
Setelah pagi hati tiba, Xiao Han bergegas kembali ke gubuk karena kemarin malam ia dan Liu Yan sepakat untuk pergi ke akademi scarlet hari ini.
Sesampainya Xiao Han di gubuk,
di sana Liu Yan nampak sudah menunggu di luar gubuk.
Liu Yan tersenyum kecil ketika melihat Xiao Han baru sampai, sementara Xiao Han hanya diam dengan wajah datar tidak menggubris senyuman Liu Yan.
"Apa yang kamu tunggu di situ ? ayo lekas pergi, ada yang ingin ku temui lebih dulu."Xiao Han berjalan melewati Liu Yan yang nampak kesal.
Wajah Liu Yan memerah karena marah."Dasar anak kecil, apakah kamu tidak mau mengucapkan selamat tinggal dengan rumah ini ?"
Langkah Xiao Han terhenti, ia sedikit menoleh kebelakang."Butuh waktu lama bagi ku untuk mengucapkan selamat tinggal, jadi kita tidak ada waktu untuk melakukannya."
Liu Yan memijat dahi sambil menghela nafas pelan."Ya, seterah kamu saja. Lagian ini bukan urusan ku juga."
Setelah perbincangan pendek itu selesai, Xiao Han dan Liu Yan berjalan bersama menuju desa. Begitu sampai, orang-orang desa terlihat menatap Xiao Han dengan perasaan tidak suka.
Liu Yan sendiri merasa tidak nyaman karena kasihan melihat Xiao Han yang selalu di remehkan oleh penduduk di desanya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika Xiao Han menyuruhnya untuk diam saja.
Bahkan tidak jarang orang-orang melempar Xiao Han dengan batu kerikil, mereka seakan masih tidak percaya dengan kejadian waktu itu dan lebih memilih untuk menyalahkan Xiao Han atas kematian Qian Yu.
Sementara itu Xiao Han yang mendapatkan prilaku kurang baik dari warga desa memilih untuk diam, karena tidak ada gunanya ia membela diri di hadapan semua orang yang tidak menyukainya.
Xiao Han terus berjalan tidak memperdulikan hinaan warga desa, hingga akhirnya dia sampai di depan kediaman Qian Yu.
Di sana terlihat ibu Qian Yu yang sedang menyapu halaman rumah, perempuan cantik paruh baya itu terkejut ketika melihat anak kecil kurus beberapa tahun lalu berubah menjadi pemuda tampan bertubuh enak di pandang.
Ibu Qian Yu berjalan menuju gerbang rumah dan tidak sengaja telah membawa sapu bersamanya, Xiao Han yang melihatnya menjadi sedikit salah sangka dengan mengira perempuan cantik itu akan menghajarnya dengan sapu.
Namun saat ibu Qian Yu dan jarak Xiao Han hanya di pisahkan oleh gerbang rumah, ibu Qian Yu langsung menyuguhkan senyuman lembut yang berhasil membuat Xiao Han kebingungan.
"Kamu menjadi sangat tampan setelah beberapa tahun terakhir. Aku juga bisa menebak apa yang menjadi tujuan mu datang ke sini."
"Kamu tidak marah kepadaku seperti kebanyakan orang desa ?"Tanya Xiao Han dengan perasaan sedikit tidak enak hati.
"Aku sangat marah kepada mu."Kata ibu Qian Yu dengan senyum di wajah.
Xiao Han menunduk dengan perasaan campur aduk."Ya..Aku mengerti,"
Melihat ekspresi Xiao Han seperti terpuruk dalam kesalahan, ibu Qian Yu segera melanjutkan perkataannya.
"Awalnya aku memang marah kepada mu karena gagal melindungi Qian Yu,
namun setelah aku tau bagaimana kondisi mu saat itu, aku langsung mengerti dan sadar bahwa yang sebenarnya bersalah adalah kami. Kami telah mengasingkan mu bertahun-tahun, jadi jika ada yang salah itu adalah kami."
Xiao Han tersenyum kecil namun perasaan bersalah masih terukir di senyumannya. Ibu Qian Yu membuka gerbang kediamannya dan mempersilakan Xiao Han dan Liu Yan masuk.
"Aku tau kamu menunggu ini sudah sangat lama, sekarang pergilah menuju halaman belakang, di sana ada sesuatu yang harus kamu temui kan."Kata Ibu Qian Yu dengan senyuman penuh makna terukir di wajahnya.
Xiao Han berterimakasih kepada ibu
"Tunggulah sebentar di sini, dia membutuhkan waktu sendirian."
Liu Yan hanya dapat terdiam setelah mendengar perkataan ibu Qian Yu sambil menatap punggung Xiao Han yang pergi dengan perasaan sedikit cemas.
Sesampainya Xiao Han di halaman belakang rumah, langkah Xiao Han terhenti ketika melihat punggung lebar seorang pria yang duduk menghadap sebuah makam.
"Kau datang kembali nak ?"Tanya ayah Qian Yu tanpa menoleh kebelakang.
Xiao Han menatap nama Qian Yu yang terukir pada batu nisan berwarna putih hingga dia tidak sengaja telah mengabaikan perkataan ayah Qian Yu lumayan lama.
Ketika kembali sadar Xiao Han langsung terkejut."Ya, aku datang ingin mengabarkan bahwa aku pergi entah untuk waktu berapa lama. Jadi..."
"Jadi akademi scarlet sudah merekrut mu secara pribadi ?"Ayah Qian Yu menghela nafas kasar."Kamu sangat beruntung, akademi itu hanya memilih spirit master unik dan sangat jarang merekrut anggota secara pribadi sepertimu."
Xiao Han mengepal."Ya, ini semua ku lakukan untuk Qian Yu, kuharap kamu bisa memaafkan aku."
Ayah Qian Yu terdiam dan membeku, diapun berbalik lalu berdiri dan berjalan menghampiri Xiao Han.
Ketika melihat kalung penyimpan mendiang Qian Yu di gunakan oleh Xiao Han membuat sebuah senyuman hangat terukir pada wajah dingin pria tersebut.
"Kalung itu sudah anak ku berikan kepada mu, artinya dia sangat mempercayai mu. Nak, apakah kamu tau sesuatu ?"Tanya ayah Qian Yu berdiri berhadapan dengan Xiao Han.
Xiao Han menggeleng."Tidak."
Ayah Qian Yu tersenyum lalu dia menatap makam Qian Yu."Anak ku sangat menyukai mu, dia selalu pergi pada pagi hari dan baru pulang ketika sore hari. Setiap pulang dia selalu menceritakan pertemuannya dengan anak yang di sukai-nya, dia bercerita bahwa anak itu sangat lembut dan baik sehingga dia menyukainya. Aku merasa cemburu melihat anak ku tersenyum indah saat menceritakan ceritanya bersama mu, bahkan senyumannya ketika bertemu dengan ku tidak ada apa-apanya jika di bandingkan ketika dia sedang bercerita semua tentangmu.
"Dia selalu berkata, "Ayah aku bertemu dengan seorang malaikat, dia baik dan sangat pintar. Jika aku memiliki pilihan antara mati namun bisa bersamanya, maka aku tidak masalah melakukannya."
"Lalu aku menjawab,"Siapa anak itu ?"
"Saat itu anak ku tidak menjawab,
dia hanya tersenyum sangat indah seakan tidak sabar menunggu hari esok.
Meski tidak di katakan, aku tau bahwa anak ku sangat mencintai orang yang di rahasiakan nya itu."
Ayah Qian Yu menatap Xiao Han."Apapun yang kalian berdua janjikan, berusahalah untuk mencapainya."
Setelah menyelamatkan perkataannya ayah Qian Yu perjalan pergi meninggalkan Xiao Han yang nampak termenung mendengar ceritanya dari awal.
Xiao Han menatap makam Qian Yu di depan, lalu berjalan menghampirinya.
Xiao Han duduk di depan makam itu untuk berdoa sebentar,
setelah selesai dia menatap batu nisan Qian Yu dengan tatapan yang tidak pernah ia tunjukkan kepada manusia lain kecuali Qian Yu.
"Hanya kamu satu-satunya bagi ku.
Aku berjanji akan menjadi sangat kuat, aku akan duduk di atas tahta dunia bersama denganmu sehingga tidak ada lagi yang bisa menentang cinta kita."