
Castella:
’Para manusia masih belum siap untuk perang besar’
Castella memusatkan kekuatannya kemudian dari dalam tubuhnya memancar sinar terang yang membelah langit, sebuah trisula jatuh dari langit dan menghujam ke tanah
Castella:
Beri mereka waktu lebih lama lagi, Oktaf
Castella berdiri dan mengangkat trisula tersebut kemudian melemparnya ke arah Abyss, gelombang yang Ia ciptakan membelah ruang sehingga semua yang dilalui oleh trisula tersebut tidak rusak sama sekali.
Di Abyss, disaat pasukan mereka hendak pergi keluar dari segel tersebut, trisula yang Castella lemparkan menghantam ke seluruh daratan Abyss dan memusnahkan makhluk Abyss yang berada di perbatasan dunia manusia dan dunia kegelapan
”Tch..sial! Segelnya diperkuat lagi”
Sesosok dari kegelapan yang tak musnah oleh hantaman trisula Castella, yang selalu melihat dunia dari balik gerbang perbatasan dunia manusia dan dunia kegelapan
”Lord of Light, aku adalah lawanmu”
Sosok tersebut menghilang dari gerbang perbatasan dan pergi ke kedalaman Abyss.
Sementara itu di tempat Castella berada, Ia memejam matanya lagi untuk memberikan pesan bagi seluruh manusia yang ada
TIIIIINNNNGGGGGGG!!!!!!
Suara melengking tersebut terdengar hingga ke seluruh penjuru
”Wahai para manusia, aku memberi kalian waktu untuk bersiap menghadapi perang besar. Kalian akan menghadapi kegelapan sekali lagi, aku memanggil kalian, seluruh Rex yang ada untuk memimpin dunia ini lagi”
Sesaat setelah suara Castella terdengar di seluruh daratan dan laut, kepanikan mulai terjadi di seluruh penjuru dunia.
Saxa, Tonitru, Tyga, Korapolas, Viestavas, dan Nestyla. Keenam wilayah tersebut langsung menghadapi kepanikan para penduduk yang ada tanpa terkecuali satupun
Raiden:
’Suara ini!’
Azami:
Rin, kamu mendengarnya?
Raiden menganggukan kepalanya
Azami:
Apa suara ini berasal dari Suna?
Raiden:
Ya, tak salah lagi, ayo kita menghampirinya!
Brakk!
Sara mendobrak masuk sembari memasang wajah pucat
Sara:
Nona Raiden, mohon perintah dari anda
Raiden:
Apa yang terjadi?
Sara:
Suara itu menggema di seluruh penjuru!
Raiden dan Azami terkejut melihat wajah Sara yang sangat tegang, mereka tak pernah melihatnya setegang ini
Azami:
Rin, kita tangani para penduduk terlebih dahulu
Raiden:
Akh! Baiklah
Raiden dan Azami serta Sara langsung turun tangan untuk menghadapi kepanikan yang terjadi, sementara itu Arumi dan Eios yang turut mendengar suara tersebut segera mencari Castella di pohon besar yang berada di belakang kediaman Raiden
Arumi:
Dia....menghilang!
Eios:
Mengapa ini terjadi!
Shuuuuu.....
Sebuah gerbang terbuka
Arumi:
Ap-
Arumi dibungkam dan langsung diseret masuk
Eios:
Arumi!!!
Terlambat, gerbang tersebut sudah tertutup
Eios:
Gawat!
Eios langsung berpindah ke wilayahnya dengan pilar batu perpindahan miliknya untuk menenangkan rakyatnya
Arumi:
Dimana ini?
Arumi berada di ruang tak berujung
”Arumi, para manusia harus menyiapkan diri mereka sendiri”
Arumi:
Suara itu, Maiestus Eius!
Castella:
Kau adalah Permaisuri untuk dunia ini kelak
Arumi bangkit berdiri dan langsung menghadap ke Castella
Arumi:
Tuan, apa anda yakin untuk melakukan ini?
Castella:
Manusia hanya bisa berkembang jika dipaksa untuk berkembang
Castella:
Kekuatanmu hanya akan membuat mereka menjadi lemah dan tak berdaya
Castella:
Termasuk untuk para Rex yang ada
Arumi:
Lalu Ibu anda
Castella:
Castella membalikkan badannya
Castella:
Perang kali ini, aku sendirilah yang akan menghancurkan Abyss untuk selamanya
Shug!
Arumi menarik lengan Castella dan memeluk erat dirinya
Arumi:
Maiestus Eius, tolong jangan sampai dirimu terbunuh, aku tak akan kuat untuk menyaksikannya
Air mata Arumi pun mulai berjatuhan
Castella:
Arumi, masa depan tidak akan berubah,
ini adalah takdir dunia ini
Arumi:
Setidaknya bawa saya pergi dengan anda
Castella:
Arumi......
Castella menghapus air mata Arumi dan membelai pipinya
Castella:
Aku hidup hanya untuk menjaga dunia ini
Castella:
Perang dengan Abyss akan menjadi siklus tak berujung jika aku tak menghentikannya
Castella:
Akan ada lebih banyak lagi tangis dan darah yang akan tumpah di medan perang
Arumi:
Jika saya harus melawan seluruh Abyss seorang diri demi anda
Arumi:
Meskipun itu berlangsung selamanya, saya akan tetap melakukannya!
Tangis Arumi semakin menjadi
Castella:
Dunia ini masih sangat luas untukmu
Castella mengecup kening Arumi
Castella:
Lihatlah
Castella membuat sebuah layar yang memperlihatkan manusia yang saling tolong menolong dan bahu membahu satu sama lainnya
Castella:
Kebahagiaan itu adalah hal yang harus kita pertahankan
Arumi:
Jikalau anda berkata demikian......
Castella:
?!
Arumi mencium Castella
Castella:
Arumi?
Arumi:
Anda berkata kebahagiaan manusia adalah yang harus dipertahankan
Arumi:
Lalu, apakah saya berhak mendapatkan kebahagiaan saya?
Castella terdiam beberapa saat
Arumi:
Ribuan tahun lamanya saya hidup, apakah saya tidak berhak mendapatkan kebahagiaan yang anda katakan?
Castella:
Semua.....
Castella:
Semua orang berhak mendapatkannya
Castella:
Namun.....
Castella:
Cara mereka dalam mendapatkan kebahagiaan tersebutlah yang harus kita jaga agar tidak menyebabkan keburukan bagi yang lain
Arumi:
Jika begitu.....
Castella menenangkan Arumi beberapa saat
Arumi:
Maaf.....
Arumi:
Saya tidak bisa mengendalikan perasaan saya
Castella:
Berikan tanganmu
Castella mengangkat tangan kiri Arumi dan memasangkan cincin pada jari manisnya
Castella:
Jika perang ini selesai, mari kita menikah
Arumi:
Berjanjilah pada saya
Castella:
Aku berjanji