
Ditengah kepanikan yang terjadi, bunga berjatuhan dari langit dan sinar matahari menjadi hangat
(Rex tanah) Aiwaka:
Aku mengerti Castella
(Rex api) Eios:
Dimengerti
(Rex petir) Raiden:
Baiklah Suna
(Rex air) Nechryn:
Sesuai perintah anda
(Rex es) Vigndr:
Akan kulakukan yang terbaik
(Rex angin) Vassago:
Sepertinya mereka membutuhkanku
Kelima Rex yang ada (selain Rex angin) langsung mengeluarkan titah untuk melakukan persiapan dan dengan kebijaksanaan mereka, terciptalah batu yang dinamakan Helios yang dimana batu ini dapat memberikan manusia kekuatan untuk menguasai elemen yang diberikan pada mereka.
Sementara itu di wilayah Viestavas, wilayah kekuasaan Rex angin yaitu Vassago
Vassago:
Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan rakyatku
Vassago sedang berada di sebuah reruntuhan kuno yang dimana itu adalah tempat inti segel arus angin yang mengunci wilayah Viestavas selama berabad-abad
Vassago:
Sudah waktunya
Vassago:
Wahai sang angin, redakanlah amukan dan kemarahanmu
Ctash!!
Vassago:
Ahh..merepotkan sekali segel ini ayah
Vassago mencoba lagi membuka segelnya
Vassago:
Aku memerintahkanmu untuk berhenti atas nama Rex angin
Ctash!!
Vassago:
Gagal lagi ya?
Vassago pun kesal dan akhirnya memilih jalan kekerasan untuk menghancurkan segelnya
Vassago:
Dengan pedang ini, aku bersumpah untuk melindungi rakyatku!
Vassago mengambil pedangnya dan segera mengerahkan kekuatannya kepada segel kuno tersebut
Bamm!!!
”Vassago, beraninya kau mencoba merusak segel ini”
Jiwa penjaga segel tersebut keluar yaitu ayahnya Vassago sendiri
Vassago:
Ini adalah perintah dari yang mulia sendiri
”Tidak akan kubiarkan kau menghancurkannya”
Vassago:
Berarti aku harus melawanmu ayah
”Rasakanlah kemurkaan Abyss!”
Ayah Vassago mengeluarkan 8 makhluk terkutuk dari Abyss untuk menghalangi Vassago
Vassago:
Hina sekali dirimu sampai bekerja sama dengan bangsa terkutuk itu
Vassago memusatkan kekuatannya dan menancapkan pedangnya di tanah
Swuuuusshhhhh......
Vassago menciptakan arus angin yang sangat kuat untuk melindungi dirinya. Makhluk dari Abyss tadi pun mulai menyerangnya
Vassago:
Mereka yang berpikiran jahat dan berniat buruk tak pantas menginjakan kakinya disini
Vassago menerbangkan makhluk-makhluk tadi dan melemparkannya langsung ke arus angin yang menyegel Viestavas
Vassago:
Mau sampai kapan daratan ini dikunci dari dunia luar?
”Dasar anak tidak berguna!”
Ayah Vassago menciptakan arus angin yang sama dengan dirinya
Wuuusshhhhh.....
Kedua arus angin itu kini saling beradu satu sama lain, namun arus angin milik Vassago kalah karena perputarannya yang tak cukup kuat
”Hanya dengan kekuatanmu saja tidak akan cukup untuk mengalahkanku”
Vassago:
Jangan sombong dulu
Vassago menciptakan 5 arus angin lagi yang sama kuatnya dengan yang Ia pakai
Vassago:
Jika aku kalah dalam kekuatan, maka hanya jumlah lah yang menjadi jalan terakhirnya
Vassago membenturkan seluruh arus angin miliknya dengan arus angin milik ayahnya
Zrrasssshhhhh!!!!!!!
Arus angin milik ayahnya hancur dan jiwanya terkoyak-koyak dalam arus angin milik Vassago. Hilanglah segel yang mengunci wilayah Viestavas dari dunia luar
Vassago:
Dasar payah
Vassago pergi ke arah kota, dilihatnya kota yang besar dari kejauhan
Vassago:
Inikah kota yang akan kupimpin? Luar biasa
Orang-orang dari kota tersebut berkeluaran dari gerbang dan bersorak riuh
Vassago:
Apa mereka mengingatku?
Vassago teringat lagi sejarah leluhurnya yang dimana Rex angin keempat adalah Rex angin terakhir yang hidup dengan memimpin bangsanya
Vassago:
Ahh....apa yang harus kukatakan pada mereka nantinya
Vassago pun berjalan mendekati kerumunan orang tersebut
”Hei, lihat orang itu”
”Siapa dia?”
Para kerumunan itu pun menjauhi Vassago
Vassago:
Sa-salam....
”Siapakah dirimu pria asing?”
Vassago:
A-aku adalah Rex angin generasi ke delapan, Vassago
”Rex angin? Bukankah kalian meninggalkan kami dan mengunci kami dengan arus angin yang sangat kuat?”
Vassago:
Aku minta maaf untuk itu
THUMB!!!!
Meriam angin menghantam tanah didepan Vassago
Vassago:
’Ini....adalah kekuatan meriam angin?!’
Meriam angin adalah salah satu serangan khas dari para Rex angin
”I-itu adalah para Stellar!”
Dari gerbang kota keluarlah 5 orang wanita dengan pakaian yang mewah, dan diantara kelima orang tersebut, terdapat seorang wanita yang berjalan paling depan diantara yang lainnya
Vassago hanya tertegun melihatnya
Kerumunan orang itu pun mundur menjauh
”Jadi dirimulah yang dipanggil Rex itu?”
Vassago:
Ya, itu aku, Rex angin kedelapan, Vassago
Vassago:
Maaf aku baru datang disaat genting seperti ini
Liang Wei:
Sebaliknya, kami lah yang membutuhkan dirimu di saat genting seperti ini
Liang Wei:
Meskipun sudah ribuan tahun lamanya para Rex angin meninggalkan kami
Vassago:
Kalian cukup membuatku terkejut dengan semua perkembangan ini
Liang Wei:
Ini semua adalah hasil kerja keras leluhur kami
Vassago:
Benar
Vassago:
Jadi apa yang kalian lakukan saat Lord of Light memberitakan kabar buruk tersebut?
Liang Wei:
Kita bisa membicarakannya di Gong Tian
Vassago:
Tetapi aku tak berhak memasuki kota ini
Vassago:
Apalagi kalangan atas seperti dirimu
Vassago:
Aku ini salah satu penghianat bukan?
Maka perlakukanlah aku sebagai penghianat
Liang Wei:
Jika itu yang kau inginkan
Liang Wei mengeluarkan sihir penciptaan untuk menahan Vassago
Bam!
Tangan dan kaki Vassago diikat kemudian Ia dikurung didalam sebuah kurungan
Liang Wei:
Bawa dia
Jdar!
Seketika langit menjadi gelap dan berpetir
Vassago:
’Apa ini? Aku merasakan sesuatu yang akrab sekali’
Shuu!!
Dari langit ditembakan meriam angin yang luar biasa kuatnya ke kurungan Vassago hingga kurungannya hancur tak bersisa
Liang Wei:
’Apa ini?’
Para kerumunan pun berlarian masuk ke dalam kota karena ketakutan. Vassago terheran dengan apa yang terjadi, alhasil Ia pergi ke langit untuk memeriksanya
Vassago:
Naga?!
Terlihat naga yang sangat besar berada di langit, Vassago tidak berkutik sedikitpun di depan naga itu
Vassago:
Apa yang kau lakukan disini?
Naga tersebut mendarat di depan gerbang kota
BUMMM!!!!
Tanah berguncang saat Ia mendarat, Vassago pun ikut turun
Liang Wei:
Monster ini......
Liang Wei memasang ancang-ancang untuk bertarung
Vassago:
Tunggu! Dia tidak memiliki niat jahat
Naga tersebut mengecil hingga seukuran kepala orang dewasa dan hinggap di bahu Vassago
Vassago:
Makhluk ini sepertinya bersahabat denganku
Liang Wei:
Tak ada pilihan lain, aku harus menyerahkan kepemimpinan kota ini padamu
Vassago:
Ha?
Liang Wei:
Dalam catatan sejarah, naga ini adalah sekutu Rex angin saat bertarung melawan Abyss
Vassago:
Pantas saja aku merasa familiar dengan kedatangannya
Liang Wei:
Vassago, pimpinlah kota ini dan bantulah kami menghadapi Abyss
Vassago:
Tapi aku tak berpengalaman sedikitpun
Vassago:
Lagipula kau lah pemimpin kota ini, aku juga tidak keberatan dipimpin oleh seorang manusia
Liang Wei:
Kau yakin?
Vassago menganggukan kepalanya
Liang Wei:
Kalau begitu mendekatlah kemari
Vassago berjalan mendekat
Thusk!
Tangan Liang Wei menghujam masuk ke dalam dada Vassago dan menarik keluar inti Rex nya
Vassago:
Akh!!!
Liang Wei:
Aku akan menggunakannya untuk melindungi kota ini dan menciptakan Helios bagi para prajurit
Vassago:
Aku..tak.....keberatan
Liang Wei:
Kau masih bisa berjalan kan?
Vassago:
Ya....
Liang Wei:
Ikut aku, kau masih dibutuhkan untuk membuat inti ini bekerja
Vassago:
Berarti kau tak harus repot-repot mencabutnya
Liang Wei:
Aku akan memberi segel pada benda ini
Vassago:
Ugh..lagi-lagi aku harus berurusan dengan yang namanya segel
Liang Wei:
Kau tak keberatan dipimpin oleh seorang manusia bukan?
Vassago:
Ya
Liang Wei:
Kalau begitu cukup turuti saja kata-kataku