Chasing Happiness

Chasing Happiness
48.Tujuan pertama



Pagi harinya terlihat guru dan murid itu tengah tertidur lelap, peri pedang terlihat masih pada hujud aslinya, nampak tidur terlentang dengan satu kaki di atas wajah Xiao Han.


Tidak lama berselang Xiao Han terbangun karena hidungnya mencium aroma aneh, saat membuka mata dia kesal karena bau yang di cium adalah aroma dari kaki mulus sang guru.


Xiao Han menyingkirkan kaki peri pedang lalu duduk bersila, ia kelihatan ling-lung sambil menoleh ke kanan dan kiri.


"Ah, aku lupa. Ternyata aku masih ada di hutan."Xiao Han melirik peri pedang di samping, wanita cantik itu terlihat tidur sangat lelap sampai air liur mengalir di samping wajahnya.


"Adakah yang pernah mengajarkan wanita ini tatakrama ?"


Xiao Han berdiri lalu membuka bajunya yang sudah compang-camping,


iapun menyimpan baju itu ke dalam kalung penyimpan sebagai kenangan.


Xiao Han berjalan menghampiri peri pedang.


Bertepatan dengan Xiao Han yang sedang berjongkok di samping peri pedang karena ingin membangunkannya.


Namun sebelum sempat membangunkannya, Peri pedang tiba-tiba membuka mata dan sontak terkejut melihat Xiao Han tidak menggunakan baju berada di sampingnya.


Peri pedang segera duduk lalu menutupi dadanya dengan kedua tangan."Astaga, jangan bilang kamu ingin melecehkan guru sendiri kita sedang tertidur."


Xiao Han memandang datar peri pedang."Jangan sok seperti itu, aku tidak tertarik dengan wanita tua."


Peri pedang memiringkan kepala."Eh ? Sifat mu yang dingin itu sudah kembali ??"


Xiao Han berdiri dan menghela nafas."Memangnya seperti apa aku di matamu."


"Ya.. Terkadang kamu bersikap dingin, namun terkadang juga biak dan suka membantu, tetapi juga sering sedih jika sendiri. Apakah kamu mempunyai beberapa kepribadian ?"


Xiao Han tersenyum namun terkesan sedikit menyeringai."Aku melakukan apa yang ingin aku lakukan, tidak ada yang bisa mengentikan ku kecuali diriku sendiri."


Peri pedang berdiri lalu membersihkan debu di pakainya,"Seterah kamu saja, sekarang kamu mau apa ?"


Xiao Han menatap keluar goa."Mungkin aku akan membunuh dua hewan spirit lagi, lalu kita pulang."


Peri pedang mengagguk."Jika begitu aku akan membantumu mencari mereka."


Setelah sepakat akan membunuh paling tidak dua ekor hewan spirit, Xiao Han dan peri pedang kembali melanjutkan perjalanan.


Berkat bantuan peri pedang


Xiao Han tidak kesulitan dalam mencari hewan spirit, hanya berjalan sebentar saja dia sudah di hadang oleh seekor badak bercula dua yang di perkirakan berusia 100 tahun.


Xiao Han mengeluarkan katana dari kalung penyimpan, saat akan mengayunkan pedang seekor lagi hewan spirit menyerang Xiao Han dari belakang namun dia malah menjadi sasaran pedang Xiao Han hingga hewan berupa kijang itu mati dengan kepala terpenggal.


Melihat cepatnya gerakan Xiao Han dalam membunuh, badak sebelumnya berdiri mematung dan nampak ketakutan.


Xiao Han berjalan menghampiri badak itu lalu menepuk-nepuk wajahnya hingga membuat badak itu semakin ketakutan.


"Aku sudah cukup berburu hari ini, jika mau hidup antar aku pulang ke akademi."Kata Xiao Han terdengar seperti sebuah ancaman di perkuat dengan tatapan tajam.


Badak itupun membungkuk agar Xiao Han bisa naik ke punggungnya.


Setelah Xiao Han naik, badak itupun berlari cepat menuju akademi sesuai dengan perintah Xiao Han.


Sesampainya di pinggir hutan kawasan aman, badak itupun berhenti dan kembali membungkuk.


Xiao Han turun dari punggung badak itu lalu menatapnya."Sayang sekali, aku tidak bisa menepati janjiku."


Sontak badak itu merinding lalu berlari terbirit-birit menuju rumahnya.


Peri pedang yang sudah kembali kecil tertawa karena sepertinya badak itu sangat ketakutan setelah di permainkan oleh Xiao Han.


Xiao Han berjalan menyusuri jalan setapak yang akan membawanya kembali ke akademi. Total terdapat 10 hewan berusia 100 tahun ke bawah mati di tangan Xiao Han, bahkan sebelum ini lingkaran pertama pedang excalibur telah berganti warna menjadi ungu terang.


Karena alasan itulah peri pedang mampu berpindah hujud sesuka hatinya,


dengan begitu pula hujud nya sekarang bisa di sentuh dan rasakan meski hanya Xiao Han yang mampu melakukannya.


Di dalam rumah Lie Ning terlihat masih berdiri di belakang meja resepsionis nampak asik membaca buku, ketika bel pintu berbunyi menandakan ada yang masuk, seketika Lie Ning menoleh dan menemukan Xiao Han berdiri di ambang pintu tanpa baju.


Mata Lie Ning seakan berputar melihat perut abs Xiao Han, iapun mempersilahkan Xiao Han masuk namun Xiao Han menjelaskan dia tidak akan lama, iapun mengeluarkan seekor kijang yang sempat di bunuh dan menaruhnya di ambang pintu.


"Aku mendapatkan banyak hewan buruan, ku rasa kamu harus mencicipi sedikit."Setelah perkataan singkat itu


Xiao Han pergi meninggalkan kediaman Lie Ning.


Sementara Lie Ning hanya diam menatap Xiao Han yang berjalan pergi, ketika


Xiao Han sudah jauh, iapun tertunduk malu karena baru kali ini seorang laki-laki berburu untuk dirinya.


********


Singkatnya Xiao Han sampai di perbatasan kediaman laki-laki dan perempuan. Xiao Han menoleh ke kanan dan kiri, menemukan keadaan yang nampak sangat sepi.


Di rasa aman Xiao Han langsung mengeluarkan semua hewan buruannya di lokasi bawah pohon di area kediaman perempuan.


Dengan demikian tugas pertama telah berhasil hingga membuat Xiao Han tersenyum puas."Rencana pertama berhasil, dengan begini hanya sedikit tugas yang perlu ku lakukan."


Xiao Han berjalan memasuki kawasan laki-laki sebelum ada yang melihatnya, ketika sampai di perumahan,


Xiao Han langsung di hampiri oleh tiga orang pria berpakaian hitam seumuran dengannya.


"Kemana saja kamu teman ? Dua hari ini aku tidak melihat mu sama sekali."Salah seorang pemuda bertanya.


Xiao Han tersenyum."Ada sedikit urusan yang harus ku lakukan. Ngomong-ngomong, sebelum ke sini aku melihat sesuatu yang aneh di perbatasan. Ku rasa kalian harus melihatnya."


Ketiga pemuda itupun saling berpandangan dengan heran.


"Sesuatu yang aneh ? Bagaimana jika kamu ikut dengan kami untuk memastikannya, siapa tau kami membutuhkan mu."


"Maafkan aku teman-teman, ada sesuatu yang harus ku lakukan. Mungkin guru ku Kim Ryu sudah kembali dan sedang menunggu kehadiran ku."Jawan Xiao Han menjelaskan.


Ketiga pemuda itupun mengagguk mengerti, merekapun memakluminya lalu menatap Xiao Han yang pergi meninggalkan mereka.


"Menurutmu, sesuatu seperti apa yang di maksud oleh saudara Han ?"Tanya salah seorang pemuda dalam kelompok itu.


"Aku juga tidak tau, hanya saja saudara Han bukanlah tipikal orang yang suka bicara omong kosong apalagi berbohong. Lebih baik kita mengeceknya sendiri."


Ketiga pemuda itupun mengagguk lalu berjalan bersama menuju perbatasan.


Sesampainya di sana terlihat lima orang perempuan tengah berdiri di bawah batang pohon seperti sedang membicarakan sesuatu. Kebetulan salah-satu di antaranya adalah wanita yang di sukai oleh salah satu dari ketiga pemuda sebelumnya.


Ketika sadar dengan kedatangan ketiga laki-laki yang nampak berdiri di luar perbatasan, seorang perempuan bergaun hijau berdiri di depan sambil melipat kedua tangan di depan dada.


"Adakah dari kalian yang telah memberikan sesuatu kepada kami ?"Tanya perempuan tersebut.


Ketiga pemuda itupun bingung dan saling bertatapan, salah satu dari mereka tidak sengaja melirik gadis yang di sukai-nya yang nampak sedang tersenyum manis ke arahnya.


Karena salah tingkah setelah melihat senyuman sang gadis pujaan, salah satu pemuda Ling-lung lalu mengiyakan pertanyaan wanita sebelumnya, tanpa tau permasalahan seperti apa yang sedang di perdebatkan kelima gadis tersebut.


Kelima gadis itu membentuk lingkaran lalu meminta pendapat ke teman-temannya.


"Bagaimana menurut saudari sekalian ? Apakah kita harus mengembalikan daging hewan spirit yang mereka berikan kepada kita ?"


"Kurasa tidak usah saudariku, lagian niat mereka baik."


"Jangan termakan jebakan ini, mungkin saja ninja laki-laki mengharapakan sesuatu kepada kita."


Seorang perempuan imut berpostur paling mungil mencoba memberikan pendapatnya."Ku-kurasa mereka tidak seburuk yang selama ini kita pikirkan, lagian se-sebenarnya aku menyukai salah satu dari mereka."


Perempuan lain menatap tajam ke arah perempuan mungil, karena merasa langsung menaruh hati kepada ninja laki-laki tanpa perlawanan bukanlah sesuatu yang bagus.


"Kurasa begini..Lanjut part dua