
Sambil menunggu ayam yang di tancapkan pada tepian bara api matang dengan sempurna, Xiao Han dan Qian Yu duduk bersama di bawah pohon seraya bercerita.
Qian Yu menyenderkan kepalanya pada bahu Xiao Han yang membuatnya sontak kaget dengan tingkah Qian Yu.
"Apa yang sedang kamu lakukan adik Yu ?? Jika kamu mengantuk sebaiknya kamu pulang saja."
Qian Yu tidak bergeming meski Xiao Han menggoyangkan bahunya.
"Han'gege, apakah menurutmu aku cantik ?"
Xiao Han merasa bingung dan membiarkan Qian Yu menyenderkan kepalanya di bahu"Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal itu ??
"Entahlah, hanya saja aku sedikit takut
jika nanti kamu akan berubah karena menemukan seorang teman perempuan yang lebih cantik dari ku."
"Jangan menyimpulkan sesuatu seenaknya. Apa bisa aku menemukan teman lain ?
"Ku harap kamu hanya mau berteman dengan ku, membayangkan bagaimana kamu berubah dan baik kepada wanita lain membuat hati ku sakit."
Ujar Qian Yu, tanpa terasa ia memegang dada bagian hatinya.
Xiao Han terdiam sejenak setelah mendengar isi hati Qian Yu.
Xiao Han tidak menduga jika Qian Yu juga memikirkan hal yang sama dengan dirinya.
Xiao Han mengusap kepala Qian Yu dan tersenyum cerah kepadanya.
"Jangan khawatir, Gege tidak akan pernah meninggalkanmu..Jadi, kamu juga berjanji agar tidak meninggalkan ku."
Qian Yu terdiam melihat wajah Xiao Han yang tengah tersenyum ke arahnya,
entah mengapa Qian Yu merasa sangat senang setelah mendengar perkataan Xiao'Han tentang dirinya.
"Adik Yu, ayam yang kita bakar sudah matang, aku akan pergi untuk mengambilnya."
Qian Yu hanya mengangguk,
sementara Xiao Han berdiri dan berjalan ke perapian lalu mengambil dua ayam yang telah matang di sana dan kembali berjalan menghampiri Qian Yu.
"Makanlah, kamu akan menemukan jawaban dari pertanyaan tadi."
Xiao Han memberikan sepotong ayam kepada Qian Yu, setelah di terima oleh Qian Yu, Xiao Han Kembali duduk di sampingnya.
Qian Yu menggigit kecil bagian ayam bakar di tangan dan merasakan sensasi yang sangat nikmat saat di kunyah.
"Ayam ini terasa lebih manis dan lembut, padahal hanya di oles madu namun rasanya jauh enak dari ayam bakar biasa."
Xiao Han tersenyum puas mengetahui Qian Yu menyukai masakannya."Jika enak, maka kamu harus memastikan untuk menghabiskan ayam itu."
Qian Yu mengagguk dan memakan ayam bagiannya dengan lahap, Xiao Han juga melakukan hal sama karena dirinya sudah sejak pagi tidak makan.
Waktu terasa lambat karena Xiao Han dan Qian Yu begitu menikmati detik yang mereka lalui bersama.
Tidak ada cerita yang tidak keduanya bicarakan, sehingga suasana ini menjadi suatu kenangan yang indah dan tidak akan pernah keduanya lupakan.
Hari mulai sore dan Qian Yu merasa sudah waktunya pulang ke rumah agar tidak membuat ayah dan ibunya cemas,
sebab Qian Yu selalu berbohong kepada ayah dan ibunya dengan mengatakan dirinya sedang berlatih sendirian yang padahal sebenarnya bermain bersama dengan Xiao Han.
Qian Yu terpaksa menutupi hal ini dari Xiao Han, karena jika tidak Xiao Han akan melarang Qian Yu untuk menemui dirinya karena keselamatan masing-masing.
Begitu selesai makan Qian Yu berdiri dan di susul oleh Xiao Han.
"Han'gege aku akan pulang ke rumah, bisakah waktu indah ini berlanjut sampai esok hari ?"
"Syukurlah, dengan begini aku bisa tenang. Jika tidak ada yang mau di katakan lagi, aku akan pulang sekarang."
Qian Yu berbalik dan hendak pergi namun Xiao Han menggegam pergelangan tangannya.
"Tunggu adik Yu, bisakah kamu meminjamkan ku katana yang kamu simpan selama beberapa hari ?"
Qian Yu berbalik kembali lalu menatap heran Xiao Han.
"Tentu saja boleh, tetapi aku harus mendengarkan alasannya."
Xiao Han menggaruk pipi sambil mencari alasan yang bagus."Ak-aku menggunakan pedang itu untuk melindungi diri atau memotong daging."
Sebenarnya pedang katana itu akan di gunakan untuk berlatih namun Xiao Han berencana menyembunyikan rahasia ini untuk mengejutkan Qian Yu.
Qian Yu menatap Xiao Han dengan perasaan curiga yang terpancar dari matanya, sementara Xiao Han mencoba untuk tetap menatap Qian Yu tanpa harus melakukan sesuatu yang terlihat ganjil
di mata Qian Yu.
Qian Yu menghela nafas pendek lalu mengeluarkan pedang katana dari kalung penyimpan, lalu pedang itu Qian Yu berikan kepada Xiao Han.
"Jangan sampai terluka saat menggunakannya."Qian Yu berbalik dan berjalan pulang seraya melambai.
"Baik, aku akan pulang.
"Sampai jumpa besok adik Yu."
Xiao Han memperhatikan Qian Yu yang berjalan pulang hingga gadis itu tidak lagi terlihat dari tempat Xiao Han berdiri.
Setelah sendirian Xiao Han segera berlari kembali memasuki hutan karena dirinya berencana mencari tempat bagus untuk memulai pelatihannya.
Xiao Han tidak bisa berjalan terlalu masuk ke dalam hutan karena sangat berbahaya, sehingga ia hanya bisa mencari tempat bagus di bagian pinggir hutan.
Setelah di cari-cari Xiao Han menemukan sebuah lapangan kosong yang berdiamater lumayan luas,
tetapi tempat ini hampir melewati batas pinggiran hutan.
Namun hari yang sudah akan gelap membuat Xiao Han tidak dapat banyak memilih. Karena itulah meskipun sedikit berbahaya, Xiao Han mau tidak mau harus berlatih di sana.
Xiao Han memperhatikan keadaan sekitar dengan lebih teliti, tempat ini berada sedikit jauh dari jalan utama menuju hutan sehingga tidak mungkin penduduk desa bisa ke sini.
Dan lagi tempat ini sangat cocok di buat untuk tempat latihan karena memiliki bentuk bundar serta di kelilingi banyak pepohonan rindang.
Xiao Han berjalan menghampiri sebuah pohon, setelah sampai iapun menyenderkan katana pada batang lalu duduk bersila dan mengeluarkan kitab iblis dari balik pakaian.
Dengan cermat Xiao Han mulai membuka halaman pertama dan membaca sesuatu yang tertulis di sana.
"Mata iblis...
Tahap pertama :
Angin bersiul seperti aliran air yang sangat tenang, serta mampu bergerak sangat cepat di antara lawan yang menghadang
Kekuatan angin di samakan dengan mata, mata di gunakan untuk melihat namun bisa menjadi pertahanan yang sangat kuat bila di gunakan dengan benar.
Xiao Han membolak-balikkan halaman pertama dan kedua, hatinya di penuhi rasa bingung karena di dalam kitab tidak di tunjukan bagaimana cara menguasai teknik mata iblis.
"Pelajaran pertama adalah mata iblis, kemampuan ini memiliki tiga tahap yang harus di lalui. Namun, kenapa di halaman ini tidak di tunjukan bagaimana cara menguasainya ??
Xiao Han mencoba membalik kitab itu ke halaman dua, seketika Xiao Han termenung karena tidak ada apa-apa di sana untuk di baca.
"Ap-apa ?! Kenapa bisa seperti ini, apakah kitab ini hanya membual !!"