Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Raiden dan Azami



Azami:


Kalian mundurlah, biar kami yang menghadapi mereka


Eios:


Apa kalian yakin?!


Raiden:


Jangan meremehkan kecepatan kami


Bzzttt!!!


Raiden pergi meninggalkan mereka


Eios:


’Kami? Padahal hanya dia saja’


Raiden pun sampai di hadapan kedua Devanagari tersebut


Raiden:


Azami....


Azami:


Rin....


Keduanya menggabungkan diri secara sepenuhnya dan membuat wujud yang baru


”Raiden Kogo!”


Wujud Raiden Kogo milik Raiden dan Azami memiliki lingkaran petir di bagian belakang punggungnya dan seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya ungu, dan menciptakan petir yang sangat kuat di sekelilingnya


GRRRAAAAAA!!!!!!!


Kedua Devanagari menyerang Raiden Kogo


”Clypeus!”


Serangan mereka tak ada yang mengenai Raiden Kogo


”Ultima VULNUS!!!”


Raiden Kogo memfokuskan seluruh kekuatannya pada pedangnya, kemudian memberikan satu tebasan yang sangat kuat sekali kepada mereka


SHIIINGGG!!!


Raiden Kogo melesat menembus kedua Devanagari tersebut dengan kecepatan yang menembus ruang dan waktu. Seketika kedua Devanagari tersebut hancur hingga


berkeping-keping karena ribuan tebasan yang ditinggalkan Raiden Kogo pada mereka


Shuuu!!!


Raiden dan Azami kembali ke wujudnya, mereka terjatuh lemas dari udara menuju ke tanah secara langsung


Nechryn:


Wahai sang air! Berilah mereka topangan!


Raiden dan Azami ditangkap oleh gelombang air yang diciptakan oleh Nechryn


Nechryn:


Bawa mereka kemari


Raiden dan Azami dibawa kepada Nechryn


Vigndr:


Bagaimana kondisi mereka?


Nechryn:


Detak jantung mereka sangat lambat


Eios:


Mereka mengeluarkan seluruh kekuatannya?!


Nechryn:


Benar


Eios:


Gawat!


Aiwaka:


Tunggu, aku kenal seseorang yang bisa mengobati mereka


Eios:


Cepat bawa mereka


Aiwaka:


Tunggu sebentar


Aiwaka pergi menuju ke arah wanita yang sedang menembaki sisa-sisa monster Abyss dengan meriam airnya yang kuat yaitu Celene


Aiwaka:


Celene, ikut aku sebentar


Celene:


Baiklah!


Celene segera meraih tangan Aiwaka dan keduanya pergi kembali ke tempat Raiden serta Azami berada


Nechryn:


Eh? Dia kan.....


Celene:


Salam Yang Mulia


Eios:


Kau rupanya


Celene:


Sepertinya banyak Rex yang berkumpul disini


Aiwaka:


Jangan pedulikan dulu itu, bisakah kau obati mereka?


Celene:


Apa status mereka?


Aiwaka:


Rex dan Devanagari


Celene:


Aku mengerti, akan kucoba


Celene mengeluarkan inti Rex kosong


Nechryn:


APA?!


Celene segera menyalin kekuatan Raiden dan mengembalikan lagi ke tubuh Raiden


Celene:


Dia sudah aman, sekarang yang satunya


Celene mengeluarkan sebuah botol ramuan yang Ia simpan di topinya dan segera meminumkannya pada Azami


Celene:


Selesai!


Eios:


Secepat itu?! Bagaimana mungkin?!


Nechryn:


SEBENARNYA SIAPA DIA?!


Para Rex terkejut dengan pengobatan milik Celene


Celene:


Hwoa..benda-benda tadi adalah satu-satunya benda terakhir yang kumiliki!


Celene:


Aku juga selalu melakukan penelitian


Vigndr:


Pengetahuannya adalah senjata terbaik milik umat manusia sejauh ini


Eios:


Kau benar, pengetahuannya berada setingkat dengan kita


Aiwaka:


Sudah, bawa mereka berdua ke tempat yang aman


Vigndr:


Baik


Vigndr membawa Raiden dan Azami kembali ke kapal terbang miliknya


Nechryn:


Sekarang apa?


Aiwaka:


Saat ini tidak ada tanda-tanda dari musuh akan menyerang lagi


Eios:


Kalau begitu segera bawa mereka yang terluka kepadaku


Aiwaka:


Baik, aku mengerti


Eios:


Kumpulkan seluruh pasukan yang tersisa dan bagi mereka lagi


Eios:


Kita masih harus bersiaga


Nechryn:


Ya


Mereka berempat mundur dari medan pertempuran. Sementara itu di kapal terbang Vigndr, Sara berusaha menjaga kondisi Raiden dan Azami agar tetap stabil


Sara:


’Kalian berdua ini’


Sara:


’Memang kalian adalah dua orang konyol dan bodoh yang pernah aku kenal’


Sara:


’Tapi kalian adalah yang terbaik’


Tok! Tok!


Sara:


Siapa?


”Aku utusan Rex tanah!”


Sara:


Masuklah


Cklek!


Celene masuk


Sara:


Ada apa?


Celene:


Aku ditugaskan merawat mereka


Sara:


Oh, kau yang dimaksud oleh Rex es ya


Sara:


Beritahu aku apa saja yang kau perlukan


Celene:


Aku perlu seseorang yang memiliki kekuatan petir murni tanpa helios


Sara:


Aku! Aku memilikinya!


Celene:


Lalu apa ada disini yang punya kekuatan murni sepertimu tapi berumur sama seperti temannya


Sara:


Aku juga berusia sama seperti mereka


Celene:


Oh, nampaknya kau obat bagi mereka


Sara:


Ambil saja semua yang kau perlukan dariku


Celene:


Baik, kita mulai


Celene:


Apa kau yakin? Sebagian besar kekuatanmu akan hilang dan tidak akan kembali


Sara:


Lakukan saja


Celene:


Baiklah


Celene menyerap kekuatan Sara,


perlahan-lahan rambut Sara mulai berubah menjadi putih dan salah satu matanya mulai kehilangan penglihatannya


Celene:


Selesai


Celene langsung menggabungkan lima helios tersebut pada inti Rex milik Raiden


Celene:


Sebentar lagi dia akan pulih


Sara:


Lalu bagaimana dengannya?


Sara menunjuk ke arah Azami


Celene:


Aku perlu mengambil lagi kekuatanmu


Sara:


Lakukanlah


Celene menyerap lagi kekuatan Sara, kini Sara kehilangan total penglihatannya serta Ia tidak bisa lagi berbicara


Celene:


Ini cukup


Celene mengubah kekuatan Sara yang berada di tiga helios terakhir menjadi kekuatan cahaya yang sama seperti milik Azami dan memasukannya ke inti Azami


Celene:


Sudah, mereka sudah sembuh


Sara membungkukan badannya


Celene:


Aku akan menunggu mereka diluar


Celene keluar dari ruangan meninggalkan Sara dengan keheningannya


Sara:


’Ini adalah keputusanku sendiri’


Sara terus berdiam diri hingga beberapa saat. Tak berselang lama kemudian, Azami tersadar


Azami:


Ughh......


Azami membuka matanya


Azami:


Dimana ini?


Sara menulis sesuatu dan menyerahkannya pada Azami


Azami:


Hm? Kita di kapal ya?


Sara mengangguk


Azami:


Sara? Ada apa dengan dirimu?


Sara hanya diam tak menjawab


Azami:


’Biasanya Sara akan terus berbicara tanpa berhenti padaku dan Rin’


Azami bertanya lagi


Azami:


Dimana Rin?


Sara menulis lagi


Azami:


’Dia menulis lagi?’


Sara memperlihatkan tulisannya


Azami:


Bagaimana kondisinya?


Sara menulis lagi


Azami:


Ohh..bantu aku berdiri untuk menyadarkannya


Sara menganggukan kepalanya dan mencoba mendekati Azami


Azami:


’Ada apa dengannya?!’


Azami bangkit berdiri dari kasurnya dan melihat Sara yang tengah meraba-raba kasur


Azami:


’Dia seperti tidak menyadariku’


”Umph......”


Raiden tersadar, Azami segera menghampirinya secara diam-diam


Brakkk!!!


Sara terjatuh karena tersenggol oleh bangkunya sendiri


Cklak!


Celene masuk


Celene:


Apa yang terjadi?


Celene melihat Sara terjatuh dan Azami yang berada di dekat Raiden


Celene:


Kalian sudah sadar rupanya


Sara memasang wajah bingung


Raiden:


Azami, dimana kita?


Azami:


Kita ada di ruang komando


Raiden:


Ohh..


Raiden menoleh ke arah Sara


Raiden:


Sa-


Azami menutup mulut Raiden dan berbisik padanya


Azami:


Rin, coba bangun sebentar secara diam-diam


Raiden:


Ada apa?


Azami:


Lakukan saja


Raiden bangun secara diam-diam, Celene pun keheranan dengan mereka. Azami dan Raiden pergi mendekat ke Celene


Celene:


Kalian sedang apa?


Celene bertanya secara berbisik pada mereka


Azami:


Ada apa dengannya?


Celene:


Ha?


Azami:


Maksudku, dia tidak melihat kita sama sekali


Celene:


Apa? Benarkah?


Celene mendekati Sara dan beberapa kali melambaikan tangannya didepan wajah Sara


Celene:


’Dia tidak berkedip sekalipun’


Celene mencoba mencari tahu lagi apa yang terjadi pada Sara dengan cara menempelkan ujung pensil ke lengannya


Srukk!


Sara membuka mulutnya dan memegang lengannya


Sara:


’Apa ini?’


Celene:


’Dia juga tidak bisa bersuara’


Celene kembali ke Raiden dan Azami


Celene:


Dia sepertinya menjadi buta dan bisu karena kekuatannya telah hilang


Raiden:


Bagaimana mungkin?!


Celene:


Dia memberikan kekuatannya untuk mengobati kalian


”Apa?!”


Raiden dan Azami menatap ke arah Sara sambil menitikan air matanya


Raiden:


K-kau....tidak..berbohong.....kan?


Celene:


Tidak


Raiden mendekat ke Sara


Raiden:


Sara, kau dengar kami?


Sara menoleh ke arah mereka dan mengangguk


Raiden:


Kau sekarang menjadi buta dan bisu!


Sara menulis lagi


”Tidak apa, ini adalah keputusanku sendiri”


Azami:


Rin....?


Raiden:


Ya, tidak salah lagi, dia kehilangan penglihatannya dan tidak bisa berbicara Azami


Keduanya memeluk Sara dan membelainya


Celene:


’Sebaiknya aku tak mengganggu mereka’


Celene pergi meninggalkan mereka dan menutup pintu secara diam-diam


Vigndr:


Bagaiman keadaan mereka?


Celene:


Mereka sudah baik-baik saja, tolong tinggalkan mereka sendiri dulu


Vigndr:


Aku mengerti