Chasing Happiness

Chasing Happiness
49.The power of bencong



Setelah bernegosiasi lumayan lama, kelima wanita itu menyimpulkan untuk tetap menerima pemberian yang mereka duga dari kubu laki-laki yang padahal Xiao Han lah otak di balik semuanya.


Salah seorang wanita kembali berjalan menghadap ketiga pemuda yang masih berdiri di ujung lain jembatan. Iapun pura-pura batuk karena ingin terlihat jual mahal di mata ketiga pemuda tersebut.


"Kami akan menerima pemberian kalian, namun jarang harap dengan ini kalian bisa seenaknya."


Ketiga pemuda itupun saling memandang karena merasa sudah salah mengambil langkah, merekapun hendak mengakui bahwa mereka tidak pernah memberikan sesuatu kepada kubu perempuan, namun kelima perempuan itu sudah pergi.


"Bagaimana ini saudara, kita tidak sengaja mengiyakan pertanyaan perempuan tadi, bagaimana jika seseorang sudah memberikan sesuatu yang buruk kepada mereka dan kita malah mengiyakannya ?"Seorang pemuda kelihatan panik.


"Tenang saudara, jika yang kelima perempuan itu maksud adalah sesuatu yang buruk maka kita sudah babak-belur di hajar mereka. Bukankah kamu lihat mereka tidak marah ? Itu artinya tidak ada yang salah dengan mereka meski kita iya-iyakan saja pertanyaan meski kita tidak tau menyangkut apa."


"Ku harap begitu. . Jika sampai masalah ini menyangkut sesuatu yang buruk,


aku khawatir akan ada masalah kedepannya."


"Jika itu terjadi, kamu harus ingat kita tidak sendiri masih banyak teman lain yang siap membantu."


Meski khawatir takut akan sesuatu yang buruk akan terjadi karena mengiyakan pertanyaan yang tidak di ketahui menyangkut apa.


Ketiga pemuda itupun tidak ambil pusing dan berjalan pulang, karena sore ini ada pelatihan yang harus di lakukan.


*****


Sementara itu kelima wanita tadi mengumpulkan semua ninja wanita lain, mereka berkumpul di sebuah rumah yang lebih mirip seperti basecamp rahasia.


Di atas sebuah meja bundar terdapat banyak hewan spirit yang mati hasil buruan MC kita Xiao Han.


Nampak puluhan ninja wanita berkumpul mengelilingi meja tersebut.


"Jadi.. Semua hewan ini adalah pemberian dari ninja laki-laki ?"Tanya seorang perempuan berpakaian hitam dengan perawakan kasar, nampak seperti pemimpin kubu ninja perempuan.


Seorang perempuan yang menjadi saksi pengakuan tiga pemuda sebelumnya mengagguk, membenarkan bahwa semua hewan itu pemberian dari kubu laki-laki.


"Huu..! Aku ragu bencong seperti mereka bisa melakukannya, apalagi semua hewan spirit ini termasuk yang terbaik."


Kata seorang perempuan yang berdiri di samping wanita berpakaian hitam.


Wanita berpakaian hitam sebelumnya nampak mengetuk meja dengan jari."Apakah kamu melihat sendiri mereka mengakuinya ?


"Benar kak, aku dan keempat teman ku dengan jelas mendengar bahwa merekalah yang membawa semua hewan ini."


Pemimpin kubu perempuan terdiam dan memikirkan sesuatu."Apa yang sebenarnya mereka rencanakan..."


"Ku-kurasa mereka hanya ingin berdamai kak, apa salahnya kita menerima niat baik mereka."Perempuan bergaun hijau berkata dengan takut-takut.


Pemimpin kubu perempuan menggeplak meja hingga membuat semua perempuan terdiam dan tersentak, bahkan terasa hawa aneh menyelimuti seisi ruangan tersebut.


"Aku ragu mereka bisa melakukannya,"Perempuan bergaun hitam itu berbalik, membuat bingung semua ninja wanita karena merasa tidak ada perintah yang di katakan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, kak ?"Tanya salah seorang perempuan.


Perempuan bergaun Hitam menghentikan langkah lalu sedikit melirik kebelakang."Bersiaplah, kita akan menyerang."


Semua ninja wanita bersorak sambil mengangkat tangan seraya mengulang kata "Musnahkan bencong"


******


Di kediaman Xiao Han tepatnya di kamar, Xiao Han terlihat berbaring santai di atas kasur sambil membayangkan bagaimana rencana jeniusnya akan berhasil.


Peri pedang tiba-tiba berubah ke hujud nya yang besar lalu berbaring di samping Xiao Han sambil memeluknya.


Xiao Han menopang kepala dengan kedua tangan."Huu ? Menurut perkiraan ku, mereka akan sampai..Sekarang."


Bertepatan dengan perkataan Xiao Han, sebuah siluet hitam melesat dan menabrak dinding kamar Xiao Han hingga masuk ke dalam kamar.


Xiao Han segera duduk sementara peri pedang hanya diam karena toh hujudnya hanya dapat di lihat Xiao Han.


Siluet sebelumnya ternyata adalah seorang ninja laki-laki yang terpental karena sesuatu, hingga membuatnya bersender lemas di dinding kamar dengan nafas terputus-putus.


Merasa kasihan Xiao Han turun dari kasur dan menghampiri pemuda yang nampak syok itu.


"Ada apa denganmu teman ?"Tanya


Xiao Han sambil berlutut sebelah kaki di samping pemuda tersebut.


Dengan nafas terputus-putus pemuda itu menjelaskan."Ni-ninja perempuan datang dan menyerang kita,"pemuda itu menatap Xiao Han."Sebaiknya kau lari sekarang !!


Karena merasa kesal peri pedang menggeplak kepala pemuda cengeng itu hingga pingsan, iapun menatap Xiao Han.


"Aku tarik kata-kata ku barusan,


sekarang apa yang akan kamu lakukan tuan pintar ?"


Xiao Han berdiri lalu tersenyum."Tentu saja meladeni mereka."


Peri pedang kembali ke hujud peri kecil dan duduk di bahu Xiao Han. Sementara itu di luar nampak sangat kacau, banyak rumah ninja laki-laki rata dengan tanah akibat di gempur oleh ninja perempuan.


Penyerangan sendiri terlihat di pimpin oleh perempuan berpakaian hitam sebelumnya, sementara puluhan ninja perempuan terlihat berbaris di belakangnya siap untuk bertarung kapan saja jika di perlukan.


"Ninja laki-laki keluar kalian semua !!"Bentak pemimpin ninja perempuan sambil menentang sebuah cambuk.


Sebagian ninja laki-laki yang masih bersembunyi di rumah masing-masing enggak untuk keluar, mereka tau betul kemampuan pemimpin ninja perempuan berada jauh di atas mereka.


Bahkan perempuan berpakaian hitam itu memiliki kemampuan yang hampir setara dengan guru di akademi, sehingga ninja laki-laki kesulitan untuk menghadapinya karena mereka tidak punya pemimpin seperti ninja perempuan.


Di saat semua ninja laki-laki sedang bersembunyi, hanya seorang pemuda yang gendernya berada di antara laki-laki dan perempuan berani menghadap pemimpin ninja perempuan.


Pemuda yang di maksud nampak berdiri melenggang dengan wajah di hiasi dengan berbagai riasan seperti wanita,


dengan berani pemuda nan cantik itu berjalan dengan gemulai mendekati pemimpin ninja perempuan.


Kejadian langkah itu di saksikan oleh semua ninja laki-laki dari jendela rumah mereka, mereka merasa bersyukur karena masih ada di antara mereka yang mempunyai keberanian untuk bertarung.


Setelah berada tepat di hadapan pemimpin ninja perempuan,


pemuda gemulai itu melancarkan sebuah pukulan lentoiy yang membuatnya seketika dapat mengetahui harumnya rumput karena lebih dulu di pukul.


"Dasar sampah !"Kata perempuan itu sambil berdecak.


Salah seorang perempuan dari barisan belakang berjalan menghampiri pemimpinnya.


"Kak, apa yang harus kita lakukan kepada orang ini ?"Tanya wanita itu tertuju untuk pemuda gemulai yang nampak masih mencium tanah.


"Tenggelam kan dia ke danau."Perintah sang pemimpin.


Perintah itupun langsung di lakukan oleh beberapa perempuan, mereka menggotong tubuh pemuda gemulai dan membawanya entah kemana.


Semua ninja laki-laki menangis harus mengetahui salah satu dari mereka akan di eksekusi, bahkan mereka sudah memaklumi tingkah kemanyun pemuda itu dan menganggapnya sebagai teman.


"Dasar kalian iblis..Bahkan tidak memaafkan kesalahan pria kemanyun."Gumam kesal seorang pemuda dari balik jendela rumahnya.