Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Devanagari



”Semua bermula di zaman Rex pertama, kelima Rex bertarung melawan Abyss bersama rekannya yaitu makhluk suci yang kerap dipanggil sebagai Devanagari.


Keseluruh Devanagari ini memiliki kekuatan yang sama kuatnya dengan Rex, mereka selalu patuh dengan perintah mereka. Namun, keberadaan mereka menghilang di era Rex ketiga, sampai sekarang keberadaan mereka belum diketahui”


Raiden:


Masuk akal, Arumi pernah menceritakan masa hidupnya saat bertarung dengan para Rex ketiga


Azami:


Memangnya apa yang terjadi?


Raiden:


Aiwaka memberitahuku jika kura-kura miliknya diberikan oleh Arumi


Azami:


Bagaimana mungkin?! Wanita itu!


Raiden:


Azami, tenanglah


Raiden:


Kita harus bersyukur karena kekuatan Arumi bisa berada di bawah kendali Suna


Azami:


Tapi sekarang dia menghilang Rin


Raiden:


Aku tahu


BUMM!!!


Terdengar suara yang cukup keras dari pohon besar


Azami:


Apa itu?!


Keduanya langsung menghampiri pohon besar, sesampainya disana mereka dikejutkan oleh api besar yang menyala-nyala namun tidak merusak apa yang Ia bakar


Raiden:


Kekuatan macam apa ini?


Azami:


Tunggu Rin, lihat itu


Azami menunjuk ke bagian tengah api yang menyala-nyala, disana terdapat sebuah permata yang bersinar terang


Azami:


Itu sumber apinya


Raiden:


Biarkan aku mengambilnya


Raiden melangkah kedepan


Azami:


Jangan!


Azami menahannya


Azami:


Akan berbahaya bagimu


Azami:


Jika petir dan api menyatu, hanya akan menghancurkan petir, dan api akan membesar


Azami:


Biarkan aku yang mengambilnya


Raiden:


Baiklah


Azami menggunakan kekuatannya untuk berjalan ke tengah-tengah api yang


menyala-nyala itu. Ia mengambil permata tersebut dan membawanya keluar


Azami:


Ini dia Rin


Azami menyerahkannya pada Raiden


Raiden:


Biar kulihat


Raiden mencoba mengambil permatanya, namun permata tersebut malah semakin bersinar terang


Azami:


Rin! Permata ini mengambil alih tubuhku!!!


Raiden:


Azami!!!


Permatanya membakar Azami


Azami:


’Sial, ini panas’


Azami menahan panas api tersebut selama beberapa saat


Raiden:


Bertahanlah!


Azami:


Permatanya pun pecah dan mengeluarkan api berwarna ungu yang perlahan masuk kedalam tubuh Azami


Azami:


Argh!!!


Sekujur tubuh Azami terasa nyeri dan perlahan dari tangan kanannya tercipta segel berwarna merah, Ia pun terjatuh ke tanah


Azami:


Aku...mengerti..sekarang


Raiden:


Apa? Apa yang terjadi?


Azami:


Permata tadi dijatuhkan oleh Arumi, Ia saat ini berada di ruang yang tak berujung bersama dengan Suna


Azami:


Permata ini adalah kekuatan Devanagari yang telah Ia rampas dari leluhurku


Azami:


Wujud Devanagari milik ku adalah rubah


Raiden:


Lalu apa ada hal lain mengenai mereka berdua?


Azami:


Arumi berpesan jika mereka akan datang disaat Lord of Abyss muncul di permukaan


Azami:


Dan juga, Ia berpesan kepada para Rex agar tetap bersama saat perang nanti


Raiden:


Lalu tentang Suna?


Azami:


Suna, saat ini dia masih menekan kekuatan Abyss bersama dengan Arumi


Raiden:


Hanya itu? Baiklah


Raiden:


Apa kamu kuat untuk berjalan Azami?


Azami:


Untuk saat ini.....


Azami:


belum bisa


Puff!


Azami berubah menjadi rubah kecil berwarna merah muda yang tertidur


Raiden:


Ohh..wujud rubahmu sangat menggemaskan!


Raiden mengangkatnya dan membopongnya


Kkrrrr.....


Azami mendengkur


Raiden:


’Argh..dia menggemaskan sekali!!!’


Raiden membelai-belai Azami sambil membawanya masuk ke kediamannya untuk ditaruh di tempat tidurnya.


Di perbatasan kota, Sara datang untuk menemui Vigndr


Sara:


Terima kasih telah menunggu, aku Tengu Sara adalah utusan langsung dari Rex petir


Vigndr:


Dimengerti


Sara:


Aku sudah memanggil para prajurit serta para prajurit tambahan dari penduduk disini


Sara:


Mohon kerjasamanya


Vigndr:


Kami juga


Sara:


Keluarlah!


Dari gerbang kota keluarlah orang-orang yang sangat banyak sekali


Sara:


Mulai sekarang kalian akan berlatih bersama mereka!


”Baik, Mohon Kerja Samanya!!!”


Setelahnya, para prajurit dari kedua belah pihak saling bekerja sama. Sara memperhatikan dengan teliti setiap pekerjaan yang dilakukan oleh para prajurit tanpa terkecuali