Chasing Happiness

Chasing Happiness
26.Siap mati



Jeritan dan rintihan Xiao Han memenuhi hutan, air mata biasa berubah menjadi darah yang menandakan dirinya sudah benar-benar hancur.


Xiao Han memeluk erat tubuh Qian Yu yang tidak bernyawa seraya terus berteriak, menyalahkan dirinya sendiri karena tidak cukup kuat untuk bisa melindungi Qian Yu.


Berada di pinggir hutan.


Tiba-tiba dari balik bayang pohon, sepuluh orang datang dengan kuda lalu berhenti ketika melihat mayat Hayato tergeletak di depan.


"Kamu, coba lihat dan pastikan mayat siapa itu."Perintah seorang pemimpin perempuan berpakaian putih bagus seperti prajurit kerajaan.


Salah seorang prajurit berpakaian sama menuruti perintah pemimpinnya, iapun turun dari kuda lalu berjalan menghampiri mayat Hayato.


"Nona Liu, ini ! Ini adalah mayat ninja Hayato yang kita cari-cari keberadaan orangnya. Dia berada di level 30,


tetapi di dalam hutan ini siapa yang mampu membunuhnya ?"


Pemimpin dari kelompok itu adalah seorang perempuan cantik berumur 20 tahun bernama Liu Yan.


Liu Yan kelihatan kaget mengetahui kelompok ninja yang sudah ia kejar selama satu tahun tiba-tiba di temukan mayat pemimpinnya.


Tiba-tiba suara jeritan dan rintihan yang berasal dari jalan di depan menarik perhatian Liu Yan, iapun bersama dengan sembilan bawahannya pergi menghampiri sumber suara.


Ketika sampai di tanah lapang pada tengah-tengah hutan, ia melihat segumpal mayat yang ternyata adalah kelompok dari Hayato.


"Nona Liu, ada seorang anak kecil di sana !"Kata seorang bawahan Liu Yan serya menunjuk ke arah Xiao Han yang terduduk sepuluh meter di depan.


Liu Yan mengarahkan semua bawahannya untuk tetap berada di kuda masing-masing dan menunggunya, sementara dirinya sendiri dengan berani menuntun kudanya untuk berjalan lebih dekat dengan Xiao Han.


Blaararrrrrrr !!


Xiao Han yang sadar akan


kehadiran Liu Yan beberapa meter di depan kembali mengaktifkan kedua ecense spiritnya.


"Berani maju satu langkah saja,


aku bersumpah akan membunuh mu bersama dengan orang-orang yang datang bersamamu !"


Liu Yan terkejut melihat tatapan membunuh yang terpancar pada kedua mata Xiao Han, namun di mata


Liu Yan anak kecil seperti Xiao Han hanyalah seorang anak dengan wajah tampan tanpa kemampuan.


"Hei hei jangan berkata kasar kepada perempuan, apa yang terjadi denganmu dan gadis itu ?"Tanya Liu Yan dengan santai dan tidak terbawa emosi.


"Apakah kamu mempunyai penyakit katarak ?"Kata Xiao Han dengan tatapan tajam.


Kata-kata yang keluar dari mulut Xiao'Han hampir membuat


marah Liu Yan, namun sebagai wanita yang lebih dewasa ia mau terlihat elegan di mata Xiao Han.


"Aku adalah salah satu guru terhormat di akademi Scarlet. Sebelum ini aku menemukan beberapa mayat,


lalu di mana orang yang membantumu membunuh mereka ?"


Merasa gadis di depan tidak ada maksud tersembunyi, Xiao Han menarik kembali kedua ecense spiritnya lalu berdiri dengan membopong mayat Qian Yu.


"Ternyata kamu bukan hanya buta namun juga bodoh, kurasa orang yang mengangkat mu menjadi seorang guru sama bodohnya denganmu."Kata Xiao Han dengan sedikit senyuman menghina.


Liu Yan sempat ingin mengomeli Xiao'Han yang berjalan melaluinya,


namun setelah di pikir-pikir tidak ada orang lain di tempat itu kecuali Xiao Han, sehingga tidak menutup kemungkinan jika dialah yang sudah membantai sekelompok ninja seorang diri.


Meski sempat berpikir bahwa Xiao Han yang telah membunuh kelompok Hayato, namun karena pemikirannya Liu Yan tidak langsung percaya karena tidak mungkin spirit master pemula seperti Xiao Han mampu mengalahkan sekelompok pria dewasa seorang diri.


Liu Yan mencoba untuk lebih lembut kepada Xiao Han, iapun menuntun kudanya untuk menyusul Xiao Han yang sudah berada lima meter di depan.


"Gadis kecil itu sangat cantik, namun sangat di sayangkan dia sudah menjadi korban kelompok Hayato."Batin Liu Yan, iapun mulai mengerti mengapa Xiao Han bersikap dingin.


Melihat ekspresi Xiao Han yang nampak sangat kehilangan sesuatu yang berharga membuat hati Liu Yan luluh.


"Adik kecil, kemana kamu akan pulang ? Aku akan memberikanmu tumpangan."Kata Liu Yan dengan lembut, agar Xiao Han mau menerima tawarannya.


"Ku bilang pergi dan jangan ganggu aku !! Sebaiknya kalian pergi dan urus masalah kalian sendiri."Bentak Xiao Han karena merasa terganggu.


Liu Yan menghentikan kudanya.


Salah satu dari bawahan Liu Yan datang dengan perasaan marah melihat anak kecil seperti Xiao Han berani membentak seorang guru terhormat.


Dengan tegas Liu Yan menghentikan tindakan bawahannya yang hendak menyerang Xiao Han.


"Jangan..Dia sudah terlalu menderita, untuk sementara waktu jangan mengganggunya. Tugas kita hanya memastikan dia pulang dengan selamat."


Sembilan murid dari akademi scarlet membuntuti Xiao Han


dengan jarak terpaut sepuluh meter di belakang pemuda tersebut sesuai dengan perintah Liu Yan.


Xiao Han tau setelah kembali ke desa dirinya akan mati di tangan penduduk atau keluarga Qian Yu,


namun Xiao Han merasa mati seperti ini jauh lebih baik ketimbang harus mati di tangan penjahat.


Selama di perjalanan pulang Xiao Han merasa hidupnya menjadi sangat hampa. Kematian Qian Yu membuat semua yang di lakukan Xiao Han selama ini seakan sia-sia dan tidak ada hasil.


Apa lagi yang bisa ku lakukan setelah semua ini ? Pada akhirnya kematian jauh lebih baik ketimbang hidup membawa penyesalan tiada akhir.


Setelah berjalan cukup lama, di depan desa mulai terlihat. Tanpa memperlama kematian, Xiao Han berjalan memasuki kawasan desa.


Meski keadaan tengah hujan lebat malam itu nampak sangat ramai,


semua penduduk desa membawa obor dan berkumpul di rumah Qian Yu.


Semua orang merasa khawatir karena Qian Yu belum kunjung kembali.


Terlebih lagi ibu Qian Yu,


beliau terlihat sudah menangis tersedu-sedu di pelukan sang suami memikirkan nasib anaknya.


Meski terlihat biasa-biasa saja, sebenarnya ayah Qian Yu merasakan hal yang sama dengan istrinya.


Dari kejauhan di tengah hujan lebat, Xiao Han berjalan ke arah kerumunan warga desa membawa mayat Qian Yu di gendongannya.


Semua orang syok dan terkejut dengan kondisi Qian Yu yang tidak bernyawa. Melihat hal itu ibu Qian Yu langsung berlari ke arah Xiao Han dan mengambil Qian Yu dari gendongannya,


iapun terduduk lemas sambil mendekap tubuh Qian Yu setelah menyadari kondisi anaknya yang sudah tidak bernyawa.


Melihat ibu Qian Yu berteriak histeris dan menangisi kematian Qian Yu.


Xiao Han mengepal lalu bersujud kepada ibu Qian Yu.


"Ini salah ku !! Aku tidak bisa menepati janji mu untuk melindungi Qian Yu. Tolong bunuh aku !!"


Lalu dari dalam kerumunan,


seorang pria menatap Xiao Han lalu menunjuk ke arahnya.


"Dia adalah anak dari keluarga Xiao !! Pantas saja aku seperti pernah melihatnya !!"Teriak seorang pria dari dalam kerumunan.


Sontak saja semua warga tersulut emosi, mereka berbondong-bondong berjalan ke arah Xiao Han hendak akan membunuhnya.


"Tunggu..!!