
Di bawah sebuah pohon di bukit taman sungai kota Han, Xiao Han dan Qian Yu duduk bersender di salah satu pohon menatap matahari terbenam bersama dengan pasangan yang lain.
Matahari terbenam nampak sangat indah, namun bukan itu yang menjadi perhatian Xiao Han, dia lebih memilih menatap wajah Qian Yu di samping yang berkesan semakin indah saat terkana cahaya keemasan matahari.
"Bukankah pemandangan ini sangat indah ?"Kata Qian Yu sambil menatap matahari terbenam.
"Yah.. Sangat indah."Kata Xiao Han sambil menatap wajah Qian Yu.
Qian Yu menoleh ke arah Xiao Han, sebelum itu Xiao Han sudah lebih dulu memalingkan wajah ke depan agar tidak ketahuan karena sudah memperhatikan wajah Qian Yu.
"Apakah Han'gege tau
terdapat banyak kesamaan antara dirimu dan matahari sore."
"Benarkah ? Bisakah aku mengetahui apa saja itu ??"Tanya Xiao Han dengan penasaran.
"Sifat mu hangat seperti matahari,
mata mu memancarkan cahaya yang lebih indah dari matahari sekalipun."
Xiao Han terdiam, ia tidak tau harus senang atau malu karena tidak pernah tau sesuatu seperti cinta sebab semua mengalir sesuai dengan pikirannya.
Qian Yu sendiri tau jika semua perkataannya Xiao Han yang menyentuh hati adalah perkata yang keluar dari hati seorang pria lugu yang sudah pasti tidak pernah berbohong.
Tiba-tiba suasana berubah meriah saat teriakan semua orang terdengar begitu matahari sudah tenggelam.
Satu persatu orang mulai meninggalkan tempat tersebut karena tidak ada lagi sesuatu yang bisa di lihat.
Qian Yu berdiri lalu menatap ke arah Xiao Han yang masih duduk."Han'gege ayo kita kembali, mungkin tuan Yen Chun sudah lelah menunggu kita."
Xiao Han buru-buru berdiri lalu menahan lengan Qian Yu,"Tunggu..
Sontak saja Qian Yu kembali menatap Xiao Han."Ada apa Han'gege ?"
"Aku menyukaimu.."Kata Xiao Han dengan wajah merah karena malu."Aku tau kita masih berumur tujuh tahun tapi ini bukan salah ku, perasaan ini timbul begitu saja dan semakin kuat. Aku tidak mengerti perasaan ini, namun aku tau aku menyukai mu."
"Han'gege..Kamu..."
"Adik Yu, aku tidak tau apa yang kamu rasakan kepada ku namun aku tau bahwa diri ku menyukaimu."
Sudut mata Qian Yu mengalir air mata, bukan kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.
Hati Qian Yu rasanya begitu hangat saat menatap mata Xiao Han, entah sejak kapan perasaan ini timbul namun ia tau bahwa dirinya mempunyai perasaan yang sama dengan Xiao Han.
"Han'gege aku juga..
"Nona dan tuan muda ! Seseorang sedang mencari kalian."Seru seseorang dari kejauhan, seseorang itu datang dengan Yen Chun bersamanya.
Xiao Han menatap Qian Yu dengan penuh perasaan."Bagaimana menurutmu ?"
"Han'gege kita harus segera pulang atau ayah dan ibu akan marah.
Jangan khawatir kita masih memiliki banyak waktu bersama, di saat itulah aku akan menyatakan perasaan ku kepadamu."
Qian Yu berlari kecil menghampiri tuan Yen Chun sementara Xiao Han hanya tersenyum menatapnya, lalu Xiao Han berjalan pelan menyusul Qian Yu orang yang di sukai-nya.
Setelah berbincang sebentar dengan tuan Yen Chun merekapun berjalan bersama menuju ke kedai sepeda untuk mengembalikan sepeda yang di pinjam, lalu di lanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke tempat tuan Yen Chun menitipkan kuda.
Sesampainya di sana Yen Chun berterimakasih dengan membungkuk kepada kerabatnya, lalu iapun mulai menjalankan kuda-kudanya keluar dari kota Han.
Perjalanan terasa dingin tatkala rintik hujan mulai berjatuhan, langit nampak gelap mewakili perasa Xiao Han yang semakin tidak enak.
Perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada perjalanan pergi,
tidak lama kemudian kereta Yen Chun kembali memasuki jalan yang di apit dua hutan lebat.
Dari kejauhan secara samar-samar karena sedang gerimis, tuan Yen Chun melihat lima kereta kuda hitam sebelumnya terparkir di bahu jalan.
Seketika Yen Chun menoleh ke dalam gerbong dan mengisyaratkan kepada Xiao Han dan Qian Yu untuk lari,
tidak lama kemudian tiba-tiba sebuah sabetan pedang memotong kepala tuan Yen Chun.
Tubuh Yen Chun tergeletak sementara penggalan kepalanya menggelinding ke dalam gerbong, hingga berhenti di bawah kaki Qian Yu.
Sontak wajah Qian Yu dan Xiao Han memucat, merekapun melihat pergerakan di dekat mayat Yen Chun.
Secara jelas Qian Yu dan Xiao Bai melihat seorang pria berpakaian serba hitam dengan penutup wajah seperti ninja menatap mereka.
Bergegas Xiao Han membuka pintu belakang kereta dan menenteng tangan Qian Yu, iapun berlari bersama menuju hutan untuk mengelabuhi penjahat-penjahat tersebut.
"Han'gege apa yang terjadi kepada tuan Yen Chun ?"Tanya Qian Yu seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya tadi.
"Aku tidak tahu, kamu jangan menoleh kebelakang dan fokus pada jalan."Kata Xiao Han sambil berlari di antara pohon menuju ke arah pulang ke desa.
Tiba-tiba sebuah kunai mengenai betis Xiao Han hingga membuatnya tersungkur, Qian Yu segera membantu Xiao Han berdiri namun di tengah-tengah itu Xiao Han malah tersenyum.
"Kamu jangan menangis, kumohon pergi dan hiduplah untuk ku."
Qian Yu menggeleng dengan wajah di basahi air mata dan tubuh di basahi air hujan."Tidak..! Kita akan kembali bersama tidak perduli apapun yang terjadi."
"Mereka sudah semakin dekat, aku bisa menahan mereka sementara. Sekarang pergilah, pada kehidupan kedua kita akan kembali bertemu."
Dengan berat hati dan perasaan yang hancur, Qian Yu terpaksa melakukan apa yang di pinta Xiao Han. Tetapi ia tidak meninggalkan Xiao Han begitu saja, Qian Yu mengeluarkan ecense spirit tipe pagoda kaca dan meningkatkan semua atribut Xiao Han.
"Terimakasih adik Yu, sekarang berlari."Xiao Han tersenyum kepada Qian Yu, sementara Qian Yu mulai menangis lalu berlari meninggalkan Xiao Han.
Xiao Han menghadap kebelakang,
meski tidak tau bagaimana cara bertarung paling tidak ia tau bagaimana cara memukul.
Sekelompok bayangan hitam berdiri di atas dahan pohon, sisanya berdiri di bawah menghadap Xiao Han.
"Itu dia ! Ayo tangkap dan lihat sebanyak apa uang yang dia miliki !!"
Seseorang dari lima kelompok pria berseragam ninja itu tidak segan-segan menuntun semua bawahannya untuk menyerang Xiao Han.
"Jadi semua ini hanya karena uang ? Kalian benar-benar iblis."
Di luar dugaan, tubuh ringki Xiao Han menjadi sangat kuat berkat bantuan pagoda kaca Qian Yu.
Dengan lincah Xiao Han bergerak
menghindari semua serangan seakan matanya mampu memprediksi kemana datangnya serangan lawan.
Xiao Han memukul sembarang cara namun berhasil mengenai kepala seseorang hingga membuatnya terpental menabrak pohon.
Melihat salah satu dari mereka terpental membuat kelima ninja itu melompat kebelakang untuk menghindari Xiao Han.
"Kenapa anak tanpa ecense spirit bisa menjadi begitu kuat ?!"Tanya salah seorang ninja dengan bingung.
"Ini karena anak perempuan tadi !! Dia adalah target kita, dia adalah spirit master tipe pendukung yang sangat langkah.
Ku perintahkan kepada kalian semua untuk menangkapnya !
"Tapi Hayato ! Bagaimana dengan anak ini ?!"Kata lagi seorang ninja sambil menatap Xiao Han yang berdiri beberapa meter di depan.
Sekarang pergi dan tangkap anak perempuan tadi !!"
Empat orang ninja mengagguk lalu melesat melewati Xiao Han,
Xiao Han mencoba menghentikan mereka namun tangannya tersayat oleh pedang dari pemimpin kelompok ninja tadi bernama hayato.
"Lawan mu adalah aku."Kata Hayato dengan sombong seraya mengacu pedang kepada Xiao Han.
Xiao Han memikirkan bagaimana keadaan Qian Yu namun sepertinya dia berhasil berlari jauh, namun Xiao Han tidak tau trik seperti apa yang di miliki oleh orang-orang tadi.
Tiba-tiba di antara rintik hujan Xiao Han mendengar suara teriakan yang sudah pasti dari Qian Yu, secara tiba-tiba jantung Xiao Han seakan berhenti berdetak memikirkan keadaan Qian Yu.
"Qi-Qian Yu, apa yang kalian lakukan kepadanya !!"
"Mudah saja, kami hanya perlu membunuh dan membawa mayatnya kepada seseorang yang mau membayar mahal mayat spirit master tipe pendukung."
Hanya dengan mendengar hal itu darah Xiao Han seakan bergejolak,
matanya bersinar keemasan di bawah cahaya bulan.
"Si4alan kau !! Kau harus membayar dengan nyawa mu karena sudah berani mencelakai Qian Yu !!"
Arggghhhhh !!!
Xiao Han berteriak keras hingga di bawah rintik hujan dua ecense spirit terlahir, dua buah lambang rantai jiwa karatan dan sebilah tombak muncul di bawah kedua telapak tangan Xiao Han.
"Ecense ganda !!"Hayato nampak sangat terkejut, namun tidak lama kemudian dia tersenyum."Kamu memang memiliki spirit ganda, namun keduanya adalah sampah. Hari ini di bawah pedang hiken ku,
kau akan mati dalam satu gerakan."
Tanpa perlu belajar Xiao Han mampu mengontrol ecense spirit pertamanya berupa rantai karatan, iapun dengan beringas menyerang Hayato menggunakan puluhan rantai yang bagian ujungnya tajam seperti kunai.
"Apa-apaan anak ini !? Ecenese spirit nya baru saja aktif namun kemampuannya dalam mengendalikan ecense spirit sudah sangat hebat."
Hayato nampak kesulitan mengimbangi banyaknya rantai yang datang, sehingga beberapa bagian tubuhnya tersayat akibat bagian ujung rantai.
"Anak kecil seperti mu mau menggalakkan ku ?! Jangan harap !!"
Hayato mengeluarkan tiga buah cincin roh yang salah satunya berumur 10.000 Tahun, iapun memperkuat Pedangnya hingga di selimuti hawa merah.
Dengan sigap Hayato melompat namun kaki dan tubuh nya terikat oleh puluhan rantai yang menariknya kembali kebawah, Iapun tercengang lalu menatap Xiao Han di depan.
"Apa yang kau lakukan ?!"
Air mata bercampur darah membasahi wajah Xiao Han, iapun menatap Hayato penuh dengan kemarahan.
"Kamu berbicara omong kosong, sekarang temui pencipta mu !!"
Sebuah lambang lingkaran di bawah telapak Xiao Han mengeluarkan sebuah tombak karatan, iapun melesat cepat ke arah Hayato membawa ecense spirit kedua berupa tombak.
Hayato mencoba melepaskan diri dari belitan rantai Xiao Han,
saat berhasil dia tidak bisa berbuat apa-apa begitu dada bagian jantungnya terhunus tombak.
Hanya dalam hitungan satu menit Hayato mati tanpa bisa melakukan perlawanan, dengan menenteng tombak Xiao Han berlari sekuat tenaga menuju ke tempat tadi ia mendengar suara jeritan.
Jantung Xiao Han terasa membara tidak dapat membayangkan bagaimana nasib Qian Yu, rasa sakit akibat luka sayatan seakan tidak dapat lagi Xiao Han rasakan.
Begitu berada di sebuah tanah lapang, Xiao Han berlutut tidak berdaya melihat Qian Yu sudah tergeletak di bawah kaki empat orang ninja yang tersisa.
Hu Hu Argggggggg !!! Qian Yu !!!!!
Tiba-tiba sebuah hawa mencengkam menyelimuti seisi hutan, burung-burung terbang menjauh seraya bersuara seakan takut akan sesuatu.
Mata Xiao Han bersinar keemasan, iapun mengeluarkan ecense pertama berupa rantai yang mengelilingi tubuhnya seakan memiliki kecerdasan sendiri.
"Kalian harus membayar dengan nyawa !"
Dengan cepat Xiao Han melesat menyerang keempat ninja yang belum siap menerima serangan. Xiao Han menggunakan semua kemampuannya, mengiris dan memotong tubuh siapa saja yang ada di dekatnya.
Keempat ninja yang tersisa merasa kewalahan, mereka terlambat untuk kabur karena rantai yang muncul di sekeliling tubuh Xiao Han sudah mengikat kaki mereka dari dalam tanah.
Dengan beringas Xiao Han memotong bagian tubuh keempat ninja di depan sambil menjerit keras di bawah tengah lebatnya hujan.
Xiao Han nampak sangat depresi dan murka, dia sudah lelah bersikap sabar hingga perlahan sebuah
senyuman kecil terukir di wajah saat dia menyayat dikit demi sedikit tubuh keempat ninja itu.
Dengan sekali serangan Xiao Han mengayunkan tombak karatan nya memotong kepala keempat ninja itu setelah puas menyiksa mereka.
Setengah wajah Xiao Han berlumuran darah musuh, iapun berjalan menghampiri Qian Yu yang nampak masih sekarat dengan luka tusukan di bagian perutnya.
Xiao Han merangkul tubuh Qian Yu dengan berlinang air mata,
sementara itu dengan wajah nampak pucat Qian Yu tersenyum lalu menyeka air mata Xiao Han dengan tangan kanan.
"Kamu terlihat jelek saat sedang menangis Han'gege, apakah kamu tahu sesuatu yang belum sempat ku ceritakan ?
"Saat itu aku terlalu bahagia bersamamu hingga hal kecil yang sebenarnya besar terasa tidak berarti, kamu seperti matahari, semua planet mengitari mu. Aku yakin orang sepertimu akan memiliki banyak sekali teman dan sahabat,
aku juga mengharapkan hal itu agar kamu tidak kesepian saat aku tiada..
"Kumohon jangan berkata seolah-olah kamu akan pergi, kita sudah berjanji akan terus bersama ! Apakah kamu akan mengingkarinya ?!"Kata Xiao Han dengan berlinang air mata.
"Han'gege, aku bermimpi kita duduk bersama di sebuah pohon di tempat yang selalu ku bayangkan. Tempat ini lupa ku ceritakan kepada mu kemarin, tempat itu bernama dataran duo'luo. Tempat yang sangat indah dan selalu ku dambakan, ku harap kamu bisa ke sana sebagai perwakilan diri ku."
Xiao Han memegang telapak tangan Qian Yu."Kita akan ke sana bersama ! Untuk itu kumohon bertahanlah."
Tatapan mata Qian Yu mulai rabun, wajahnya semakin memucat.
"Saat pertama kali bertemu dengan mu, aku tau jika aku akan menjadi planet yang akan setia mengitari dirimu yang selaku matahari."
"Jujur saja, aku pernah membayangkan bagaimana kita dewasa nanti dan memiliki beberapa anak.
Kita duduk bersama di dataran Duo'luo, namun sepertinya kamu harus mencari gadis lain."
Xiao Han menggeleng, kini tangisannya semakin kencang.
"Tidak-tidak, aku tidak akan pernah mencari yang lain. Hanya kamu, pertama dan selamanya bagi ku."
"Han'gege..Aku,"Qian Yu mulai nampak kesulitan berbicara karena kesulitan mengambil nafas.
Dengan sekuat tenaga Qian Yu melepaskan kalung penyimpannya lalu memberikan kalung itu kepada Xiao Han, lalu Qian Yu menyentuh pipi Xiao Han dengan tangannya.
"Jadilah kuat untuk melindungi banyak orang, aku tidak akan kemana-mana,
aku akan tetap berada di dekat mu sepanjang waktu. Aku akan menunggumu di dataran duo'luo, ingatlah pesan terkahir ku jadilah kuat agar kamu di akui oleh banyak orang."
Tangan Qian Yu nampak tidak ada tenaga, lalu perlahan terjatuh tidak berdaya bersamaan dengan menutupnya mata.
Nafas Xiao Han memburu, tubuh Qian Yu terasa sangat dingin. Dengan lantang dan depresi Xiao Han berteriak keras, guntur dan petir saling bersahutan meredam amarah seorang anak kecil yang mengutuk keras kehidupannya.
"Tenang saja adik Yu, Han'gege tidak akan pernah meninggalkanmu..Kita akan terus bersama."