
Berada di benua paling kecil yaitu benua Qin Tan, terdapat sebuah tempat yang sangat jauh dari hingar-bingar kota.
Sebuah desa terpencil di sekitar kaki gunung, nampak indah permai oleh hamparan sawah hijau.
Desa ini bernama desa Hinzi, terdapat seratus kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut.
Berada di bagian paling ujung desa. Tepatnya di sebuah rumah kecil yang lebih mirip gubuk, tinggal seorang anak kecil yatim-piatu bernama Xiao Han berumur 7 tahun.
Ayah dan ibu Xiao Han mati saat dirinya masih berusia 5 tahun. Ibu dan ayahnya mati di tangan orang-orang desa untuk alasan yang tidak masuk akal, penduduk desa mengatakan jika ayah dan ibu Xiao Han menderita penyakit aneh hingga terpaksa di bunuh.
Semua warga menjauhinya karena menduga Xiao Han juga mengidap penyakit yang sama seperti mendiang ayah dan ibunya.
Sejak saat itu Xiao Han tinggal di gubuk kecil di bagian paling ujung desa.
Meski baru menginjak usia lima tahun. Xiao Han sudah memiliki kecerdasan tinggi, ia juga tidak banyak memilih makanan sehingga dapat bertahan hidup sampai sekarang dengan sisa makanan mentah di rumahnya dulu.
Bagian atas gubuk tempat Xiao Han tinggal membumbung asap putih, di dalamnya terlihat seorang anak kecil berusia 7 tahun dengan pakaian compang-camping membakar sebuah ikan hasil tangkapannya dari sungai.
Tubuh Xiao Han nampak kurus dengan balutan pakaian yang terlihat lebih mirip kain lap, tidak terhitung berapa tempelan dan jahitan di pakaikan tersebut, namun bagi Xiao Han walaupun tidak layak tapi masih bisa di gunakan, sudah cukup baginya.
Sebenarnya Xiao Han memliki wajah tampan dengan mata berwarna keemasan, namun karena wajahnya di tutupi oleh kotoran membuat ketampanannya tidak terlalu terlihat
Kali ini Xiao Han berhasil menangkap ikan di sebuah sungai kecil di dalam hutan belakang rumahnya. Setiap pagi dan sore Xiao Han pergi ke sungai untuk menangkap ikan, dia juga diam-diam berlatih beladiri dengan gerakan yang ia ciptakan sendiri.
Selama dua tahun hidup sendiri, Xiao Han tidak pernah sekali pergi ke tempat penduduk lain, jika dia di lihat oleh orang-orang desa, maka dia akan pulang dengan luka akibat lemparan batu.
Xiao Han perna menyelamatkan seorang anak perempuan kecil yang terjatuh ke kubangan lumpur.
Berharap mendapatkan respon baik dari warga desa, Xiao Han malah di hujani oleh ratusan krikil berukuran sebesar kelereng oleh penduduk desa.
Alhasil Xiao Han pulang dengan tubuh penuh luka memar, semalaman suntuk dalam kesunyian ia tidak bisa tidur karena menahan rasa sakit.
Selama malam tersebut Xiao Han terus merintih kesakitan, sesekali ia juga memanggil ayah dan ibunya namun tidak ada jawaban meski wajah Xiao Han sudah di basahi air mata.
Pengalaman itu menjadi kali pertama dan terakhir bagi Xiao Han, ia tidak lagi mau berurusan dengan warga desa meski dalam keadaan terdesak.
Aroma ikan bakar tercium sampai keluar gubuk, dengan lahap Xiao Han memakan masakannya meski sedikit gosong.
Setelah selesai makan, Xiao Han berbaring di sebuah tembikar sederhana yang terbuat dari anyaman bambu.
Xiao Han memandangi langit-langit gubuk yang sedikit berlobang. Saat sedang sendirian, terbesit di benak Xiao Han untuk menjadi seorang spirit master terhebat.
Xiao Han membayangkan dirinya menjadi seorang pria hebat yang di kenal dengan julukan Dao, sangking asik berhayal Xiao Han sampai tersenyum sendiri hingga tidak sadar bara api bekas tungku masaknya membakar jerami kering yang ada di sana.
Saat hidungnya mencium bau asap, mata Xiao Han langsung terbuka lalu buru-buru bangkit untuk memadamkan api sebelum membakar gubuknya yang terbuat dari bambu.
Xiao Han memandang lobang yang terbakar seraya menggaruk kepala.
"Kurasa aku harus pergi ke hutan untuk mengambil beberapa bambu."
Xiao Han membawa sebuah kapak dari batu obsidian yang ia temukan di sungai beberapa hari yang lalu. Setelah siap, Xiao Han berjalan keluar gubuk dan di lanjutkan dengan berjalan memasuki hutan di bagian belakang.
Karena tempat tumbuhan bambu berada lumayan jauh di dalam hutan, Xiao Han memetik beberapa buah liar yang ia temui sebagai cemilan.
Tidak tau apa buah itu beracun atau tidak yang penting makan dulu, begitulah slogan kehidupan Xiao Han.
Selama hidup sendirian Xiao Han selalu pergi ke hutan guna menghabiskan waktu luang, sehingga ia sangat paham dengan area hutan di belakang desa bahkan lebih dari orang-orang desa sekalipun
Langkah Xiao Han terhenti saat samar-samar mendengar suara jeritan seseorang, namun Xiao Han berpikir itu hanya hayalanya, Sebab sekarang dirinya berada di bagian terdalam hutan di mana hanya ia yang tau dengan tempat ini.
Tapi suara jeritan sebelumnya kembali terdengar, namun kali ini jauh lebih jelas dari sebelumnya. karena merasa bersimpati Xiao Han berlari di antara akar pohon menuju ke sumber suara.
Tubuhnya yang kecil dan ringki secara tidak langsung membantu Xiao Han berlari dengan lincah di antara semak dan akar tanpa terjatuh.
Suara jeritan itu berubah menjadi tangisan.
Tidak jauh di depan sana, terlihat seorang gadis kecil bergaun pink tengah tersudut di antara batu besar, sementara di depannya nampak seekor ular besar berwarna kehijauan siap menerkam gadis kecil itu kapan saja.
Tanpa berpikir panjang Xiao Han mencari tempat yang pas, untuk memancing ular tersebut menjauhi gadis kecil yang hendak menjadi incarannya.
Tepat berada lima meter di belakang si ular, Xiao Han melempar beberapa batu besar ke arah ular tersebut.
Beberapa batu berhasil mengenai kepala ular di depan, ular itu menoleh kebelakang dan menemukan Xiao Han tengah melompat sambil melambaikan kedua tangan.
"Hei !! Aku di ini, kejar aku jika ular bodoh sepertimu mampu !!"
Ular itu termakan perangkap Xiao Han, sehingga gadis sebelumnya tidak lagi menjadi incaran ular tersebut.
Dengan gerakan meliuk-liuk, ular sepanjang lima meter itu mengejar Xiao Han. Xiao Han berlari sekuat tenaga di antara semak belukar, untuk menghindari kejaran ular di belakangnya.
"Sial ! Kenapa ada ular weling di sini ? apalagi dia berjenis racun, aku harus berhati-hati."Sambil berlari menghindar, Xiao Han memutar otak memikirkan bagaimana lepas dari kejaran ular weling yang masih saja mengejarnya.
Selama bermain di hutan Xiao Han hanya menemukan beberapa hewan spirit namun tidak berbahaya.
Kali ini adalah pertama kalinya Xiao Han di temui oleh seekor hewan spirit berupa ular weling tipe poison / racun.
Menurut yang Xiao Han tau jika terkena racun dari ular weling ia akan lumpuh selama satu hari, tetapi semua orang tau jika ular tidak menunggu mangsanya kembali sadar untuk di santap.
"Ular itu sudah semakin dekat ! Aku harus cepat memutar otak...