
Beberapa minggu kemudian, di wilayah Tonitru, Raiden dan Azami berusaha keras untuk menenangkan seluruh penduduknya yang panik karena pesan mendadak dari Castella. Dibutuhkan 13 hari lamanya agar para penduduk bisa tenang, Raiden dan Azami sampai kewalahan menanganinya
Raiden:
Huft..apa-apaan ini, Suna menghilang dan langsung membuat seluruh dunia gempar akan pesannya
Azami:
Benar Rin, tapi dia juga mau kita mempersiapkan para pasukan untuk berperang melawan Abyss
Raiden:
Jangan bercanda, kita tak punya alat dan bahan untuk itu
Azami:
Lalu, apa yang akan kita lakukan?
Raiden:
Sebenarnya aku masih mengharapkan rencana pulau diatas langit
Azami:
Jangan memikirkan hal yang tidak masuk akal Rin
Raiden:
Argh..kenapa harus secepat ini?!
Brakk!!!
Seorang prajurit masuk menggebrak pintu
”Nona Raiden, Mohon kesediaan anda”
Azami:
Ada apa ini?
”Kita kedatangan tamu dari dua arah! Pantai dan perbatasan kota”
Raiden:
Tamu?!
Zrasshhhhh!!!
Raiden langsung menghilang dan meninggalkan secarik surat diatas meja untuk Azami
Azami:
Uff..aku mengerti
Azami langsung menyatu dengan udara dan pergi ke perbatasan kota
Azami:
I-ini?!
Azami tercengang melihat banyak kapal terbang menutupi langit. Azami mengeluarkan kekuatan cahaya miliknya dan pergi ke langit
Azami:
Turunlah!
Kapal-kapal terbang itu mendarat di perbatasan kota dan seketika keluarlah prajurit-prajurit yang tak terhitung jumlahnya, mereka berbaris dan menyisakan pemimpinnya didepan mereka yaitu Rex es
Vigndr:
Salam untukmu, kami datang dari wilayah Rex angin yaitu Viestavas
Vigndr:
Aku adalah bala bantuan untuk kalian, aku adalah Rex es, Vigndr
Azami:
Aku mengerti, mohon menunggu sampai pemimpin kami datang
Vigndr:
Baik
”Prajurit, Bubar!”
Seorang pengawal Vigndr memerintahkan para prajuritnya. Seketika para prajurit langsung bubar dari barisannya dan bersantai di perbatasan kota.
Sementara itu, di pantai Tonitru
Raiden:
Pulau yang mengapung?!
Bugg!
Sebuah kantong raksasa dilemparkan sana
”Ayo turun”
Dari 'pulau mengapung' tersebut, loncatlah dua orang ke permukaan pantai
”Aww..punggungku”
Ucap Aiwaka sembari memegang punggungnya
Raiden:
Siapa kalian berdua?
Celene:
Salam kenal, aku Celene
Aiwaka:
dan aku adalah Rex tanah, Aiwaka
Raiden:
Rex tanah? Aiwaka?
Raiden:
Kau kah yang mengajari anak ku
Aiwaka:
Siapa anakmu?
Raiden:
Dia dipanggil sebagai Lord of Light
Aiwaka:
Ahh..dirimukah itu Rex petir?
Raiden:
Ya, ini aku
Aiwaka:
Senang bertemu dengan ibu angkatnya Castella
Raiden:
Dan senang bertemu denganmu juga
Raiden:
Lalu apa tujuan kalian datang kemari?
Aiwaka:
Maksud kami datang kemari adalah untuk memberikan ini untukmu dan para prajuritmu
Aiwaka berjalan ke arah kantong raksasa tadi dan membukanya
Raiden:
I-itu bijih-bijih logam?!
Aiwaka:
Benar, aku mengambilnya terlalu banyak
Aiwaka:
Ini juga masih ada banyak sekali diatas
kura-kura itu
Raiden:
Kura-kura......yang mana?
Celene:
Kau lihat benda raksasa itu? Ya, itu kura-kura yang dia maksud!
Raiden melihat kosong kearah 'pulau mengapung' tersebut
Raiden:
A-aku...mengerti
Braasshhh....
Kura-kura tersebut mengangkat kepalanya dan melambai-lambaikan tangannya beberapa kali
Aiwaka:
Ya, tunggulah sebentar kawan!
Raiden:
Apa dia peliharaanmu?
Aiwaka:
Tidak, dia itu salah satu dari 5 makhluk suci
Aiwaka:
Para Rex utama mempunyai satu makhluk suci
Raiden:
Apa? Lalu kenapa aku tidak mendapatkannya?
Aiwaka:
Oh ya? Kukira gadis muda bernama Arumi itu sudah memberikanmu
Raiden:
Gadis muda katamu? Dia itu ribuan tahun lebih tua dari kita, dan juga keberadaannya menghilang saat Lord of Light memberikan pengumuman saat itu
Aiwaka:
Uhh..iya benar
Aiwaka:
Kami tidak bisa berlama-lama disini, diriku masih harus mengantarkan bijih-bijih ini
Raiden:
Baik, terima kasih
Aiwaka bersiap untuk melompat
Thupp!
Brukk!
Aiwaka terjatuh karena kerah jubahnya ditarik oleh Celene
Celene:
Aiwaka:
Ahh..benar
Raiden:
’Siapa wanita itu? Berani sekali dia memperlakukan seorang Rex seperti itu’
Aiwaka:
Sahabatku, dimana aku harus meletakan ini?
Raiden:
Eh? Oh, tidak usah repot-repot
Raiden:
Aku bisa mengangkatnya sendiri
Aiwaka:
Kau yakin?
Raiden:
Ya
Aiwaka:
Baiklah, ayo pergi
Celene:
Ya
Aiwaka membungkuk sedikit dan Celene menaiki punggungnya
Aiwaka:
Sudah siap?
Celene:
Sudah
Thump!
Aiwaka meloncat keatas punggung kura-kura besar dan mereka langsung pergi dari wilayah Tonitru
Raiden:
Pasangan yang menarik
Raiden menggunakan kekuatannya untuk mengangkat kantung raksasa tersebut
Raiden:
’Eh, tadi aku bilang akan pergi ke perbatasan kota’
Raiden pun memutuskan pergi ke perbatasan kota sambil mengangkat kantong raksasa tersebut. Tidak lama Ia melayang, sampailah Raiden di perbatasan kota, disana Ia melihat banyak sekali kapal-kapal dan prajurit dengan zirah berwarna biru
Raiden:
Hwoa..ramai sekali
Raiden melihat-lihat dari langit selama beberapa saat
Raiden:
Aha, itu Azami
Ia pun melempar kantong raksasa tersebut ke dekat Azami
BUMMM!!!!!
Semua orang disitu terkejut
Raiden:
Maaf karena sudah membuat kalian menunggu
Raiden mendarat ke tanah, seluruh pasukan Rex es pun langsung berbaris tanpa di beri perintah
Raiden:
Azami, apa yang terjadi?
Azami:
Sebentar
Azami:
Nona Vigndr, silahkan
Setelah Azami memanggil Vigndr, kabut dingin yang begitu tebal mulai menyelimuti seluruh prajurit. Perlahan kabut tebal itu mulai terhisap di satu titik dan mulai membentuk kristal biru
Ctash!
Kristal itu pecah dan keluarlah Vigndr dari kristal tersebut
Vigndr:
Sebuah kehormatan bertemu dengan anda
Raiden:
Dan begitu juga denganku
Vigndr:
Kedatangan kami kemari tidak memiliki maksud buruk, kami datang untuk memberi bantuan pada anda
Raiden:
Tentu, tetapi bantuan seperti apa yang kau maksud?
Vigndr:
Kami diperintahkan oleh Rex angin untuk berpencar ke 4 wilayah dan membantu persiapan mereka
Raiden:
Baik, dengan senang hati aku menerimanya
Vigndr:
Terima kasih atas kesediaan anda
Raiden:
Terima kasih juga untuk kalian
Raiden pergi menghampiri Azami
Raiden:
Aku akan meminta Sara mengurusnya
Azami:
Lalu, apa yang akan kamu lakukan Rin?
Raiden:
Aku harus membahas sesuatu denganmu
Azami:
Aku mengerti
Azami menghilang dari perbatasan kota
Raiden:
Nona Vigndr, aku akan mengutus seseorang untuk membantu kalian mengurus semuanya
Vigndr:
Dimengerti
Raiden:
Kalau begitu, aku pamit pergi dari sini
Bzztt!
Raiden menghilang dalam kilatan petir, Ia pergi ke kediamannya. Disana Azami sudah menunggunya
Azami:
Jadi, apa yang ingin kamu bahas denganku?
Raiden:
Sebelum itu, dimana Sara?
Azami:
Dia sudah kutugaskan untuk pergi ke sana
Raiden:
Baguslah
Azami:
Jadi?
Raiden:
Ini tentang makhluk suci
Azami:
Menarik
Raiden:
Sebenarnya, di wilayah pantai, aku bertemu Rex tanah yaitu Aiwaka dan seorang wanita bernama Celene
Raiden:
Mereka datang kemari untuk mengantarkan bijih-bijih logam
Azami:
Kantong raksasa yang kamu lemparkan tadi?
Raiden:
Benar
Azami:
Baik, lanjutkan
Raiden:
Aku terkejut saat mengetahui jika Rex tanah memiliki kura-kura yang sangat besar sekali
Raiden:
Tingginya sebesar pohon suci dibelakang kediaman ini
Azami:
Aku paham, kamu ingin mengetahui makhluk suci Rex petir kan?
Raiden:
Ya
Raiden:
Akan kuceritakan semua yang kutahu