Chasing Happiness

Chasing Happiness
50.Kesepakatan



Xiao Han merasa sangat marah hingga membuat wajahnya memerah, ia berjalan menuju rumah guru besar untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara itu karena cepatnya langkah Xiao Han, Kim Ryu harus berusaha lebih keras karena berlari sambil membawa dua buah dada berukuran bagus bukan perkara mudah.


Sesampainya di rumah guru besar,


di sana terlihat ada seorang pria muda memakai pakaian bagus berwana putih nampak sudah menyadari kedatangan Xiao Han.


Saat Xiao Han ingin berjalan lebih masuk ke kediaman guru besar, pria muda sebelumnya datang untuk menghadang dan menghentikan langkah Xiao Han.


"Sebaiknya kamu menyingkir, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan guru besar."Xiao Han berkata dengan nada biasa karena tidak mau menambah masalah yang tidak berarti.


Namun pria muda itu terlihat tidak suka lalu mendorong dada Xiao Han,


hingga membuatnya terpaksa mundur beberapa langkah.


"Memangnya apa urusan mu dengan guru besar ? Kamu itu masih murid baru, bahkan belum termasuk anggota."


Xiao Han kembali mencoba menerobos tanpa harus memperdulikan perkataan pria di depan, namun lagi-lagi pria itu menghentikan langkah Xiao Han kali ini dengan memukul perutnya.


"Jika kamu ngotot untuk tetap masuk, maka jangan sungkan untuk bertarung dengan ku. Kebetulan sekali, hari ini aku belum menghajar seseorang."Pria itu tersenyum mengejek seakan sengaja mencari masalah.


Tanpa basa-basi Xiao Han melesat ke depan memukul pria tersebut sekuat tenaga, hingga membuat pria itu termundur jauh karena sudah berani menahan serangan Xiao Han.


Pria tersebut nampak kaget karena kedua tangannya terasa patah setelah menahan satu pukulan Xiao Han.


Namun rasa kaget itu tidak bertahan lama dan terganti dengan perasaan murka yang mengebul-ngebul.


Pria itu kembali berdiri lurus hendak akan melancarkan serangan, tetapi tindakannya terhenti ketika Liu Yan dan Kim Ryu datang.


"Xiao Han apa yang kamu coba lakukan ?"


Liu Yan terlihat bingung karena sebenarnya Kim Ryu sudah menjelaskan apa yang terjadi kepadanya namun penjelasan Kim Ryu sulit untuk di cerna.


Xiao Han melirik ke arah Liu Yan di samping."Jangan ikut campur urusan ku Liu Yan, aku ingin mendengar penjelasan guru besar dengan telinga ku sendiri."


"Tapi.."Liu Yan hendak akan menghentikan Xiao Han, tetapi dari dalam kediamannya guru besar keluar dan berjalan menghampiri Xiao Han.


Senyum kemenangan terukir pada wajah pria sebelumnya, dengan pangkatnya kini, dia yakin guru besar pasti akan membela.


Pria itu melirik ke arah guru lalu menatap Xiao Han."Guru, hahahah kamu pasti akan menerima akibatnya karena sudah berani macam-macam dengan ku."


Xiao Han hanya diam lalu tiba-tiba bergerak sangat cepat menuju pria yang mencacinya, tanpa basa-basi


Xiao Han melakukan pukulan cepat hingga membuat pria tersebut tidak dapat menghindar.


Bammm !!


Saat pukulan Xiao Han hampir mengenai wajah pria yang di tujuh, guru besar tiba-tiba sudah berada di sampingnya dan menghentikan serangan Xiao Han dengan tangannya sendiri.


"Guru, kau.."Pria yang hampir terkena pukulan itu nampak syok, bahkan nampak linglung dengan kejadian yang menurutnya terlalu cepat.


Guru besar hanya diam dan tersenyum kepada Xiao Han di hadapannya, meski tidak di katakan, beliau tau apa yang membuat Xiao Han menjadi sangat marah seperti sekarang.


"Tenangkan dirimu nak, kekuatan tanpa hati hanyalah senjata pembunuh dan aku melihatnya di dalam dirimu."Guru besar sedikit kecewa melihat hawa pembunuh yang terbentuk dari kekecewaan Xiao Han terhadap dunia, karena hal ini akan berpengaruh terhadap kepribadian Xiao Han kedepannya jika tidak cepat di ubah atau di hilangkan.


Dari dalam diri Xiao Han peri pedang juga membantu menenangkannya,


sehingga sekarang Xiao Han kembali bisa berpikir jernih dan mampu mengontrol emosi nya.


"Guru, apakah benar Hayato berasal dari akademi ini ?"Tanya Xiao Han seraya menarik kembali tangan kanannya.


Namun tidak bertahan lama lalu masuk ke dalam serikat rahasia."


Sebelah alis Xiao Han terangkat."Serikat rahasia, apakah ada sesuatu di belakang Hayato selama ini ?"


"Benar, Hayato bergabung dengan serikat yang entah apa namanya.


Namun aku tau, tujuan serikat itu adalah untuk menangkap spirit master tipe pendukung lalu di bunuh untuk alasan yang tidak jelas."


Xiao Han mengepal sangat kuat sampai terdengar suara retakan tulang karenanya."Bisakah aku mengetahui nama serikat ini ?"


Guru besar menggeleng serta menghela pelan."Untuk saat ini informasi mengenai serikat yang di maksud masih sangat minim, sehingga orang-orang masih kebingungan siapa dalang di balik serikat ilegal tersebut. Tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin jika ninja tingkat alpha mencari tau tentang mereka."


Mata Xiao Han memerah karena emosi, lalu dia bersujud kepada guru besar."Tolong, kumohon cari tau tentang mereka maka akan ku janjikan kepadamu sebuah kesepakatan !"


Guru besar terdiam dengan perasaan campur aduk karena merasa kasihan kepada Xiao Han yang sudah di perbudak oleh kemarahan.


Di sisi lain sebagai guru besar, dia tau bahwa amarah Xiao Han akan membuat pikirannya berubah dan perlahan akan menjadikannya sebagai mesin pembunuh.


"Apa yang akan kau lakukan jika kami mengetahui tentang mereka ?!"Guru besar berkata dengan murka." Apakah dengan membunuh mereka akan membuat kekasih mu hidup kembali ?!"


Air mata Xiao Han mengalir,


semua orang yang melihatnya merasa prihatin karena sepertinya Xiao Han sudah sangat menderita.


"Paling tidak kali ini aku tidak diam saja !!"Xiao Han berkata kuat sambil menangis.


"Hati ku hancur ketika melihat kekasih ku mati tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya, aku kehilangan dunia ku karena mereka !! Apakah kita hanya diam saja, ketika nyawa orang lain dalam bahaya ? Khususnya untuk spirit master tipe pendukung


"Apakah kamu hanya akan diam saja ketika tau korban akan terus bertambah jika kita tidak memulai langkah ?!


Aku tidak ingin kejadian sama terulang kembali kepada orang lain, aku akan membunuh mereka semua agar tidak ada lagi yang hidup dengan membawa penyesalan seperti ku


"Dalam satu tahun !! Dalam satu tahun akan ku buat akademi ini berada di atas permukaan awan, Tapi ku mohon..! Cari tau tentang mereka yang telah membuat serikat gelap ini."


Guru besar hanya diam dengan raut memburuk, lalu dia menatap Liu Yan dan mengisyaratkan kepada gadis tersebut untuk membawa pergi Xiao Han.


Liu Yan mengagguk lalu berjalan menghampiri Xiao Han dan dengan cepat menahan bahunya.


Xiao Han memberontak sambil memanggil nama guru besar,


tetapi Kim Ryu juga ikut membantu sehingga dengan pasrah Xiao Han di seret pergi secara paksa meninggalkan kediaman guru besar.


"Selama kamu belum bisa menyingkirkan amarah serta dendam mu, kamu di larang menginjakan kaki di kediaman ku dan jangan panggil aku guru mu !!"Guru besar berkata dengan murka serta raut marah terukir di wajah.


Pria sebelumnya menghampiri guru besar dengan raut marah."Guru, ijinkan aku membunuh pemuda itu."


Plaaaakkk !!


Sebuah tamparan mendarat di wajah pria tersebut sampai menetes darah dari sudut bibirnya. Guru besar menatap pria itu dengan raut murka.


"Kau tidak tau apa yang pemuda itu coba lakukan, jadi jangan ikut campur !


Secuil saja kau melukainya,


akan ku bunuh kau dan keluarga mu. Karena sejauh ini, hanya dialah yang memiliki kemampuan terbaik di antara kalian semua."


Setelah mengatakan itu guru besar berjalan pergi meninggalkan pria sebelumnya yang nampak terpaku di tempatnya berdiri.