Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Kegiatan di Tonitru



Raiden pun berpikir beberapa hari untuk memikirkan cara apa agar para penduduk tidak merasa curiga dan was-was. Berhari-hari lamanya Ia menghabiskan waktu untuk berpikir, hingga datanglah Arumi yang sudah menghilang entah kemana selama beberapa hari


Raiden:


Kemana saja kau beberapa hari ini?


Arumi:


Tenanglah, aku hanya menghabiskan waktu di pusat kota untuk mempelajari budaya disini


Arumi:


Lihat, aku ada membeli oleh-oleh


Arumi membawa beberapa makanan ringan dari pusat kota didalam keranjangnya


Raiden:


Permen, susu, daging tusuk, dan.....


Raiden:


Lilin?


Arumi:


Apa? Aku suka berjalan di tempat yang gelap saat malam hari


Muncullah Azami di samping Raiden


Azami:


Rupanya kau lah bayangan hitam di hutan itu


Arumi:


Eh? Aku bayangan hitam? Mungkinkah hutan itu adalah habitatmu?


Raiden:


Padahal seharusnya kalian berdua membantuku memikirkan cara untuk memperkuat kekuatan ilahi Suna


Arumi:


Ah! Tentang titah itu?


Raiden:


Ya


Arumi:


Coba saja kumpulkan mereka dengan membuat sebuah pertunjukan, penduduk disini suka dengan hiburan


Azami:


Dia benar Rin


Raiden:


Lalu pertunjukan apa yang harus dibuat?


Arumi:


Hmm..bagaimana jika kita membuat


ledakan-ledakan di langit malam


Azami berbisik kepada Raiden


Azami:


Rin, cukup perintahkan aku untuk menyegelnya dan aku akan melaksanakannya


Raiden:


Tunggu dulu


Arumi:


Tidak sopan


Raiden:


Maaf, kami membahas beberapa hal barusan


Arumi:


Jadi bagaimana?


Raiden:


Untuk ledakan diatas langit, tidak kah sedikit berbahaya?


Arumi:


Bagaimana jika aku membuat pertunjukkan


Anguis in aere?


Raiden:


Ular di udara? Bagaimana mungkin?


Arumi:


Kau mengira jika mantan 7 jenderal besar Abyss ini tidak mempunyai kekuatan elemen?


Arumi:


Aku menguasai elemen api dan angin


Azami berbisik lagi dengan Raiden


Raiden:


Bagaimana menurutmu?


Azami:


Kita tidak bisa menyetujuinya jika kita tidak tahu pertunjukkan seperti apa yang ingin dia buat


Raiden:


Benar juga


Arumi yang melihat Raiden dan Azami sedang berbisik pun mengerutkan dahinya sembari berpikir


Arumi:


’Apa-apaan mereka berdua ini?’


Raiden:


Bisakah kau memperlihatkan contoh pertunjukannya?


Arumi:


Di tempat ini?


Raiden:


Ya, apa ada masalah?


Arumi:


Tempat ini terlalu kecil dan berbahaya jika aku melakukannya


Sara:


Kalau begitu anda bisa melakukannya di dalam pagoda besar kami


Arumi:


Pagoda besar?


Arumi kebingungan


Raiden:


Apa saat di pusat kota tidak melihat pagoda besar di samping kediamanku?


Arumi:


Aku tidak ingin menghabiskan waktu melihat kediamanmu, jadi aku tidak tahu yang mana


Raiden:


’Padahal pagoda itu berada tepat di samping kediamanku!’


Azami:


Baiklah, kami akan membawamu kesana untuk melihat pertunjukkan macam apa yang akan kau perlihatkan kepada para penduduk nanti


Arumi:


Dengan senang hati


Raiden:


Baiklah, ikut aku


Raiden berjalan keluar dari bangunan utama, namun Ia sempat mengambil keranjang belanjaan milik Arumi sebelum keluar


Arumi:


Hei, itu barang-barangku!


Raiden:


Ini oleh-oleh kan?


Arumi:


Bukan berarti semuanya, setidaknya kembalikan lilin-lilin ku


Raiden:


Ya ya terserah apa katamu


Raiden melempar sekantung lilin dari keranjang belanjaan Arumi padanya, dan mereka berdua pun pergi berjalan menuju ke pagoda besar


Azami:


’Aku harus kembali mengerjakan tugasku’


Azami menyatu dengan udara dan menghilang dari kediaman Raiden.


Sesampainya di depan pagoda besar


Raiden:


Baiklah, ini dia tempatnya


Arumi:


Untuk apa bangunan sebesar ini berada disini?


Raiden:


Pagoda ini dulu dibuat oleh Rex petir ke 4 untuk melatih Rex selanjutnya


Arumi:


Tidak heran jika pelayanmu berkata kau haus akan pertarungan


Raiden:


Apa hubungannya?


Arumi:


Sejatinya, seorang Rex tidak pernah haus akan pertarungan karena mereka diberi kekuatan untuk melindungi


Arumi:


Seorang Rex selalu menggunakan kekuatannya untuk melindungi para manusia, karena mereka adalah utusan langsung dari Lord of Light


Raiden:


Cukup, anggap saja itu hobiku


Arumi:


Payah..


Raiden:


Sekarang masuk dan perlihatkan padaku pertunjukan yang akan kau pertontonkan


Raiden membuka gerbang pagoda


Arumi:


Lubang apa itu?


Arumi melihat ke lantai yang berlubang akibat ulah Castella hari itu


Raiden:


Kejadian dimana Suna membuatku tercengang akan kejujuran dan sikap polosnya


Arumi:


Ceritakan padaku bagaimana kejadiannya


Raiden menceritakan awal mula Ia bertemu Castella hingga Ia mengambilnya menjadi anaknya


Arumi:


Jujur saja aku sangat marah saat kau menceritakan kejadian itu


Arumi:


Raiden:


Aku sendiri merasa bersalah melakukannya


Raiden:


Baik, sekarang perlihatkan padaku


Arumi:


Sigh..kalau begitu selamat menyaksikan


Arumi berjalan masuk ke tengah pagoda dan mulai membuat bentuk-bentuk hewan dengan kekuatan apinya, semua yang Ia buat sangat realistis dan hampir sama wujudnya dengan yang asli. Hewan-hewan itu Ia gerakan dengan menggunakan kekuatan angin miliknya, Raiden menyaksikannya sambil memakan camilan milik Arumi


Bwwwooooffff!!


Di akhir pertunjukan, para hewan tersebut diubah menjadi gelombang api


Arumi:


Selesai


Raiden:


Pertunjukan yang luar biasa, tapi tolong hilangkan bagian terakhir saat kau mengubahnya menjadi gelombang api


Raiden mengatakannya sambil menepuk-nepuk pakaiannya yang terbakar akibat terkena gelombang buatan Arumi


Arumi:


Diintinya pertunjukan ini diperbolehkan bukan?


Raiden:


Ya


Arumi:


Baiklah, aku pergi dulu untuk mengurus beberapa hal


Raiden:


Pintunya terbuka lebar untukmu


Arumi berjalan keluar meninggalkan pagoda besar tersebut, Ia pergi ke pusat kota untuk mengurus kedai miliknya yang Ia dirikan beberapa hari sebelumnya. Arumi menjual berbagai patung kayu yang Ia pahat sendiri menggunakan kemampuan memahatnya, kedai itu sudah memiliki banyak pelanggan dalam beberapa hari.


Sesampainya Arumi di kedai miliknya, Ia melihat pekerjanya sedang melayani para pembeli, namun tiba-tiba Ia terkejut karena melihat Sara sedang berada di depan kedainya


Arumi:


Salam untukmu


Sara:


Suara itu, Nona Arumi?


Arumi:


Ya


Sara:


Apa yang anda lakukan disini?


Arumi:


Aku lah yang seharusnya bertanya apa yang kau lakukan di kedai milik ku


Sara:


Kedai ini milik anda?


Arumi:


Benar


Arumi pun menghadap ke pekerjanya


Arumi:


Sarusawa, tolong ambilkan sebatang kayu dan alat pahatku


Sarusawa:


Baik Nona


Sarusawa berhenti melayani pembeli untuk beberapa saat untuk mengambilkan


barang-barang yang diminta oleh Arumi


Sarusawa:


Ini dia Nona


Arumi:


Terima kasih


Arumi:


Baiklah, bentuk apa yang kau inginkan Sara?


Sara:


Apa? Aku datang kemari hanya untuk bertemu dengan pemilik kedai ini


Arumi:


Bukan untuk berbelanja?


Sara:


Tentu tidak


Arumi:


Lalu?


Sara:


Untuk meminta surat izin membuka kedai disini


Arumi:


Ah, benda itu rupanya


Arumi mengambil secarik kertas dari dalam pakaiannya dan menyerahkannya ke Sara.


Sara membaca surat itu dengan sangat teliti selama beberapa saat


Sara:


Bagus, surat izin ini asli


Arumi:


Ini, ambillah


Arumi memberikan Sara duplikat dirinya dalam bentuk patung kecil yang Ia buat selama Sara membaca surat izinnya


Sara:


Untuk apa ini?


Arumi:


Anggap saja sebagai hadiah


Sara:


Baiklah, aku menerimanya


Arumi:


Dan juga tolong rahasiakan kedai ini dari....


Azami:


Dari siapa?


Sara:


Nona Azami?


Arumi:


Oh?


Azami:


Mengapa kau ingin merahasiakannya?


Arumi:


Sudah tentu karena aku tak ingin rugi


Azami:


Maksudmu?


Arumi:


Bayangkan saja Raiden datang kemari dan tahu saat kedai ini milikku, sudah tentu pajaknya akan Ia perbesar lagi biayanya


Sara:


Itu tidak mungkin terjadi


Arumi:


Ini hanya bentuk antisipasi, siapa yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya


Azami:


Kalau begitu buatlah aku menutup mulutku


Arumi:


Apa ini? Ancaman? Baiklah


Arumi:


Sarusawa, ambilkan satu batang kayu lagi


Sarusawa:


Baik Nona


Sara:


’Ini bukan ancaman Nona Arumi, dia hanya ingin mendapatkan sesuatu secara


cuma-cuma’


Sarusawa memberikan batang kayu kepada Arumi


Arumi:


Maaf merepotkan


Sarusawa kembali melayani pelanggan


Arumi:


Lihatlah ini


Sret sret sret sret sret sret


Arumi:


Selesai


Arumi membuat sepasang patung kecil yaitu patung Raiden dan Azami


Arumi:


Ambillah


Azami melihat-lihat patung buatan Arumi


Azami:


Patung ini detail sekali


Arumi:


Memangnya kenapa?


Azami:


Kau tidak mengawasi kami kan?


Sara:


’Dia mulai lagi’


Arumi:


Untuk apa aku melakukannya? Lagi pula aku lebih tertarik mempunyai bisnis disini agar tak merepotkan kalian


Azami:


Hmph..baiklah


Azami pergi meninggalkan mereka


Azami:


’Wah! Aku tidak sabar ingin memperlihatkannya pada Rin’