
Di tempat Eios dan Ken, keadaan memburuk karena Eios kehabisan tenaga dan Ken
terus-terusan mencoba melindungi Eios dari serangan para raksasa. Keduanya hanya bisa menumbangkan beberapa puluh dari ribuan raksasa yang ada
Ken:
Mundurlah! Tenaga kita sudah habis!
Eios:
Tidak akan!
Ken:
Jumlah mereka masih ada ribuan lagi!
Eios:
Setidaknya kita sudah mengurangi jumlah mereka
Ken:
Keras kepala!
Eios terus menyerang-nyerang raksasa yang ada dihadapannya, meski lelah dan sudah tidak mampu lagi menyerang, Ia terus maju untuk mengalihkan perhatian para raksasa
Eios:
’Rex es, mungkin kau tidak sadar maksudku’
Eios:
’Tapi, mengulur waktu adalah pilihan terakhir’
Ken:
’Sigh! Hari sebentar lagi akan menjadi gelap’
Ken:
’Tanpa sinar matahari kita hanya santapan empuk bagi mereka’
Ken terpaksa mengerahkan sisa kekuatannya untuk membuat dinding pembatas yang sangat tebal
Eios:
’Dia akan mundur rupanya’
Ken:
Tangani mereka! Aku akan memanggil bantuan!
Eios mendengarnya dan tetap mengalihkan perhatian para raksasa
Ken:
’Bertahanlah’
Ken mundur dari pertempuran dan mencari pertolongan ke wilayah Saxa. Ken berlari secepat mungkin untuk bisa sampai ke Saxa. Beberapa lama Ia berlari, terlihat gerombolan pasukan yang cukup banyak sedang menuju ke arahnya
Ken:
’Syukurlah’
Ken melompat sejauh mungkin untuk bertemu mereka langsung
Thump!
Ia mendarat tidak jauh dari hadapan Vassago
Vassago:
Rex es! Bagaimana? Dimana Rex api?
Ken:
Aku meninggalkannya disana, dia sendirian
Ken:
Musuh sangat berbahaya, kami berdua pun tak sanggup melawannya
Vassago:
Lalu kita harus apa?
Ken:
Untuk saat ini, Rex api masih menahan mereka di wilayah Abyss
Ken:
Dia sudah kelelahan dan matahari sebentar lagi terbenam
Vassago:
Terbenam.....
Vassago teringat saat Eios berkata jika menantangnya di tengah hari adalah sebuah keputusan yang salah
Vassago:
Jika hanya dengan satu inti Rex api saja tidak mempan, bagaimana ini?
Ken:
Tidak, Rex api sendiri sudah menyerap kekuatan Rex lahar dan masih belum cukup kuat untuk melawannya
Vassago:
Kita perlu bantuan lagi
Ken:
Tidak ada, Rex petir pun sudah mundur jauh
Srek! Srek! Srek!
Dari tanah keluar tulisan
’Aku datang’
Vassago:
Rex batu!!!
BBBBRRRRMMMMMMM!!!!!!
Tidak jauh dari tempat para pasukan, tercipta sebuah lubang yang sangat besar dari tanah
Ken:
Kau pasti bercanda
Puluhan ribu golem keluar dari lubang tersebut
Ken:
Ini seharusnya cukup
Srek Srek Srek
’Bantu para golem ini dari jauh, tubuhku akan memimpin penyerangan ini’
Vassago:
Hah? Maksudnya?
Srek srek srek
’Aku melepas jiwaku dari tubuhku’
’Jangan ada keraguan untuk menyerang’
Vassago:
Baiklah
Vassago:
Pasukan! Maju!!!
Seluruh pasukan pergi bersama dengan para golem
Ken:
Ugh!!!
Ken:
’Andai aku bisa membantu mereka’
Fosfor:
Ken ya
Ken:
Hm?
Fosfor:
Neon sudah mati
Ken:
Apa?!
Ken tidak percaya dengan apa yang didengarnya
Ken:
Bagaimana mungkin?!
Fosfor:
Dia....
Fosfor:
Dia terkena korosi
Ken:
SIIIIAAALLL!!!!!
Ken:
’Kenapa dia juga harus mati!!!!’
Fosfor:
Aku tahu perasaanmu, untuk saat ini mundurlah
Ken:
Tidak akan!
Ken pergi menyusul pasukan
Fosfor:
Ken!
Ia ditahan oleh Fosfor
Fosfor:
Aku sudah kehilangan dua orang rekanku
Fosfor:
Dan kau adalah rekan seperjuanganku yang terakhir
Fosfor:
Tolong jangan mati
Ken:
Ini keputusanku sendiri
Plak!
Fosfor menampar Ken
Fosfor:
Dengar! Tidak ada gunanya kau kesana!
Fosfor:
Kau hanya akan mati
Ken:
Hmph!
Ken pergi meninggalkannya dan kembali ke tempat Eios berada
Fosfor:
’Kumohon, jangan mati’
Ken sampai ditempat Eios berada lebih cepat daripada pasukan
Ken:
Rex api! Menjauhlah!
Eios:
Hm?
Ken mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada di tangan kanannya dan Ia masuk ke
tengah-tengah para raksasa
Eios:
’Hoi, jangan bercanda’
Ngiiiiinnngggggg!!!!!!!
Tangan Ken bersinar terang, Eios pun dipaksa mundur olehnya
BUM!!!
Terjadi ledakan es yang sangat kuat disaat matahari sudah terbenam sepenuhnya. Cahaya biru miliknya membuat sinar yang sangat terang, para raksasa yang terkena langsung membeku total dan mati
Ken:
’Aku sudah selesai’
Ken pingsan di tengah kerumunan raksasa yang membeku tersebut dalam keadaan tangan kanan yang buntung total
Eios:
’Boleh juga idemu’
Eios membawanya pergi dari sana
Eios:
Eh?
Eios melihat para pasukan serta golem yang menuju ke arah para raksasa
Eios:
’Syukurlah!!!!!’
Eios pergi berlindung di balik para pasukan sambil membawa Ken
Fosfor:
Apa yang terjadi padanya?!
Eios:
Kondisinya buruk
Eios:
Dia meledakan lengan kanannya dan pingsan begitu saja
Fosfor:
Tolong segera mundur dari sini
Eios:
Ya, aku tahu
Eios segera pergi dari medan pertempuran
Vassago:
SERANG!!!
Seluruh pasukan menyerang raksasa dengan segenap kekuatan mereka, namun sayang sekali serangan mereka tidak berdampak pada para raksasa tersebut
Vassago:
’Seharusnya golem Rex batu bisa memberikan dampak yang berarti untuk raksasa-raksasa ini’
Vassago menoleh ke belakang, terlihat para golem berjalan sangat lambat sekali
Vassago:
’Ukurannya setengah dari raksasa ini, tapi jalannya lambat sekali’
Thamp!
Salah satu raksasa hancur berkeping-keping
Vassago:
Eh? Apa yang terjadi?
Vassago melihat Aiwaka menghantam-hantam tubuh para raksasa dan perlahan menghancurkannya
Srek!
’Tunggu sebentar lagi’
Vassago:
Hah?
BUMM!!
Devanagari milik Aiwaka muncul dari dalam tanah dan melempari bongkahan batu besar ke arah para raksasa
Vassago:
’Benar juga, dimana para makhluk itu?’
Vassago teringat para Devanagari yang belakangan ini tidak lagi terdengar kabarnya
Srek! Srek! Srek!
’Diatasmu masih ada lagi’
Vassago:
Eh?!
Datanglah Naga Badai serta Phoenix yang menciptakan badai api yang ganas
Vassago:
Da-darimana mereka??
Srek!
’Dibelakangmu juga’
Devanagari Rex es dan air keluar dari dalam tanah dan menyerbu para raksasa
Vassago:
’Dia datang membawa kejutan’
Para raksasa pun kini mulai terpukul mundur karena serangan dadakan dari Aiwaka yang penuh dengan kejutan
Aiwaka:
’Kali ini umat manusia tidak akan kalah lagi’