Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Pertemuan dua sahabat



Di wilayah Rex api yaitu Tyga, mereka juga kedatangan sebagian prajurit dari wilayah Rex angin. Eios kala itu sedang mengatur semua strategi dan pertahanan di wilayahnya agar dapat meminimalisir korban yang berjatuhan


”Lapor, terdapat benda asing di langit!”


Eios:


Apa mereka musuh?


”Saat ini masih belum bisa dipastikan”


Eios:


Kalau begitu aku yang akan langsung menemui mereka dan memutuskannya


Eios:


Dimana mereka berada sekarang?


”Mereka kini berada tepat di pesisir”


Eios:


Aku mengerti


Eios:


Phoenix, kemarilah


Phoenix pun langsung bertengger di bahu Eios


Fwush!!!


Eios dan Phoenix berpindah langsung ke daerah pesisir


Eios:


Hoo..jadi itu yang dimaksud


Eios menarik pedang besarnya kemudian menancapkannya di pasir dengan kuat


Zrrasssshhhh!!!!


Dari pedang itu, muncullah pertanda seorang Rex di depan kapal-kapal terbang di langit. Tiba-tiba turunlah 4 orang dari kapal terbang terdepan dengan menggunakan balon udara, mereka adalah para Stellar dari wilayah Rex angin


Eios:


Nampaknya turun 4 bidadari yang cantik dan menawan dari langit


Huang Yui:


Salam, kami adalah 4 dari 5 orang yang memimpin wilayah Rex angin yaitu Viestavas


Eios:


Beritahukan tujuan kalian datang kemari


Huang Yui:


Kami datang membawa bantuan untuk membantu mempersiapkan para prajurit di berbagai wilayah


Eios:


Sayang sekali, saat ini kami sudah berkecukupan di berbagai bidang


Eios:


Dan aku tak ingin menambah beban pikiranku


Drrrtttttt......


Tanah tiba-tiba berguncang


Eios:


’Apa ini?’


”Hwaaaa!!! Awas!!!”


Terdengar suara yang tidak asing bagi Eios


Eios:


Suara itu....


Eios:


Rex tanah kah?


Eios pergi menghampiri sumber suara tadi, Ia pergi cukup jauh dari tempatnya hingga sampai di dekat sumber suara tadi. Eios menoleh ke kiri dan kanan, Ia tidak menemukan siapapun disana


Sruuggg....sruuugggg.....


Terdengar suara benda yang sedang diseret, Eios pun langsung menoleh ke belakang


”Heaaagghhhh...ayo sedikit lagi....!”


Eios:


Eh? Apa yang sedang terjadi ini???


Terlihat Celene sedang menyeret Aiwaka


Celene:


Ah, itu Rex api, syukurlah!


Eios:


Ada apa dengannya?


Celene:


Kami sedang bepergian dengan peliharaannya, namun saat kami sudah dekat, peliharaannya tersandung


Celene:


Kami terlempar ke laut


Celene:


Saat aku mencarinya, aku menemukannya dengan posisi kepala masuk ke dalam pasir


Eios:


Haa...?


Eios keheranan mendengar kisah Celene


Eios:


’Bukankah yang tadi itu suaranya?’


Eios berjalan mendekat untuk membantu Celene menyeret Aiwaka


Eios:


Biar aku yang membawanya


Celene:


Baik, terima kasih


Eios:


Kemana dia akan ditaruh?


Celene:


Taruh saja dia di atas batu itu


Eios:


Aku mengerti


Eios mengangkat Aiwaka dan menaruhnya diatas batu yang dikatakan Celene


Eios:


Sekarang apa?


Celene:


Biar aku yang melakukan sisanya


Celene berjalan maju hingga berada tepat di depan Aiwaka


Celene:


Wahai sang air, tunjukanlah kekuasaanmu


Buih-buih air terangkat ke udara, semuanya berkumpul di tangan Celene membentuk bola air. Eios sedikit terkagum dengan penguasaan air milik Celene


Celene:


Hiaaaaatttt!!!!


Sprash!!!


Celene melemparkan bola air tadi dengan sangat keras ke wajah Aiwaka, Eios terkejut bukan main dan tertawa terbahak-bahak melihatnya


Celene:


He-hei, tidak sopan!


Eios:


Bagaimana....bagaimana mungkin.....


Eios:


Aku mengira sesuatu akan terjadi


Eios:


Tetapi hanya hal konyol


Eios lanjut tertawa lagi


Bwoooshhh!!!


Eios disembur dengan arus air yang sangat kuat hingga Ia terpental


Celene:


Rasakan itu!


”U-uhh..”


Celene:


Akhirnya kau bangun


Aiwaka:


Dimana ini?


Celene:


Kita sudah sampai di Tyga


Aiwaka:


Baguslah


Eios:


Huft....


Eios:


Sebenarnya apa yang menyebabkan kalian datang kemari?


Aiwaka:


Ohh..kau kah itu sahabatku?


Eios:


Benar


Aiwaka:


Mengapa pakaianmu basah seperti itu?


Eios:


Aku terkena serangan yang sangat sakti sahabatku


Aiwaka:


Hwoa..dilihat dari dampak serangannya, pasti dirimu terkena terjangan Celene


Eios:


Tepat sekali kawan


Celene:


Hooo....kalian masih ingin mandi sepertinya


Celene menatap dingin kepada mereka berdua


Aiwaka:


Kami hanya bercanda, janganlah kau tersinggung begitu


Celene:


Hargh..masa bodoh dengan itu!


Celene kesal dan akhirnya pergi menjauh


Bukk!


Ia tertabrak Phoenix milik Eios yang sedang dalam ukuran aslinya


Celene:


.....


Fwuuhhh....


Phoenix menghembuskan nafasnya dan keringlah pakaian Celene


Celene:


Anak baik


Celene kembali berjalan entah kemana dan sang Phoenix mengikutinya


Eios:


Jadi, ada apa?


Aiwaka:


Sebenarnya, kami datang untuk mengantarkan bijih-bijih logam yang berkualitas dari wilayahku


Eios:


Ohh..dimana bijih-bijih itu? Dengan senang hati aku akan menerimanya


Aiwaka:


Uhm..sebenarnya ada di punggung kura-kura itu


Aiwaka:


Tetapi diriku tidak mengingat dimana terakhir kali Ia berada


Eios:


Begitu rupanya


Aiwaka:


?!


Aiwaka:


Aha, aku menemukannya!


Eios:


’Apa-apaan dia ini?’


Aiwaka berlari menuju ke arah dimana


kura-kuranya berada


Aiwaka:


Eios:


Hwoa....dia besar sekali


Aiwaka:


Tunggu sebentar, biar aku mengambil jatah bijih untuk wilayahmu


Aiwaka melompat ke punggung kura-kura tersebut dan mengangkat salah satu kantong raksasa, kemudian Ia lemparkan ke pantai


Eios:


Yang ini? Baiklah


Eios mengangkat kantong besar tersebut dan Aiwaka turun dari punggung sang kura-kura


Aiwaka:


Sanggupkah dirimu membawanya?


Eios:


Tenang saja, ini bukan apa-apa


Aiwaka:


Diriku harus mencari Celene terlebih dahulu untuk melanjutkan perjalanan


Eios:


Memangnya kalian akan kemana setelah ini?


Aiwaka:


Dilihat dari peta ini, harusnya kami akan pergi ke wilayah Rex air yaitu Korapolas


Eios membayangkan wilayah Korapolas yang dimana tempat tersebut adalah kota dibawah laut


Eios:


Jika kau akan mengantarkan jatah milik mereka, lemparkan saja ke kantongnya ke laut setelah sampai disana


Aiwaka:


Hm? Mengapa demikian?


Eios:


Karena mereka tinggal dibawah laut


Aiwaka:


Masuk akal


Wuunngggg.....


Sebuah benda kecil melesat ke arah mereka berdua


Eios:


Tch!


Aiwaka:


Biar diriku yang menahannya


Aiwaka menginjak pasir dan langsung tercipta dinding tebal dari pasir, benda yang melesat itu pun menabrak dinding pasir tersebut


Aiwaka:


Eh? Permata ini sama seperti milik ku


Eios:


Benar, apa mungkin ini milik Rex lain?


Aiwaka:


Mungkin, menurutku ini milik Rex air


Aiwaka:


Dia terjatuh di pantai


Eios:


Mungkin ada benarnya, mari kita coba


Aiwaka:


Baik


Aiwaka melempar permata tadi ke laut


BRAAAASSSSHHHHHH!!!!!!


Seekor Hydra raksasa muncul dari lautan, sang kura-kura melambai beberapa kali ke arah Hydra tersebut


Aiwaka:


Benar, ini milik Rex air


Aiwaka:


Berarti diriku tak perlu bersusah payah mengantarkannya langsung


”Hoooiiii!!!”


Terdengar suara Celene dari kejauhan


Aiwaka:


Ayo kita hampiri dia


Eios:


Ya


Aiwaka, Eios, serta kedua Devanagari tadi menuju ke arah suara Celene


Aiwaka:


Ada apa Celene?


Celene:


Nampaknya temanmu meninggalkan tamunya disini


Aiwaka:


Tamu?


Eios:


Ya ampun, aku lupa tentang mereka


Eios menghadap kembali para Stellar


Eios:


Aku menarik kata-kataku, kalian kubutuhkan untuk mengurus ini


”............”


Para Stellar terdiam mendengarnya


Eios:


Apa? Bukankah tadi kalian yang menawarkan bantuan?


Aiwaka:


Sahabatku, nampaknya dirimu akan menghadapi masalah


Eios:


Apa maksudmu?


Aiwaka berbisik pada Eios


Eios:


Ahh..begitukah.....


Aiwaka:


Ya, mau bagaimana lagi


Eios:


Merepotkan


Huang Yui:


’Dia ini seorang Rex atau apa?!’


Huang Yui:


’Bahkan A-Wei saja tak pernah seperti ini’


Eios:


Aku mengerti


Aiwaka:


Baguslah


Aiwaka:


Aku pamit pergi dulu kawanku, masih ada yang harus kuantarkan


Eios:


Tunggu, jika kau harus mengantar ini ke wilayah Rex angin juga


Eios:


Berikan saja pada mereka


Huang Yui:


’Nah, lihatlah kelakuannya sekarang’


Aiwaka:


Ohh..mereka dari wilayah Rex angin?


Eios:


Ya, beritahu aku mana bijih milik mereka


Eios:


Akan langsung kusuruh mereka mengantarnya


Aiwaka:


Bagus! Ambil saja yang manapun


Eios:


Aku mengerti!


Eios melepas kantong yang Ia bawa dan pergi mengambil kantong raksasa lainnya dari punggung kura-kuranya Aiwaka


Eios:


Yosh, yang ini


Ia mengangkatnya dan langsung menaruhnya disalah satu kapal terbang


Bumm!


Kapal terbang tadi langsung berguncang kuat


Eios:


Selesai!


Eios pun kembali ke pantai


Aiwaka:


Terima kasih sahabatku


Eios:


Bukan masalah


Aiwaka dan Celene kembali melanjutkan perjalanan mereka


Eios:


Sekarang kalian bisa kembali pulang


Eiko:


Nona Yui, izinkan aku memberi pelajaran pada orang ini


Hera:


Aku juga Nona Yui


Suan:


Aku mendukung mereka


Huang Yui:


Teman-teman, kita tidak boleh terbawa emosi


Huang Yui:


Ingatlah tujuan kita datang kemari


Eiko:


Hmph..baiklah


Eios:


Kalian mendengarnya kan?


Eios:


Hush..Hush..pergilah


Eios berjalan meninggalkan mereka sambil mengangkat kantong raksasa yang Ia bawa


Dhuakk!!


Eios terjatuh dan kantong yang Ia bawa jatuh menimpanya


Prok Prok Prok!


Suara tepuk tangan dari arah para Stellar


Hera:


Hebat!


Suan:


Bidikan anda luar biasa


Eiko:


Benar, dia pantas menerimanya


Ternyata Yui menembak Eios dengan busur berkekuatan Rex angin yang diberikan padanya hingga terjatuh ke pasir


Bwoosshh.....


Eios menghilang bersama dengan kantong yang Ia bawa


Suan:


Dia menghilang!


Huang Yui:


Tenanglah, mungkin itu hanya tipuan


”Benar, kalian tertipu”


Eios berada di belakang mereka dengan seikat tali dan wajah yang kesal


”KYAAAA!!!!!”