Chasing Happiness

Chasing Happiness
15.Kembali menemukan goa



Merasa ingin tau apa yang sedang di lakukan Xiao Han, Qian Yu melompat menuruni pohon dan segera berjalan menghampiri Xiao Han.


Xiao Han yang masih berjongkok di depan mayat-mayat ayam yang di bunuh nya cukup di buat terkejut saat kedatangan Qian Yu yang tiba-tiba.


"Kau ini mengagetkanku saja."Xiao Han berkata dengan perasaan sedikit kesal.


Qian Yu hanya tersenyum iseng melihat Xiao Han, iapun duduk berjongkok di samping Xiao Han.


"Kali ini apa yang sedang kau lakukan Han'gege ? kenapa kita hanya melihat mayat ayam ini."


Xiao Han menghela nafas pelan dengan perasaan menyesal."Aku tidak sengaja membunuh mereka semua."


Mendengar pernyataan Xiao Han membuat Qian Yu merasa bingung.


"Lalu apa buruknya dari hal itu ? Bukankah seharusnya kamu merasa senang karena tidak perlu berburu untuk beberapa hari ke depan."


"Ya..Mungkin kamu katakan tadi benar,"Xiao Han berdiri, sekaligus juga membantu Qian Yu berdiri.


"Ambil bagian mu, setelah selesai kita akan pulang."Kata Xiao Han.


Qian Yu menatap mata Xiao Han dengan perasaan sedikit tidak rela jika meninggalkan tempat tersebut.


"Tapi kita belum bercerita banyak hal hari ini, lagian bukankah tadi Han'gege mau mendengarkan cerita ku ?"


Melihat tatapan manja Qian Yu tidak membuat hati Xiao Han luluh,


ia hanya merasa serta menganggap gadis kecil itu adalah adiknya.


"Kenapa kamu menatap ku begitu ?"


Xiao Han mendongak ke langit dan kembali mempertimbangkan keinginan Qian Yu yang masih ingin di sini.


Setelah melihat langit Xiao Han menatap Qian Yu yang berdiri satu langkah di hadapannya.


"Kurasa kita masih memiliki cukup waktu sebelum sore hari."


Keputusan Xiao Han membuat Qian Yu menjadi sangat senang.


"Jadi Han'gege mau tetap berada di sini sampai sore hari ?"


Xiao Han tersenyum dan mengangguk, setelah itu mereka berdua menghitung jumlah ayam yang berhasil di tangkap atau lebih tepatnya di bunuh.


Setelah di hitung ternyata terdapat sepuluh ekor ayam yang berhasil di tangkap / di bunuh, Qian Yu mengambil lima ekor ayam sesuai perkataan Xiao Han dan menyimpan ayam-ayam itu di dalam kalung penyimpan.


Xiao Han memang pernah mendengar harta ajaib seperti kalung penyimpan yang di gunakan oleh Qian Yu, sebab itu Xiao Han tidak terkejut setelah melihat kalung Qian Yu bisa membuat barang mati menjadi butiran cahaya dan di simpan di dalam kalung.


Kalung penyimpan memiliki banyak jenis seperti gelang, cincin, kalung, kantong kulit dan masih banyak lagi.


Asalkan memiliki uang maka bisa membeli barang penyimpan, karena itulah barang penyimpan sudah di miliki hampir oleh semua orang.


Karena harga yang tidak murah dan kedai yang menjual sangat jauh, membuat harta penyimpan sulit di temukan di desa terpencil seperti ini.


Mungkin hanya segelintir orang yang memiliki harta penyimpan di desa ini, besar kemungkinan mereka adalah ketua desa dan orang-orang penting yang sering keluar desa.


Sambil menenteng lima ekor ayam yang di dapat, Xiao Han menatap Qian Yu yang masih berada di depan.


"Kalung yang kamu gunakan adalah harta penyimpan, benarkan ?"


"Benar, kalung ini adalah harta penyimpan yang di berikan oleh ayahku di ulang tahunku sebelumnya."


Jika di perhatikan Qian Yu dan Xiao Han sangat berbeda dari segi kebersihan.


Xiao Han selalu berpenampilan compang camping dan kusam sementara Qian Yu selalu bersih seakan wajahnya memancarkan cahaya.


Namun sikap lembut Qian Yu yang mau menerima kekurangan dirinya membuat Xiao Han merasa sedikit senang.


Xiao Han tersenyum."Kamu beruntung bisa memiliki keluarga yang baik, bagaimana jika kita cari sumber mata air untuk membersihkan ayam ini ?


Qian Yu mengangguk.


Hari ini terasa cukup panas, Xiao Han dan Qian Yu berjalan bersama menulusuri area pohon berusia muda untuk mencari sumber mata air.


Tetapi hanya rumput pendek dan pepohonan yang bisa Xiao Han lihat. Merekapun berjalan hingga satu jam lamanya, saat itu Qian Yu sudah duluan merengek karena panasan.


"Han'gege..Pan,panas sekali. Kenapa matahari seperti sedang mengikuti kemana kita pergi."Ujar Qian Yu.


Melihat wajah Qian Yu di basahi oleh keringat membuat Xiao Han merasa kasihan, meski juga lelah serta luka di area punggung masih belum sembuh sepenuhnya, Xiao Han dengan senang hati mau menggendong Qian Yu di belakang punggungnya.


Berada di belakang punggung Xiao Han membuat Qian Yu merasa anteng. Sikap manja Qian Yu membuat Xiao Han menggeleng pelan.


"Ternyata kamu tidak lebih dari seorang anak kecil yang suka di gendongan."Kata Xiao Han, sementara Qian Yu hanya diam seperti seekor kucing.


Xiao Han kembali berjalan tanpa memperdulikan cuaca yang sedang panas, kali ini keberuntungan sangat di andalkan Xiao Han untuk mencari mata air.


Tiba-tiba tidak jauh di depan Xiao Han mendengar suara gemericik air,senyuman puas langsung terukir jelas di wajahnya, iapun berjalan pelan menuju ke sumber suara.


Suara gemericik air tadi membawa Xiao Han Kembali menemukan sebuah gua, bagian luar dan sekitar goa di kelilingi oleh rumpun bambu hijau yang sangat tinggi berbeda dari hutan pohon pendek sebelumnya.


Xiao Han memperhatikan keadaan sekitar yang terasa sangat aneh, terdapat banyak sabetan pedang di bagian mulut goa dan bebatuan di sana seakan ada yang pernah tinggal dan berlatih di tempat ini.


Suara gemericik air membuat perasaan ragu menyelimuti hati Xiao Han, iapun berpikir sejenak dan menurunkan Qian Yu dari gendongannya.


"Eh ? Ada apa Han'gege, kenapa kamu menurunkan ku ?? padahal sebentar lagi aku akan tertidur."


Sambil memperhatikan keadaan sekitar Xiao Han mengusap dagu."Ada sumber air di dalam goa, tetapi kurasa tempat ini pernah di tinggali oleh seseorang."


Qian Yu tersenyum percaya diri setelah mengetahui sesuatu yang membuat raguan Xiao Han."Han'gege berpikir ada yang lebih dulu tinggal di sini, kemungkinan orang itu meninggalkan jebakan di dalam goa ? Benarkan."


Xiao Han membernarkan perkataan Qian Yu, membuat gadis kecil tersebut semakin percaya diri.


Qian Yu mengangkat kedua bahu dengan ekspresi percaya diri"Tenang saja Han'gege, karena aku akan ikut, kamu tidak perlu..


"Kamu tetap berada di sini."Potong Xiao Han sebelum Qian Yu menyelesaikan perkataannya.


Mata Qian Yu terbelalak dan menatap Xiao Han yang berdiri beberapa meter di depan."Apa ?! Kenapa aku harus tinggal dan menunggu di sini ??"


Xiao Han berjalan dan berhenti satu langkah di depan Qian Yu.


"Karena di dalam mungkin saja ada sesuatu yang berbahaya, aku yakin kamu mengerti mengapa aku menyuruhmu menunggu."


Qian Yu melipat tangan.


"Kembalilah secepat mungkin."Kata Qian Yu dengan nada ketus seraya memalingkan wajah.


Sikap lucu Qian Yu saat marah membuat Xiao Han tersenyum melihatnya.


"Tentu, aku akan segera kembali."