
Para raksasa terus-terusan dipukul mundur hingga perbatasan Abyss, para pasukan diperintah oleh Vassago agar mundur dari pertempuran. Tubuh Aiwaka menggila dan terus menerjang masuk ke dalam diikuti oleh para golem yang menyerang para raksasa
Vassago:
’Luar biasa! Dia bahkan sudah mengalahkan ratusan raksasa dalam waktu yang singkat’
Vassago menggunakan kekuatannya untuk membuat pasir-pasir beterbangan di udara
Fosfor:
’Apa yang Rex pasir coba lakukan?’
Pasir-pasir tersebut kini sudah menjadi ombak yang tinggi dan mulai menyelimuti wilayah Abyss
GGRRRTTTTT......
Pergerakan para raksasa terhambat oleh ombak pasir Vassago yang mencengkram mereka, alhasil Aiwaka menggabungkan kekuatan tanahnya dengan pasir Vassago untuk mengunci total pergerakan para raksasa
THAMP! THAMP! THAMP!
Dengan mudahnya tubuh para raksasa tersebut hancur akibat dihantam oleh tubuh Aiwaka. Dari dalam gerbang Abyss, sepasang mata mengawasi berjalannya pertempuran
Dain:
’Tidak kusangka akan menjadi seperti ini’
Dain:
Bersatulah
KKKRRRKKKKK!!!!!
Seluruh raksasa serta kepingan-kepingannya berkumpul menjadi satu
Aiwaka:
’Apa lagi kali ini?’
GGGRRRAAAAAAAA!!!!!
Suara raksasa tersebut menggelegar ke seluruh penjuru, hal ini membuat Liang Wei, Raiden, Azami, Eios, Sara, Vigndr, Nechryn, Eli, serta para manusia menjadi terkejut. Langit menjadi gelap gulita dan udara menjadi dingin serta mencekam
Liang Wei:
’Suara apa itu barusan?’
Liang Wei segera pergi keluar dari kamar dan pergi ke pos penjaga
Vigndr:
Kau sudah bangun
Di pos penjaga, Vigndr serta Nechryn sudah bersiap-siap untuk bertempur lagi
Liang Wei:
Inti Rex kalian sudah kembali?
Nechryn:
Manusia itu.....
Nechryn:
Tubuhnya lenyap menjadi abu dan hanya menyisakan inti Rex saja
Vigndr:
Ayolah, kita tidak punya waktu untuk membahasnya
Vigndr:
Ayo pergi
Nechryn & Liang Wei:
Ya!
”Oi, jangan lupa denganku”
Eios datang dengan zirah perang milik Eli
Eios:
Aku juga akan kesana
”Pergi saja sendiri”
Eios langsung ditolak mentah-mentah oleh mereka bertiga
Eios:
’Jalan kaki lagi’
Eios berlari meninggalkan pos prajurit,
Liang Wei menggunakan kekuatan anginnya untuk membawa Vigndr serta Nechryn pergi ke tempat pertempuran. Dari balik ruangan, terdapat Eli yang menatapi kepergian Eios serta tiga Rex lainnya
Eli:
’Berhati-hatilah’
Di sisi lain, di tempat Vassago serta para pasukan berada, mereka panik dengan keberadaan raksasa yang berada di hadapan mereka
Vassago:
SEMUANYA MUNDUR!!!
Para pasukan serta Devanagari pergi menjauh secepat mungkin dan meninggalkan wilayah Abyss
Aiwaka:
’Pikirnya hanya dia yang bisa melakukannya’
Aiwaka menyatukan seluruh golem dan tubuhnya untuk menunjukan kesiapannya dalam beradu kekuatan dengan raksasa tersebut
Seluruh pasukan melihat ke arah golem raksasa milik Aiwaka
Vassago:
MUNDUR!!!
Vassago tetap memaksa mereka untuk mundur
Fosfor:
Ayo mundur!
Para pasukan pun kembali menjauh dari wilayah Abyss, namun Vassago tetap berada di sana untuk membantu Aiwaka melawan raksasa tersebut
GRRAAA!
Sebuah tinjuan dilayangkan oleh si raksasa
BUM!
Aiwaka memilih untuk beradu tinju dengannya
KRRKKK!!!
Tangan golem milik Aiwaka hancur dan terkikis perlahan-lahan
Aiwaka:
’Sial, dia tidak bisa disentuh’
Aiwaka pun memotong lengan golem yang terkena korosi akibat bersentuhan langsung dengan raksasa tersebut
Vassago:
’Dia tidak akan menang kalau begini’
Vassago mendekati golem tersebut dan mengalirkan kekuatannya untuk memperbaiki tangan golem dan memperkuatnya
GRAAA!!!
Sebuah tinju dilayangkan kembali oleh sang raksasa ke arah kepala golem
BRAKKK!
Kepala golem pun hancur karena tidak sempat menghindar
Aiwaka:
’Argh!’
Aiwaka menciptakan ulang kepala golem tersebut dan melayangkan satu pukulan dengan tangan kiri ke wajah sang raksasa
BAMM!!!
Sang raksasa pun terkena pukulannya dan membuatnya termundur beberapa langkah
KRAKKK!!
Tangan sang golem dipotong lagi, namun sang raksasa terlihat seperti tidak menerima serangan
Vassago:
’Jika raksasa itu menyerang titik lumpuh golem, habislah sudah semuanya’
Belum selesai Aiwaka memulihkan lengan sang golem, raksasa tersebut sudah menyerang lagi dengan tinjunya
FFSSSHHHH.....
Vassago membuat perisai pasir untuk menahan tinju sang raksasa
Dain:
’Nampaknya masih terlalu mudah’
Dain:
Mengamuklah
Dain memberikan raksasa tersebut kegesitan agar pergerakannya semakin cepat
GRAAAA!!!!
Sang raksasa mengubah bentuk tangannya menjadi bilah dan menyerang sang golem
THUMP!!!
Perut sang golem tertusuk
BRAKKK!!!
Sang raksasa membelah perut hingga bahu kiri sang golem
Vassago:
’I-ini mustahil untuk dilawan’
Golem ditebas lagi di bagian bahu kanannya
GRRRAAAA!!!!
Belum selesai dengan tebasan di bahu kanan, kini tubuh sang golem dibelah oleh sang raksasa
Aiwaka:
’Habislah sudah’
Sang golem hancur sepenuhnya akibat terkena korosi dari sang raksasa
Dain:
Hmm....