
Neon dan Ken segera kembali ke tempat dimana terakhir kali mereka meninggalkan Ryu, terdapat banyak sekali jejak-jejak es yang ditinggalkan olehnya. Neon dan Ken pun mengikuti jejak-jejak tersebut sampai mereka berdua berada di dekat tumpukan-tumpukan mayat monster-monster Abyss yang terlihat membeku dan masih segar kematiannya
Ken:
Ryu tidak jauh dari sini
Swoooosshhh!!!!!
Terlihat serangan Eios berada tidak jauh dari mereka berdua
Neon:
Itu Rex api
Mereka berdua pun menghampiri Eios
Ken:
Rex api!
Eios:
Huh?
Eios terkejut saat melihat mereka berdua
Eios:
Apa? Ada manusia yang bertempur sampai disini?
Ken:
Tidak, kami mencari teman kami
Eios:
Kalian punya Helios berelemen es ya? Berarti teman kalian adalah monster yang disana itu
Eios menunjuk ke arah seekor monster Abyss yang tergeletak di atas tanah
Ken:
Benar!
Eios:
Cepat bawa dia pergi dari sini
Ken:
Baik, terima kasih banyak
Ken dan Neon langsung menghampiri Ryu
Neon:
Ayo cepat bawa dia
Neon berusaha mengangkat tangannya, namun Ryu malah melepaskan pegangan mereka
Neon:
Ryu?
Ryu menggeleng-gelengkan kepalanya
Neon:
Kenapa???
Ryu memperlihatkan tubuhnya yang
terus-menerus hancur
Ken:
Apa yang terjadi padamu?!
Ryu menulis ditanah
”Aku memakai kekuatan terlarang, tidak ada jalan kembali untuk ku. Ini adalah bayaran yang setimpal untuk kekuatan yang kuat”
Ryu melepas heliosnya dan memberikannya pada Ken
Fssshhhhhh.......
Tubuh Ryu pun lenyap menjadi abu sepenuhnya
Ken:
Selamat tinggal kawan
Neon:
Kalau begitu apa yang akan kita lakukan sekarang?
Ken:
Kita harus mencari Fosfor
Neon:
Fosfor? Wanita pemanah yang suka menyendiri itu?
Ken:
Ya
Neon:
Untuk apa???
Ken:
Neon, seorang rekan kita yang satu angkatan sudah gugur
Ken:
Karena itu ada baiknya untuk tidak kehilangan rekan kita lagi
Neon:
Ahh..baiklah
Ken:
Ayo pergi
Ken dan Neon segera pergi menuju ke arah badai yang sangat kuat, tempat dimana sepasang suami-istri yang mempunyai kekuatan Rex, yaitu Liang Wei dan Vassago
Ken:
’Sialan kau Abyss, membuat salah satu sahabatku gugur di medan perang’
Ken menggenggam erat helios Ryu yang berada di tangan kanannya
Shrrrssshhhh.....
Heliosnya menyatu dengan tangan kanan Ken dan mengubah seluruh tangannya menjadi es yang sangat dingin dan keras
Ken:
’Tekad mu akan terus hidup’
Beberapa lama mereka berjalan, sampailah mereka di dekat badai pasir yang mengerikan
Neon:
Apa kita bisa menerobos masuk?
Ken:
Hmph!
Dari sisi kiri Ken tercipta perisai besar yang terbuat dari energi es milik Ken
Ken:
Ayo masuk
Ken dan Neon pun menerobos masuk kedalam. Mereka berdua melihat didalam badai tersebut terdapat satu pasukan penuh yang dipimpin oleh Fosfor dan tepat diatas mereka ada
Liang Wei dan juga Vassago yang mengendalikan badai pasir tersebut
Bukk!
Seekor monster menabrak perisai es milik Ken
Ctash!
Monster tersebut langsung terpecah menjadi serpihan es
Neon:
’Memangnya kita akan melakukan apa setelah bertemu Fosfor?’
Neon dan Ken berjalan masuk ke pusaran badai
Liang Wei:
Kita kedatangan tamu
Vassago:
Dari arah?
Liang Wei:
Kiri
Vassago:
Aku akan mengurusnya
Vassago pergi menemui Ken dan Neon
Vassago:
Siapa kalian?
Ken:
Kami adalah kapten pasukan Rex es
Vassago:
Lalu tujuan kalian?
Ken:
Kami harus membawa salah satu rekan kami untuk melakukan penerobosan di barisan depan
Vassago:
’Penerobosan ya? Aku tidak yakin dengannya’
Vassago:
Maaf, untuk saat ini, melakukan penerobosan terlalu berbahaya
Ken:
Kalau begitu biarkan kami bertemu dengannya
Vassago:
Silahkan
Vassago kembali ke Liang Wei
Liang Wei:
Bagaimana?
Vassago:
Dua orang kapten dari pasukan Rex es ingin bertemu rekannya
Liang Wei:
Ohh....
Liang Wei:
Ngomong-ngomong, kita harus bergerak maju dengan badai ini
Vassago:
Tunggu para prajurit terlebih dahulu
Liang Wei:
Baiklah
Vassago menoleh ke arah Ken dan Neon yang berjalan menuju ke arah Fosfor
Ken:
Fosfor
Fosfor:
Hm?
Fosfor menoleh dengan ekspresi yang sangat datar
Ken:
Rex es dan air sekarang ini sudah kehabisan tenaga mereka, aku tidak menyarankan kalian untuk pergi lebih jauh dari ini
Fosfor:
Akan kupertimbangkan
Ken:
Satu lagi, kita kehilangan Ryu
Fosfor:
Oh??
Fosfor terkejut
Fosfor:
Apa??
Ken:
Ya, Ryu mati dalam pertarungan
Ken:
Heliosnya ada bersamaku
Ken memperlihatkan tangan kanannya
Fosfor:
Ti-tidak mungkin....!
Fosfor tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
Fosfor:
’Helios hanya bisa dilepas jika penggunanya kehilangan tekadnya dan juga karena kematian’
Fosfor:
Sigh! Baiklah!
Raut wajah Fosfor terlihat murung
Ken:
Kami berdua akan pergi menerobos lebih jauh lagi, sampai jumpa
Fosfor:
Ya, berhati-hatilah
Ken:
Ayo Neon
Ken dan Neon pergi
Neon:
Ken, apa Fosfor punya hubungan dengan Ryu?
Neon:
Raut wajahnya yang datar berubah saat mendengar kematian Ryu
Ken:
Mereka adalah sepasang sahabat dari kecil, jauh sebelum mengenal kita
Neon:
Ohh....
Ken berhenti berjalan
Ken:
Neon, ada hal yang ingin kupastikan lagi
Neon:
Apa?
Ken:
Kau yakin ingin menerobos lagi lebih jauh?
Neon:
Aku selalu yakin dengan pilihanku
Ken:
Hm..
Ken lanjut berjalan keluar, Ia langsung pergi menghabisi monster-monster Abyss yang Ia temui. Setiap pukulannya membuat monster yang Ia pukul menjadi serbuk es, rasa kehilangan membuat hatinya dingin seperti es dan memperkuat tekadnya untuk menghancurkan Abyss.
Di kapal terbang Tonitru, Vigndr berada dalam kondisi sekarat, inti Rex miliknya semakin menguras daya hidupnya, Vigndr merasakan sakit yang luar biasa setiap detiknya. Hal ini membuat seisi kapal menjadi panik dan segera berusaha sekuat mungkin untuk membuat Vigndr tetap bertahan hidup
Vigndr:
Aaaaaggggghhhhhh!!!!!!!
”Cepat serahkan semua helios yang ada!!!”
Para perawat pun terpaksa mengambil semua helios yang ada untuk menghilangkan rasa sakit dari inti Rex tersebut. Devanagari milik Vigndr sangat tersiksa melihat tuannya kesakitan, Ia pun terpikirkan untuk mencabut inti Rex Vigndr sementara waktu
’Minggir, biar aku yang mengobatinya’
Seluruh perawat pun segera menyingkir dari hadapan Devanagari nya Vigndr
Krgh! Shrak!
Inti Rex Vigndr ditarik keluar oleh Devanagari tersebut, Vigndr pun terbebas dari rasa sakit yang luar biasa tersebut
Vigndr:
In..ti....
’Apa?’
Vigndr:
Inti..itu...memanggil....tuannya..yang...baru.....
’Tuan yang baru?’
’Apa mungkin terjadi pergantian Rex?’
Vigndr:
Ya....
Vigndr:
Orang itu....mempunyai......
Vigndr:
Dua helios es bersamanya....
Setelah Vigndr memberi petunjuk Rex es yang akan menggantikannya, Ia pun pingsan tak sadarkan diri
’Hm, baiklah, aku akan mencari orang itu’
Inti Rex nya pun dilahap oleh Devanagari tersebut untuk sementara waktu
’Kalian, jagalah dia selagi aku berada di medan perang’
”Baik!”
Devanagari tersebut segera menuju ke medan perang untuk mencari pengganti Vigndr. Beruntungnya, Devanagari itu berada tidak jauh dari Raiden dan Azami berada
Azami:
Rin, lihat itu
Azami menunjuk ke arah Devanagari Vigndr yang berlari kencang
Raiden:
Hm?
Azami:
Sepertinya terjadi sesuatu
Raiden:
Menyusutlah Azami
Azami:
Baik!
Azami pun berubah menjadi rubah kecil, Raiden segera menggendongnya dan pergi mengejar Devanagari Vigndr tersebut
Azami:
Hoi....!
’Hm? Kalian ya?’
Azami:
Apa yang terjadi? Kenapa kau tergesa-gesa?
’Ada hal gawat, terjadi penggantian Rex mendadak’
Azami:
Lalu?
’Bantu aku mencari orang itu’
Azami:
Bagaimana wujudnya?
’Tidak tahu, tetapi dia mempunyai dua helios berelemen es’
Azami:
Baik, kami akan membantumu
Azami pun mencakar-cakar tangan Raiden
Raiden:
Jadi bagaimana?
Azami:
Terjadi pergantian Rex es
Azami:
Saat ini orang itu tidak diketahui siapa
Azami:
Tapi hal yang pasti adalah, orang itu mempunyai dua helios berelemen es
Raiden:
Dimengerti, pasang matamu baik-baik Azami
Azami:
Tenang saja
Raiden melesat dari Tonitru dan pergi mencari ke wilayah Viestavas. Raiden terus meningkatkan kecepatannya hingga menjadi sebuah butiran kecil yang melesat di udara
Raiden:
Sudah merasakan sesuatu Azami?
Azami:
Sayang sekali belum
Raiden:
Baiklah, berarti tidak ada di wilayah ini
Raiden melesat lagi menuju ke Korapolas
Raiden:
Disini?
Azami:
Tidak juga
Raiden melesat lagi ke Saxa
Raiden:
Ini yang terakhir
Azami:
Tidak ada
Raiden:
Berarti dia berada di medan tempur
Azami:
Mungkin saja
Raiden pun melesat ke medan pertempuran, Mereka pergi menuju ke dekat badai yang diciptakan oleh Liang Wei dan Vassago
Raiden:
Disini?
Azami:
Tidak, hanya ada jejaknya
Raiden:
Jejaknya mengarah kemana?
Azami:
Jauh didepan
Raiden:
Tepatnya dimana?
Azami:
Entahlah
Raiden:
Huft...
Raiden melesat ke tengah medan pertempuran. Beberapa saat kemudian, Azami pun merasakan keberadaan yang kuat di tengah medan tempur
Azami:
Rin, dia ada di dekat sini
Raiden:
Apa? Kamu yakin dia disini?
Azami:
Ya
BAAAAMMMMMM!!!!!
Tanah berlubang cukup besar dengan diikuti oleh aura yang dingin
Azami:
Tidak salah lagi, itu dia
Terlihat Ken berada di tengah-tengah lubang tersebut sedang mengeluarkan udara dingin dari tangan kanannya
Raiden:
Baiklah
Raiden mengubah kembali wujud mereka berdua menjadi normal
Raiden:
Bersiaplah Azami
Azami:
Tentu!
Azami berubah menjadi wujud rubah berukuran besar
Bum!
Raiden dan Azami mendarat didekat Ken berada
Ken:
Salam Rex petir
Raiden:
Kau ikut dengan kami
Ken:
Maaf, aku tidak bisa sekarang
Ken:
Aku masih harus terus maju dan menghabisi monster-monster ini
Raiden:
Tapi Rex es sedang membutuhkanmu
Ken:
Aku perlu waktu yang sangat lama agar bisa sampai ke sana
Azami:
Konyol, kau nampaknya tidak tahu sedang berbicara dengan siapa
Azami:
Dia bisa membawamu pergi dan kembali ke sini hanya dalam waktu yang singkat
Ken:
Apa itu benar?
Raiden:
Benar
Ken:
Kalau begitu mohon bantuannya
Raiden:
Pegang ini
Raiden memberikan Helios petir kepada Ken
Raiden:
Helios ini bisa menambah kecepatanmu hingga setara dengan kecepatan petir
Ken:
Baik, aku pergi dulu
Ken menciptakan sebuah tombak dan menancapkannya ke tanah kemudian diberikannya jejak petir pada tombaknya dengan helios yang diberikan oleh Raiden
Bzzt!
Ken pun menghilang dari hadapan mereka berdua
Azami:
Auranya tidak biasa Rin
Raiden:
Hm?
Azami:
Kamu melihat tangan kanannya?
Raiden:
Ya, kenapa?
Azami:
Tangannya adalah perwujudan dari hatinya
Raiden:
Lalu? Tangan kirinya adalah perwujudan apa?
Azami:
Mana aku tahu
Raiden:
Hmm....
Azami:
Sudah, lupakan saja
Azami:
Sekarang kita harus membantu mengurangi jumlah monster yang ada
Raiden:
Mudah saja
Raiden menyentuh tanah dan mengalirkan kekuatan Devanagari logam dan kristal
Krak!!!
Dari dalam tanah keluar duri-duri kristal dan logam yang sangat tajam yang dimana bila tersentuh oleh kulit maka akan langsung robek
Raiden:
Nah, sekarang tinggal melenyapkan paksa mereka
Raiden mengalirkan kekuatan petirnya pada duri-duri tersebut
BZZZZTTTTTTTT!!!!!!!!!
Tersetrum lah seluruh monster yang berada cukup jauh dari mereka dan mati karena jatuh diatas duri-duri tersebut
Puff!
Azami kembali ke wujud manusianya
Azami:
Apa? Hanya itu saja yang bisa kamu gunakan?
Raiden:
Fuhh..kekuatan kristal dan logam ini tidak terlalu bisa kugunakan
Azami:
Lalu mengapa kamu mengambilnya?
Raiden:
Tidak apa, sebentar lagi aku akan mengubahnya menjadi zirahku
Raiden:
Dan tentu saja kamu menjadi pedangnya Azami
Azami:
Hmph..diintinya kamu hanya ingin menyimpan dan mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin kan?
Raiden:
Ya, bahasa sederhananya seperti itu
Azami:
Huft..kekuatan Suna pun hampir kamu ambil
Raiden:
Suna....ya....?
Raiden langsung murung mengingatnya lagi
Raiden:
Dulu wajahnya sangat ceria dan polos
Raiden:
Namun, saat aku melihatnya lagi saat itu
Raiden:
Raut wajah ceria dan polosnya menghilang
Raiden:
Hanya ada tatapan yang tajam dan serius pada wajahnya
Azami:
Hehh..kamu benar
Azami:
Aku juga merindukan dia
Raiden:
Hee? Tahu apa kamu tentang rasa rindu Azami?
Azami:
Oh?
Azami:
Hanya karena kamu ibu angkatnya, bukan berarti hanya kamu yang bisa merindukannya Rin
Raiden:
Ya..karena aku punya hak sebagai ibu angkatnya
Azami:
Lalu aku ini tidak punya hak?
Azami:
Jangan konyol Rin
Azami:
Klanku dan leluhurmu itu masih punya hubungan darah walaupun sangat sedikit
Raiden:
Hoo? Apa buktinya?
Azami:
Lihat saja pupil mata ku
Azami:
Di pupil mata kananku terdapat simbol petir yang berada di perutmu
Raiden:
Hmph..aku tidak akan tertipu
Azami:
Nampaknya aku harus membuktikannya
Azami menempelkan dahinya ke Raiden
Azami:
Kamu bilang kalau kekuatanku tidak bisa bercampur dengan Devanagari itu kan?
Azami:
Lihatlah ini
Azami menyatu dengan Raiden dan memakai wujud Raiden-Kogo, kekuatan Devanagari logam dan kristal terpindah ke tangan kanan dan kirinya Raiden
Azami:
Haha..lihat?
Raiden:
Ya ya, sekarang cepat kembali sebelum musuh menyerang lagi
Azami mengambil separuh kekuatan kristal dan logam yang ada pada Raiden secara diam-diam kemudian melepaskan diri dari Raiden
Azami:
Aku menang kali in-
Bwush!
Munculah gelombang api yang cukup dahsyat menerpa mereka, Azami menahannya dan menyerapnya untuk dialirkan kedalam tanah
Azami:
Rex api berada dekat dengan kita Rin
Raiden:
Ehh..iya juga, kita keasyikan mengobrol
Azami:
Tapi tenang saja, jumlah monsternya sudah berkurang sangat banyak sekali
Tap! Tap! Tap! Tap!
Eios datang menghampiri mereka
Eios:
Astaga, ternyata kalian ya?
Azami:
Lihat? Rex api pun bisa berbicara dengan santai kepada kita
Eios:
Huh? Apa?
Azami:
Bukan apa-apa, kami hanya berbicara tentang jumlah monster-monster ini
Eios:
Ohh..sebagian besar sudah dilenyapkan
Azami:
Ya, kami cukup terlambat sampai di medan pertempuran
Eios:
Bukan masalah
Raiden:
Tunggu dulu, dimana Rex batu?
Eios:
Ahh..dia pergi mengasingkan dirinya
Raiden:
Disaat seperti ini??
Eios:
Tenang saja, dia akan kembali
Srek Srek Srek
Dari atas tanah tiba-tiba muncul tulisan
”Segera pergi dari sana!!!”
Eios:
Nah lihat, dia langsung memberi kita peringatan untuk segera pergi dari sini
Azami:
Ap-
Bwooosshhhh.....
Mereka bertiga langsung berpindah ke wilayah Tyga
Eios:
Hampir saja
Eios dipenuhi oleh luka-luka, separuh tubuhnya hancur total dan kembali secara perlahan
Raiden:
Apa yang terjadi barusan?!
Eios:
Abyss membuat gelombang ledakan yang bertubi-tubi ditempat kita tadi
Azami:
Gawat, tombak miliknya pasti sudah hancur
Eios:
Tombak? Maksudmu yang ini?
Eios mengambil sebuah tombak dari punggungnya
Azami:
Eh?! Sejak kapan?!
Eios:
Maaf, aku terbiasa melakukannya
Bzzttt!
Ken muncul dengan memegang tombaknya yang dipegang oleh Eios
Azami:
Dia datang
Eios:
Ha?
Eios menoleh kebelakang
Ken:
Salam
BWOOOOOSSSSSSHHHHHHH!!!!!!!!
Eios langsung mengeluarkan gelombang yang sangat kuat, namun beruntung Ken langsung membelah gelombangnya dengan perisai Es miliknya
Eios:
Ah, maaf untuk itu
Ken:
Tidak, aku lah yang harus minta maaf karena mengejutkanmu
Eios:
Baik, kita sama-sama meminta maaf
Ken:
Ya
Raiden:
Jadi bagaimana?
Ken:
Inti Rex nya sudah ada padaku
Ken:
Saat ini aku menggantikan Rex es dan air untuk sementara waktu
Raiden:
Dua Rex sekaligus?!
Ken:
Ya
Eios:
Eh? Apa yang terjadi pada mereka berdua?
Ken:
Ini karena tekadku yang melebihi tekad Rex es, sampai-sampai inti Rex es memilihku
Ken:
Lalu inti Rex air mengalami hal yang serupa karena helios ku yang diminumkan pada Rex air membuat pertukaran paksa
Eios:
Ya ampun, serangan Abyss kali ini sepertinya mengacaukan segalanya ya
Ken:
Ya
Eios:
Lupakan, sekarang masalahnya adalah bagaimana kita harus menghentikan perang ini
Ken:
Tidak lama lagi Lord of Light akan datang
Ken:
Setidaknya itu yang kedua inti Rex ini katakan padaku
Eios:
Dia akan datang sebentar lagi ya?
Raiden:
Berarti ledakan bertubi-tubi itu adalah pertanda kedatangan *Re*x dari Abyss bukan?
Eios:
Sepertinya begitu
Azami:
Kuharap para prajurit tidak berada terlalu dekat dengan ledakan-ledakan itu
Ken:
Jangan pikirkan para prajurit, kita harus menuntaskan permasalahan ini hingga selesai
Eios:
Ya tentu saja
Eios:
Ngomong-ngomong, apa kau sudah menguasai kekuatan kedua Rex itu?
Ken:
Tidak, tapi selama ada kekuatan, maka teknik apapun bisa kuciptakan dengan sesukaku
Eios:
Bagus! Itu namanya semangat!
Eios:
Dan juga, aku turut berduka atas rekanmu
Ken:
Terima kasih, tapi kata berduka itu tidak berlaku diantara kami
Ken:
Mati adalah mati karena itulah titik akhir perjuangan kami
Eios:
Baiklah, ayo kita pergi
Eios:
Berpeganganlah pada bahuku
Puk! Puk!
Azami dan Ken memegang kedua bahu Eios
Puk!
Eios:
...........
Raiden memegang rambut Eios
Eios:
Berjanjilah untuk tidak menarik rambutku
Raiden:
Tenang saja
Eios:
Baiklah, kita berangkat!
Bwooooossshhhh!!!!!
Mereka berempat berubah menjadi kobaran api yang menuju ke arah medan perang