
Di Tonitru, beberapa hari setelah kejadian Azami mendapat kembali kekuatan Devanagari miliknya
Srek srek
Azami berguling kesana kemari di kasur Raiden hingga terjatuh dan terbangun dalam wujud rubahnya
Bukk!
Azami:
’Aww..sakit’
Azami membuka matanya
Azami:
’Dimana ini?! Semuanya terlihat sangat besar!!’
Azami mencoba berteriak memanggil Raiden, namun hanya terdengar suara meraung
Azami:
’Ada apa ini?!’
Azami melompat untuk membuka pintu
Cklek!
Pintu sudah dibuka
Azami:
’Gawat!’
Ngik!
Azami terpental kembali ke atas kasur
Azami:
’Hwaa..rasanya sakit!’
Raiden:
Akhirnya kamu bangun Azami!
Azami:
’Rin!’
Azami melompat lagi ke arah Raiden
Raiden:
Whoa....
Raiden menangkapnya dan membelainya
Raiden:
Imutnya
Azami:
’Eh?’
Azami melihat lagi tubuhnya
Azami:
’Astaga, kenapa aku berubah menjadi rubah?!’
Puff!
Azami kembali ke wujud manusianya
Raiden:
Sial!
Brukk!!!
Keduanya terjatuh
Azami:
Aduh....
Raiden menarik tangannya dan bangkit berdiri
Raiden:
Kenapa kamu berubah saat aku masih memegangmu?
Azami:
Maaf, aku sendiri panik dengan wujud tadi
Raiden:
Huft.....
Azami:
Jadi, sudah berapa hari setelah kejadian itu?
Raiden:
enam hari
Azami:
Enam?!
Azami langsung menghilang
Azami:
Ups..hampir lupa
Azami kembali dan menarik Raiden
Raiden:
Ap-
Raiden:
Hwaa....
Keduanya berpindah ke sebuah kuil tua di tengah hutan
Azami:
Ini dia
Raiden:
Hah?
Azami menggali tanah didekat kuil dan mengeluarkan sebuah peti tua dari dalam tanah
Raiden:
’Setidaknya gali lah dengan wujud rubahmu Azami’
Raiden:
Peti apa itu?
Azami:
Ini adalah sebuah surat perjanjian yang ditinggalkan Rex petir pertama
Azami:
Surat ini akan dituliskan perjanjian antara Devanagari dan Rex nya
Azami:
Lalu untuk penulisannya......
Azami:
Ditulis dari darah mereka yang sudah dicampur?
Azami bingung dan melihat ke wadah yang berada di peti tadi
Raiden:
Apapun itu, cepat kita tulis saja perjanjiannya
Azami:
Baiklah
Raiden:
Azami:
Ikuti saja tulisan pudar di sini
Raiden:
Baiklah, kemarikan tanganmu
Azami:
Tolong jangan terlalu kuat melukainya
Raiden:
Tenang saja, akan kucabik-cabik
Azami:
Hiiiii!!!!
Azami merinding hingga telinga rubah miliknya berdiri tegak
Raiden:
Kamu keluarkan darah tanganku, dan aku keluarkan darah dari tanganmu
Azami:
Ba-baik
Azami memejamkan matanya
Shing!
Tangan keduanya mengeluarkan darah dan segera dituangkan ke wadah yang sudah disediakan
Blup!
Dalam sekejap mata, darah mereka sudah tercampur dan luka mereka sudah sembuh
Raiden:
Selesai
Azami membuka matanya
Azami:
Fuhh..untung saja tidak ada rasa sakit
Raiden:
Dimana alat tulisnya?
Azami:
Ini
Azami menyerahkan sebuah bulu. Raiden mengambilnya dan langsung menulis perjanjiannya
Raiden:
Azami, bagianmu
Azami:
Baiklah
Azami menulis bagiannya
Shrt!
Kertasnya berubah menjadi kosong kemudian membentuk sebuah bentuk telapak tangan
Azami:
Baiklah, tangan kiri untuk ku dan tangan kanan untuk mu
Keduanya menempelkan telapak tangan mereka
Wuuunggg.....
Suratnya menghilang
Azami:
Lalu apa?
Raiden:
Harusnya aku yang bertanya Azami
Ting!
Azami berubah menjadi pedang
Azami:
’Woah..aku punya dua wujud Rin!’
Raiden:
Biar ku coba
Raiden memegang pedangnya dan seketika pikiran mereka menjadi satu
”Tebasan Petir!”
Shing!
Pohon-pohon terbelah menjadi potongan kayu
”Luar biasa!”
Ting!
Azami kembali ke wujud manusianya
Azami:
Rupanya Devanagari tidak hanya sebagai makhluk suci
Raiden:
Tapi apakah berlaku untuk semua Rex dan Devanagari?
Azami:
Entahlah
Buff....
Azami menciptakan api berwarna ungu ditangannya
Azami:
Ayo kita lihat seberapa kuat ini
Azami meniup api ungu nya dan seketika lenyaplah kayu-kayu tadi hingga tak bersisa
”.............”
Raiden:
Azami
Azami:
Ya?
Raiden:
Ini hanya ilusi kan?
Azami:
Mungkin
Keduanya saling menatap
Prokk Prokk!
”Maafkan kami”
Raiden dan Azami memberi hormat pada kuil tadi dan langsung menghilang entah kemana