
Xiao Han di bawa kembali ke rumahnya oleh Kim Ryu dan Liu Yan. Setelah sampai dan berada di ruang kamar, keadaan menjadi hening karena tidak ada di antara mereka bertiga yang tau harus berkata dan menanyakan apa.
Hingga karena tidak ada yang bisa di bicarakan, Xiao Han menyuruh kedua gadis tersebut meninggalkannya sendirian bahkan melarang mereka untuk bertemu dengannya untuk beberapa hari.
Liu Yan dan Kim Ryu hanya terdiam, mereka tidak bisa membantah karena tau hal seperti itulah yang sekarang di butuhkan oleh Xiao Han.
Kedua gadis itupun keluar dari kamar Xiao Han dengan perasaan tidak enak hati, karena sebagian teman mereka tidak bisa membuat Xiao Han merasa lebih baik.
Sementara itu di dalam kamarnya
Xiao Han mengutuk keras serikat rahasia yang di maksud sambil menangis serta duduk di pinggir kasur.
Meski masalahnya masih tidak jelas namun Xiao Han akan tetap menepati janjinya untuk membuat akademi scarlet berada di atas awan hingga di kenal oleh semua orang.
Tiba-tiba terdengar suara gedoran dari pintu utama. Xiao Han beranjak dari kasur, sebelum itu ia mengusap air mata setelahnya barulah ia berjalan menuju pintu utama.
Setelah sampai dan pintu telah di buka, terlihat Hao Chen sudah berada di depan pintu dengan membawa dua potong ayam bakar bersamanya.
"Halo Xiao Han, kita bertemu lagi. Bagaimana keadaan mu ??"Hao Chen tersenyum ramah dan berkata dengan semangat.
Xiao Han menggeleng pelan sambil tersenyum pahit."Kurasa keadaan ku tidak terlalu baik."
Senyuman di wajah Hao Chen menghilang."Bolehkah aku tau ?"
"Ya, tentu. Silakan masuk."Xiao Han mempersilakan Hao Chen masuk,
lalu keduanya terlihat sudah berada di kamar. Hao Chen duduk di lantai sementara Xiao Han duduk di pinggir kasur menatap ke arahnya.
Karena merasa Hao Chen adalah tipe orang yang tidak akan menyebarkan sesuatu, Xiao Han-pun menceritakan semua kejadian hari ini kepada Hao Chen.
Raut wajah Hai Chen nampak pasang surut ketika mendengarkan cerita
Xiao Han, di sisi lain dia bersimpati namun di sisi lain dia juga terkejut dengan sikap Xiao Han yang ternyata sangat optimis.
"Jadi guru besar melarang mu menginjakan kaki ke rumahnya,
serta melarang mu memanggilnya guru ?"Hao Chen tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejut dari wajahnya.
Xiao Han hanya mengangguk membenarkan pertanyaan Hao Chen, sementara Hao Chen terlihat gusar dengan permasalahan Xiao Han yang terbilang sangat rumit.
Hao Chen mengelus dagu."Aku tidak bisa banyak membantu, tapi aku bisa membantumu jika mengenai turnamen."
Setelah menceritakan semua masalahnya kepada Hao Chen, Xiao Han merasa sebagian beban di pundaknya telah hilang sehingga kini ia merasa sedikit lebih baik dan bisa berpikir tenang.
"Hao Chen, pencapaian seperti apa yang sudah berhasil akademi ini dapatkan ?"Xiao Han mulai kembali serius dan melupakan kesedihannya.
Sama seperti Xiao Han, Hao Chen pikir tidak ada salahnya menceritakan pencapaian akademi yang sebenarnya di rahasiakan kepada Xiao Han.
Hao Chen melipat kedua tangan di depan dada."Sejauh yang aku ketahui, kali ini akademi kita meraih lima kemenangan dan sepuluh kekalahan, di mana karenanya akademi kita tidak kelihatan menonjol di mata orang. Lagian akhir-akhir ini hanya sedikit ninja laki-laki yang mau ikut serta dalam turnamen, kamu tau kan kita tidak terlalu dekat dengan ninja perempuan."
Xiao Han mengelus dagu."Kenapa kalian tidak damai saja ? Lagian dengan berdamai, mungkin kalian bisa akrab dan menjalin hubungan baik."
Hao Chen berdecak sambil menyantap ayam bagiannya dengan kasar,
setiap bercerita tentang ninja perempuan entah mengapa membuat Hao Chen menjadi sangat gusar.
"Kau taukan, ninja perempuan sangat susah di atur. Mereka suka-suka hidup bagaikan dunia punya orang tua mereka, begitu juga sifat mereka saat sedang turnamen."Hao Chen bercerita dengan wajah antara ketus dan segan.
Xiao Han mengagguk mengerti,
"Lalu apakah kalian sudah pernah mencoba berdamai ?"
Hao Chen berhenti makan dan nampak sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Ya, ada...Tapi terakhir kali kami mencoba, malah berakhir dengan tragis karena kami bertarung sampai membuat guru besar marah dan jengkel."
Xiao Han menatap serius Hao Chen."Aku akan membantu kalian berdamai, karena aku tau bagaimana cara menjinakkan wanita."
"Caranya ?"Hao Chen mengangkat sebelah alis.
"Kau lihat saja sendiri, palingan hanya butuh dua hari bagiku untuk membuat kalian berdamai."Xiao Han merebahkan tubuh ke atas kasur.
Hao Chen nampak tidak percaya namun dia tau Xiao Han selalu memegang kata-katanya.
"Xiao Han, malam ini apakah aku boleh menginap ?"Hao Chen menggaruk pipi dengan telunjuk serta wajah yang tersipu.
Xiao Han sedikit melirik Hao Chen."Apa yang kau takutkan ? Hantu ??"
"Bisakah kau tidak terlalu berterus terang,"Hao Chen menggaruk kepala sambil tersenyum masam, menandakan perkataan Xiao Han tidak salah.
"Tempat tidur ku sangat sempit.
Jika kamu mau, kau bisa menggunakan lantai malam ini."
Hao Chen nampak senang, ia berterimakasih kepada Xiao Han Karena menurutnya tidur di lantai lebih baik ketimbang harus sendirian di rumah.
Buuukk
Sebuah bantal menimpa wajah Hao Chen yang asik berbaring, Hao Chen tertegun dan menoleh ke arah Xiao Han karena dia tau hanya ada satu bantal untuk rumah laki-laki.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh,
aku ini laki-laki normal."Kata Xiao Han datar sambil tidur menyamping membelakangi Hao Chen.
Hao Chen sontak terkejut dan langsung berbaring menggunakan bantal.
"Astaga siapa juga yang berpikir sampai ke sana."
Diam-diam Xiao Han melirik Hao Chen yang nampak sedang tertidur di lantai kamar. Lalu sudut bibir Xiao Han sedikit terangkat ketika melihat Hao Chen yang tidur masih menggunakan penutup wajahnya.
"Apakah hanya perasaan ku saja anak ini sedikit aneh."Gumam Xiao Han di dalam hati sambil masih melirik Hao Chen.
Xiao Han melirik Hao Chen lebih teliti dan menemukan dua buah benjolan kecil di dadanya, seketika Xiao Han tersedak nafasnya sendiri hingga membangunkan Hao Chen.
"Apa -apa, ada apa ?"Kata Hao Chen seperti orang mengigau, lalu kembali terlelap karena lelah.
Xiao Han kembali tidur menyamping kali ini wajahnya terlihat tegang, karena dia jelas sudah melihat dada wanita di dada Hao Chen.
"Apa-apaan bocah itu ?! Kenapa dia memiliki dada, apakah dia juga tidak sengaja terkena kencing katak ??"Batin Xiao Han yang tidak karuan dan semakin liar dengan mengaggap Hao Chen adalah monster albino.
Karena pusing dengan bayangannya sendiri tentang Hao Chen,
Xiao Han memilih untuk menjaga rahasia ini karena dia sudah telanjur menganggap Hao Chen temannya.
"Ya..Kurasa tidak ada salahnya untuk tetap diam."Gumam Xiao Han di dalam hati, hingga ia menutup mata dan akhirnya terlelap.