Chasing Happiness

Chasing Happiness
13.Pintar lebih baik



Xiao Han dan Qian Yu berlari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran hewan spirit tipe buas tersebut,


namun karena adanya perbedaan ukuran membuat jarak Xiao Han dan banteng tersebut semakin menipis.


Samar-samar di depan Xiao Han melihat sebuah ujung ngarai, iapun semakin panik sebab tidak ada jalan lain selain tetap berlari kedepan.


Xiao Han menenteng kuat tangan Qian Yu dan berlari semakin cepat, hingga bagian ujung tebing sudah terlihat di depan sana.


Qian Yu nampak panik ketika melihat tebing di depan, iapun menatap wajah Xiao Han.


"Ge-Gege di depan sana ada ujung tebing


apa yang harus kita lakukan ?"


Xiao Han tersenyum seolah-olah senyumannya mengatakan kepada Qian Yu untuk percaya padanya.


"Aku Janji tidak akan melukai mu."


Qian Yu menjadi sedikit lebih tenang setelah melihat senyuman Xiao Han,


iapun memilih untuk mempercayai Xiao'Han ketimbang harus mati di injak hewan spirit tipe buas.


Dari belakang nampak banteng tersebut sudah semakin dekat, sampai-sampai cula di bagian dahi banteng itu hanya berjarak lima meter di belakang Xiao Han.


Saat berada beberapa meter di depan tebing dan cula banteng berada dua meter di belakang, Xiao Han dan Qian Yu melompat jatuh ke tebing.


Hewan spirit itu juga terjatuh akibat terpeleset di tepi tebing dengan tubuh melayang di udara, sampai tubuh banteng itu tidak lagi terlihat setelah tertutup awan sangking tingginya tebing tersebut.


Di bagian pinggir tebing, Xiao Han bergelantungan di sebuah pohon kecil yang tumbuh satu meter di bawah bibir tebing dengan posisi miring.


Sementara Qian Yu bergelantungan pada genggaman tangan Xiao Han, untung saja saat sebelum melompat Xiao Han menggenggam kuat tangan Qian Yu, Jika tidak akan sangat vatal bagi keselamatan Qian Yu.


Qian Yu menoleh kebawah, tidak ada yang dapat Qian Yu lihat kecuali kabut tebal yang nampak seperti awan namun bervolume lebih tipis, sementara dasar dari tebing itu adalah sebuah hutan lebat yang sangat luas.


Tingginya tebing itu membuat Qian Yu ketakutan sampai membuat seluruh tubuhnya menggigil,


iapun sontak terkejut saat sesuatu seperti cairan berwarna merah menetes mengenai wajahnya.


Qian Yu sontak menoleh ke atas,


tepatnya ke arah Xiao Han yang sedang bertahan dengan tetap berpegang pada batang pohon agar tidak terjatuh.


Qian Yu melihat luka koyakan cukup lebar di punggung Xiao Han, seketika Qian Yu ingat bagaimana cula banteng tadi sempat menggores punggung Xiao Han.


"Han'gege, Kamu..."


"Tidak apa adik Yu, aku masih mampu bertahan. Tenang saja, aku akan selalu melindungimu dari sesuatu yang jahat dan berbahaya di dunia ini."


Sebelum kehilangan kesadarannya Xiao Han mengeluarkan semua kemampuannya, dan perlahan menarik tubuh Qian Yu agar ia bisa berpegangan pada batang pohon.


Usaha Xiao Han tidak menghianati hasil, Qian Yu berhasil meraih batang pohon tersebut namun karena pendarahan hebat di bagian punggung, Xiao Han nyaris saja terjatuh jika Qian Yu tidak cepat menggenggam pergelangan tangannya.


Sempat pingsan beberapa detik dengan keadaan bergelantungan,


Xiao Han kembali membuka matanya lalu berusaha kembali meraih batang pohon sebelumnya.


Setelah berhasil kembali menggegam batang, Xiao Han segera memutar otak agar Qian Yu bisa selamat.


Di bagian bibir tebing Xiao Han melihat sebuah pohon, bagian ujung pohon yang di maksud menjuntai sebuah akar pohon yang lumayan panjang dengan jarak satu meter di atas pohon tempat Xiao Han dan Qian Yu berpegang.


Dengan sigap Qian Yu menarik tubuhnya ke atas dan berhasil berdiri di atas dahan tersebut, iapun dengan yakin melompat dan berhasil menangkap akar tersebut dengan selamat.


"Han'gege ! Sekarang giliran mu."Jerit Qian Yu kepada Xiao Han yang masih bergelantungan.


Xiao Han hanya terdiam lemas karena darahnya sudah banyak hilang,


iapun berusaha sekuat tenaga untuk menarik tubuhnya ke atas dahan sampai berhasil meski membutuhkan waktu lumayan lama.


Samar-samar Qian Yu melihat mata Xiao Han mulai memutih seperti akan mati,


hal tersebut membuat Qian Yu panik hingga perlahan Xiao Han kembali bergerak meraih akar pohon sebelumnya yang tidak lagi perlu melompat untuk mencapainya karena akar tersebut sudah semakin panjang setelah Qian Yu gunakan.


Perlahan Xiao Han menarik tubuhnya ke atas seorang diri dengan luka menganga di bagian punggung.


Setelah beberapa saat Xiao Han berhasil selamat namun saat tubuhnya berhasil di raih oleh Qian Yu, Xiao Han kehilangan kesadaran akibat banyaknya darah yang hilang.


Qian Yu segera menggendong tubuh Xiao Han dan membawanya ke tempat aman untuk segera di obati, untungnya hutan adalah tempat tumbuhnya banyak tanaman herbal sehingga tak akan sulit bagi Qian Yu untuk mencari.


Namun yang menjadi permasalahannya adalah luka Xiao Han yang mengalami pendarahan, aroma darah Xiao Han kemungkinan akan memancing banyak hewan spirit untuk mendekat.


Sambil mencari tempat aman Qian'Yu memutar otak bagaimana cara menghentikan pendarahan pada luka Xiao Han yang lumayan parah.


"Bun-bunga dari pohon sebelumnya."Kata Xiao Han dengan nada pelan terdengar tidak bertenaga.


Qian Yu segera berjalan kembali ke tempat tadi. Setelah sampai Qian Yu menyenderkan tubuh Xiao Han di bawah pohon sebelumnya.


Seperti yang di katakan Xiao Han,


pohon tersebut memang memiliki bunga lebar berwarna putih yang mengeluarkan aroma aneh antara bau dan wangi.


**** sedikit ragu Qian Yu tau jika pengetahuan Xiao Han tentang tumbuhan liar tidak main-main, karena alasan itu pula Qian Yu memanjat pohon tersebut dan kembali turun membawa beberapa bunga dari pohon itu.


Qian Yu mengubah posisi Xiao Han dengan menelungkup kan tubuhnya, sehingga luka yang terbuka di belakang punggungnya tidak terinfeksi dan mudah untuk di obati.


Dengan selembut mungkin Qian Yu menempelkan bunga itu di lula Xiao'Han, membuat Xiao Han merintih kesakitan menahannya.


"Bukan begitu cara menggunakannya adik Yu, jika begitu sama saja kamu menginginkan ku mati."


Qian Yu sontak terkejut."Ma-maafkan aku, Lalu bagaimana cara menggunakannya ?


"Tumbuk bunga itu sampai hancur,


lalu air hasil dari proses tersebut oleskan pada bagian yang luka menggunakan daun dari pohon tadi."


Qian Yu mengangguk mengerti,


iapun mencari batu yang bisa di gunakan untuk melakukan apa yang di katakan Xiao Han.


Iapun mendapatkan sebuah batu lempeng berbentuk bundar dan satu buah batu kecil, kedua benda itu sepertinya cukup untuk menumbuk bunga tersebut sampai hancur.


Tanpa berlama-lama Qian Yu segera menumbuk bunga tersebut sampai berubah menjadi cairan kental berwarna abu-abu. Iapun juga mengambil beberapa lembar daun dari pohon yang sama, setelah semuanya sudah siap Qian Yu mengoleskan cairan itu di bagian luka Xiao Han selembut mungkin.


Tidak terhitung berapa kali Xiao Han pingsan namun ia mampu kembali bangkit. Manusia seperti Xiao Han sangat jarang di temui, karena luka seperti ini sangat serius bagi orang biasa dan mungkin saja mengancam nyawa.


Mungkin karena telah terbiasa hidup keras di antara rasa sakit, Xiao Han menjadi terbiasa dengan rasa sakit sehingga tubuhnya secara tidak langsung berubah semakin kuat.


Dunia ini sangat kejam dan berbahaya bagi Xiao Han, sebab ia tidak memiliki ecense spirit karena belum di aktifkan, namun karena memiliki pemahaman yang cerdas membuat Xiao Han mampu bertahan tanpa kekuatan.


"Sekuat apapun lawan, tetap akan kalah dari orang yang lebih pintar."