Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Castella



Dahulu kala saat Manusia masih menguasai


ke-5 elemen alam, kegelapan Abyss meletus hingga ke dunia manusia. Selama 1400 tahun lamanya Abyss menguasai dunia manusia, muncullah 6 orang Rex yang menekan penuh kekuatan Abyss dan menyegelnya kembali ke dunia bawah.


Sesudah para Rex berhasil mengalahkan Abyss, mereka membagi wilayah kekuasaan untuk dipimpin dan menjadi generasi pertama dari para Rex. Setiap 900 tahun sekali para Rex akan diganti oleh Rex yang selanjutnya hingga sampailah di generasi Rex yang ke-8. Pada generasi inilah para anggota Rex sudah saling tidak mengenal satu sama lainnya dan sudah melupakan sejarah perjuangan leluhur mereka.


Suatu hari di wilayah kekuasaan Bebatuan yaitu Saxa, kekuatan ke-5 elemen alam menyatu dan lahirlah seorang anak bernama Castella. Ia tidak terlahir dengan wujud anak bayi pada umumnya, Ia langsung memiliki wujud seorang remaja berambut pirang.


Castella terlahir tanpa pengetahuan apapun dan saat Ia lahir, Ia hanya berjalan entah kemana selama di daerah Saxa.


Dua hari lamanya Castella berjalan tanpa tujuan dan akhirnya sampai di sebuah pegunungan dan melihat seorang pria dengan pakaian Qipao berwarna coklat sedang menciptakan bebatuan-bebatuan di gunung itu. Castella pun berjalan mendekati pria itu dengan polosnya


"Siapa kau?"


Pria itu bertanya padanya namun Castella tidak menjawab


’Dari tatapannya, Ia seperti orang tak berilmu’


Pria tersebut berpikir demikian. Castella mencoba mengikuti gerakan pria tersebut


”Hm?”


Castella menciptakan sebuah batu yang sama dengan pria tersebut dan kembali menatapnya dengan tatapan yang lugu dan polos


’Dia meniruku?’


Pria tersebut terheran-heran dan mencobai Castella dengan menciptakan sebuah patung dengan wujud yang mirip dengan dirinya


”Lakukanlah”


Castella mengikuti gerak-gerik pria tersebut dan Ia hanya berhasil membuat batu tinggi yang melonjong tanpa memiliki ukiran


’Seperti itu rupanya’


Pria tersebut mendekat ke Castella dan memberikannya pengetahuan


Castella:


Ini....dimana.....tuan?


Castella mengucapkan kalimat pertamanya setelah diberikan pengetahuan oleh pria tersebut


”Kau sedang berada di gunung Go di wilayah Saxa”


Castella:


Gunung.....Go..ya?


”Benar, siapa namamu?”


Castella:


Nama? Ahh....benar juga......namaku.....Castella


”Castella? Nama yang unik, darimana kau berasal?”


Castella:


Aku..berasal...dari....tempat yang..tidak jauh...dari sini


’Cepat sekali dia belajar’


”Berapa usiamu?”


Castella:


Usiaku..baru...2 hari


”Baru 2 hari?”


Pria tersebut terkejut


’Anak ini memiliki kemampuan yang hebat, dia mampu meniru kekuatanku’


’Dimasa seperti ini penguasa elemen batu hanyalah aku seorang, dia akan menjadi Rex batu yang selanjutnya’


”Baiklah Castella, aku akan mengajarimu semua ilmu kehidupan”


Castella:


Benarkah? Terima kasih tuan


”Namaku Aiwaka, aku adalah Rex batu”


Castella:


Salam kenal tuan Aiwaka


Aiwaka:


Kau bisa memanggilku Aiwa-san


Castella:


Dimengerti Aiwa-san


Mulai dari hari itu, Aiwaka sang Rex batu menjadi guru bagi Castella dan mengajarinya seluruh ilmu yang Ia ketahui. Aikawa pun menghabiskan waktu sebanyak 18 tahun untuk mengajari Castella


Aikawa:


Castella, semua ilmu yang kuketahui sudah kuajarkan padamu, kini saatnya bagimu untuk berkembang


Castella:


Aku mengerti, terima kasih bimbingannya selama ini Aiwa-san


Aikawa:


Baiklah, kita akan bertemu lagi suatu saat


Aikawa mengulurkan tangannya


Castella:


Ya, kita akan bertemu lagi Aiwa-san


Castella bersalaman dengan Aikawa sebagai tanda perpisahan


Brrukkk.....


Aikawa pergi dari hadapan Castella dan dalam hitungan detik sudah tidak terlihat lagi keberadaannya. Castella meninggalkan gunung Go dan mulai mengembara ke ujung wilayah batu yang merupakan sebuah pantai yang terhubung langsung dengan lautan luas


Castella:


’Tempat ini....’


Castella mengingat lagi apa yang diberitahukan oleh Aikawa saat pergi ke pantai


Castella:


Aiwa-san, apa yang ada di ujung lautan ini? Apa disana juga ada kehidupan?


Aikawa:


Entahlah, tetapi kau akan menemukan sesuatu yang baru kelak


(Kembali dari ingatan Castella)


Castella:


Di ujung lautan ini pasti ada kehidupan, aku yakin itu, tapi bagaimana aku bisa mengetahuinya?


Castella terduduk diam beberapa saat sambil memandangi lautan yang luas. Beberapa lama memandangi lautan, Castella melihat sebuah hal yang tidak asing baginya


Castella:


Sebuah kelapa.....


Ia teringat saat Ia mandi di sebuah danau menggunakan sebuah ember kayu


Castella:


Benar juga, sesuatu seperti ember


Castella pun menciptakan sebuah mangkuk batu raksasa lalu menaikinya


Castella:


Benda ini tidak mau bergerak


Ia pun menciptakan sebuah pedang besar dan mulai mendayung


Castella:


Berhasil!


Ia pun mendayung terus menyusuri lautan selama 85 hari 84 malam lamanya hingga akhirnya Ia melihat sebuah daratan yang tidak pernah Ia jumpai


Castella:


Castella melompat dari batu tersebut hingga hancur dan mendarat di tepi pantai


”Makhluk asing!”


Castella:


Eh?


Para nelayan berlari menjauh dari pantai meninggalkan hasil tangkapan mereka dan Castella seorang diri


Castella:


Uhh....mereka meninggalkanku dengan ikan sebanyak ini?


Castella mengambil beberapa ikan dan mulai membuat ikan bakar. Ia membuat ikan bakar tersebut dengan bahan seadanya saja dan mulai memakannya.


”Disana, dia disana!”


Terdengar suara gaduh orang-orang


Castella:


Hm?


Tiba-tiba muncul kerumunan orang


Castella:


Salam kenal, aku meminta beberapa ikan kalian ya


”Darimana asalmu makhluk asing!”


Castella:


Aku berasal dari Saxa


”Dimana itu?”


Castella:


Susah untuk dijelaskan


Kerumunan itu pun mulai rusuh


Tiba-tiba terdengar teriakan seorang wanita


”Bubar!!!”


Kerumunan itupun ketakutan dan meninggalkan pantai


Castella:


Uh oh


Castella mencoba berdiri


”Diam di tempat!”


Wanita itu menghentikannya dan terlihat beberapa orang berpakaian Miko membuat barisan


Castella:


Izinkan aku melanjutkan makanku


Wanita itu tidak menjawab, Castella pun melanjutkan makannya. Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki dan para Miko mulai membungkuk. Seorang wanita dengan rambut yang dikepang dan berwarna ungu terlihat berjalan mendekat ke arahnya


Srink!


Wanita tersebut mengeluarkan Katana dari kedua tangannya, Castella mencoba menirunya namun mata pedang itu sudah tertempel di lehernya


Castella:


Tsk!


Castella menciptakan bongkahan batu dari langit dan langsung menjatuhkannya


Tamp! Tamp!


Batu itu dihancurkan oleh wanita itu


”Beraninya kau menyerangku”


Wanita itu mengangkat Katana nya dan menyerang ke arah Castella


Castella:


Hiyahhh.....


Castella meniru gerakan wanita tersebut saat menciptakan Katana nya


TASSSHHH!!!!


Castella beradu pedang yang sama dengan wanita itu, namun karena masih belum sempurna, Katana buatannya hancur dan Ia pun terluka oleh serangan dari wanita itu


Castella:


Uakh.....


”Tidak hanya mencoba menyerangku, kau juga berani-beraninya meniru teknik ku”


Wanita itu merantai Castella dengan rantai listrik


Castella:


A-apa ini?


”Tahan dia di penjara khusus”


”Baik Yang Mulia”


Castella pun diseret hingga kedalam sebuah Pagoda raksasa yang cukup jauh dengan kondisi terluka cukup parah


”Lakukan penguncian!”


Sekujur tubuh Castella pun diikat oleh aliran listrik yang kuat didalam Pagoda tersebut, matanya ditutup dan tubuhnya diikat di sebuah pilar raksasa.


Castella ditahan 8 hari lamanya didalam pagoda raksasa tersebut tanpa diberi obat maupun makanan atau minuman. Meskipun Ia mencoba mengeluarkan kekuatannya dengan kakinya, tidak ada yang terjadi karena lantai pagoda tersebut terbuat dari logam yang sangat tebal.


Krreeeeeeettttttt.....


Terdengar suara pintu pagoda dibuka dan suara langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya


Castella:


Si....apa?


Wajah Castella diangkat keatas dengan sebuah kaki


”Buka mulutmu”


Castella:


A..ah?


”Buka mulutmu”


Castella pun membuka mulutnya dan sebuah benda dilemparkan kedalam mulutnya dan ditutup oleh kaki tadi. Bukan main pahitnya benda yang dilempar kedalam mulutnya Castella, Ia berusaha sekuat mungkin untuk menggigitnya dan menelannya


Castella:


Kuhh....


Luka ditubuhnya pun sembuh, namun tubuhnya tetap lemas dan tidak bertenaga


”Darimana asalmu?”


Castella:


Aku....berasal dari.....wilayah Saxa


”Aku akan melepaskanmu dengan sebuah syarat dariku”


Castella:


Apa? Apa..itu?


”Kekuatan yang ada pada tubuhmu, berikan padaku semuanya”


Castella:


I..itu mustahil


”Tch!”


Wajah Castella diturunkan dan karena tubuhnya sangat lemas, Ia pun terjatuh lemas di atas lantai