
Xiao Han berdiri mematung menatap sosok Qian Yu yang di perkirakan berumur 14 tahun, meski sedikit sudah berubah namun Xiao Han tau sosok yang berdiri di hadapannya adalah Qian Yu.
"Qian Yu..."Kata Xiao Han lirih.
Xiao Han berjalan menghampiri sosok yang mirip dengan Qian Yu itu dengan mata terbuka lebar, seakan tidak percaya dengan yang di lihatnya.
Saat akan memeluk sosok itu, tiba-tiba tubuh Xiao Han menembus sosok itu.
"Hei, aku ini bukan Qian Yu, melainkan peri pedang yang meminjam tubuh kekasih mu itu. Kurasa hujud nya tidak akan jauh berbeda dengan yang ini,
jika dia masih hidup."
Xiao Han berdiri berhadapan dengan sosok peri pedang yang mengambil hujud Qian Yu, Xiao Han mencoba menyentuh namun tangannya selalu menembus tubuh peri pedang.
"Berhentilah mencoba karena hasilnya akan percuma saja, aku ini hanyalah jiwa tanpa tubuh, karena itulah hujud ku seakan tidak nyata dan tidak dapat di sentuh. Lagian aku hanya bisa bertahan selama satu jam dengan hujud ini sebelum akhirnya aku kembali ke hujud awal."Jelas peri pedang.
Xiao Han tersenyum lembut, sudah sangat lama sejak terakhir kali dia tidak tersenyum seperti sekarang.
"Meskipun kamu sedikit kasar, ternyata kamu juga memperhatikan ku.
Aku senang karena kamu nampak seperti orang tua ku."
Sosok peri pedang membuang muka karena tersipu."Si-siapa yang memperhatikan mu dasar bodoh,
aku hanya tidak ingin kamu menjadi gila karena kehilangan seorang kekasih."
Xiao Han tersenyum karena tau jika sifat kasar yang di tunjukkan peri pedang adalah untuk menyembunyikan sifatnya yang sundere.
Xiao Han berbalik membelakangi peri pedang."Kamu boleh kembali ke hujud awal."
"Eh, kenapa ? Bukankah ini yang kau inginkan ??"
Xiao Han memanjat pohon lalu duduk di dahan yang menghadap langsung ke jurang."Kamu memang sangat mirip dengan Qian Yu, tapi tetap saja kamu terasa sangat asing bagiku."
Peri pedang kembali ke hujud awal berupa peri perempuan kecil, iapun terbang dan duduk di bahu Xiao Han.
"Memangnya seperti apa gadis bernama Qian Yu itu ? Sehingga kamu menyebutnya berbeda denganku meski sudah menggunakan hujud nya."
Xiao Han menatap ribuan bintang di langit malam."Dia sangat indah seperti dewi, juga kebaikannya selama ini membuat ku tau jika dia berbeda dengan manusia lain."
"Berbeda ? Memangnya kebaikan seperti apa yang di lakukannya hingga dia terlihat begitu spesial di mata mu ??"Tanya peri pedang dengan penasaran.
"Aku adalah anak yatim-piatu yang di kucilkan oleh warga lain sejak kecil, selama bertahun-tahun aku hidup sendirian, hingga Qian Yu datang dan mewarnai hari ku dengan senyumannya."Tanpa terasa Xiao Han bercerita mengenai Qian Yu sambil tersenyum.
Peri pedang merasa ada yang aneh
dengan perasaannya saat melihat ekspresi Xiao Han yang sedang bercerita tentang Qian Yu.
Peri pedang menunduk."Ternyata begitu, tidak heran kamu begitu mencintainya."Peri pedang terdiam sejenak."Andai aku adalah gadis itu."
"Apa yang tadi barusan kau katakan ?"Tanya Xiao Han dengan penasaran.
"Eh, ti-tidak. Aku tidak berkata apa-apa."Kata peri pedang dengan gugup, serta wajah merona namun tidak kelihatan karena ia menunduk.
Xiao Han berbaring dengan menyenderkan kepala ke batang pohon, iapun menghela nafas sambil menatap langit."Bisakah kamu menjelaskan apa itu tenaga dalam ?
Peri pedang terbang lalu duduk di dada Xiao Han, iapun duduk dengan merangkul kedua lutut sambil menatap Xiao Han.
"Tenaga dalam adalah sumber tenaga lain yang tidak di miliki siapapun kecuali kamu di dunia ini."
"Kenapa hanya aku yang memilikinya ?"Kata Xiao Han bingung.
"Tunggu aku belum selesai berbicara !"Kata peri pedang terlihat kesal."Sebenarnya tenaga dalam hanya di miliki oleh pendekar dulu, kini mereka sudah tidak ada. Namun sebenarnya tidak demikian, mereka masih ada dan jumlahnya sangat banyak tetapi mereka tinggal di dunia dan dimensi yang berbeda dengan dunia ini
"Kamu memiliki tenaga dalam lantaran kamu berasal dari ras campuran antara penduduk dunia ini dan penduduk dunia yang ku katakan tadi. Aku tidak tau pasti kenapa kamu bisa ada di sini, tetapi aku tau kamu bukan berasal dari sini."
Xiao Han terkejut setengah mati
hingga membuatnya sontak kembali duduk dan hampir membuat peri pedang terjatuh karenanya.
"Jadi maksud mu aku masih memiliki keluarga ?!"Tanya Xiao Han,
"Si4lan ! Aku tau kamu bersemangat, tetapi jangan membuatku terkejut."
Peri pedang kembali terbang berhadapan dengan Xiao Han.
"Kemungkinan besar memang begitu, kamu sebenarnya ada di dunia kultivator tapi entah mengapa bisa berada di dunia spirit master."
"Jadi...Siapa sebenarnya orang tua yang ku kenal selama ini ??"
"Ya..Jika kamu adalah anak yang terkucil, kemungkinan mereka berdua adalah orang tua asuhmu."
Xiao Han termenung sesaat, lalu ekspresinya berubah marah."Sudah cukup jangan jelaskan lagi, apakah mereka tidak berniat menjemput ku di sini dan membiarkan anaknya hidup sendirian."
Peri pedang merasa terkejut melihat kemarahan di mata Xiao Han, dia nampak sangat murka dan juga ada sedikit dendam di matanya.
"Mengenai itu ak.."
"Sudahlah ! Aku lebih baik tidak mengenal mereka seumur hidup ku."
Xiao Han kembali berbaring,
dirinya merasa sangat kesal hingga akhirnya terlelap.
Peri pedang diam-diam terbang menghampiri wajah Xiao Han yang berbaring menghadap ke kiri,
diam-diam ia menyentuh hidung Xiao Han dengan tatapan sendu.
"Kamu sangat mirip dengan ku. Dulu aku juga sama denganmu, aku menjadi seperti ini karena membunuh salah satu dewa demi membalas dendam untuk pasangan ku yang mati di tangan dewa
"Karena aku ada di sini tidak akan ku biarkan kamu melakukan hal yang sama, aku akan menghidupkan kembali pasangan mu meski taruhannya adalah jiwa ku sendiri."
Malam itu terasa sangat indah karena banyak tumbuhan yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan cahaya geming yang indah sekali.
Pagi hari tiba, Xiao Han terbangun dan merasa tubuhnya sangat bugar.
Tanpa menunggu perintah peri pedang, ia berjalan menuju gunung untuk melanjutkan pelatihan yang sama.
Singkat waktu, Xiao Han kembali tiba di atas puncak gunung, iapun membuka baju dan memulai pelatihan mata iblis.
Saat terbangun peri pedang terkejut melihat Xiao Han sedang berusaha bertahan menggunakan tombak dari serangan ratusan burung walet tipe angin.
Kali ini terlihat berbeda
karena Xiao Han mampu bertahan sampai saat ini, meski tubuhnya terlihat penuh dengan luka gores akibat serangan burung walet yang datang bertubi-tubi,
Xiao Han tidak menyerah dan tetap bertahan sekuat tenaga.
Di dalam diri Xiao Han, peri pedang membuka mulut lebar-lebar melihat kedua mata emas Xiao Han samar-samar mulai berubah keunguan.
"Se-sejak kapan dia menjadi sehebat ini ? Dia juga telah mampu memperhatikan dan mempelajari pormasi burung walet tipe angin yang di kenal sangat sulit di pahami karena menyerang dengan pola berbeda."Batin peri pedang.
Serangan demi serangan Xiao Han nampak semakin intens dan tajam, beberapa burung walet nampak tergeletak di tanah tidak bernyawa.
"Ecense skill kedua ! Tombak pembela samudra !!"
Di detik-detik terakhir,
Xiao Han melakukan gerakan mengayun tombak hingga hasil dari sepuluh kali ayunan tombak itu mengeluarkan sepuluh gelombang sabit keemasan yang dengan cepat melesat dan memotong beberapa burung walet di depan menjadi dua bagian.
Setelah mengeluarkan teknik itu Xiao Han tumbang tidak berdaya, secepat mungkin
peri pedang mengeluarkan hawa merah yang dengan cepat menyelimuti tubuh Xiao Han dan mengusir kawanan burung walet yang menyerang.
"Jika kecepatan pelatihannya seperti ini, dia pasti mampu menguasai teknik mata iblis hanya dalam waktu dua bulan.
Waktu yang sangat singkat bagi manusia biasa untuk mempelajari kitab dewa."Batin peri pedang yang merasa semakin kagum dengan bakat yang di miliki oleh Xiao Han.
"Dia memang memiliki darah campuran, namun aku tidak bisa menebak dia keturunan siapa. Jika kemampuannya seperti ini, aku yakin pemuda ini terlahir dari keluarga yang sangat berbahaya."