
Sesampainya Aiwaka di Korapolas, Ia kebingungan karena tidak tahu cara masuknya, alhasil Aiwaka pergi menyelami laut yang luas dan dalam itu. Belum beberala lama Ia menyelam, Ia sudah kehabisan napas dan cepat-cepat pergi keluar dari air
Aiwaka:
Yang benar saja! Itu dalam sekali!
Aiwaka pun mulai mencari cara lain, kini Ia pergi mengambil beberapa kerikil dan melemparnya sejauh mungkin ke air
Plung! Plung! Plung!
Aiwaka melempar tiga buah kerikil pertama dengan tanpa tenaga
..........
Tidak ada yang terjadi
Blumm!!! Blumm!!!
Aiwaka melempar dua batu lagi dengan sedikit tenaga
.....
Tidak ada apapun yang terjadi untuk yang kedua kalinya
Aiwaka:
Nampaknya aku harus memanggilnya dengan cara lain
Aiwaka menciptakan sebongkah batu besar di langit
Aiwaka:
Buka gerbangnya
Aiwaka:
Ini adalah perintah!
Bongkahan tersebut dihantamkan ke tengah lautan dengan sangat kuat dan gelombangnya membuat Nechryn terganggu
Nechryn:
Apa ini? Dari wilayah Rex batu?
Nechryn pun pergi ke tempat bongkahan batu itu dilempar. Sesampainya disana, Nechryn terkejut bukan main karena Aiwaka sudah menyiapkan delapan bongkahan batu yang sangat besar
Nechryn:
Berhenti!!!
Aiwaka:
Ah, keluar juga
Aiwaka melenyapkan kembali delapan bongkahan batu besar tersebut
Nechryn:
Apa yang kau pikirkan Rex batu?!
Aiwaka:
Maaf mengganggumu Rex air
Nechryn:
Ada apa mencariku?!
Aiwaka:
Ehh..sebenarnya ini permintaan yang konyol
Aiwaka menjadi ragu untuk mengatakannya
Nechryn:
Permintaan? Katakan!
Aiwaka:
Jadi....begini.....
Aiwaka menyerahkan botol ramuan yang diberikan Celene kepada Nechryn
Nechryn:
Apa? Katakan cepat!
Aiwaka:
Tolong isi botol ini dengan air matamu
Nechryn:
Aaaappppaaaaa????????
Nechryn mengeluarkan trisulanya dan bersiap melemparkannya ke Aiwaka
Aiwaka:
T-tunggu! Aku punya alasan untuk itu!
Nechryn:
Jelaskan dan biar aku yang memutuskan
Ucap Nechryn dengan tajam
Aiwaka pun menjelaskan apa yang terjadi sampai-sampai membuatnya harus mengganggu Nechryn
Plak!
Nechryn menepuk jidatnya saat mendengar alasan Aiwaka
Aiwaka:
J-jadi bagaimana?
Nechryn:
Bagaimana mungkin penyihir satu itu bisa mendapatkan air mataku
Aiwaka:
Maaf, aku sendiri tidak tahu
Nechryn:
Karena dia pernah mencuri air mataku dan sekarang dia bersamamu
Nechryn:
Maka kau adalah penggantinya
Aiwaka:
Pengganti apa?
Nechryn:
Orang yang akan menjadi pengganti hukumannya
Aiwaka menjatuhkan diri ke tanah
Aiwaka:
Terlepas dari satu wanita, terjatuh ke wanita lainnya
Nechryn:
Apa?
Aiwaka:
Pertama Celene, kedua Rex es, ketiga dirimu
Aiwaka:
Apakah kalian para wanita tidak bisa berhenti untuk sulit dimengerti?
Nechryn:
’Miris sekali pria sepertinya’
Nechryn:
Aku tidak peduli, persiapkan dirimu untuk menerima hukuman
Aiwaka:
Huft..baiklah
Aiwaka terpaksa menuruti Nechryn
Nechryn:
Berbaring disana
Aiwaka pun berbaring diatas tanah seperti yang diperintahkan oleh Nechryn
Zraaassshhhh.....
Nechryn menciptakan belasan ombak air yang siap menghantam-hantam Aiwaka
Aiwaka:
’Castella, kuharap kau tidak mengalami masalah yang sama sepertiku nanti’
Ombak-ombak air itu pun menghantam Aiwaka bertubi-tubi selama beberapa saat
”Hei!”
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita
Nechryn:
Huh? Suara itu....
Nechryn:
Mungkinkah Rex es?
Nechryn menghentikan ombak miliknya
Aiwaka:
Uohh....
Vigndr turun dari langit dan menghampiri Nechryn
Vigndr:
Apa yang kau lakukan Rex air?
Nechryn:
Aku sedang memberikan pelajaran pada seseorang
Vigndr:
Oh ya?
Aiwaka bangkit dari tanah sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali
Aiwaka:
Syukurlah sudah selesai
Vigndr:
Vigndr berbalik
Vigndr:
Eh?! Rex batu?!
Vigndr:
Kau memberi pelajaran pada Rex batu?! Kenapa?!
Nechryn:
Dia ingin menebus kesalahan seseorang
Vigndr:
Apa?! Yang benar saja!
Vigndr:
Kenapa kau memberikan hukuman berat pada orang yang berbuat kesalahan itu?!
Nechryn:
Karena orang itu berbuat kesalahan yang tak bisa dimaafkan
Vigndr:
Ya ampun.....
Aiwaka:
’Syukurlah dia datang’
Aiwaka menyeret tubuhnya dan pergi menjauh sebisa mungkin
Vigndr:
Ngomong-ngomong, apa aku boleh ikut?
Aiwaka:
?!
Nechryn:
Oh? Boleh saja
Vigndr:
Baik, terima kasih!
Vigndr pun membekukan seluruh tubuh Aiwaka agar dia tidak bisa lari
Aiwaka:
’Dingin!!!!!’
Vigndr:
Nah, sebaiknya kita gunakan untuk apa dia?
Nechryn:
Bagaimana jika kita bermain lempar tangkap?
Vigndr:
Dan Rex tanah menjadi bolanya? Baik!
Aiwaka:
’Habislah aku’
Nechryn dan Vigndr pun bermain lempar tangkap dengan Aiwaka sebagai bolanya.
Beberapa lama kemudian,
saat matahari terbenam......
Aiwaka:
Cukup!
Crash!
Aiwaka memecahkan es yang membekukannya
Vigndr:
Uh oh
Aiwaka pun menahan Nechryn dan Vigndr dengan menggunakan batuan yang sangat keras dari dalam permukaan tanah
Nechryn:
Ugh! Lepaskan aku!
Vigndr:
Hmph!!!
Nechryn dan Vigndr berusaha melepaskan diri mereka dari cengkraman batu milik Aiwaka
Aiwaka:
Kalian berdua menghabiskan waktuku!
Aiwaka mengeluarkan aura yang mencekam sampai-sampai membuat Nechryn dan Vigndr ketakutan
”Aiwaka! Aiwaka!”
Terdengar suara Celene berteriak memanggil Aiwaka
Bum!!!
Aiwaka menghentak tanah sampai membuat tanah bergoyang dan membawa Celene ke hadapannya
Celene:
Aw!
Celene:
Ada apa in-
Celene membuka matanya dan melihat Aiwaka dengan aura ganasnya sedang menatap dirinya. Aiwaka membuat Celene ngeri
sampai-sampai Celene keringat dingin dan pucat
Aiwaka:
Aku sudah membawakanmu bahannya
Aiwaka:
Ambil saja sendiri
Aiwaka menjatuhkan botol ramuannya serta mengeluarkan batu zamrud dari tanah dan pergi meninggalkan mereka bertiga
Celene:
’A-apa itu?!’
Celene pun masih merinding dibuat Aiwaka dan tidak bisa menggerakan badannya
Nechryn:
Hei sadarlah!
Celene pun menghadap ke Nechryn
Celene:
R-Rex air?! A-ada apa?
Nechryn:
Cepatlah ambil apa yang kau perlukan dariku
Celene:
Ba-baiklah
Celene segera mengambil air mata Nechryn sebanyak yang Ia perlukan
Celene:
Sudah
Vigndr:
Kalau begitu bantu kami lepas dari cengkraman batu ini
Celene:
Ba-batu ini!!!
Vigndr:
Apa?
Celene:
Batu ini adalah batu yang hampir mustahil dihancurkan oleh umat manusia!
Celene:
Kepadatannya bahkan tujuh belas kali lipat dari berlian
Vigndr:
Kau serius?! Batu ini mencengkram tubuh bagian bawahku dengan secara keseluruhan!
Celene:
HAH?! Apa kalian membuatnya marah?!
Nechryn dan Vigndr terdiam
Celene:
Sepertinya kalian sudah keterlaluan padanya
Nechryn:
Ya, nampaknya begitu
Celene:
Bisa gawat ini jadinya
Celene:
Aura yang dikeluarkannya bisa saja sampai membunuh makhluk hidup yang berada di dekatnya
Vigndr:
Tolong sampaikan maaf kami padanya
Celene:
Aku akan melakukan sebisaku
Celene segera meramu batu penglihatannya dan mencari Aiwaka