
Raiden pun berpikir beberapa hari untuk memikirkan cara apa agar para penduduk tidak merasa curiga dan was-was. Berhari-hari lamanya Ia menghabiskan waktu untuk berpikir, hingga datanglah Arumi yang sudah menghilang entah kemana selama beberapa hari
Raiden:
Kemana saja kau beberapa hari ini?
Arumi:
Tenanglah, aku hanya menghabiskan waktu di pusat kota untuk mempelajari budaya disini
Arumi:
Lihat, aku ada membeli oleh-oleh
Arumi membawa beberapa makanan ringan dari pusat kota didalam keranjangnya
Raiden:
Permen, susu, daging tusuk, dan.....
Raiden:
Lilin?
Arumi:
Apa? Aku suka berjalan di tempat yang gelap saat malam hari
Muncullah Azami di samping Raiden
Azami:
Rupanya kau lah bayangan hitam di hutan itu
Arumi:
Eh? Aku bayangan hitam? Mungkinkah hutan itu adalah habitatmu?
Raiden:
Padahal seharusnya kalian berdua membantuku memikirkan cara untuk memperkuat kekuatan ilahi Suna
Arumi:
Ah! Tentang titah itu?
Raiden:
Ya
Arumi:
Coba saja kumpulkan mereka dengan membuat sebuah pertunjukan, penduduk disini suka dengan hiburan
Azami:
Dia benar Rin
Raiden:
Lalu pertunjukan apa yang harus dibuat?
Arumi:
Hmm..bagaimana jika kita membuat
ledakan-ledakan di langit malam
Azami berbisik kepada Raiden
Azami:
Rin, cukup perintahkan aku untuk menyegelnya dan aku akan melaksanakannya
Raiden:
Tunggu dulu
Arumi:
Tidak sopan
Raiden:
Maaf, kami membahas beberapa hal barusan
Arumi:
Jadi bagaimana?
Raiden:
Untuk ledakan diatas langit, tidak kah sedikit berbahaya?
Arumi:
Bagaimana jika aku membuat pertunjukkan
Anguis in aere?
Raiden:
Ular di udara? Bagaimana mungkin?
Arumi:
Kau mengira jika mantan 7 jenderal besar Abyss ini tidak mempunyai kekuatan elemen?
Arumi:
Aku menguasai elemen api dan angin
Azami berbisik lagi dengan Raiden
Raiden:
Bagaimana menurutmu?
Azami:
Kita tidak bisa menyetujuinya jika kita tidak tahu pertunjukkan seperti apa yang ingin dia buat
Raiden:
Benar juga
Arumi yang melihat Raiden dan Azami sedang berbisik pun mengerutkan dahinya sembari berpikir
Arumi:
’Apa-apaan mereka berdua ini?’
Raiden:
Bisakah kau memperlihatkan contoh pertunjukannya?
Arumi:
Di tempat ini?
Raiden:
Ya, apa ada masalah?
Arumi:
Tempat ini terlalu kecil dan berbahaya jika aku melakukannya
Sara:
Kalau begitu anda bisa melakukannya di dalam pagoda besar kami
Arumi:
Pagoda besar?
Arumi kebingungan
Raiden:
Apa saat di pusat kota tidak melihat pagoda besar di samping kediamanku?
Arumi:
Aku tidak ingin menghabiskan waktu melihat kediamanmu, jadi aku tidak tahu yang mana
Raiden:
’Padahal pagoda itu berada tepat di samping kediamanku!’
Azami:
Baiklah, kami akan membawamu kesana untuk melihat pertunjukkan macam apa yang akan kau perlihatkan kepada para penduduk nanti
Arumi:
Dengan senang hati
Raiden:
Baiklah, ikut aku
Raiden berjalan keluar dari bangunan utama, namun Ia sempat mengambil keranjang belanjaan milik Arumi sebelum keluar
Arumi:
Hei, itu barang-barangku!
Raiden:
Ini oleh-oleh kan?
Arumi:
Bukan berarti semuanya, setidaknya kembalikan lilin-lilin ku
Raiden:
Ya ya terserah apa katamu
Raiden melempar sekantung lilin dari keranjang belanjaan Arumi padanya, dan mereka berdua pun pergi berjalan menuju ke pagoda besar
Azami:
’Aku harus kembali mengerjakan tugasku’
Azami menyatu dengan udara dan menghilang dari kediaman Raiden.
Sesampainya di depan pagoda besar
Raiden:
Baiklah, ini dia tempatnya
Arumi:
Untuk apa bangunan sebesar ini berada disini?
Raiden:
Pagoda ini dulu dibuat oleh Rex petir ke 4 untuk melatih Rex selanjutnya
Arumi:
Tidak heran jika pelayanmu berkata kau haus akan pertarungan
Raiden:
Apa hubungannya?
Arumi:
Sejatinya, seorang Rex tidak pernah haus akan pertarungan karena mereka diberi kekuatan untuk melindungi
Arumi:
Seorang Rex selalu menggunakan kekuatannya untuk melindungi para manusia, karena mereka adalah utusan langsung dari Lord of Light
Raiden:
Cukup, anggap saja itu hobiku
Arumi:
Payah..
Raiden:
Sekarang masuk dan perlihatkan padaku pertunjukan yang akan kau pertontonkan
Raiden membuka gerbang pagoda
Arumi:
Lubang apa itu?
Arumi melihat ke lantai yang berlubang akibat ulah Castella hari itu
Raiden:
Kejadian dimana Suna membuatku tercengang akan kejujuran dan sikap polosnya
Arumi:
Ceritakan padaku bagaimana kejadiannya
Raiden menceritakan awal mula Ia bertemu Castella hingga Ia mengambilnya menjadi anaknya
Arumi:
Jujur saja aku sangat marah saat kau menceritakan kejadian itu
Arumi:
Raiden:
Aku sendiri merasa bersalah melakukannya
Raiden:
Baik, sekarang perlihatkan padaku
Arumi:
Sigh..kalau begitu selamat menyaksikan
Arumi berjalan masuk ke tengah pagoda dan mulai membuat bentuk-bentuk hewan dengan kekuatan apinya, semua yang Ia buat sangat realistis dan hampir sama wujudnya dengan yang asli. Hewan-hewan itu Ia gerakan dengan menggunakan kekuatan angin miliknya, Raiden menyaksikannya sambil memakan camilan milik Arumi
Bwwwooooffff!!
Di akhir pertunjukan, para hewan tersebut diubah menjadi gelombang api
Arumi:
Selesai
Raiden:
Pertunjukan yang luar biasa, tapi tolong hilangkan bagian terakhir saat kau mengubahnya menjadi gelombang api
Raiden mengatakannya sambil menepuk-nepuk pakaiannya yang terbakar akibat terkena gelombang buatan Arumi
Arumi:
Diintinya pertunjukan ini diperbolehkan bukan?
Raiden:
Ya
Arumi:
Baiklah, aku pergi dulu untuk mengurus beberapa hal
Raiden:
Pintunya terbuka lebar untukmu
Arumi berjalan keluar meninggalkan pagoda besar tersebut, Ia pergi ke pusat kota untuk mengurus kedai miliknya yang Ia dirikan beberapa hari sebelumnya. Arumi menjual berbagai patung kayu yang Ia pahat sendiri menggunakan kemampuan memahatnya, kedai itu sudah memiliki banyak pelanggan dalam beberapa hari.
Sesampainya Arumi di kedai miliknya, Ia melihat pekerjanya sedang melayani para pembeli, namun tiba-tiba Ia terkejut karena melihat Sara sedang berada di depan kedainya
Arumi:
Salam untukmu
Sara:
Suara itu, Nona Arumi?
Arumi:
Ya
Sara:
Apa yang anda lakukan disini?
Arumi:
Aku lah yang seharusnya bertanya apa yang kau lakukan di kedai milik ku
Sara:
Kedai ini milik anda?
Arumi:
Benar
Arumi pun menghadap ke pekerjanya
Arumi:
Sarusawa, tolong ambilkan sebatang kayu dan alat pahatku
Sarusawa:
Baik Nona
Sarusawa berhenti melayani pembeli untuk beberapa saat untuk mengambilkan
barang-barang yang diminta oleh Arumi
Sarusawa:
Ini dia Nona
Arumi:
Terima kasih
Arumi:
Baiklah, bentuk apa yang kau inginkan Sara?
Sara:
Apa? Aku datang kemari hanya untuk bertemu dengan pemilik kedai ini
Arumi:
Bukan untuk berbelanja?
Sara:
Tentu tidak
Arumi:
Lalu?
Sara:
Untuk meminta surat izin membuka kedai disini
Arumi:
Ah, benda itu rupanya
Arumi mengambil secarik kertas dari dalam pakaiannya dan menyerahkannya ke Sara.
Sara membaca surat itu dengan sangat teliti selama beberapa saat
Sara:
Bagus, surat izin ini asli
Arumi:
Ini, ambillah
Arumi memberikan Sara duplikat dirinya dalam bentuk patung kecil yang Ia buat selama Sara membaca surat izinnya
Sara:
Untuk apa ini?
Arumi:
Anggap saja sebagai hadiah
Sara:
Baiklah, aku menerimanya
Arumi:
Dan juga tolong rahasiakan kedai ini dari....
Azami:
Dari siapa?
Sara:
Nona Azami?
Arumi:
Oh?
Azami:
Mengapa kau ingin merahasiakannya?
Arumi:
Sudah tentu karena aku tak ingin rugi
Azami:
Maksudmu?
Arumi:
Bayangkan saja Raiden datang kemari dan tahu saat kedai ini milikku, sudah tentu pajaknya akan Ia perbesar lagi biayanya
Sara:
Itu tidak mungkin terjadi
Arumi:
Ini hanya bentuk antisipasi, siapa yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya
Azami:
Kalau begitu buatlah aku menutup mulutku
Arumi:
Apa ini? Ancaman? Baiklah
Arumi:
Sarusawa, ambilkan satu batang kayu lagi
Sarusawa:
Baik Nona
Sara:
’Ini bukan ancaman Nona Arumi, dia hanya ingin mendapatkan sesuatu secara
cuma-cuma’
Sarusawa memberikan batang kayu kepada Arumi
Arumi:
Maaf merepotkan
Sarusawa kembali melayani pelanggan
Arumi:
Lihatlah ini
Sret sret sret sret sret sret
Arumi:
Selesai
Arumi membuat sepasang patung kecil yaitu patung Raiden dan Azami
Arumi:
Ambillah
Azami melihat-lihat patung buatan Arumi
Azami:
Patung ini detail sekali
Arumi:
Memangnya kenapa?
Azami:
Kau tidak mengawasi kami kan?
Sara:
’Dia mulai lagi’
Arumi:
Untuk apa aku melakukannya? Lagi pula aku lebih tertarik mempunyai bisnis disini agar tak merepotkan kalian
Azami:
Hmph..baiklah
Azami pergi meninggalkan mereka
Azami:
’Wah! Aku tidak sabar ingin memperlihatkannya pada Rin’