
Beberapa hari setelah kejadian di Saxa, gerbang Abyss kini berguncang lagi dan membuka penuh seluruhnya. Monster-monster yang berukuran berkali-kali lipat dari manusia biasa berkeluaran dan menyerbu daratan
”BERSIAAAAPPPP!!!!!”
Seperti biasa, seluruh Rex segera pergi menuju ke garis depan untuk mengurangi jumlah yang masuk menyerang umat manusia, namun kali ini Aiwaka tidak terlihat sama sekali.
Vassago dan Liang Wei kini bersama-sama menuju medan perang karena keduanya adalah sepasang suami istri yang memiliki kekuatan Rex. Lalu, di Tonitru, Raiden dan Azami tidak bisa lagi memakai wujud Raiden-Kogo karena didalam tubuh Raiden berisi kekuatan lain, Azami mau tidak mau harus menggunakan wujud Devanagari miliknya
Raiden:
Sara, aku serahkan kota ini padamu
Sara:
Ya, dan berjanjilah kalau kalian akan kembali dengan selamat
Azami:
Selamat ya? Tidak mungkin, kondisi terbaik yang ada hanya luka ringan
Sara:
Yang terpenting, kembalilah kemari hidup-hidup
”Kami berjanji”
Raiden, Azami, dan Sara saling berpelukan sebelum pergi ke medan perang
Sara:
’Berat rasanya jika aku kehilangan kalian’
Azami:
Baiklah, sudah saatnya
Sara:
Sampai jumpa lagi
”Ya, sampai jumpa lagi”
Raiden dan Azami pun pergi dari hadapan Sara
Sara:
’Aku akan menunggu kalian’
Seluruh prajurit di Tonitru pun segera menuju ke medan perang
Raiden:
Hei, dimana Rex es?
Neon:
Rex petir, Saat ini Yang Mulia sudah berada di garis depan
Raiden:
Oh, baik
Raiden kembali ke ruang komando
Neon:
’Itukah..Rex petir yang berhasil mengalahkan dua monster sekaligus?’
Ngiingg!
Helios milik Neon berkelap-kelip
Neon:
’Dari arah sana?’
Neon pun melihat ke arah samping peti didepannya
Neon:
’Eh? Itu adalah monster suci milik Yang Mulia’
Sebuah permata berwarna biru muda
berkelap-kelip memanggil Neon, akhirnya Ia mengambil permata tersebut
Shuuuu!
Seekor anak serigala berbulu biru tua muncul dihadapan Neon
Neon:
Hwaa....!
Neon pun menjauh, namun Devanagari milik Vigndr malah mendekati Neon
Neon:
H-hei pergilah....
Serigala itu menaiki tubuh Neon dan menatap matanya
’Rex es sedang dalam bahaya, ayo cepat’
Neon:
Eh?
Serigala itu seperti berkomunikasi dengan Neon melalui Heliosnya
Neon:
Tunggu saja sebentar lagi
’Tidak usah’
’Naiklah ke punggungku’
Devanagari tersebut langsung berubah menjadi wujud yang sedikit lebih kecil dari ukuran aslinya
’Ayo cepat’
Neon:
Ya
Neon pun menaiki Devanagari tersebut
Swush!
Devanagari tersebut melompat tinggi ke langit
Neon:
Whoaaa!!!
’Bersiaplah untuk mendarat’
Bulu-bulu Devanagari tersebut membekukan sementara kaki Neon agar tidak terjatuh
BAM!
Mereka berdua pun sampai di medan pertempuran
’Habisi monster-monster ini!’
Neon:
Baiklah, ayo serang!
Devanagari tersebut menerjang seluruh monster Abyss sambil mengeluarkan udara dingin yang membekukan segalanya yang Ia lewati, Neon pun menghancurkan semua monster Abyss yang dibekukan oleh Devanagari tersebut
’Gawat, kekuatannya semakin menipis’
Neon:
Percepat saja larinya!
’Bersiaplah’
Devanagari itu melesat lebih cepat lagi dan dalam hitungan detik saja mereka sudah sampai di tempat Vigndr berada.
Neon:
Oh tidak
Vigndr dikeroyok habis-habisan oleh monster Abyss sampai-sampai harus membuat membekukan dirinya sendiri menjadi kristal es
’Lindungi dia’
Neon pun langsung menghambur kerumunan monster-monster yang mengeroyok Vigndr
Vigndr:
’Akhirnya, bantuan tiba’
Neon langsung membuat gelombang es untuk mementalkan semua monster yang ada
BUM!
Neon:
Tolong tahan mereka!
’Aku tahu’
Devanagari tersebut langsung memakai ukuran aslinya
FSSSHHHHHH.......
Udara yang sangat dingin keluar dari Devanagari tersebut dan membekukan semua monster yang mendekat
Neon:
Yang Mulia, ayo kita pergi
Ctash!
Vigndr memecahkan kristal es yang melindunginya
Vigndr:
Maaf.....aku...kehabisan..tenaga....
Neon:
Tidak apa, ayo kita pergi
Vigndr:
Tunggu
Neon:
Ada apa Yang Mulia?
Vigndr:
Bantulah Rex air, dia berada jauh didepan sana
Neon:
Saya mengerti
Neon pun mengangkat Vigndr dan menaruhnya diatas Devanagari-nya
Neon:
Pergilah
Vigndr pun dibawa mundur dari garis depan
Neon:
’Rex air ada di depan ya?’
Neon pun langsung bergegas menuju ke tempat Nechryn berada. Sesampainya disana, Neon dikejutkan lagi dengan kehadiran dua orang rekannya yaitu Ken dan Ryu, keadaan mereka sudah di titik kewalahan. Neon pun segera pergi menjemput mereka
Neon:
Ken! Ryu! Mundurlah!
Ken:
Suara itu?
Ken lengah dan pertahanannya di bongkar oleh monster-monster
Ryu:
Sigh!
Ryu langsung pergi menghambur monster yang mengeroyok Ken
Ryu:
Ken, karena Neon sudah datang
Ryu:
Ayo jemput Yang Mulia Nechryn
Ken:
Selama kau masih kuat
Ryu:
Hmph!
Ken:
Neon! Ikut kami menjemput Rex air!
Neon:
Ya!
Neon pergi berkumpul dengan Ken dan Ryu kemudian masuk menerjang seluruh
monster-monster Abyss dengan menyatukan kekuatan mereka
Zraaaaaassssshhhhhhhh...........
Kekuatan mereka bertiga membunuh semua monster yang berada di jalur mereka
Neon:
Bagaimana keadaan Rex air?
Ken:
Aku tidak yakin, tapi dia bersama pengawalnya
Ryu:
Jujur saja, aku menebak jika pengawalnya sekarang ini sudah kehabisan tenaga dan hanya bisa bertahan
Neon:
Semoga mereka baik-baik saja
Ketiganya terus berjalan maju hingga melihat semburan air yang kuat berada di depan mereka
Ken:
Ryu:
Aku punya ide untuk mencari mereka
Neon:
Coba saja
Ryu:
Bagus!
Ryu:
Berpencarlah agak jauh dan taruh senjata kita disini
Neon:
Nampaknya serangan ini punya dampak berskala besar ya?
Ryu:
Tentu, aku bisa melakukannya dalam area kecil
Ryu:
Tapi untuk area besar? Entahlah
Ken:
Sialan, ada saja ide aneh darimu
Ryu:
Sudahlah, lakukan saja
Mereka bertiga pun menancapkan senjata mereka di tanah dan pergi agak jauh dari tempat senjata mereka ditancapkan
Shhhhuuuuuuuuuu........
Dari tubuh mereka keluar sinar terang dan terciptalah dinding pembatas berbentuk persegi panjang yang sangat besar dan luas
Shraaasshhhh......
Gelombang dingin dikeluarkan didalam dinding pembatas dan menghancurkan semua monster Abyss yang ada
Ryu:
’Yang Mulia bersembunyi di bawah tanah, mereka pasti sangat terpojokan oleh
monster-monster ini’
Semburan air tadi membeku, dari dalam tanah keluarlah Agi dan Nechryn
Agi:
Yang Mulia, bantuan sudah tiba, bertahanlah
Nechryn:
Agi, pergilah tanpaku
Agi:
Tidak akan Yang Mulia!
Ken, Ryu, dan Neon pun memperkecil dinding pembatasnya dengan mendekat ke Nechryn dan Agi secara perlahan
Agi:
Ryu, Ken, dan temannya sudah datang
Yang Mulia
Nechryn:
Syukurlah......
Nechryn pun hilang kesadarannya
Agi:
Beristirahatlah, anda akan sampai di tempat yang aman setelah anda bangun
Agi:
Saya berjanji
Ken:
Agi! Ayo pergi!
Agi:
Kalian, kita harus segera pergi dari tempat ini
Agi:
SECEPATNYA!!!!!
Agi berteriak sangat kencang
Ryu:
’Kalau dia sampai berteriak seperti ini, berarti akan ada sesuatu yang lebih berbahaya disini’
Ryu:
Ken, Neon, Agi. Kalian pergi dari sini!
Ryu:
Aku masih harus melakukan sesuatu!
Agi:
Apa kau tidak dengar?!
Ryu:
Urus saja dirimu dan Rex air, ini keputusanku!
Ken:
’Ryu, kenapa harus sekarang?!’
Ryu pun berlari megambil senjatanya dan meninggalkan mereka
Ryu:
Haha..saatnya menggila
Ryu:
Volund!
Ryu menyatu dengan senjatanya dan meniru wujud monster Abyss kemudian menggabungkannya dengan Heliosnya
Ken:
Ayo pergi! Dia sudah memberi kita waktu!
Agi, Ken, dan Neon pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Ryu yang menggunakan wujud monster Abyss berkekuatan es segera menghabisi sebagian besar monster yang mengarah kepada rekan-rekannya
Ryu:
’Ini dia, pertarungan yang mempertaruhkan nyawaku dan nyawa rekan-rekanku’
Ken, Neon, dan Agi berhasil pergi sampai ke titik aman. Mereka segera membawa Nechryn ke tempat perawatan para prajurit
Agi:
Cepat beri dia obat!
Agi merusuh masuk
Neon:
Ken, apa yang sebenarnya terjadi?
Ken:
Maksudnya?
Neon:
Bagaimana mungkin dua orang *Re*x bisa sampai kehabisan tenaga melawan
monster-monster ini?
Ken:
Entahlah, aku tidak tahu pasti
Neon:
Kalau begitu apa kau tahu dimana Rex lainnya?
Ken:
Rex angin dan pasir masih berada di medan pertempuran
Neon:
Pasir? Sejak kapan?
Ken:
Dia adalah mantan Rex angin
Neon:
Lalu Rex angin?
Ken:
Istrinya
Neon:
Dimana mereka?
Ken:
Kau lihat badai-badai yang mengamuk itu?
Ken menunjuk ke arah badai pasir yang sangat dahsyat di kejauhan
Neon:
Oh
Ken:
Mereka ada disana
Neon:
*Re*x api dan tanah?
Ken:
Rex api masih berada di garis paling depan, dan untuk Rex tanah, dia menghilang
Neon:
Disaat seperti ini?!
Ken:
Ya
Ken:
Tunggu sebentar Neon
Ken berjalan masuk mendekati para perawat yang mengobati Nechryn
Ken:
Permisi, gunakanlah ini untuk mengobati beliau
Ken mengambil helios airnya dan menarik keluar intinya kemudian diubah menjadi sebuah pil
Agi:
Tunggu, apa kau yakin? Ini adalah pemberian Yang Mulia
Ken:
Untuk saat ini, obat ini lah yang bisa menjauhkannya dari kematian, Agi
Agi terharu mendengarnya
Dug!
Agi mengepalkan tangannya dan menaruhnya di dadanya
Agi:
Terima kasih banyak!
Ken:
Ya
Ken pun menyerahkan pil tersebut pada Agi
Ken:
Agi, aku dan rekanku masih harus menjemput Ryu disana
Ken:
Tolong teruslah berada di sisi Yang Mulia
Agi:
Aku bersumpah untuk mengabdi padanya
Ken:
Bagus, kami pergi dulu
Agi:
Berhati-hatilah
Ken pun keluar dari ruang perawatan
Ken:
Ayo pergi
Neon:
Baik