Chasing Happiness

Chasing Happiness
23.Sampai di kota Han



Perjalanan menuju kota terdekat di jalankan dengan aman, Xiao Han dan Qian Yu duduk berdua di kereta sementara tuan Yen Chun berada di depan untuk mengatur kecepatan kuda.


Tidak membutuhkan waktu lama kereta kuda berwarna hitam nampak bergerak pelan meninggalkan desa menuju ke jalan kecil yang menembus hutan.


Butuh beberapa jam untuk sampai ke kota yang di inginkan.


Qian Yu sendiri sudah sangat sering ke kota namun hanya beberapa kali mengunjungi ibu kota karena berletak jauh dari kota yang di tuju.


Terdapat perbedaan antara kota dan ibu kota, tidak hanya besarnya wilayah namun kontribusi serta kemakmuran bagi masyarakat berperan besar dalam perbedaan tersebut.


Tentunya ibu kota akan jauh lebih maju dan sejahtera karena di pimpinan langsung oleh raja, meski begitu kota yang akan di tuju kali ini tidak kalah maju dan makmur.


Qian Yu menjelaskan kepada Xiao Han jika kota yang di tuju bernama Kota Han, kota yang memiliki lebar tidak terlalu besar namun terbilang cukup menonjol di benua Qin Tan.


Kota Han di kenal sebagai kota peng penghasilan kayu berkualitas estetik dan sangat di cari oleh para pemahat, sehingga menjadikan kota ini sangat sejahtera dan makmur


Xiao Han sama sekali tidak tau seperti apa dunia di luar desa membuatnya merasa sangat penasaran, bahkan penjelasan Qian Yu membuat rasa penasaran di hatinya semakin membesar.


Xiao Han tidak henti-hentinya membayangkan bagaimana rupa kota yang sedang dia tuju. Tetapi Xiao Han juga merasa cemas, takut jati dirinya di ketahui oleh ayah Qian Yu.


Lewat dari masalah tadi adalah suatu keajaiban, sampai sekarang Xiao Han masih merasa ketakutan akibat trauma berat yang di alaminya.


Namun perjuangan Xiao Han dalam melawan rasa takut terbayar impas saat melihat senyuman Qian Yu yang nampak sangat bahagia, bahkan senyuman ini baru pertama kali Xiao Han lihat saat pertemuan pertamanya dengan gadis tersebut.


Rasa semangat bercampur senang membuat Qian Yu tidak henti-hentinya menceritakan pengalamannya ke kota kepada Xiao Han, sementara Xiao Han dengan tenang mendengarkan semua perkataan Qian Yu sambil memasang senyum lembut di wajah.


Sementara itu saat Xiao Han dan Qian Yu merasa senang, hanya tuan Yen'Chun yang nampak tertekan karena di permainkan oleh seorang gadis kecil dan teman rahasianya.


Jalan yang di lalui saat ini adalah jalan satu-satunya yang menuju ke kota Han,


di mana bagian kiri dan kanan jalan terdapat hutan lebat serta jalan yang di lalui terbuat dari kerikil kecil.


Keadaan jalan juga tidak terlalu ramai, terdapat tiga sampai lima kereta kuda lain yang melalui jalan yang sama dengan kereta kuda Qian Yu.


Awalnya tuan Yen Chun merasa ada yang salah dengan beberapa kereta yang bergerak di depan, namun nyatanya firasat Yen Chun salah saat setelah ia melewati kereta kuda di depan, seorang pria yang berada di dalam kereta yang di laluinya melontarkan senyuman kepada Yen Chun sehingga membuatnya merasa sedikit tenang.


Yen Chun menghela nafas lega.


"Huu..Ku kira mereka adalah orang jahat karena memakai kereta hitam, namun ternyata sebaliknya."Batin Yen Chun dengan perasaan tenang.


Di dalam gerbong kereta, Xiao Han masih mendengarkan semua perkataan Qian Yu mengenai kota Han.


Xiao Han memasang senyum di wajah, menatap Qian Yu yang duduk di samping."Adik Yu, setelah mendengar banyak penjelasan kota Han darimu,


aku merasa jika kota tersebut memang sangat hebat."


Qian Yu mengangguk dan tersenyum."Tentu saja Han'gege, aku jamin kamu akan senang."


Xiao Han menunduk sedikit lalu menoleh ke luar jendela kereta."Entah kenapa aku merasa ada yang aneh.."


Xiao Han merasa ada yang tidak enak di hatinya serta filing-nya.


"Ada apa Han'gege ? Kamu nampak sedang mengkhawatirkan sesuatu."Tanya Qian Yu dengan khawatir.


Xiao Han menatap mata Qian Yu cukup lama lalu memalingkan wajah sambil menggeleng pelan."Tidak..Kurasa tidak ada sesuatu."


ia merasa tidak asing dengan perasaan aneh ini.


Qian Yu dengan lembut mengusap kepala Xiao Han, serta memaksa Xiao Han berbaring di pangkuannya.


Xiao Han yang memang merasa membutuhkan kehangatan,


dalam diam menerima dirinya sendiri apa adanya dan menyenderkan kepalanya di pangkuan Qian Yu.


"Kamu sangat tau apa yang ku butuhkan."Kata Xiao Han dengan nada bergetar.


"Han'gege, kamu menangis ?"Tanya Qian'Yu dengan sedikit terkejut.


Xiao Han hanya diam sejenak."Aku tidak tau, sifat mu membuat ku merasa menjadi mahkluk paling beruntung."


Qian Yu tersenyum."Syukurlah, aku senang kamu mengatakan hal tersebut secara terus-terang."


Xiao Han meraih telapak tangan Qian Yu lalu menciumnya."Berjanjilah kepada ku untuk tidak meninggalkan ku selamanya..Aku juga akan begitu."


Qian Yu sontak kaget dengan perubahan sifat Xiao Han yang sangat manja, bahkan dia tidak segan-segan mengatakan apa yang mau di katakan nya.


Qian Yu merasa sangat senang setelah mendengar perkataan Xiao Han,


iapun mengusap lembut kepala Xiao Han dengan tangannya yang lain.


"Tentu saja aku tidak akan meninggalkan mu, Han'gege. Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu saat itu."


Setelah saling mengungkapkan apa yang terpendam di dalam hati, Xiao Han dan Qian Yu tidak lama kemudian sampai di gerbang utara kota Han.


Seperti biasa terdapat beberapa penjaga di depan gerbang, tuan Yen Chun menunjukkan sebuah lencana hijau kepada beberapa penjaga yang menghampirinya, setelah mendapatkan ijin dan gerbang di buka, tuan Yen Chun kembali menuntun kuda-kuda untuk berjalan memasuki kota Han.


Xiao Han dan Qian Yu menatap keramaian di luar dari jendela kereta. Sementara itu tuan Yen Chun menuntun kuda-kuda nya ke sebuah tempat penitipan,


setelah di titipkan kepada orang yang di kenalnya tuan Yen Chun turun dan berjalan ke belakang gerbong kereta.


Tuan Yen Chun membuka pintu gerbong kereta, dari dalam Xiao Han dan Qian Yu berjalan keluar secara bergiliran.


Qian Yu berdiri di hadapan tuan Yen'Chun, sementara Xiao Han berdiri di sampingnya.


"Tuan Yen Chun, seperti biasa aku akan pulang di sore hari."Kata Qian Yu dengan sopan.


Yen Chun tersenyum sambil mengelus dagu tanda mengerti.


"Ayo kita pergi Han'gege."Kata Qian Yu dengan menggenggam telapak tangan Xiao Han.


Xiao Han berterimakasih kepada tuan Yen'Chun karena mau mengantar,


pria itupun hanya tersenyum ramah sambil mengangguk.


Karena sudah tidak sabar Qian Yu menenteng tangan Xiao Han lalu berjalan bersama menyusuri jalan ramai yang kanan dan kirinya terdapat kedai dan rumah-rumah bagus.


"Han'gege aku akan mengajak mu berkeliling kota Han, kota ini sering di kunjungi karena memiliki banyak taman dan tempat-tempat estetik."