
Keadaan di dalam rumah terasa sangat tegang dengan hawa mencengkam, tatkala Liu Yan berani menampar seorang pemimpin desa di depan semua warganya.
Hal ini menarik amarah semua warga yang kebetulan berada di sana, merekapun bersama-sama berjalan dan mengerumuni ruang tamu.
"Hei wanita ! Apa yang kamu berani lakukan kepada pemimpin desa ?!"Bentak Akira yang nampak emosi.
Liu Yan tersenyum sinis memandang semua wajah orang desa yang mengerumuninya.
"Kalian tidak lebih dari iblis,
apakah kalian tidak merasa berdosa telah menyalahkan seorang anak kecil untuk dosa yang tidak di buatnya ? Bahkan kalian membuang dan memperlakukannya seperti hewan.
Liu Yan memandang tajam Akira di hadapannya."Kau ! Kau menyalahkan anak kecil di luar karena kematian anak dari tetua desa mu. Harus kamu ketahui, anak itu mati-matian mencoba menyelamatkan anak tetua desa mu, bahkan dia tidak mempermasalahkan jika dirinya sudah membunuh di usia muda."
"Kau menyebut dirimu manusia ? Huu !! Di mata ku kalian semua adalah iblis tanpa perasaan."
Setelah meluapkan semua kekesalannya, Liu Yan berjalan keluar di ikuti oleh semua bawahannya.
Meski tadi hanya dapat terdiam membisu saat di hina oleh Liu Yan,
sekarang Akira nampak sangat kesal dan hendak mengejar wanita tersebut namun di hentikan oleh ayah Qian Yu.
"Jangan, kurasa dia benar."Kata ayah Qian Yu menghentikan aksi Akira.
Akira menunjukkan ekspresi tidak terima."Tapi ketua, dia sudah berani menghina kita."
"Jangan di pikirkan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lagian aku takut jika nanti akan mendapatkan masalah dari sosok kuat di belakang akademi scarlet. Apalagi aku tau, jika Xiao Han lebih menderita dari semua orang."
Semua orang terdiam dan merenungi perkataan tetua desa mereka tentang Xiao'Han.
Meski merasa sangat kesal setelah apa yang di lakukan Liu Yan kepadanya,
Akira hanya bisa mendengus lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara di luar hujan sudah berhenti dan meninggalkan sisa berupa banyak genangan air.
Liu Yan dan semua bawahannya nampak baru keluar dari rumah Qian Yu,
mereka di buat terkejut melihat Xiao Han masih bersujud di depan rumah
namun kini nampak tubuhnya di penuhi oleh luka lebam.
Liu Yan berjalan menghampiri Xiao Han, ia menghela nafas melihat keadaan anak tersebut karena tau siapa yang melakukan hal keji itu kepadanya.
"Hei, apa yang coba kamu dapatkan dengan bersujud seperti itu ?"Kata Liu Yan kepada Xiao Han dengan raut khawatir terukir di wajah.
"Aku mendengar semua yang kamu katakan tadi, lalu jika aku hidup sekarang, apa yang nanti bisa ku lakukan ? Aku telah kehilangan mentari ku, aku juga tidak tau harus berbuat apa."
Liu Yan membantu Xiao Han berdiri, pemuda itu tidak menolak namun kini tatapan Xiao Han terasa hampa dan dingin seperti cahaya bulan.
"Aku mengerti apa yang kamu rasakan. Sekarang bersiaplah dan ikut kami pulang ke akademi scarlet, tidak ada gunanya anak jenius seperti kamu terus-menerus tinggal di sini."
Xiao Han terdiam sejenak, dirinya mau menolak namun tiba-tiba ia kembali teringat dengan permintaan terkahir Qian Yu sebelum meninggal.
"Apakah dengan mengikuti kalian aku bisa menjadi kuat ?"
Liu Yan mengagguk."Tentu saja."
"Aku akan ikut, namun temui lagi aku di sini setelah enam tahun mendatang.
"Apakah semua ini karena kamu masih belum bisa melupakan gadis kecil itu ?"
Xiao Han menatap Liu Yan, kali ini dengan tatapan seolah dirinya sangat kehilangan sesuatu yang berharga.
"Apa yang kamu rasakan jika teman satu-satunya yang kamu miliki meninggal ?"
Liu Yan menggeleng pelan."Entahlah,
aku tidak dapat membayangkan bagaimana rasa sakitnya."
Xiao Han membalikan badan, membelakangi Liu Yan."Nah bibi, kalian boleh menjemput ku lagi setelah enam tahun mendatang."
Liu Yan memasang raut aneh."Kamu ini bicara layaknya seperti orang dewasa dan suka berkata seenaknya, lagian aku masih berumur 20 tahun."
"Baiklah kak, aku akan pulang sekarang. Terimakasih sudah mau membantuku, meski aku sudah menunjukkan sikap kurang ajar."
"Tidak apa aku mengerti,"Liu Yan melambai."Jika begitu kita sepakat untuk bertemu kembali enam tahun mendatang, ingat untuk tidak mengingkari janji mu."
Seraya berjalan pelan Xiao Han melambai."Dunia ini bundar, cepat atau lambat kamu akan menemukan ku jika aku mengingkari janji."
Liu Yan mendang punggung Xiao perasaannya yang berjalan beberapa meter di depan, dirinya merasa lega karena bisa menarik seorang spirit master berbakat berusia muda.
Entah mengapa saat berbicara dengan Xiao Han, Liu Yan merasakan keadaan hatinya menjadi begitu hangat.
"Tidak heran gadis kecil itu menyukai Xiao Han, dia memiliki hati yang sangat tulus."Batin Liu Yan sambil tersenyum kecil menatap punggung Xiao Han yang mulai menghilang di kejauhan.
Liu Yan berbalik dan menatap semua bawahannya."Kita harus cepat kembali membawa mayat Hayato kepada Patriack, pemuda bernama Xiao Han itu yang akan menjadi penggantinya."
Semua bawahan Liu Yan mengagguk mengerti. Peraturan akademi scarlet adalah kematian anggota mereka boleh di gantikan oleh seseorang.
Sehingga kemungkinan di masa mendatang Xiao Han akan masuk ke jajaran anggota terbaik,
tergantung seberapa tinggi jabatan Hayato di akademi.
Liu Yan berserta semua bawahannya menaiki kuda masing-masing yang terperkir di depan jalan masuk desa. Sebelum pergi, Liu Yan menatap desa tempat tinggal Xiao Han lalu merekapun pergi dengan cepat.
Sementara itu di belakang desa, Xiao Han tidak pulang ke gubuknya melainkan tetap berjalan menuju sungai membawa sebilah katana bersamanya.
Sesampainya di dekat pohon yang biasa di gunakan dirinya dan Qian Yu beristirahat, Xiao Han kembali depresi karena dirinya seakan melihat bayangan Qian Yu sedang memanggil dirinya.
Bayangan itu muncul di tempat dulu Qian Yu sering tempati saat bermain atau menunggu Xiao Han.
Xiao Han hanya terdiam dengan air mata bercucuran, memandangi semua bayangan Qian Yu yang memanggil-manggil dirinya.
"Qian Yu kenapa kamu meninggalkan ku saat aku tau aku mencintaimu, sekarang aku tidak mengerti apa yang harus di lakukan selain menjadi kuat."
Xiao Han berjalan menuju tepi sungai, setelah sampai iapun duduk di sana mengenang semua masa indah dirinya bersama dengan Qian Yu.
Entah mengapa Xiao Han merasa kejadian hari ini adalah mimpi, dirinya masih sangat ingat bagaimana pagi ini Qian Yu menjemputnya.
Xiao Han juga ingat bagaimana senyuman indah Qian Yu, hingga pada akhirnya Xiao Han tau dirinya tidak memerlukan wanita lain selain Qian Yu.
Dengan menjadi kuat Xiao Han percaya dirinya bisa kembali menghidupkan Qian'Yu, meskipun membutuhkan waktu lama untuk mencapai impian itu,
Xiao Han tetap akan melakukannya.
"Jika tidak dengan mu maka bukan dengan yang lain."Gumam Xiao Han.