Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Pertemuan Api dan Petir



Di pagi hari di wilayah Tonitru, Raiden membongkar-bongkar barang milik mendiang Ibunya, Ia membuat semuanya menjadi berantakan saat mencoba memakai seluruh barang-barang tersebut, mulai dari pakaian hingga perhiasan


Raiden:


Huft..semuanya tidak cocok


Raiden lanjut membongkar lagi


Bakk!


Sebuah kotak kayu terjatuh


Raiden:


Kotak apa ini


Raiden mengambil kotak tersebut dan membukanya


Raiden:


Ahh..ini kan kacamata milik Ibu dulu


Raiden mengingat kembali saat dimana Ibunya memakai kacamata


Raiden:


’Menakutkan’


Raiden:


’Dia bagaikan peramal saat memakai kacamata ini, bahkan dia tahu apa yang kupikirkan’


Raiden:


’Apa benar.....’


Raiden memakai kacamatanya


Raiden:


Saatnya untuk mencari korban!


Raiden keluar dari kamarnya dan menyelinap mencari Sara di dapur


Fssshhhh.....


Terdengar suara seseorang memasak


Raiden:


’Sempurna!’


Raiden mengintip kedalam dan menatap ke arah Sara langsung


Raiden:


’Sayur-sayuran’


Raiden mengedipkan matanya beberapa kali


Raiden:


’Daging’


Raiden:


’Ya ampun, tidak ada yang menarik’


Raiden pergi mencari Castella di dekat pohon besar, Ia mengintip Castella yang sedang termenung


Raiden:


’Bintang di langit malam?’


Raiden:


’Apa mungkin pikirannya selalu kosong’


Raiden:


’Aku harus mencobanya’


Raiden berjalan menghampiri Castella


Raiden:


Suna!


Castella:


Ah, Ib-


Castella terkejut melihat Raiden


Castella:


Dirimu terlihat berbeda hari ini, tapi aku tidak yakin apa itu


Raiden:


Benarkah?


Raiden mengedipkan matanya beberapa kali untuk melihat ke pikiran Castella


Raiden:


’Ohh..aku melihatnya!’


Raiden melihat gambaran dirinya di pikiran Castella


Raiden:


’Seperti itukah diriku yang kamu bayangkan, Suna?’


Castella melihat Raiden sebagai seorang wanita yang anggun dan mempesona


Castella:


Aku menyerah memikirkannya


Raiden:


Diriku tidak ada yang berbeda kan?


Castella:


Aku tidak yakin dengan itu Ibu


Raiden:


’Astagaaa....dia sangat lugu’


Puk...


Raiden:


Hyaa!!


JDARR!!


Petir menyambar saat Raiden terkejut


Azami:


Kamu terkejut karena kedatanganku Rin?


Raiden berbalik


Raiden:


Azami! Kau selalu mengagetkanku!


Azami:


He? Kacamata apa itu?


Raiden:


Ha-hanya kacamata biasa


Raiden mengedipkan lagi matanya


Raiden:


’Kucing?!’


Raiden:


’Dia menganggapku sebagai seekor kucing?!’


Azami:


Apa benar itu hanya kacamata biasa?


Azami melepas kacamata tersebut dari Raiden


dan langsung mencobanya


Azami:


Haa....kamu berbohong Rin


Castella:


’Sebenarnya apa yang mereka bahas ini?’


Raiden:


Kembalikan, dasar rubah nakal


Azami:


Tidak akan~


Azami:


Ini adalah kacamata Ibumu kan? Kacamata ini dapat melihat pikiran seseorang


Azami:


Dia pernah memberitahuku dulu


Azami:


dan....


Azami:


Kamu membayangkanku sebagai seekor rubah


Raiden:


Itu tidak penting, kamu juga melihatku sebagai seekor kucing!


Azami:


Benar, kucing yang menggemaskan


Raiden:


Kalau begitu si kucing ini akan berkelahi dengan seekor rubah


Azami:


Coba saja


Raiden dan Azami mulai bertarung


Castella:


He-hei, kalian jangan berkelahi!


Srugg!


Castella menahan Raiden dan Azami dengan menjerat mereka berdua ke dalam tanah. Kacamata yang dikenakan Azami terjatuh


Castella:


Hah?


Castella mengambilnya


Castella:


Apa ini?


Castella memakai kacamata tersebut


Raiden:


Su-suna, berikan itu pada Ibu


Azami:


Jangan dengarkan dia, berikan padaku


Castella menatap ke arah mereka berdua


Castella:


........


Seketika wajah Castella menjadi datar


Castella:


Yang satu melihatku sebagai anak kecil dan yang satunya melihatku sebagai anak yang polos


Castella:


Apa-apaan ini


Raiden:


Su-suna, itu milik Ibuku


Castella:


Kenapa nenek memiliki benda seperti ini?


Castella melepas kacamatanya dan memasangkannya pada Raiden


Azami:


Sebenarnya dulu Ibunya memakainya untuk mengawasi dia


Castella:


Kenapa?


Azami:


Karena dulu Ibumu suka terbang ke langit dengan menjadi kilatan listrik kemudian terjun bebas


Castella:


Bukankah itu menyenangkan?


Azami:


Tidak jika wajahmu yang duluan mencium tanah


Raiden:


Itu hanya masa laluku


Azami:


Berarti itu kenyataan kan?


Raiden:


Suna, lepaskan Ibu


Castella:


Untuk apa?


Raiden:


Ibu harus memberi Bibimu pelajaran


Castella:


Tidak akan


Raiden:


Hei....


Raiden mencoba meraih Castella dengan gelombang petirnya


Zhiingg....


Gelombang petir milik Raiden tak dapat menyentuh Castella


Azami:


Eh?


Raiden:


Castella:


Entahlah, perisai ini tercipta saat aku sedang tidak memikirkan apa-apa


Castella:


Perisai ini juga mampu membuat benda apapun tidak dapat menyentuhku


Azami:


Masuk akal


Raiden:


Apa kamu yang mengajarinya Azami?


Azami menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia tidak mengajari Castella sedikitpun


Azami:


Itu mungkin kekuatannya yang mulai bangkit


Raiden:


Benarkah itu Suna?


Castella:


Sepertinya begitu


Castella:


Lihatlah


Castella mengangkat keluar Azami dan Raiden dari dalam tanah tanpa menyentuh mereka sedikitpun


Raiden:


’Di-dia mengangkat kami tanpa kekuatan sedikitpun?!’


Raiden:


Azami.....


Azami:


Kekuatan ini mampu memerintahkan sesuatu yang dia lihat


Castella:


Ya, aku bahkan bisa mengangkat benda-benda yang cukup besar tanpa perlu menghabiskan tenaga


Raiden:


Apa mungkin kekuatannya sudah mencapai tahap selanjutnya?


Azami:


Benar, kekuatannya sudah berkembang


Raiden menatap ke arah Castea


Raiden:


Suna, manfaatkanlah kekuatan itu sebaik mungkin


Castella:


Sudah pasti Ibu


Sreeettt.....


Gerbang perpindahan milik Azami muncul dihadapan mereka bertiga


Arumi:


Aku datang membawa tamu


Castella:


Aru-sor! Kau darimana saja?


Eios:


Aru-sor? Adikmu?


Arumi:


Tidak, bukan


Eios:


Ja-


Raiden:


Kau adalah Rex api kan?


Eios:


Benar, salam kenal


Raiden:


Salam kenal juga


Eios:


Maaf sebelumnya, tetapi dimana Lord of Light?


Arumi:


Bukankah aku sudah memberitahukannya?


Eios:


Kau sudah memberitahukannya, tapi dimana dia?


Raiden:


Dia sedang berada di hadapanmu


Eios:


Maksudmu wanita disebelahmu?


Azami:


Huh?


Arumi:


Bukan, dia ada di sana


Arumi mengarah ke Castella


Eios:


Ah..maafkan aku


Raiden:


Hei Azami


Raiden berbisik ke Azami


Azami:


Apa?


Raiden:


Lihat ini


Raiden berbagi kacamatanya dengan Azami dan mengarahkannya ke Arumi


Azami:


Hwaa..benarkah itu?


Raiden:


Diam diam saja


Keduanya tertawa kecil, Arumi pun langsung menatap heran ke Raiden dan Azami, Namun Arumi tidak memperdulikannya


Arumi:


Eios, Rex petir mempunyai sebuah rencana yang dimana Ia ingin menjauhkan penduduk dari bahaya Abyss


Eios:


Benarkah itu?


Raiden:


Ahh..iya benar


Eios:


Beritahu saja langsung


Raiden:


Singkat saja, aku ingin membuat pulau yang melayang di udara, dan untuk itu aku memerlukan pasukanmu sebagai penjaganya


Eios:


Aku tidak keberatan, tetapi untuk melakukan itu, diperlukan kekuatan Rex tanah dan angin


Raiden:


Benar, aku berniat mengumpulkan para Rex terlebih dahulu


Eios:


Aku sudah bertemu dengan Rex tanah dan Rex kehidupan


Azami:


Kehidupan?


Arumi:


Itu aku


Raiden & Azami:


Haa?!


Castella:


Ibu, Bibi Azami, kekuatan Rex itu bisa saja diciptakan dengan mudah jika kita memahaminya


Raiden:


Be-benarkah?


Castella:


Benar, aku merasakan ada seseorang yang sudah berhasil membuat inti Rex yang baru


Arumi:


Saya sudah bertemu dengannya dan dia lah yang memberikan saya kekuatan Rex ini


Castella:


Lalu, dimana dia Aru-sor?


Arumi:


Saxa, wilayah Rex tanah, kediaman guru anda


Castella:


Ahh..Aiwa-san, bagaimana kabarnya?


Arumi:


Saat ini wilayah Saxa baru saja diserang oleh pasukan Abyss


Castella:


Abyss katamu?


Arumi:


Kami sudah berhasil meredakan bahayanya untuk sementara waktu


Azami:


Rin, kegelapan Abyss sudah mulai memasuki daratan serta perairan, bersiaplah


Raiden:


Tenanglah, pohon ini terhubung langsung dengan daratan ini serta diriku


Castella:


Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?


Arumi:


Kita harus menjemput Rex lainnya yaitu Rex air, angin, dan es


Raiden:


Es? Elemen apa itu?


Arumi:


Itu adalah elemen yang dimana air dan angin dingin bersatu, elemen itu mirip dengan elemen tanah


Raiden:


Menarik


Arumi:


Kalian bersiap-siaplah, kita harus mengunjungi wilayah Rex angin


Raiden:


Sekarang?


Arumi:


Benar


Azami:


Aku akan tinggal disini


Arumi:


Maaf Azami, kekuatanmu diperlukan untuk ini


Azami:


Ahh..baiklah


Arumi:


Aku akan membawa Eios berkeliling terlebih dahulu, kita berangkat saat matahari berada di tepat arah timur laut


Raiden:


Dimengerti


Arumi:


Sampai jumpa lagi


Eios melambaikan tangannya dan keduanya langsung menghilang dari hadapan mereka bertiga


Raiden:


Suna, ayo bers-


Raiden melihat Castella yang sedang memejam matanya


Azami:


Rin, kita bersiap-siap saja


Raiden:


Ya


Keduanya langsung pergi ke kediaman Raiden dengan cara mereka masing-masing dan meninggalkan Castella sendirian


Castella:


Dain, aku akan menghancurkan seluruh pasukan dan kekuatan Abyss kali ini


Castella:


Bersiaplah menghadapi murka-Ku