Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Gelombang Kedua Abyss



Beberapa hari setelah kejadian di Saxa, gerbang Abyss kini berguncang lagi dan membuka penuh seluruhnya. Monster-monster yang berukuran berkali-kali lipat dari manusia biasa berkeluaran dan menyerbu daratan


”BERSIAAAAPPPP!!!!!”


Seperti biasa, seluruh Rex segera pergi menuju ke garis depan untuk mengurangi jumlah yang masuk menyerang umat manusia, namun kali ini Aiwaka tidak terlihat sama sekali.


Vassago dan Liang Wei kini bersama-sama menuju medan perang karena keduanya adalah sepasang suami istri yang memiliki kekuatan Rex. Lalu, di Tonitru, Raiden dan Azami tidak bisa lagi memakai wujud Raiden-Kogo karena didalam tubuh Raiden berisi kekuatan lain, Azami mau tidak mau harus menggunakan wujud Devanagari miliknya


Raiden:


Sara, aku serahkan kota ini padamu


Sara:


Ya, dan berjanjilah kalau kalian akan kembali dengan selamat


Azami:


Selamat ya? Tidak mungkin, kondisi terbaik yang ada hanya luka ringan


Sara:


Yang terpenting, kembalilah kemari hidup-hidup


”Kami berjanji”


Raiden, Azami, dan Sara saling berpelukan sebelum pergi ke medan perang


Sara:


’Berat rasanya jika aku kehilangan kalian’


Azami:


Baiklah, sudah saatnya


Sara:


Sampai jumpa lagi


”Ya, sampai jumpa lagi”


Raiden dan Azami pun pergi dari hadapan Sara


Sara:


’Aku akan menunggu kalian’


Seluruh prajurit di Tonitru pun segera menuju ke medan perang


Raiden:


Hei, dimana Rex es?


Neon:


Rex petir, Saat ini Yang Mulia sudah berada di garis depan


Raiden:


Oh, baik


Raiden kembali ke ruang komando


Neon:


’Itukah..Rex petir yang berhasil mengalahkan dua monster sekaligus?’


Ngiingg!


Helios milik Neon berkelap-kelip


Neon:


’Dari arah sana?’


Neon pun melihat ke arah samping peti didepannya


Neon:


’Eh? Itu adalah monster suci milik Yang Mulia’


Sebuah permata berwarna biru muda


berkelap-kelip memanggil Neon, akhirnya Ia mengambil permata tersebut


Shuuuu!


Seekor anak serigala berbulu biru tua muncul dihadapan Neon


Neon:


Hwaa....!


Neon pun menjauh, namun Devanagari milik Vigndr malah mendekati Neon


Neon:


H-hei pergilah....


Serigala itu menaiki tubuh Neon dan menatap matanya


’Rex es sedang dalam bahaya, ayo cepat’


Neon:


Eh?


Serigala itu seperti berkomunikasi dengan Neon melalui Heliosnya


Neon:


Tunggu saja sebentar lagi


’Tidak usah’


’Naiklah ke punggungku’


Devanagari tersebut langsung berubah menjadi wujud yang sedikit lebih kecil dari ukuran aslinya


’Ayo cepat’


Neon:


Ya


Neon pun menaiki Devanagari tersebut


Swush!


Devanagari tersebut melompat tinggi ke langit


Neon:


Whoaaa!!!


’Bersiaplah untuk mendarat’


Bulu-bulu Devanagari tersebut membekukan sementara kaki Neon agar tidak terjatuh


BAM!


Mereka berdua pun sampai di medan pertempuran


’Habisi monster-monster ini!’


Neon:


Baiklah, ayo serang!


Devanagari tersebut menerjang seluruh monster Abyss sambil mengeluarkan udara dingin yang membekukan segalanya yang Ia lewati, Neon pun menghancurkan semua monster Abyss yang dibekukan oleh Devanagari tersebut


’Gawat, kekuatannya semakin menipis’


Neon:


Percepat saja larinya!


’Bersiaplah’


Devanagari itu melesat lebih cepat lagi dan dalam hitungan detik saja mereka sudah sampai di tempat Vigndr berada.


Neon:


Oh tidak


Vigndr dikeroyok habis-habisan oleh monster Abyss sampai-sampai harus membuat membekukan dirinya sendiri menjadi kristal es


’Lindungi dia’


Neon pun langsung menghambur kerumunan monster-monster yang mengeroyok Vigndr


Vigndr:


’Akhirnya, bantuan tiba’


Neon langsung membuat gelombang es untuk mementalkan semua monster yang ada


BUM!


Neon:


Tolong tahan mereka!


’Aku tahu’


Devanagari tersebut langsung memakai ukuran aslinya


FSSSHHHHHH.......


Udara yang sangat dingin keluar dari Devanagari tersebut dan membekukan semua monster yang mendekat


Neon:


Yang Mulia, ayo kita pergi


Ctash!


Vigndr memecahkan kristal es yang melindunginya


Vigndr:


Maaf.....aku...kehabisan..tenaga....


Neon:


Tidak apa, ayo kita pergi


Vigndr:


Tunggu


Neon:


Ada apa Yang Mulia?


Vigndr:


Bantulah Rex air, dia berada jauh didepan sana


Neon:


Saya mengerti


Neon pun mengangkat Vigndr dan menaruhnya diatas Devanagari-nya


Neon:


Pergilah


Vigndr pun dibawa mundur dari garis depan


Neon:


’Rex air ada di depan ya?’


Neon pun langsung bergegas menuju ke tempat Nechryn berada. Sesampainya disana, Neon dikejutkan lagi dengan kehadiran dua orang rekannya yaitu Ken dan Ryu, keadaan mereka sudah di titik kewalahan. Neon pun segera pergi menjemput mereka


Neon:


Ken! Ryu! Mundurlah!


Ken:


Suara itu?


Ken lengah dan pertahanannya di bongkar oleh monster-monster


Ryu:


Sigh!


Ryu langsung pergi menghambur monster yang mengeroyok Ken


Ryu:


Ken, karena Neon sudah datang


Ryu:


Ayo jemput Yang Mulia Nechryn


Ken:


Selama kau masih kuat


Ryu:


Hmph!


Ken:


Neon! Ikut kami menjemput Rex air!


Neon:


Ya!


Neon pergi berkumpul dengan Ken dan Ryu kemudian masuk menerjang seluruh


monster-monster Abyss dengan menyatukan kekuatan mereka


Zraaaaaassssshhhhhhhh...........


Kekuatan mereka bertiga membunuh semua monster yang berada di jalur mereka


Neon:


Bagaimana keadaan Rex air?


Ken:


Aku tidak yakin, tapi dia bersama pengawalnya


Ryu:


Jujur saja, aku menebak jika pengawalnya sekarang ini sudah kehabisan tenaga dan hanya bisa bertahan


Neon:


Semoga mereka baik-baik saja


Ketiganya terus berjalan maju hingga melihat semburan air yang kuat berada di depan mereka


Ken:


Ryu:


Aku punya ide untuk mencari mereka


Neon:


Coba saja


Ryu:


Bagus!


Ryu:


Berpencarlah agak jauh dan taruh senjata kita disini


Neon:


Nampaknya serangan ini punya dampak berskala besar ya?


Ryu:


Tentu, aku bisa melakukannya dalam area kecil


Ryu:


Tapi untuk area besar? Entahlah


Ken:


Sialan, ada saja ide aneh darimu


Ryu:


Sudahlah, lakukan saja


Mereka bertiga pun menancapkan senjata mereka di tanah dan pergi agak jauh dari tempat senjata mereka ditancapkan


Shhhhuuuuuuuuuu........


Dari tubuh mereka keluar sinar terang dan terciptalah dinding pembatas berbentuk persegi panjang yang sangat besar dan luas


Shraaasshhhh......


Gelombang dingin dikeluarkan didalam dinding pembatas dan menghancurkan semua monster Abyss yang ada


Ryu:


’Yang Mulia bersembunyi di bawah tanah, mereka pasti sangat terpojokan oleh


monster-monster ini’


Semburan air tadi membeku, dari dalam tanah keluarlah Agi dan Nechryn


Agi:


Yang Mulia, bantuan sudah tiba, bertahanlah


Nechryn:


Agi, pergilah tanpaku


Agi:


Tidak akan Yang Mulia!


Ken, Ryu, dan Neon pun memperkecil dinding pembatasnya dengan mendekat ke Nechryn dan Agi secara perlahan


Agi:


Ryu, Ken, dan temannya sudah datang


Yang Mulia


Nechryn:


Syukurlah......


Nechryn pun hilang kesadarannya


Agi:


Beristirahatlah, anda akan sampai di tempat yang aman setelah anda bangun


Agi:


Saya berjanji


Ken:


Agi! Ayo pergi!


Agi:


Kalian, kita harus segera pergi dari tempat ini


Agi:


SECEPATNYA!!!!!


Agi berteriak sangat kencang


Ryu:


’Kalau dia sampai berteriak seperti ini, berarti akan ada sesuatu yang lebih berbahaya disini’


Ryu:


Ken, Neon, Agi. Kalian pergi dari sini!


Ryu:


Aku masih harus melakukan sesuatu!


Agi:


Apa kau tidak dengar?!


Ryu:


Urus saja dirimu dan Rex air, ini keputusanku!


Ken:


’Ryu, kenapa harus sekarang?!’


Ryu pun berlari megambil senjatanya dan meninggalkan mereka


Ryu:


Haha..saatnya menggila


Ryu:


Volund!


Ryu menyatu dengan senjatanya dan meniru wujud monster Abyss kemudian menggabungkannya dengan Heliosnya


Ken:


Ayo pergi! Dia sudah memberi kita waktu!


Agi, Ken, dan Neon pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Ryu yang menggunakan wujud monster Abyss berkekuatan es segera menghabisi sebagian besar monster yang mengarah kepada rekan-rekannya


Ryu:


’Ini dia, pertarungan yang mempertaruhkan nyawaku dan nyawa rekan-rekanku’


Ken, Neon, dan Agi berhasil pergi sampai ke titik aman. Mereka segera membawa Nechryn ke tempat perawatan para prajurit


Agi:


Cepat beri dia obat!


Agi merusuh masuk


Neon:


Ken, apa yang sebenarnya terjadi?


Ken:


Maksudnya?


Neon:


Bagaimana mungkin dua orang *Re*x bisa sampai kehabisan tenaga melawan


monster-monster ini?


Ken:


Entahlah, aku tidak tahu pasti


Neon:


Kalau begitu apa kau tahu dimana Rex lainnya?


Ken:


Rex angin dan pasir masih berada di medan pertempuran


Neon:


Pasir? Sejak kapan?


Ken:


Dia adalah mantan Rex angin


Neon:


Lalu Rex angin?


Ken:


Istrinya


Neon:


Dimana mereka?


Ken:


Kau lihat badai-badai yang mengamuk itu?


Ken menunjuk ke arah badai pasir yang sangat dahsyat di kejauhan


Neon:


Oh


Ken:


Mereka ada disana


Neon:


*Re*x api dan tanah?


Ken:


Rex api masih berada di garis paling depan, dan untuk Rex tanah, dia menghilang


Neon:


Disaat seperti ini?!


Ken:


Ya


Ken:


Tunggu sebentar Neon


Ken berjalan masuk mendekati para perawat yang mengobati Nechryn


Ken:


Permisi, gunakanlah ini untuk mengobati beliau


Ken mengambil helios airnya dan menarik keluar intinya kemudian diubah menjadi sebuah pil


Agi:


Tunggu, apa kau yakin? Ini adalah pemberian Yang Mulia


Ken:


Untuk saat ini, obat ini lah yang bisa menjauhkannya dari kematian, Agi


Agi terharu mendengarnya


Dug!


Agi mengepalkan tangannya dan menaruhnya di dadanya


Agi:


Terima kasih banyak!


Ken:


Ya


Ken pun menyerahkan pil tersebut pada Agi


Ken:


Agi, aku dan rekanku masih harus menjemput Ryu disana


Ken:


Tolong teruslah berada di sisi Yang Mulia


Agi:


Aku bersumpah untuk mengabdi padanya


Ken:


Bagus, kami pergi dulu


Agi:


Berhati-hatilah


Ken pun keluar dari ruang perawatan


Ken:


Ayo pergi


Neon:


Baik