
Qian Yu mengangguk, namun saat Qian Yu akan mulai bercerita Xiao Han menyuruhnya diam dengan meletakkan telunjuk di depan bibirnya.
Ternyata di sekitar pohon kecil tidak jauh dari tempat Xiao Han dan Qian Yu beristirahat, nampak segerombolan ayam hutan tengah mencari makan di sekitar pohon berusia muda.
Hanya melihatnya saja sudah membuat air liur Xiao Han menetes, di dalam otaknya terlintas seekor ayam utuh di panggang bukan di goreng.
Xiao Han mengisyaratkan kepada Qian Yu untuk tetap di atas pohon,
Qian Yu mengangguk sementara Xiao Han mulai turun dari pohon dan langsung bersembunyi di baliknya.
Jarak sekelompok ayam hutan yang di maksud berada lurus lima meter di depan, terlihat sedang mencari makan bersama dengan kawanannya.
Dari balik pohon Xiao Han diam-diam memperhatikan sekelompok ayam hutan beberapa meter di depan saraya menyiasati cara menangkap beberapa dari mereka.
Di saat tengah berpikir, Xiao Han tidak sengaja melihat beberapa batu berukuran sekepalan tangan berceceran tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Xiao Han tersenyum kecil, iapun mengambil beberapa batu yang ada lalu menatap lagi ke arah Qian Yu yang masih berada di atas pohon.
"Adik Yu, bolehkah aku meminjam kemampuanmu ?" Tanya Xiao Han dengan nada berbisik.
Qian Yu mengangguk mengerti apa yang di pikirkan Xiao Han, iapun bersiap dengan mengeluarkan ecense spirit nya berupa pagoda kaca.
"Skill kedua ecense spirit pagoda kaca, Increase strength."
Efek dari pagoda kaca Qian Yu membuat tubuh Xiao Han menjadi lebih ringan dan di penuhi kekuatan.
Xiao Han lebih dulu membidik ayam hutan di depan, saat sesudah yakin iapun melempar batu di tangannya sekuat tenaga ke arah sekelompok ayam yang sedang makan di depan.
Di dukung oleh kekuatan dan kecepatan dari pagoda kaca Qian Yu serta bidikan akurat dari Xiao Han, membuat batu yang di lempar melesat sangat cepat mengenai sekelompok ayam di depan.
Sebuah ledakan kecil terjadi saat batu yang Xiao Han lempar pecah setelah menghantam tanah di bawah kaki ayam-ayam tersebut, lalu pecahan batu itu mengenai beberapa ayam yang mencoba kabur yang membuat mereka tergeletak tidak bernyawa.
Mata Xiao Han melebar karena ia tidak pernah bermaksud membunuh semua ayam itu, kejadiannya terjadi begitu cepat sampai tidak terlihat.
"Ak-aku tidak sengaja."Gumam Xiao'Han dengan mata melotot serta raut terkejut terukir jelas pada wajahnya.
Perasaan Xiao Han menjadi tidak nyaman, iapun berjalan menghampiri puluhan mayat ayam yang tergeletak di tanah dengan luka berupa bulatan lobang kecil akibat pecahan batu.
Dari atas dahan pohon Qian Yu memperhatikan Xiao Han yang sedang berjongkok di hadapan mayat-mayat ayam yang berhasil di bunuh nya.
"Apa yang sedang di lakukan Han'gege sendirian di sana ?"Gumam Qian Yu.
Dirinya merasa ada yang aneh dengan sikap Xiao Han setelah pemuda tersebut berhasil membunuh puluhan ayam hutan di waktu yang sama.
"Ah.. Lebih baik aku melihatnya sendiri."