Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Batu Zamrud?



Sesampainya Aiwaka di Saxa, kedatangannya sudah dinanti oleh Eios dan juga Celene


Eios:


Jadi, bagaimana?


Aiwaka:


Aku punya dua kabar baik dan satu kabar buruk


Eios:


Beritahu aku kabar buruknya dulu


Aiwaka:


Baiklah.....


Aiwaka:


Kabar buruknya adalah


Aiwaka:


Aku meratakan kota Rex angin


Eios:


Lalu kabar baiknya?


Aiwaka:


Rex angin yang kita kenal sekarang telah menjadi Rex pasir dan istrinya adalah Rex angin


Aiwaka:


Kemudian, kabar baik kedua adalah


Aiwaka:


Aku berhasil mengalahkan salah satu Rex Abyss disana


Eios:


Ha?


Aiwaka:


Ya, Rex itu memasuki pikiran istrinya Rex angin dan mencoba merebut kekuatannya


Eios:


Huft..kalau begitu tersisa tiga Rex lagi


Eios:


Kerja bagus!


Eios menepuk Aiwaka dan kembali ke pekerjaannya


Aiwaka:


Celene? Ada apa?


Celene:


Alat pembantu penglihatan milik ku kau bawa


Aiwaka:


Apa??


Celene:


Benda itu adalah batu zamrud


Aiwaka:


Oh! Syukurlah benda itu ada padaku


Celene:


Maksudmu???


Aiwaka:


Kau tahu? Rex Abyss yang kulawan adalah Rex kabut


Aiwaka:


Beruntung batu zamrud milik mu memberikanku penglihatan yang baik untuk melihat wujudnya


Celene:


Apapun itu, cepat kembalikan, aku susah melihat jika tidak menggunakan batu zamrud itu


Aiwaka:


Iya iya


Aiwaka memeriksa tubuhnya, namun dia tidak menemukan batu zamrud tersebut


Aiwaka:


Oh tidak, batunya tidak ada padaku


Celene:


Argh! Sekarang bagaimana aku bisa melihat dengan jelas???


Aiwaka:


S-seburuk itukah penglihatanmu Celene?


Celene:


Tentu saja! Bahkan aku tidak bisa melihat wajahmu dalam jarak ini


Aiwaka:


’Apa saja yang dia lakukan selama ini?’


Aiwaka:


Lalu....apa ada yang bisa kulakukan?


Celene:


Jangan bercanda, batu itu kuciptakan sendiri setelah bertahun-tahun mengumpulkan zat-zat yang berbahaya


Aiwaka:


Kalau begitu akan ku kumpulkan


bahan-bahannya, bagaimana?


Celene:


Jangan bermimpi, zat yang terkandung pada batu itu sangat sulit didapatkan


Aiwaka:


Celene:


Keras kepala


Celene:


Kalau begitu cari berbagai jenis air mata Rex air dan isi botol ramuan ini sampai penuh


Celene menyerahkan sebuah botol berukuran sedang kepada Aiwaka


Aiwaka:


Eh?! Jadi hanya itu bahannya???


Celene:


Tentu tidak, aku perlu sebuah batu zamrud


Celene:


Dulu memang susah untuk menemukannya


Celene:


Tapi sekarang aku punya seorang penambang bukan?


Aiwaka:


Siapa penambang itu?


Celene:


Dia orang bodoh yang berada di hadapanku dan sedang bertanya padaku


Brukk!


Aiwaka terjatuh ke tanah


Aiwaka:


Aku ini...bodoh ya.....


Celene:


’Dia bahkan menerima mentah-mentah


kata-kata ku’


Celene:


Sekarang itu tidak penting, cepat carikan aku bahan-bahannya


Aiwaka:


Baiklah.....


Aiwaka pergi ke wilayah Rex air untuk mengambil bahan-bahan yang disebutkan Celene


Aiwaka:


’Apa kata Rex air nantinya’


Sementara itu, Celene berdiri menunggu Aiwaka di tempat yang sama


Celene:


Fuuu.....bagaimana aku bisa berjalan kalau seperti ini?


”Uwaaaa!!! Kura-kuranya membuat kacau!!!”


Tiba-tiba terdengar suara dari ruang perawatan, Celene pun langsung menanggapi teriakan itu dan berlari


Bukk!!!


Celene tertabrak tiang masuk


Celene:


A-aw! Sakit....


”Berhenti!!! Jangan!!!”


Celene berlari lagi


Bukk!!


Ia tertabrak lagi oleh tiang masuk


Celene:


Hwaaa....bagaimana ini???


Celene pun berjalan perlahan sambil memasang tangannya di depan untuk


meraba-raba


Celene:


’Ini sungguh memalukan, tapi apa boleh buat’


Bung!


Celene tiba-tiba menyentuh benda kenyal dan empuk


Celene:


Ah! Tuan kura-kura!


Grrrbbbb.....


Kura-kura itu mengeluarkan bunyi dari perutnya


Celene:


Ohh..kau lapar ya? Ayo ikut aku


Celene pun memanjat naik punggung kura-kura tersebut


Celene:


Ayo kita berburu makanan!


Sang kura-kura pun berjalan cepat pergi keluar dari ruang perawatan


Bukk!!!


Celene:


Foooooo.....


Celene tertabrak tembok bagian atas pintu dan terbaring lemas diatas punggung kura-kura


Celene:


’Cepatlah kembali’


Sang kura-kura kembali berjalan keluar dan pergi mencari makanannya, para perawat pun keheranan karena Celene tidak melihat tembok yang sudah jelas sekali berada di depannya