Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Pergantian Rex



Neon dan Ken segera kembali ke tempat dimana terakhir kali mereka meninggalkan Ryu, terdapat banyak sekali jejak-jejak es yang ditinggalkan olehnya. Neon dan Ken pun mengikuti jejak-jejak tersebut sampai mereka berdua berada di dekat tumpukan-tumpukan mayat monster-monster Abyss yang terlihat membeku dan masih segar kematiannya


Ken:


Ryu tidak jauh dari sini


Swoooosshhh!!!!!


Terlihat serangan Eios berada tidak jauh dari mereka berdua


Neon:


Itu Rex api


Mereka berdua pun menghampiri Eios


Ken:


Rex api!


Eios:


Huh?


Eios terkejut saat melihat mereka berdua


Eios:


Apa? Ada manusia yang bertempur sampai disini?


Ken:


Tidak, kami mencari teman kami


Eios:


Kalian punya Helios berelemen es ya? Berarti teman kalian adalah monster yang disana itu


Eios menunjuk ke arah seekor monster Abyss yang tergeletak di atas tanah


Ken:


Benar!


Eios:


Cepat bawa dia pergi dari sini


Ken:


Baik, terima kasih banyak


Ken dan Neon langsung menghampiri Ryu


Neon:


Ayo cepat bawa dia


Neon berusaha mengangkat tangannya, namun Ryu malah melepaskan pegangan mereka


Neon:


Ryu?


Ryu menggeleng-gelengkan kepalanya


Neon:


Kenapa???


Ryu memperlihatkan tubuhnya yang


terus-menerus hancur


Ken:


Apa yang terjadi padamu?!


Ryu menulis ditanah


”Aku memakai kekuatan terlarang, tidak ada jalan kembali untuk ku. Ini adalah bayaran yang setimpal untuk kekuatan yang kuat”


Ryu melepas heliosnya dan memberikannya pada Ken


Fssshhhhhh.......


Tubuh Ryu pun lenyap menjadi abu sepenuhnya


Ken:


Selamat tinggal kawan


Neon:


Kalau begitu apa yang akan kita lakukan sekarang?


Ken:


Kita harus mencari Fosfor


Neon:


Fosfor? Wanita pemanah yang suka menyendiri itu?


Ken:


Ya


Neon:


Untuk apa???


Ken:


Neon, seorang rekan kita yang satu angkatan sudah gugur


Ken:


Karena itu ada baiknya untuk tidak kehilangan rekan kita lagi


Neon:


Ahh..baiklah


Ken:


Ayo pergi


Ken dan Neon segera pergi menuju ke arah badai yang sangat kuat, tempat dimana sepasang suami-istri yang mempunyai kekuatan Rex, yaitu Liang Wei dan Vassago


Ken:


’Sialan kau Abyss, membuat salah satu sahabatku gugur di medan perang’


Ken menggenggam erat helios Ryu yang berada di tangan kanannya


Shrrrssshhhh.....


Heliosnya menyatu dengan tangan kanan Ken dan mengubah seluruh tangannya menjadi es yang sangat dingin dan keras


Ken:


’Tekad mu akan terus hidup’


Beberapa lama mereka berjalan, sampailah mereka di dekat badai pasir yang mengerikan


Neon:


Apa kita bisa menerobos masuk?


Ken:


Hmph!


Dari sisi kiri Ken tercipta perisai besar yang terbuat dari energi es milik Ken


Ken:


Ayo masuk


Ken dan Neon pun menerobos masuk kedalam. Mereka berdua melihat didalam badai tersebut terdapat satu pasukan penuh yang dipimpin oleh Fosfor dan tepat diatas mereka ada


Liang Wei dan juga Vassago yang mengendalikan badai pasir tersebut


Bukk!


Seekor monster menabrak perisai es milik Ken


Ctash!


Monster tersebut langsung terpecah menjadi serpihan es


Neon:


’Memangnya kita akan melakukan apa setelah bertemu Fosfor?’


Neon dan Ken berjalan masuk ke pusaran badai


Liang Wei:


Kita kedatangan tamu


Vassago:


Dari arah?


Liang Wei:


Kiri


Vassago:


Aku akan mengurusnya


Vassago pergi menemui Ken dan Neon


Vassago:


Siapa kalian?


Ken:


Kami adalah kapten pasukan Rex es


Vassago:


Lalu tujuan kalian?


Ken:


Kami harus membawa salah satu rekan kami untuk melakukan penerobosan di barisan depan


Vassago:


’Penerobosan ya? Aku tidak yakin dengannya’


Vassago:


Maaf, untuk saat ini, melakukan penerobosan terlalu berbahaya


Ken:


Kalau begitu biarkan kami bertemu dengannya


Vassago:


Silahkan


Vassago kembali ke Liang Wei


Liang Wei:


Bagaimana?


Vassago:


Dua orang kapten dari pasukan Rex es ingin bertemu rekannya


Liang Wei:


Ohh....


Liang Wei:


Ngomong-ngomong, kita harus bergerak maju dengan badai ini


Vassago:


Tunggu para prajurit terlebih dahulu


Liang Wei:


Baiklah


Vassago menoleh ke arah Ken dan Neon yang berjalan menuju ke arah Fosfor


Ken:


Fosfor


Fosfor:


Hm?


Fosfor menoleh dengan ekspresi yang sangat datar


Ken:


Rex es dan air sekarang ini sudah kehabisan tenaga mereka, aku tidak menyarankan kalian untuk pergi lebih jauh dari ini


Fosfor:


Akan kupertimbangkan


Ken:


Satu lagi, kita kehilangan Ryu


Fosfor:


Oh??


Fosfor terkejut


Fosfor:


Apa??


Ken:


Ya, Ryu mati dalam pertarungan


Ken:


Heliosnya ada bersamaku


Ken memperlihatkan tangan kanannya


Fosfor:


Ti-tidak mungkin....!


Fosfor tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


Fosfor:


’Helios hanya bisa dilepas jika penggunanya kehilangan tekadnya dan juga karena kematian’


Fosfor:


Sigh! Baiklah!


Raut wajah Fosfor terlihat murung


Ken:


Kami berdua akan pergi menerobos lebih jauh lagi, sampai jumpa


Fosfor:


Ya, berhati-hatilah


Ken:


Ayo Neon


Ken dan Neon pergi


Neon:


Ken, apa Fosfor punya hubungan dengan Ryu?


Neon:


Raut wajahnya yang datar berubah saat mendengar kematian Ryu


Ken:


Mereka adalah sepasang sahabat dari kecil, jauh sebelum mengenal kita


Neon:


Ohh....


Ken berhenti berjalan


Ken:


Neon, ada hal yang ingin kupastikan lagi


Neon:


Apa?


Ken:


Kau yakin ingin menerobos lagi lebih jauh?


Neon:


Aku selalu yakin dengan pilihanku


Ken:


Hm..


Ken lanjut berjalan keluar, Ia langsung pergi menghabisi monster-monster Abyss yang Ia temui. Setiap pukulannya membuat monster yang Ia pukul menjadi serbuk es, rasa kehilangan membuat hatinya dingin seperti es dan memperkuat tekadnya untuk menghancurkan Abyss.


Di kapal terbang Tonitru, Vigndr berada dalam kondisi sekarat, inti Rex miliknya semakin menguras daya hidupnya, Vigndr merasakan sakit yang luar biasa setiap detiknya. Hal ini membuat seisi kapal menjadi panik dan segera berusaha sekuat mungkin untuk membuat Vigndr tetap bertahan hidup


Vigndr:


Aaaaaggggghhhhhh!!!!!!!


”Cepat serahkan semua helios yang ada!!!”


Para perawat pun terpaksa mengambil semua helios yang ada untuk menghilangkan rasa sakit dari inti Rex tersebut. Devanagari milik Vigndr sangat tersiksa melihat tuannya kesakitan, Ia pun terpikirkan untuk mencabut inti Rex Vigndr sementara waktu


’Minggir, biar aku yang mengobatinya’


Seluruh perawat pun segera menyingkir dari hadapan Devanagari nya Vigndr


Krgh! Shrak!


Inti Rex Vigndr ditarik keluar oleh Devanagari tersebut, Vigndr pun terbebas dari rasa sakit yang luar biasa tersebut


Vigndr:


In..ti....


’Apa?’


Vigndr:


Inti..itu...memanggil....tuannya..yang...baru.....


’Tuan yang baru?’


’Apa mungkin terjadi pergantian Rex?’


Vigndr:


Ya....


Vigndr:


Orang itu....mempunyai......


Vigndr:


Dua helios es bersamanya....


Setelah Vigndr memberi petunjuk Rex es yang akan menggantikannya, Ia pun pingsan tak sadarkan diri


’Hm, baiklah, aku akan mencari orang itu’


Inti Rex nya pun dilahap oleh Devanagari tersebut untuk sementara waktu


’Kalian, jagalah dia selagi aku berada di medan perang’


”Baik!”


Devanagari tersebut segera menuju ke medan perang untuk mencari pengganti Vigndr. Beruntungnya, Devanagari itu berada tidak jauh dari Raiden dan Azami berada


Azami:


Rin, lihat itu


Azami menunjuk ke arah Devanagari Vigndr yang berlari kencang


Raiden:


Hm?


Azami:


Sepertinya terjadi sesuatu


Raiden:


Menyusutlah Azami


Azami:


Baik!


Azami pun berubah menjadi rubah kecil, Raiden segera menggendongnya dan pergi mengejar Devanagari Vigndr tersebut


Azami:


Hoi....!


’Hm? Kalian ya?’


Azami:


Apa yang terjadi? Kenapa kau tergesa-gesa?


’Ada hal gawat, terjadi penggantian Rex mendadak’


Azami:


Lalu?


’Bantu aku mencari orang itu’


Azami:


Bagaimana wujudnya?


’Tidak tahu, tetapi dia mempunyai dua helios berelemen es’


Azami:


Baik, kami akan membantumu


Azami pun mencakar-cakar tangan Raiden


Raiden:


Jadi bagaimana?


Azami:


Terjadi pergantian Rex es


Azami:


Saat ini orang itu tidak diketahui siapa


Azami:


Tapi hal yang pasti adalah, orang itu mempunyai dua helios berelemen es


Raiden:


Dimengerti, pasang matamu baik-baik Azami


Azami:


Tenang saja


Raiden melesat dari Tonitru dan pergi mencari ke wilayah Viestavas. Raiden terus meningkatkan kecepatannya hingga menjadi sebuah butiran kecil yang melesat di udara


Raiden:


Sudah merasakan sesuatu Azami?


Azami:


Sayang sekali belum


Raiden:


Baiklah, berarti tidak ada di wilayah ini


Raiden melesat lagi menuju ke Korapolas


Raiden:


Disini?


Azami:


Tidak juga


Raiden melesat lagi ke Saxa


Raiden:


Ini yang terakhir


Azami:


Tidak ada


Raiden:


Berarti dia berada di medan tempur


Azami:


Mungkin saja


Raiden pun melesat ke medan pertempuran, Mereka pergi menuju ke dekat badai yang diciptakan oleh Liang Wei dan Vassago


Raiden:


Disini?


Azami:


Tidak, hanya ada jejaknya


Raiden:


Jejaknya mengarah kemana?


Azami:


Jauh didepan


Raiden:


Tepatnya dimana?


Azami:


Entahlah


Raiden:


Huft...


Raiden melesat ke tengah medan pertempuran. Beberapa saat kemudian, Azami pun merasakan keberadaan yang kuat di tengah medan tempur


Azami:


Rin, dia ada di dekat sini


Raiden:


Apa? Kamu yakin dia disini?


Azami:


Ya


BAAAAMMMMMM!!!!!


Tanah berlubang cukup besar dengan diikuti oleh aura yang dingin


Azami:


Tidak salah lagi, itu dia


Terlihat Ken berada di tengah-tengah lubang tersebut sedang mengeluarkan udara dingin dari tangan kanannya


Raiden:


Baiklah


Raiden mengubah kembali wujud mereka berdua menjadi normal


Raiden:


Bersiaplah Azami


Azami:


Tentu!


Azami berubah menjadi wujud rubah berukuran besar


Bum!


Raiden dan Azami mendarat didekat Ken berada


Ken:


Salam Rex petir


Raiden:


Kau ikut dengan kami


Ken:


Maaf, aku tidak bisa sekarang


Ken:


Aku masih harus terus maju dan menghabisi monster-monster ini


Raiden:


Tapi Rex es sedang membutuhkanmu


Ken:


Aku perlu waktu yang sangat lama agar bisa sampai ke sana


Azami:


Konyol, kau nampaknya tidak tahu sedang berbicara dengan siapa


Azami:


Dia bisa membawamu pergi dan kembali ke sini hanya dalam waktu yang singkat


Ken:


Apa itu benar?


Raiden:


Benar


Ken:


Kalau begitu mohon bantuannya


Raiden:


Pegang ini


Raiden memberikan Helios petir kepada Ken


Raiden:


Helios ini bisa menambah kecepatanmu hingga setara dengan kecepatan petir


Ken:


Baik, aku pergi dulu


Ken menciptakan sebuah tombak dan menancapkannya ke tanah kemudian diberikannya jejak petir pada tombaknya dengan helios yang diberikan oleh Raiden


Bzzt!


Ken pun menghilang dari hadapan mereka berdua


Azami:


Auranya tidak biasa Rin


Raiden:


Hm?


Azami:


Kamu melihat tangan kanannya?


Raiden:


Ya, kenapa?


Azami:


Tangannya adalah perwujudan dari hatinya


Raiden:


Lalu? Tangan kirinya adalah perwujudan apa?


Azami:


Mana aku tahu


Raiden:


Hmm....


Azami:


Sudah, lupakan saja


Azami:


Sekarang kita harus membantu mengurangi jumlah monster yang ada


Raiden:


Mudah saja


Raiden menyentuh tanah dan mengalirkan kekuatan Devanagari logam dan kristal


Krak!!!


Dari dalam tanah keluar duri-duri kristal dan logam yang sangat tajam yang dimana bila tersentuh oleh kulit maka akan langsung robek


Raiden:


Nah, sekarang tinggal melenyapkan paksa mereka


Raiden mengalirkan kekuatan petirnya pada duri-duri tersebut


BZZZZTTTTTTTT!!!!!!!!!


Tersetrum lah seluruh monster yang berada cukup jauh dari mereka dan mati karena jatuh diatas duri-duri tersebut


Puff!


Azami kembali ke wujud manusianya


Azami:


Apa? Hanya itu saja yang bisa kamu gunakan?


Raiden:


Fuhh..kekuatan kristal dan logam ini tidak terlalu bisa kugunakan


Azami:


Lalu mengapa kamu mengambilnya?


Raiden:


Tidak apa, sebentar lagi aku akan mengubahnya menjadi zirahku


Raiden:


Dan tentu saja kamu menjadi pedangnya Azami


Azami:


Hmph..diintinya kamu hanya ingin menyimpan dan mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin kan?


Raiden:


Ya, bahasa sederhananya seperti itu


Azami:


Huft..kekuatan Suna pun hampir kamu ambil


Raiden:


Suna....ya....?


Raiden langsung murung mengingatnya lagi


Raiden:


Dulu wajahnya sangat ceria dan polos


Raiden:


Namun, saat aku melihatnya lagi saat itu


Raiden:


Raut wajah ceria dan polosnya menghilang


Raiden:


Hanya ada tatapan yang tajam dan serius pada wajahnya


Azami:


Hehh..kamu benar


Azami:


Aku juga merindukan dia


Raiden:


Hee? Tahu apa kamu tentang rasa rindu Azami?


Azami:


Oh?


Azami:


Hanya karena kamu ibu angkatnya, bukan berarti hanya kamu yang bisa merindukannya Rin


Raiden:


Ya..karena aku punya hak sebagai ibu angkatnya


Azami:


Lalu aku ini tidak punya hak?


Azami:


Jangan konyol Rin


Azami:


Klanku dan leluhurmu itu masih punya hubungan darah walaupun sangat sedikit


Raiden:


Hoo? Apa buktinya?


Azami:


Lihat saja pupil mata ku


Azami:


Di pupil mata kananku terdapat simbol petir yang berada di perutmu


Raiden:


Hmph..aku tidak akan tertipu


Azami:


Nampaknya aku harus membuktikannya


Azami menempelkan dahinya ke Raiden


Azami:


Kamu bilang kalau kekuatanku tidak bisa bercampur dengan Devanagari itu kan?


Azami:


Lihatlah ini


Azami menyatu dengan Raiden dan memakai wujud Raiden-Kogo, kekuatan Devanagari logam dan kristal terpindah ke tangan kanan dan kirinya Raiden


Azami:


Haha..lihat?


Raiden:


Ya ya, sekarang cepat kembali sebelum musuh menyerang lagi


Azami mengambil separuh kekuatan kristal dan logam yang ada pada Raiden secara diam-diam kemudian melepaskan diri dari Raiden


Azami:


Aku menang kali in-


Bwush!


Munculah gelombang api yang cukup dahsyat menerpa mereka, Azami menahannya dan menyerapnya untuk dialirkan kedalam tanah


Azami:


Rex api berada dekat dengan kita Rin


Raiden:


Ehh..iya juga, kita keasyikan mengobrol


Azami:


Tapi tenang saja, jumlah monsternya sudah berkurang sangat banyak sekali


Tap! Tap! Tap! Tap!


Eios datang menghampiri mereka


Eios:


Astaga, ternyata kalian ya?


Azami:


Lihat? Rex api pun bisa berbicara dengan santai kepada kita


Eios:


Huh? Apa?


Azami:


Bukan apa-apa, kami hanya berbicara tentang jumlah monster-monster ini


Eios:


Ohh..sebagian besar sudah dilenyapkan


Azami:


Ya, kami cukup terlambat sampai di medan pertempuran


Eios:


Bukan masalah


Raiden:


Tunggu dulu, dimana Rex batu?


Eios:


Ahh..dia pergi mengasingkan dirinya


Raiden:


Disaat seperti ini??


Eios:


Tenang saja, dia akan kembali


Srek Srek Srek


Dari atas tanah tiba-tiba muncul tulisan


”Segera pergi dari sana!!!”


Eios:


Nah lihat, dia langsung memberi kita peringatan untuk segera pergi dari sini


Azami:


Ap-


Bwooosshhhh.....


Mereka bertiga langsung berpindah ke wilayah Tyga


Eios:


Hampir saja


Eios dipenuhi oleh luka-luka, separuh tubuhnya hancur total dan kembali secara perlahan


Raiden:


Apa yang terjadi barusan?!


Eios:


Abyss membuat gelombang ledakan yang bertubi-tubi ditempat kita tadi


Azami:


Gawat, tombak miliknya pasti sudah hancur


Eios:


Tombak? Maksudmu yang ini?


Eios mengambil sebuah tombak dari punggungnya


Azami:


Eh?! Sejak kapan?!


Eios:


Maaf, aku terbiasa melakukannya


Bzzttt!


Ken muncul dengan memegang tombaknya yang dipegang oleh Eios


Azami:


Dia datang


Eios:


Ha?


Eios menoleh kebelakang


Ken:


Salam


BWOOOOOSSSSSSHHHHHHH!!!!!!!!


Eios langsung mengeluarkan gelombang yang sangat kuat, namun beruntung Ken langsung membelah gelombangnya dengan perisai Es miliknya


Eios:


Ah, maaf untuk itu


Ken:


Tidak, aku lah yang harus minta maaf karena mengejutkanmu


Eios:


Baik, kita sama-sama meminta maaf


Ken:


Ya


Raiden:


Jadi bagaimana?


Ken:


Inti Rex nya sudah ada padaku


Ken:


Saat ini aku menggantikan Rex es dan air untuk sementara waktu


Raiden:


Dua Rex sekaligus?!


Ken:


Ya


Eios:


Eh? Apa yang terjadi pada mereka berdua?


Ken:


Ini karena tekadku yang melebihi tekad Rex es, sampai-sampai inti Rex es memilihku


Ken:


Lalu inti Rex air mengalami hal yang serupa karena helios ku yang diminumkan pada Rex air membuat pertukaran paksa


Eios:


Ya ampun, serangan Abyss kali ini sepertinya mengacaukan segalanya ya


Ken:


Ya


Eios:


Lupakan, sekarang masalahnya adalah bagaimana kita harus menghentikan perang ini


Ken:


Tidak lama lagi Lord of Light akan datang


Ken:


Setidaknya itu yang kedua inti Rex ini katakan padaku


Eios:


Dia akan datang sebentar lagi ya?


Raiden:


Berarti ledakan bertubi-tubi itu adalah pertanda kedatangan *Re*x dari Abyss bukan?


Eios:


Sepertinya begitu


Azami:


Kuharap para prajurit tidak berada terlalu dekat dengan ledakan-ledakan itu


Ken:


Jangan pikirkan para prajurit, kita harus menuntaskan permasalahan ini hingga selesai


Eios:


Ya tentu saja


Eios:


Ngomong-ngomong, apa kau sudah menguasai kekuatan kedua Rex itu?


Ken:


Tidak, tapi selama ada kekuatan, maka teknik apapun bisa kuciptakan dengan sesukaku


Eios:


Bagus! Itu namanya semangat!


Eios:


Dan juga, aku turut berduka atas rekanmu


Ken:


Terima kasih, tapi kata berduka itu tidak berlaku diantara kami


Ken:


Mati adalah mati karena itulah titik akhir perjuangan kami


Eios:


Baiklah, ayo kita pergi


Eios:


Berpeganganlah pada bahuku


Puk! Puk!


Azami dan Ken memegang kedua bahu Eios


Puk!


Eios:


...........


Raiden memegang rambut Eios


Eios:


Berjanjilah untuk tidak menarik rambutku


Raiden:


Tenang saja


Eios:


Baiklah, kita berangkat!


Bwooooossshhhh!!!!!


Mereka berempat berubah menjadi kobaran api yang menuju ke arah medan perang