Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Keganasan Abyss



Para raksasa terus-terusan dipukul mundur hingga perbatasan Abyss, para pasukan diperintah oleh Vassago agar mundur dari pertempuran. Tubuh Aiwaka menggila dan terus menerjang masuk ke dalam diikuti oleh para golem yang menyerang para raksasa


Vassago:


’Luar biasa! Dia bahkan sudah mengalahkan ratusan raksasa dalam waktu yang singkat’


Vassago menggunakan kekuatannya untuk membuat pasir-pasir beterbangan di udara


Fosfor:


’Apa yang Rex pasir coba lakukan?’


Pasir-pasir tersebut kini sudah menjadi ombak yang tinggi dan mulai menyelimuti wilayah Abyss


GGRRRTTTTT......


Pergerakan para raksasa terhambat oleh ombak pasir Vassago yang mencengkram mereka, alhasil Aiwaka menggabungkan kekuatan tanahnya dengan pasir Vassago untuk mengunci total pergerakan para raksasa


THAMP! THAMP! THAMP!


Dengan mudahnya tubuh para raksasa tersebut hancur akibat dihantam oleh tubuh Aiwaka. Dari dalam gerbang Abyss, sepasang mata mengawasi berjalannya pertempuran


Dain:


’Tidak kusangka akan menjadi seperti ini’


Dain:


Bersatulah


KKKRRRKKKKK!!!!!


Seluruh raksasa serta kepingan-kepingannya berkumpul menjadi satu


Aiwaka:


’Apa lagi kali ini?’


GGGRRRAAAAAAAA!!!!!


Suara raksasa tersebut menggelegar ke seluruh penjuru, hal ini membuat Liang Wei, Raiden, Azami, Eios, Sara, Vigndr, Nechryn, Eli, serta para manusia menjadi terkejut. Langit menjadi gelap gulita dan udara menjadi dingin serta mencekam


Liang Wei:


’Suara apa itu barusan?’


Liang Wei segera pergi keluar dari kamar dan pergi ke pos penjaga


Vigndr:


Kau sudah bangun


Di pos penjaga, Vigndr serta Nechryn sudah bersiap-siap untuk bertempur lagi


Liang Wei:


Inti Rex kalian sudah kembali?


Nechryn:


Manusia itu.....


Nechryn:


Tubuhnya lenyap menjadi abu dan hanya menyisakan inti Rex saja


Vigndr:


Ayolah, kita tidak punya waktu untuk membahasnya


Vigndr:


Ayo pergi


Nechryn & Liang Wei:


Ya!


”Oi, jangan lupa denganku”


Eios datang dengan zirah perang milik Eli


Eios:


Aku juga akan kesana


”Pergi saja sendiri”


Eios langsung ditolak mentah-mentah oleh mereka bertiga


Eios:


’Jalan kaki lagi’


Eios berlari meninggalkan pos prajurit,


Liang Wei menggunakan kekuatan anginnya untuk membawa Vigndr serta Nechryn pergi ke tempat pertempuran. Dari balik ruangan, terdapat Eli yang menatapi kepergian Eios serta tiga Rex lainnya


Eli:


’Berhati-hatilah’


Di sisi lain, di tempat Vassago serta para pasukan berada, mereka panik dengan keberadaan raksasa yang berada di hadapan mereka


Vassago:


SEMUANYA MUNDUR!!!


Para pasukan serta Devanagari pergi menjauh secepat mungkin dan meninggalkan wilayah Abyss


Aiwaka:


’Pikirnya hanya dia yang bisa melakukannya’


Aiwaka menyatukan seluruh golem dan tubuhnya untuk menunjukan kesiapannya dalam beradu kekuatan dengan raksasa tersebut


Seluruh pasukan melihat ke arah golem raksasa milik Aiwaka


Vassago:


MUNDUR!!!


Vassago tetap memaksa mereka untuk mundur


Fosfor:


Ayo mundur!


Para pasukan pun kembali menjauh dari wilayah Abyss, namun Vassago tetap berada di sana untuk membantu Aiwaka melawan raksasa tersebut


GRRAAA!


Sebuah tinjuan dilayangkan oleh si raksasa


BUM!


Aiwaka memilih untuk beradu tinju dengannya


KRRKKK!!!


Tangan golem milik Aiwaka hancur dan terkikis perlahan-lahan


Aiwaka:


’Sial, dia tidak bisa disentuh’


Aiwaka pun memotong lengan golem yang terkena korosi akibat bersentuhan langsung dengan raksasa tersebut


Vassago:


’Dia tidak akan menang kalau begini’


Vassago mendekati golem tersebut dan mengalirkan kekuatannya untuk memperbaiki tangan golem dan memperkuatnya


GRAAA!!!


Sebuah tinju dilayangkan kembali oleh sang raksasa ke arah kepala golem


BRAKKK!


Kepala golem pun hancur karena tidak sempat menghindar


Aiwaka:


’Argh!’


Aiwaka menciptakan ulang kepala golem tersebut dan melayangkan satu pukulan dengan tangan kiri ke wajah sang raksasa


BAMM!!!


Sang raksasa pun terkena pukulannya dan membuatnya termundur beberapa langkah


KRAKKK!!


Tangan sang golem dipotong lagi, namun sang raksasa terlihat seperti tidak menerima serangan


Vassago:


’Jika raksasa itu menyerang titik lumpuh golem, habislah sudah semuanya’


Belum selesai Aiwaka memulihkan lengan sang golem, raksasa tersebut sudah menyerang lagi dengan tinjunya


FFSSSHHHH.....


Vassago membuat perisai pasir untuk menahan tinju sang raksasa


Dain:


’Nampaknya masih terlalu mudah’


Dain:


Mengamuklah


Dain memberikan raksasa tersebut kegesitan agar pergerakannya semakin cepat


GRAAAA!!!!


Sang raksasa mengubah bentuk tangannya menjadi bilah dan menyerang sang golem


THUMP!!!


Perut sang golem tertusuk


BRAKKK!!!


Sang raksasa membelah perut hingga bahu kiri sang golem


Vassago:


’I-ini mustahil untuk dilawan’


Golem ditebas lagi di bagian bahu kanannya


GRRRAAAA!!!!


Belum selesai dengan tebasan di bahu kanan, kini tubuh sang golem dibelah oleh sang raksasa


Aiwaka:


’Habislah sudah’


Sang golem hancur sepenuhnya akibat terkena korosi dari sang raksasa


Dain:


Hmm....