
Jawaban Xiao Han seketika
membuat Liu Yan memasang raut terkejut sekaligus kesal, iapun hendak memukul perut Xiao Han untuk memaksanya membungkuk namun Xiao Han dapat menahan serangannya.
"Sudah ku bilang, aku tidak akan membungkuk kepada sembarang orang."
"Kau.."Liu Yan kehabisan kata-kata bagaimana cara mengajar Xiao Han, hingga sebuah tawaan ringan terdengar dan mengejutkan keduanya.
"Jangan bertengkar."Pria tua itu berdiri dengan membawa katana,
lalu berjalan ke arah Xiao Han sambil memasang sebuah senyuman yang membuatnya terlihat tidak berbahaya.
"Jadi nama mu Xiao Han ? Kamu sangat menarik karena berbeda dari yang lain. Begini saja, apakah kamu suka tantangan ?"
Xiao Han menatap pria tua yang berjalan ke arahnya."Apa yang kau inginkan ?"
Langkah pria itu terhenti beberapa meter di depan Xiao Han, lalu senyuman kembali terukir di wajahnya.
"Tidak ada. Aku akan memberimu kesempatan untuk bisa menjadi kuat, namun sebelum itu kamu harus memenuhi syarat."
"Syarat apa yang harus ku lakukan untuk tergabung dalam akademi ini ?"Tanya Xiao Han berterus terang.
Pria tua itu sedikit membuka matanya yang terpejam."Oh, teryata kamu cukup pintar. Apakah kamu sudah mengetahui tingkatan ninja di akademi ini ?
Xiao Han mengagguk."Ya, aku tau."
"Bagus jika begitu, karena jika kamu bisa menyerang ku,maka tingkatan ninja alpha akan menjadi milik mu."
Xiao Han mengeluarkan pedang katana dari dalam kalung penyimpan.
"Aku akan berusaha."
Sebelah alis pria tua itu sedikit terangkat ketika melihat pedang di tangan Xiao'Han, sontak senyuman khas terukir di wajah pria tersebut.
"Pedang yang bagus, namun sayang terdapat keraguan di dalamnya."
Gumam pria itu sambil menatap Xiao Han jauh ke dalam lubuk hatinya.
"Apa yang kau tunggu tuan ? Apakah kamu meremehkan ku untuk tidak menggunakan senjata ?"
Pria tua itu kembali tersenyum mendengar perkataan Xiao Han.
"Baik, sebagai penghormatan kepadamu, aku akan maju. Bersiaplah."
Tanpa membuka sarung pedang lebih dulu, sebuah hawa dan tekanan tak kasat mata menekan tubuh Xiao Han hingga membuatnya kena mental.
"Ugh..Be-berat."Batin Xiao Han dengan tubuh menggigil seolah tubuhnya di himpit ratusan batu.
"Hati-hati nak ! Pria itu sangat berbahaya !!"Bentak peri pedang sontak setelah baru terbangun karena merasakan hawa berbahaya.
Xiao Han menoleh ke depan, pria tua itu terlihat melesat ke arahnya dengan kecepatan yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.
Braaaaak
Sebuah pukulan dahsyat dari pria tua itu membuat Xiao Han terpental jauh kebelakang, sampai-sampai membuat retakan di tanah akibat kakinya yang masih bertahan.
"Wah wah, ternyata kamu cukup cepat."Kata pria tua itu santai seakan tidak melakukan gerakan yang intens.
"Apakah kau tidak apa-apa nak ?"Tanya peri pedang.
"Tidak, hanya saja..Tadi itu hampir saja."
Ternyata sebelum pukulan pria tua itu sempat mengenai perut Xiao Han.
Xiao Han sudah menghindar dengan menahan serangan itu menggunakan katana yang di miringkan, sehingga ia berhasil selamat namun kedua tangannya tiba-tiba bergetar hebat.
"Di dalam seni beladiri, pukulan itu di namakan blow Jab, karena bisa menghancurkan sebuah batu. Jika terkena pantulannya, maka akan mengakibatkan otot yang terkena menjadi syok."
Gigi Xiao Han merapat, meski terlihat biasa-biasa saja, sebenarnya ia merasa kesakitan di pergelangan tangannya yang bergetar hebat.
"Menyerah saja nak, kamu bukan lawannya, dia sudah berada di lv yang berbeda."Tega peri pedang.
Xiao Han menatap pria tua di hadapannya."Tidak, aku bisa melawannya."
"Jangan bodoh ! Sudah ku katakan dia itu berada di lv yang berbeda."Bentak peri pedang yang mulai merasa khawatir dengan Xiao Han.
Xiao Han hanya diam saja, tidak menghiraukan larangan peri pedang. Sementara itu, pria tua itu terlihat berdiri beberapa meter di depan sambil tersenyum.
"Karena kamu bisa bertahan dari satu pukulan ku, akan ku buat permainan ini menjadi lebih mudah,"Pria itu mengangkat telunjuk."Serang aku dengan satu teknik mu, jika berhasil akan ku berikan janji sebelumnya segera."
Xiao Han terdiam sejenak untuk mencari waktu yang tepat, lalu saat di rasa pria tua itu lengah. Dari bawah tanah di antara kaki pria tersebut, keluar sepuluh rantai berwarna hijau giok yang dengan cepat mengikat tubuhnya.
"Tebasan sembilan penjuru !!
Dengan lincah Xiao Han berlari ke depan lalu menyerang pria tua itu dengan pola serangan seperti sebuah tarian.
Di luar dugaan, meski tubuhnya terikat oleh rantai, pria tua itu mampu menghindari semua serangan Xiao Han dengan terlatih.
Kraaak
hingga sebuah pukulan kembali melesat ke arah Xiao Han.
Tidak ceroboh seperti sebelumnya,
Xiao Han melompat tinggi untuk menghindari serangan itu.
Namun satu kaki Xiao Han di tarik ke bawah oleh pria tua. Dengan lincah
Xiao Han melempar bola api ke wajah pria itu sehingga ia mempunyai waktu untuk menghindar.
Xiao Han melompat kebelakang, ia menoleh ke depan. Pria tua itu terlihat dengan santai mengibas api yang membakar sedikit pakainya, bahkan serangan tadi tidak berkesan sama sekali.
"Jangan sering-sering bermain api,
atau nanti kamu akan terluka olehnya."Kata pria tua itu dengan santai.
Xiao Han merapatkan giginya melihat serangannya tidak berkesan sama sekali.
"Aku harus mencari celah, sepertinya kekuatan ku saja tidak akan cukup untuk melukainya."
"Peri pedang, apakah tenaga dalam bisa di gunakan untuk memperkuat serangan ?"Tanya Xiao Han.
"Ya tentu saja, serangan dengan tenaga dalam akan sangat mematikan. Namun sepertinya tidak masalah menggunakannya mengingat saat ini kamu sedang terpojok."Jelas peri pedang.
Xiao Han tersenyum kecil."Bagus, aku memiliki rencana bagus untuk melawannya."
Dari kejauhan tidak terhitung berapa kali Liu Yan menggeleng melihat pertarungan tersebut, ia sama sekali tidak habis pikir mengapa Xiao Han berani menantang yang punya akademi di hari pertamanya.
Tiba-tiba sebuah ledakan energi hijau keluar dari tubuh Xiao Han, terlihat kedua ecense spiritnya aktif dan mengeluarkan hawa dingin.
Xiao Han lebih dulu menyimpan katana kembali ke dalam kalung penyimpan, sekarang di tangannya terdapat sebilah tombak, sedangkan di tulang ekornya terdapat rantai yang berjumlah sembilan ekor sungguhan.
"Skill Rahasia, mata iblis !
Mata Xiao Han berubah menjadi ungu, dengan cepat dia berlari ke depan namun kali ini gerakannya sangat cepat berkat bantuan ekor buatannya.
Pria tua itu tersenyum, tanpa mengeluarkan gerakan berlebihan,
ia melakukan pukulan lurus namun bagi Xiao Han pukulan itu terasa sangat mematikan.
Dengan menggunakan pengelihatan mata iblis, Xiao Han mampu menghindari pukulan itu dan berbalik menyerang menggunakan tombak.
Boooooooomm !!
Bukan serangan Xiao Han, namun angin hasil pukulan pria tua itu membuat Xiao Han terpental namun Xiao Han sudah lebih dulu mengikat tubuhnya dengan tubuh pria tua itu menggunakan rantai.
Sehingga keduanya sama-sama terpental dan menghantam tanah, pria tua itu sendirian terlihat masih berdiri tanpa luka sama sekali.
"Itu tadi hampir saja, ternyata kamu sengaja maju karena ingin memancing ku melakukan serangan dan membelokannya dengan rantai, sehingga serangan tadi juga mengenai ku. Namun strategi mu kurang matang, karena rantai ini juga terikat dengan tubuh mu."
Begitu asap debu menghilang, pria tua itu terkejut karena tidak melihat Xiao Han di manapun, bahkan dia sangat yakin jika pemuda tadi terpental di hadapannya.
"Hei pria tua, strategi siapa yang kamu bilang tidak sempurna ?"
Jauh di depan Xiao Han berdiri dengan kedua tangan memegang rantai,
sontak pria tua itu melihat ke arah kedua kakinya.
"Se-sejak kapan ?"Pria itu terkejut melihat kedua kakinya sudah terikat rantai.
"Hahahaha, aku melakukannya saat tadi kita berdua sama-sama terpental. Aku sadar jika serangan tadi tidak akan mempan untuk mu, sehingga aku menjadikannya pengalih perhatian, agar aku memiliki waktu untuk membuat ilusi yang kau lihat seperti aku terpental padahal kenyataannya tidak."
Dengan kuat Xiao Han menarik rantai di tangannya, sontak pria itu terjatuh ke tanah karena rantai Xiao Han memiliki kemampuan untuk mengikat kekuatan seseorang sehingga tidak bisa di gunakan.
Melihat Xiao Han berlari ke arahnya,
pria tua tersebut buru-buru berdiri dan menghancurkan rantai yang mengikat kakinya, namun jebakan rantai yang lain kembali mengikat tubuhnya.
"Apa ! Tidak sempat !!"
Baammmm
Saat berjarak beberapa jengkal di hadapan pria tua dan hendak memukul,
Xiao Han tiba-tiba ambruk karena sebuah pukulan dari pria tua sudah lebih dulu mengenai perutnya.
Liu Yan segera berlari menghampiri
Xiao Han yang pingsan, ia langsung bersujud ke arah pria tua tersebut dan meminta maaf untuk Xiao Han.
"Maafkan aku, saya sudah gagal mendidik anak ini."Kata Liu Yan.
Pria tua itu hanya diam, sementara Liu Yan buru-buru membopong Xiao Han dan membawanya pergi.
"Anak itu..Dia..."
Pria tua itu menoleh kebelakang, saat sebelum terkena pukulan, ternyata Xiao Han sudah memukul lebih dulu. Namun pukulan itu meleset, dan sebagai imbasnya, sebuah gapura berukuran besar hancur lebur.