Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Aiwaka dan Celene



Setelah Aiwaka selesai mengantar semua


bijih-bijih logam, kembalilah Ia ke wilayahnya yaitu Saxa. Disana, kedatangannya disambut dengan kepanikan para penduduk


Aiwaka:


Ada apa ini?


”Sebuah pohon raksasa misterius telah tumbuh di tengah-tengah kemah para prajurit”


”pohon itu tidak dapat ditebang dan memancarkan cahaya terus-menerus”


Aiwaka:


Biar aku memeriksanya


Aiwaka:


Celene, tolong urus sisanya ya


Celene:


Serahkan saja padaku


Aiwaka pergi


Celene:


Ayo tuan kura-kura, kau sudah bisa kembali ke wujud kecil mu


Shuuuuu.....


Kura-kuranya mengecil dan kemudian dibawa oleh Celene ke sebuah tempat yang menjadi tempat persembahan yang dibuat oleh Aiwaka


Celene:


Uwaaahhh..lihat, sudah banyak sekali persembahannya


Kura-kura tersebut menjadi tidak bisa diam dan berusaha melepaskan diri


Celene:


Iya iya


Celene menurunkannya dan kura-kuranya langsung melompat keatas persembahannya


Celene:


Fuhh..


Sreeettttt......


Tiba-tiba muncul sebuah tulisan dari atas tanah yang bertuliskan:


”Celene, temui aku di depan pohon asing ini”


Celene:


Eh? Bagaimana dengan kura-kuranya?


”Tenang saja, dia itu suka berjalan-jalan”


Celene:


Baiklah, segera kesana


Celene berubah menjadi air dan melaju kencang ke pohon asing yang tumbuh di Saxa


Graappp!!!


Si kura-kura menghabiskan seluruh persembahannya dalam satu kali lahap.


Sementara itu, sampailah Celene di tempat yang sudah dikatakan oleh Aiwaka


Celene:


Ada apa?


Aiwaka:


Bagaimana pendapatmu tentang pohon ini?


Celene:


Ahh..biasa saja, tidak ada yang mengherankan


Celene mengamati pohon tersebut


Celene:


Oh! Aku melihatnya!


Aiwaka:


Apa? Apa yang kau lihat?


Celene:


Mendekatlah ke pohonnya


Aiwaka:


H-hei....


Celene menyeret Aiwaka dan menempelkan tangan Aiwaka ke pohon tersebut


Celene:


Alirkan kekuatanmu


Aiwaka:


Tolong jelaskan apa tujuannya


Celene:


Alirkan saja


Aiwaka:


Baiklah


Aiwaka mengalirkan kekuatannya


Nguuungggg.....


Dari batang pohon, keluarlah lingkaran yang bercahaya


Aiwaka:


Lalu, benda asing apa ini?


Celene:


Entahlah, siapa yang tahu?


Aiwaka:


Hmm....


Aiwaka mengetuk lingkaran putih tersebut


’Guru! Ini aku!’


Lingkaran putih tersebut bergoyang-goyang


Aiwaka:


Castella?


’Benar!’


Aiwaka:


Jadi kau kah yang menaruh pohon ini?


’Ya, kami yang menaruhnya’


Aiwaka:


Syukurlah, aku bisa tenang sekarang


Aiwaka:


Lalu, apa yang ingin kau sampaikan?


’Ini tentang kesiapan para Rex’


’Dalam jangka waktu dekat ini, segel Abyss akan hancur total dan perang dimulai’


’Sebelum itu terjadi, aku harus menguasai kekuatan semua elemen’


’Jadi tolong minta para Rex berkumpul di pohon ini jika mereka sudah datang’


’Pastikan juga semua Rex sudah terkumpul saat berada di pohon ini, tanpa tertinggal siapapun’


Aiwaka:


Aku mengerti


’Baik, terima kasih guru!’


Lingkarannya mulai meredup


Celene:


Hei! Bagaimana dengan Arumi?!


’Hm? Arumi?’


Celene:


Iya! Dimana dia?


’Daritadi dia berada di sampingku sambil mendengarkan’


Celene:


Izinkan aku berbicara dengannya


’Maaf, bukan untuk komunikasi pribadi’


Shuuuu....


Lingkaran putihnya menghilang. Celene tak bisa berkata apa-apa selain memasang wajah membatu


Aiwaka:


T-tenanglah, dia tidak bermaksud begitu kok


Celene:


Fuuuuuuu............


Celene menatap tajam ke arah Aiwaka


Aiwaka:


Ce-Celene?


Celene:


Kau adalah gurunya kan......


Aiwaka:


B-benar!


Celene:


Kesalahan seorang murid adalah kesalahan gurunya juga kan.......


Celene mengepal tangannya


Aiwaka:


Tu-tunggu..itu tidak benar......


Celene:


Tiada ampun bagimu


Aiwaka:


Hwaaaa.....!!!


Aiwaka berlari kencang, namun Celene sudah berada diatasnya dan langsung menghantam tanah


BAMMMMM!!!!!!


Hantaman dari Celene membuat kerusakan tanah yang besar dan sangat dalam, beruntung Aiwaka tidak terkena hantaman miliknya


Aiwaka:


Hiiiii......


Aiwaka kembali berlari


Aiwaka:


’Sekuat apapun dirimu, jangan pernah melawan seorang wanita yang sedang marah’


Tas! Tas! Tas! Tas! Tas!


Celene menembakan serangan air miliknya secara beruntun dan tanpa ampun


Brash!!!


Satu serangan airnya mampu menembus tanah dan membuat lubang yang dalam


Aiwaka:


’Teruslah berlari, teruslah berlari!’


Aiwaka pun berhasil lolos dari serangan Celene