
Kota Han hari itu terlihat sangat ramai, banyak pasangan-pasangan muda bermain bersama hingga memenuhi sudut jalan dan kedai yang berada di bahu jalan.
Untuk jalan sendiri terbuat dari batu alam yang di poles hingga mengkilap seperti keramik, poin penting di kota Han adalah tidak ada sampah sama sekali.
Sehingga tidak heran kota Han menjadi salah satu tempat destinasi terbaik di benua Qin Tan, meski tidak memiliki raja kota Han bisa nampak menonjol dengan ciri khasnya sendiri.
Matahari yang terasa cerah dan tidak terlalu panas, menjadikan hari ini waktu yang tepat untuk bermain bersama dengan pasangan.
Xiao Han dan Qian Yu sendiri terlihat sedang berada di depan toko sepeda,
Qian Yu berniat merental satu sepeda untuk di gunakan bersama.
Jujur saja Xiao Han merasa kikuk karena tidak tau menahu teknologi seperti sepeda. Sehingga saat Qian Yu merental sebuah sepeda dengan dua tempat duduk berada di depan dan belakang,
Xiao Han terlihat seperti orang paling bodoh karena tidak tau bagaimana cara menggunakannya.
Qian Yu tertawa kecil menatap Xiao Han yang termenung memegang stang sepeda.
"Han'gege, sekarang aku tau kelemahan mu. Kamu memang pintar mengenai tumbuhan, namun kamu masih tidak mengerti dengan sepeda."
"Adik Yu, jangan membuatku bingung. Bagaimana cara untuk menggunakan benda ini ?"Kata Xiao Han bingung.
Qian Yu tidak tahan untuk tidak tertawa melihat wajah tegang Xiao Han,
hingga saat akan menjelaskan,
Qian'Yu di buat kaget dengan kedatangan sekelompok pemuda yang datang dari depan.
"Ku dengar sepertinya kamu tidak bisa menaiki sepeda, bahkan tidak tau benda ini bernama sepeda."
Pemimpin dari tiga pemuda yang datang berusia sepuluh tahun berkata,
pemuda itu bertubuh buncit serta memiliki proporsi tubuh lebih besar dari kedua temannya.
"Hei ! Apa masalahmu ?!"Bentak Qian Yu kepada ketiga pemuda yang hendak mengganggu Xiao Han.
Pemimpin dari kelompok pemuda itu menatap ke arah Qian Yu, seketika hasratnya terpancing begitu melihat wajah cantik Qian Yu.
"Wah..Kamu sangat cantik,"Pemuda gempal itu berjalan menghampiri Qian'Yu."Apakah kamu pasangan bocah berambut aneh itu ?
Qian Yu langsung menepis tangan pemuda gempal di hadapannya karena hendak menyentuh wajahnya.
"Jaga etika mu, sebaiknya kamu pergi karena kami tidak memiliki urusan denganmu."Kata Qian Yu dengan nada tinggi, serta memasang wajah marah.
Pemuda bertubuh gempal itu merasa tersinggung."Apa yang sudah kau lakukan l4cur kecil ?!"
Qian Yu menatap tajam pemuda gempal di hadapannya."Apakah kamu tersinggung ? Bagus jika benar, kamu memang pantas mendapatkannya."
Pemuda bertubuh gempal itu tersulut emosi. iapun mengayunkan tangan hendak menampar Qian Yu,
namun Xiao'Han segera menendangnya dari belakang hingga membuat pemuda gempal itu tersungkur sendiri karena berat tubuhnya.
Sontak melihat pemimpin mereka tersungkur kedua teman pemuda itu hendak memukul Xiao Han,
namun aksi mereka di hentikan oleh paman penjual sepeda.
"Kalian berdua jangan ikut campur, biarlah pemuda berambut hitam setengah hijau itu menyelesaikan masalahnya dengan pemimpin kalian."Kata paman pemilik kedai penjual sepeda.
Kedua keroco itupun terdiam ketakutan setelah di gertak oleh paman penjual sepeda. Sementara itu,
pemuda gempal sebelumnya mulai bangkit berdiri meski sedikit susah akibat berat tubuhnya.
Setelah berhasil berdiri pemuda gempal itu berjalan menghampiri Xiao Han, perasaan marah terukir jelas pada pemuda gempal tersebut.
"Apakah kamu mengajak ku bertarung karena sudah diam-diam menendang ku dari belakang ?"Kata pemuda gempal itu dengan marah.
Xiao Han memasang wajah datar."Aku terpaksa melakukannya karena kamu yang memulai duluan."
"Lalu, apa yang kamu bisa lakukan dengan tubuh kurus itu ?!"Kata pemuda gempal itu dengan nada tinggi.
"Tidak ada. Bahkan aku tidak bisa bermain benda yang bernama sepeda ini."Xiao Han tersenyum penuh siasat.
Pengakuan Xiao Han membuat pemuda gempal merasa sudah menang
di lihat dari senyumannya yang begitu merendahkan.
"Akhirnya kau sadar diri juga,
jika orang yang berasal dari desa seperti mu tidak pantas di sini."
Xiao Han tersenyum kecil."Jika kamu memang hebat, aku ingin melihat mu bermain sepeda dengan timbunan lemak di tubuh mu."
"Kamu meremehkan ku ?"Pemuda itu terlihat mulai terpancing dengan perangkap Xiao Han.
"Aku tidak memaksa, hanya saja jika kamu bisa, kamu bisa memiliki gadis itu."Kata Xiao Han yang membuat Qian Yu terkejut.
Pemuda bertubuh gempal itu merasa tertantang. Iapun dengan percaya diri menaiki pelana sepeda, lalu mencoba menggoes dayungan-nya.
Sepeda itu bergerak sebentar
namun tidak lama kemudian terjatuh bersama dengan pemuda gempal yang mengendarainya.
"Sayang sekali, kamu gagal.
Sekarang pergi tinggalkan tempat ini, sesuai dengan keinginan ku."Kata
Pemuda gempal itu terdiam dengan posisi terduduk, terlihat kedua lututnya tergores lumayan parah.
Setelah dia berpikir, pemuda gempal itu baru sadar bahwa Xiao Han sudah mempermainkannya, dengan sengaja menyuruhnya melakukan sesuatu yang pasti tidak bisa ia lakukan.
Tidak hanya itu. Xiao Han sengaja tidak memberitahu apa yang terjadi jika dia gagal dan hanya memberi tahu apa yang pemuda gempal itu dapat,
sehingga ia terpancing untuk melakukan apa yang Xiao Han pinta.
Secara tidak langsung pemuda gempal itu sudah berada di bawah kendali Xiao Han yang mampu mencerna situasi dengan sempurna dan cepat.
Pemuda gempal itupun berjalan pergi bersama kedua temannya dengan membawa perasaan malu.
Paman pemilik kedai penjual sepeda nampak terkesima dengan kepintaran Xiao Han, iapun bertepuk tangan seraya berjalan menghampiri Xiao Han.
"Kamu anak yang cerdas, tanpa kekerasan kamu mampu mempermalukan lawan. Aku sangat terkesima melihatnya."Kata paman tersebut.
Xiao Han menggaruk kepala."Tapi karena aku, sepeda paman mungkin rusak karena tadi terbentur lumayan kuat."
Paman itu tersenyum penuh makna sambil mengelus dagu."Kamu tidak hanya pintar namun juga bertanggung jawab. Sebagai hadiah, kamu boleh memilih sepeda lain tanpa membayar."
Mendengar hal itu mata Qian Yu bersinar, iapun langsung berlari ke dalam kedai untuk memilih sepeda yang dari dulu ingin ia gunakan.
"Apakah dia pasangan mu ? Dia terlihat sangat bersemangat."Kata paman pemilik kedai dengan senyum canggung sambil memperhatikan Qian Yu.
Xiao Han ikutan tersenyum canggung."Ku-kurasa hubungan kami hampir seperti itu. Ma-maafkan aku karena sudah membuat repot paman."
"Tidak perlu meminta maaf, bukankah tadi paman mengatakan bahwa kamu boleh memilih sepeda yang kamu dan pasanganmu inginkan."
Xiao Han hanya mengagguk,
lalu tidak lama kemudian Qian Yu keluar dari kedai dengan membawa sebuah sepeda yang sama namun berwarna pink lengkap dengan keranjang di bagian depan kepala sepeda.
"Han'gege, Kemari-lah, aku akan mengajarkanmu bagaimana cara memainkan sepeda."Kata Qian Yu dengan jarak terpaut tiga meter dari Xiao Han.
Xiao Han berjalan menghampiri Qian Yu, lalu diapun di ajari bermain sepeda oleh Qian Yu.
Dari tempat yang tidak terlalu jauh pemilik kedai sepeda di buat tersenyum sendiri melihat keakraban Xiao Han dan Qian Yu.
"Dasar anak muda jaman sekarang."Pemilik kedai itu merasa sudah kalah dengan kemesraan Xiao Han,
iapun tersenyum kecil sambil berjalan masuk ke kedainya.
Di luar kedai Xiao Han berusaha untuk bisa bermain sepeda, tidak butuh lama berkat ajaran Qian Yu, Xiao Han mulai mahir bermain sepeda.
Qian Yu duduk di pelana di belakang Xiao'Han,"Han'gege, kamu gerakan sepeda ini lurus saja."
Xiao Han mengagguk lalu dengan hati-hati mulai mengayuh sepedanya, iapun menjalankan sepedanya tidak terlalu cepat karena jalan di penuhi oleh pasangan lain.
Banyak pasangan lain yang merasa iri melihat Xiao Han dan Qian Yu berboncengan, bahkan perempuan yang lebih tua meminta kepada pasangannya untuk merental sebuah sepeda juga.
Qian Yu menuntun Xiao Han menuju ke sebuah jalan kecil di kota Han, setelah di telusuri jalan ini ternyata menuju ke sebuah taman yang bagian kanannya terdapat sebuah sungai kecil.
Terlihat ada banyak pasangan muda
yang berjalan dan bersantai di bawah pohon sambil melihat aliran sungai di kanan yang sangat jernih.
Qian Yu menuntun Xiao Han untuk pergi ke sebuah tempat parkir terdekat,
setelah di temukan mereka berdua menitipkan sepeda di sana lalu di lanjutkan dengan berjalan kaki pada jalur tepi sungai.
Xiao Han cukup menjadi sorot perhatian banyak gadis karena memiliki wajah tampan serta mata emas yang sangat jarang ditemui.
Sedangkan Qian Yu tentunya dengan cepat dapat mendominasi perhatian, dengan wajah lembut seperti bulan membuat gadis sepertinya di cari oleh banyak pria.
Keduanya nampak berjalan menuju ke sebuah kedai kecil di pinggir sungai. Kedai itu nampak menjual eskrim dan juga terlihat ada beberapa orang di sana, begitu sampai Qian Yu memesan dua eskrim rasa coklat dan vanila.
Setelah pesanan mereka sudah di berikan, Qian Yu langsung membayar
sementara Xiao Han nampak bingung dengan benda aneh bertemperatur dingin di tangannya.
"Ada apa Han'gege ?"Tanya Qian Yu sambil tersenyum.
Xiao Han hanya diam sambil memperhatikan eskrim di tangannya, tanpa di beritahu sekalipun Qian Yu tau apa yang sedang di pikirkan Xiao Han.
"Dia akan meleleh jika di perhatikan, Han'gege harus segera memakannya."Kata Qian Yu dengan senyum di wajah.
Xiao Han langsung panik lalu buru-buru memakan eskrim di tangan tanpa melihat karena takut meleleh seperti yang di katakan Qian Yu.
"Han'gege kamu lugu sekali,
kamu tidak harus menutup mata untuk memakannya."
Xiao Han membuka mata, lalu menatap Qian Yu nampak di sudut bibirnya ada sisa eskrim yang tertinggi.
Dengan santai Xiao Han mengusap bagian bibir Qian Yu yang kotor, bagi Xiao Han hal itu biasa saja namun bagi
Qian Yu hal itu adalah sesuatu yang sangat hebat.
Keduanya pun kembali berjalan menyusuri taman sambil menikmati eskrim dan pemandangan sekitar yang sangat menyejukkan mata.
Matahari mulai memancarkan cahaya keemasan, Filing Xiao Han semakin tidak enak sampai membuat wajahnya pucat.
"Apa yang sebenarnya akan terjadi ? Langit, jika sesuatu terjadi padaku kuharap hal yang sama tidak menimpa Qian Yu."Batin Xiao Han.