Chasing Happiness

Chasing Happiness
43.Datar dan dingin



Hawa di lantai dua terasa pengap ketika Xiao Han menatap dan tersenyum menyeringai kepada semua orang yang tidak senang dengan perbuatannya.


Tatapan Xiao Han tertuju pada pemimpin kelompok tersebut, pria plontos itu terlihat terkapar tidak berdaya dengan luka bakar di sekitar perut dan dada.


Xiao Han berjalan menghampiri pria itu, ketika melihat Xiao Han berjalan mendekat, pria itu mencoba untuk berdiri namun sebuah kursi melayang dan hancur ketika menghantam wajahnya.


"Kalian tidak lebih dari bin4tang di mata ku, bahkan binat4ang lebih mengenal sopan santun dari pada kalian."


Xiao Han menginjak dada pria plontos pemimpin kelompok tersebut,


pria itu terlihat sangat ketakutan dan tidak berdaya, bahkan semua bawahan pria itu hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa-apa untuk membantu pemimpin mereka.


Xiao Han menatap ke arah semua orang dengan satu kaki di atas dada pria plontos."Kalian tau ? Kalian masih beruntung hanya bertemu dengan ku kali ini, jika pemilik penginapan ini sudah turun tangan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan kalian saat ini."


"Memangnya dia siapa ?"Salah seorang bertanya dengan raut ketakutan.


"Dia adalah spirit master emperor,


satu kibasan tangannya sudah cukup untuk melenyapkan kalian semua."


Kata Xiao Han, membuat semua orang semakin ketakutan mendengarnya.


Secara mengejutkan pemilik penginapan benar-benar datang bersama dengan beberapa pelayan laki-laki,


Pria buncit itu datang karena sebelumnya mendengar suara keras dan guncangan dari lantai dua.


Sontak semua anggota kelompok yang membuat onar itu ketakutan melihat pemilik penginapan setelah mendengar cerita Xiao Han.


Mereka semua pergi sambil meminta maaf kepada pemilik penginapan, serta berjanji untuk tidak akan datang lagi.


Sementara pemilik penginapan hanya diam kebingungan, sebab tidak tau apa yang membuat orang-orang itu begitu takut kepadanya.


Dalam sekejap mata, lantai dua penginapan menjadi sepi dan hanya tinggal Xiao Han yang masih terlihat duduk santai di sebuah kursi dan meja bundar.


Pemilik penginapan yakin jika pemuda itulah yang sudah membuat penginapannya terbebas dari orang-orang tadi, iapun berjalan menghampiri


Xiao Han dengan perasaan senang sekaligus merenda agar tidak menyinggung pemuda tersebut.


"Tuan muda, apakah kamu yang membuat orang-orang tadi ketakutan dan pergi dari penginapan ku ?"Tanya pria buncit tersebut.


Xiao Han hanya diam tidak menjawab, dia terlihat melambaikan tangan sebagai tanda agar orang-orang meninggalkannya sendirian.


Pemilik penginapan itupun mengangguk mengerti, lalu dia menghadap ke beberapa pelayannya.


"Siapkan makanan terbaik kita, dan berikan secara gratis kepada pemuda itu. Kita harus menjamu nya."


Beberapa pelayan mengagguk mereka langsung pergi untuk melaksanakan perintah pemilik penginapan. Sementara paman pemilik penginapan terlihat menatap Xiao Han lalu pergi meninggalkan pemuda itu sendirian dengan perasaan senang.


Tidak berselang beberapa lama Qian Yu datang ke lantai dua, di sana terlihat sangat sepi dan hanya menemukan


Xiao Han sedang tertidur dengan kepala bersender di atas meja.


Liu Yan melirik ke segala arah dan kembali menatap Xiao Han."Di mana orang-orang tadi ? Apakah anak ini.."


Perkiraan Liu Yan terhenti ketika beberapa pelayan datang membawa banyak makanan, mereka terlihat sedikit terkejut melihat Liu Yan.


"Di mana orang-orang tadi ?"Liu Yan menatap salah satu pelayan yang berdiri paling depan.


"Pemuda itu sudah mengusirnya karena ingin beristirahat di sini,


jadi di mana kami harus meletakkan semua makanan ini ?"


"Tapi, bagaimana dengan pemuda itu ?"


Tanya lagi pelayan sebelumnya.


"Lakukan saja apa yang ku perintahkan."Liu Yan sedikit menaikkan nada suaranya, sehingga beberapa pelayan itu ketakutan dan tidak bisa membantah.


Setelah semua pelayan pergi,


Liu Yan berjalan menghampiri Xiao Han yang sedang tertidur pulas.


"Ternyata kamu suka melakukan sesuatu seorang diri. Huh, sungguh laki-laki yang susah di tebak."


Liu Yan menggendong tubuh Xiao Han dan membawanya ke lantai tiga. Meski sedikit, Liu Yan tau apa yang sudah di lakukan oleh Xiao Han.


Sesampainya di kamar penginapan


Liu Yan segera merebahkan tubuh Xiao Han ke atas tempat tidur, meski sangat waspada saat terjaga, nyatanya Xiao Han sangat sulit terbangun.


Xiao Han lebih terlihat garang ketika dia sedang tidur, karena alisnya terus terangkat seperti orang marah, namun hal itu malah membuatnya semakin lucu di mata Liu Yan.


Liu Yan melepaskan pakaian hitamnya hingga hanya meninggalkan pakaian hijau tipis untuk menutupi tubuhnya.


Terlihat di punggung Liu Yan terdapat sebuah tato Kirin berbentuk naga.


Tato kirin : Sebuah lambang samurai atau bisa di katakan sebagai penanda jika pemilik tato kirin adalah seorang ninja negri shadow


Liu Yan mengikat rambutnya dengan model kuncir kuda, lalu tidur di samping Xiao Han yang tidak sadar dan tidak tau apa-apa.


Berada di samping Xiao Han membuat Liu Yan tidak tenang dan penasaran.


Semakin lama rasa penasarannya semakin kuat hingga Liu Yan merasa tidak tahan dan melepaskan pakaian Xiao Han hingga dia telanjang dada.


"Ugh.. kau tidur seperti orang mati Xiao Han,"Liu Yan tersenyum puas melihat otot perut Xiao Han dan dadanya yang begitu bidang serta kokoh.


Wajah Liu Yan tiba-tiba memerah,


serta nafasnya menjadi terputus-putus dan terdengar begitu mesum.


"Ternyata begini bentuk tubuh laki-laki, sial ! Andai saja sense tidak memisahkan murid laki-laki dan perempuan, aku pasti akan mengetahuinya lebih awal."


Setelah rasa penasaran Liu Yan terbayarkan, iapun tertidur sangat lelap setelah puas melihat-lihat kemegahan tubuh Xiao Han.


_________________________________


Paginya Xiao Han terbangun dengan keadaan terkejut namun wajahnya tetap datar. Dia terkejut karena seingatnya tadi malam ia tertidur di lantai dua namun sekarang dirinya sudah berada di atas kasur yang empuk.


Raut wajah Xiao Han semakin memburuk ketika melihat Liu Yan tertidur dengan posisi melintang, ia tau pasti jika saat tidur gadis itulah yang sudah memindahkannya.


"Peri pedang, apa saja yang di lakukan orang ini kepada ku ?"Tanya Xiao Han di dalam hati.


Peri pedang tertawa terbahak-bahak,"Gadis ini sebenarnya sangat polos, dia membuka baju mu karena tidak pernah melihat bentuk tubuh laki-laki sebelumnya."


Xiao Han menatap Liu Yan yang masih tertidur. Hati Xiao Han mulai terbuka kepada Liu Yan karena peri pedang mengatakan jika gadis itu baik dan tidak akan melakukan sesuatu yang jahat.


Xiao Han mengubah posisinya menjadi duduk, tidak lama kemudian seorang pelayan perempuan tiba-tiba membuka pintu kamar dan syok melihat Xiao Han telanjang dada serta berada di kasur yang sama dengan Liu Yan.


"Tu-tunggu kau salah paham,"Xiao Han mencoba menjelaskan yang terjadi, namun pelayan itu sudah pergi duluan dengan wajah tersipu.


Xiao Han melempar bantal hingga mengenai wajah Liu Yan,"Ini semua gara-gara mu."