Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Bantuan



Di tempat Eios dan Ken, keadaan memburuk karena Eios kehabisan tenaga dan Ken


terus-terusan mencoba melindungi Eios dari serangan para raksasa. Keduanya hanya bisa menumbangkan beberapa puluh dari ribuan raksasa yang ada


Ken:


Mundurlah! Tenaga kita sudah habis!


Eios:


Tidak akan!


Ken:


Jumlah mereka masih ada ribuan lagi!


Eios:


Setidaknya kita sudah mengurangi jumlah mereka


Ken:


Keras kepala!


Eios terus menyerang-nyerang raksasa yang ada dihadapannya, meski lelah dan sudah tidak mampu lagi menyerang, Ia terus maju untuk mengalihkan perhatian para raksasa


Eios:


’Rex es, mungkin kau tidak sadar maksudku’


Eios:


’Tapi, mengulur waktu adalah pilihan terakhir’


Ken:


’Sigh! Hari sebentar lagi akan menjadi gelap’


Ken:


’Tanpa sinar matahari kita hanya santapan empuk bagi mereka’


Ken terpaksa mengerahkan sisa kekuatannya untuk membuat dinding pembatas yang sangat tebal


Eios:


’Dia akan mundur rupanya’


Ken:


Tangani mereka! Aku akan memanggil bantuan!


Eios mendengarnya dan tetap mengalihkan perhatian para raksasa


Ken:


’Bertahanlah’


Ken mundur dari pertempuran dan mencari pertolongan ke wilayah Saxa. Ken berlari secepat mungkin untuk bisa sampai ke Saxa. Beberapa lama Ia berlari, terlihat gerombolan pasukan yang cukup banyak sedang menuju ke arahnya


Ken:


’Syukurlah’


Ken melompat sejauh mungkin untuk bertemu mereka langsung


Thump!


Ia mendarat tidak jauh dari hadapan Vassago


Vassago:


Rex es! Bagaimana? Dimana Rex api?


Ken:


Aku meninggalkannya disana, dia sendirian


Ken:


Musuh sangat berbahaya, kami berdua pun tak sanggup melawannya


Vassago:


Lalu kita harus apa?


Ken:


Untuk saat ini, Rex api masih menahan mereka di wilayah Abyss


Ken:


Dia sudah kelelahan dan matahari sebentar lagi terbenam


Vassago:


Terbenam.....


Vassago teringat saat Eios berkata jika menantangnya di tengah hari adalah sebuah keputusan yang salah


Vassago:


Jika hanya dengan satu inti Rex api saja tidak mempan, bagaimana ini?


Ken:


Tidak, Rex api sendiri sudah menyerap kekuatan Rex lahar dan masih belum cukup kuat untuk melawannya


Vassago:


Kita perlu bantuan lagi


Ken:


Tidak ada, Rex petir pun sudah mundur jauh


Srek! Srek! Srek!


Dari tanah keluar tulisan


’Aku datang’


Vassago:


Rex batu!!!


BBBBRRRRMMMMMMM!!!!!!


Tidak jauh dari tempat para pasukan, tercipta sebuah lubang yang sangat besar dari tanah


Ken:


Kau pasti bercanda


Puluhan ribu golem keluar dari lubang tersebut


Ken:


Ini seharusnya cukup


Srek Srek Srek


’Bantu para golem ini dari jauh, tubuhku akan memimpin penyerangan ini’


Vassago:


Hah? Maksudnya?


Srek srek srek


’Aku melepas jiwaku dari tubuhku’


’Jangan ada keraguan untuk menyerang’


Vassago:


Baiklah


Vassago:


Pasukan! Maju!!!


Seluruh pasukan pergi bersama dengan para golem


Ken:


Ugh!!!


Ken:


’Andai aku bisa membantu mereka’


Fosfor:


Ken ya


Ken:


Hm?


Fosfor:


Neon sudah mati


Ken:


Apa?!


Ken tidak percaya dengan apa yang didengarnya


Ken:


Bagaimana mungkin?!


Fosfor:


Dia....


Fosfor:


Dia terkena korosi


Ken:


SIIIIAAALLL!!!!!


Ken:


’Kenapa dia juga harus mati!!!!’


Fosfor:


Aku tahu perasaanmu, untuk saat ini mundurlah


Ken:


Tidak akan!


Ken pergi menyusul pasukan


Fosfor:


Ken!


Ia ditahan oleh Fosfor


Fosfor:


Aku sudah kehilangan dua orang rekanku


Fosfor:


Dan kau adalah rekan seperjuanganku yang terakhir


Fosfor:


Tolong jangan mati


Ken:


Ini keputusanku sendiri


Plak!


Fosfor menampar Ken


Fosfor:


Dengar! Tidak ada gunanya kau kesana!


Fosfor:


Kau hanya akan mati


Ken:


Hmph!


Ken pergi meninggalkannya dan kembali ke tempat Eios berada


Fosfor:


’Kumohon, jangan mati’


Ken sampai ditempat Eios berada lebih cepat daripada pasukan


Ken:


Rex api! Menjauhlah!


Eios:


Hm?


Ken mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada di tangan kanannya dan Ia masuk ke


tengah-tengah para raksasa


Eios:


’Hoi, jangan bercanda’


Ngiiiiinnngggggg!!!!!!!


Tangan Ken bersinar terang, Eios pun dipaksa mundur olehnya


BUM!!!


Terjadi ledakan es yang sangat kuat disaat matahari sudah terbenam sepenuhnya. Cahaya biru miliknya membuat sinar yang sangat terang, para raksasa yang terkena langsung membeku total dan mati


Ken:


’Aku sudah selesai’


Ken pingsan di tengah kerumunan raksasa yang membeku tersebut dalam keadaan tangan kanan yang buntung total


Eios:


’Boleh juga idemu’


Eios membawanya pergi dari sana


Eios:


Eh?


Eios melihat para pasukan serta golem yang menuju ke arah para raksasa


Eios:


’Syukurlah!!!!!’


Eios pergi berlindung di balik para pasukan sambil membawa Ken


Fosfor:


Apa yang terjadi padanya?!


Eios:


Kondisinya buruk


Eios:


Dia meledakan lengan kanannya dan pingsan begitu saja


Fosfor:


Tolong segera mundur dari sini


Eios:


Ya, aku tahu


Eios segera pergi dari medan pertempuran


Vassago:


SERANG!!!


Seluruh pasukan menyerang raksasa dengan segenap kekuatan mereka, namun sayang sekali serangan mereka tidak berdampak pada para raksasa tersebut


Vassago:


’Seharusnya golem Rex batu bisa memberikan dampak yang berarti untuk raksasa-raksasa ini’


Vassago menoleh ke belakang, terlihat para golem berjalan sangat lambat sekali


Vassago:


’Ukurannya setengah dari raksasa ini, tapi jalannya lambat sekali’


Thamp!


Salah satu raksasa hancur berkeping-keping


Vassago:


Eh? Apa yang terjadi?


Vassago melihat Aiwaka menghantam-hantam tubuh para raksasa dan perlahan menghancurkannya


Srek!


’Tunggu sebentar lagi’


Vassago:


Hah?


BUMM!!


Devanagari milik Aiwaka muncul dari dalam tanah dan melempari bongkahan batu besar ke arah para raksasa


Vassago:


’Benar juga, dimana para makhluk itu?’


Vassago teringat para Devanagari yang belakangan ini tidak lagi terdengar kabarnya


Srek! Srek! Srek!


’Diatasmu masih ada lagi’


Vassago:


Eh?!


Datanglah Naga Badai serta Phoenix yang menciptakan badai api yang ganas


Vassago:


Da-darimana mereka??


Srek!


’Dibelakangmu juga’


Devanagari Rex es dan air keluar dari dalam tanah dan menyerbu para raksasa


Vassago:


’Dia datang membawa kejutan’


Para raksasa pun kini mulai terpukul mundur karena serangan dadakan dari Aiwaka yang penuh dengan kejutan


Aiwaka:


’Kali ini umat manusia tidak akan kalah lagi’