
Setelah Saxa dan Tyga, kini Korapolas adalah tujuan selanjutnya dari pesan Castella. Sebuah bunga kecil yang tumbuh di tengah lautan yang sangat luas, secara perlahan Ia menyelam ke lautan untuk mencari Rex air.
Sementara itu, di perbatasan laut dengan Abyss, Ken dan Ryu beserta para pasukan bertarung untuk menahan kekuatan Abys**s. Berhari-hari lamanya mereka berdua berada di medan pertempuran, sampailah mereka di titik terjauh yang pernah dicapai para pasukan Korapolas
Ken:
Sial, ini tidak ada habisnya
Ken:
Apa tidak ada bala bantuan?!
Ryu:
Tidak akan mungkin ada bantuan!
Ryu:
Kita harus menghemat para prajurit yang ada!
Ken:
Argh..monsternya bertambah banyak tapi prajurit kita semakin sedikit
Ryu:
Lakukan saja yang terbaik untuk menahannya dan terus maju!
Ken:
Ya!
Ken dan Ryu melanjutkan pertempurannya. Setelah beberapa saat mereka bertarung, datanglah bunga kecil tersebut dan menyegel kekuatan Abyss
Ryu:
A-apa?!
Ken:
Kekuatan yang menyegel Abyss....
Ken:
Lord of Light memberi kita bantuan
Ryu:
Syukurlah!
Ken:
Habisi monster yang tersisa!!!
”HYAAAAA!!!!!!”
Para monster yang tersisa pun dihabisi, selesailah pertarungan mereka untuk sementara waktu
Ken:
Akhirnya selesai, ayo kembali
Ken dan Ryu serta para prajurit mundur dari medan pertempuran. Ditengah perjalanan, bunga kecil tadi hinggap di tubuh Ken
Ken:
Eh? Bunga ini bukanlah jenis bunga yang bisa berada di dalam lautan
Ryu:
Jangan terlalu dipikirkan
Ken:
Ya
Ken berusaha mencabutnya namun bunga tersebut tak dapat Ia gerakan sedikitpun, Ken pun berhenti sejenak
Ryu:
Ada apa?
Ken:
Gawat, bunga ini tidak mau lepas dari tubuhku
Ryu:
Apa bunga itu membuat tubuhmu sakit atau yang lainnya?
Ken:
Tidak
Ryu:
Kalau begitu lanjut jalan saja, minta seseorang mencabutnya nanti
Ken:
Baiklah
Ken kembali melanjutkan perjalanannya ke pos prajurit. Sesampainya mereka disana, terlihat para prajurit sedang berbaris
”Mereka sudah kembali!”
Para prajurit terkejut dengan kedatangan mereka
Ryu:
Ada apa ini?!
Agi pun keluar dari barisan dan menghadap mereka
Agi:
Mereka adalah bala bantuan yang hendak dikirimkan untuk membantu kalian
Ken:
Tapi pertarungannya sudah selesai
Agi:
Apa? Bagaimana mungkin?
Ken:
Lord of Light menyegel kekuatan Abyss
Agi:
Syukurlah, bagaimana keadaan para prajurit kalian?
Ken:
Dalam waktu beberapa hari ini, sebagian prajurit kami gugur disana
Ken:
Jasad mereka ditelan oleh Abyss
Agi:
Aku turut berduka
Ryu:
Itu bukan masalah, mereka sudah bersedia mengorbankan nyawa mereka
Ryu:
Jangan ada penyesalan dan tidak boleh ada
Ken:
Dia benar
Agi:
Aku paham
Ken:
Ngomong-ngomong, bisa tolong cabut bunga ini?
Agi:
Bunga apa itu?
Ken:
Tidak tahu, bunga ini tiba-tiba menempel padaku
Agi:
Hm..Sepertinya bunga itu bukan berasal dari sini
Agi:
Biar ku cabut
Agi berusaha menariknya namun tetap saja
sia-sia
Ken:
Huft..tidak bisa juga ya
Agi:
Sepertinya bunga ini memiliki kekuatan khusus
Agi:
Seharusnya Yang Mulia Nechryn bisa mengurusnya
Ken:
Aku harap begitu
Ryu:
Sudahlah, bersihkan dirimu dulu
Ken:
Ya, kami pergi dulu
Agi:
Silahkan
Ken dan Ryu serta para prajurit pergi membersihkan diri mereka di pos prajurit
Agi:
’Dari ceritanya, Abyss disegel oleh
Lord of Light, setelahnya bunga itu
menempel di tubuhnya’
Agi:
’Mungkinkah bunga itu berhubungan dengan Lord of Light?’
Ken dan Ryu selesai membersihkan diri mereka kemudian menghadap Agi
Ken:
Kami sudah selesai
Ken:
Tolong bawa kami menemui Yang Mulia
Ken:
Kami harus memberikan laporannya secara langsung padanya
Agi:
Ya, ayo
Ryu:
Tunggu sebentar
Ryu maju ke depan barisan para prajurit
Ryu:
Seluruh barisan, bubar!
”Baik!”
Para prajurit tadi langsung bubar dan kembali ke dalam pos
Ryu:
Selesai. Ayo
Mereka bertiga pergi menghadap Nechryn di istananya
Kreeettttt.....
Agi membuka pintu
Agi:
Tunggu sebentar, aku harus memberi tahu
Ken:
Ya
Agi masuk kedalam istana
Ken:
Hei Ryu, bagaimana mungkin kau bisa terluka karena serangan Abyss
Ryu:
Saat itu, aku serta para prajurit baru saja datang. Namun, tanpa disadari, segerombolan makhluk Abyss sudah berada dekat dengan pos prajurit
Ryu:
Mau tidak mau aku harus menjadi umpan dan menghambur formasi mereka
Ryu:
Yaa..beruntungnya aku selamat
Ken:
Seperti apa gerombolan mosnternya?
Ryu:
Hanya monster biasa, tapi ada satu monster yang berukuran sangat besar sekali
Ryu:
Monster itu berukuran tiga kali lipat naga badai milik Rex angin
Ken:
Yang benar saja?!
Ryu:
Memang sulit dipercaya, tapi monster besar itu mundur setelah monster-monster kecil dikalahkan
Ryu:
Tapi dia menembakan petir yang sangat kuat sekali, diperlukan seluruh pasukan untuk menahan serangannya
Ken:
Sial, kekuatan Abyss pastilah sangat besar
Ryu:
Tentunya
Tap! Tap! Tap! Tap!
Agi kembali
Agi:
Silahkan masuk, Yang Mulia Nechryn sudah menunggu kalian
Ken:
Ya
Ken dan Ryu pergi menghadap Nechryn
Kreeettttt......
Pintunya terbuka, Ken dan Ryu segera masuk
Nechryn:
Silahkan duduk
”Baik!”
Ken dan Ryu duduk
Nechryn:
Jadi bagaimana?
Ken:
Ditengah pertarungan, kekuatan Lord of Light menyegel Abyss
Ken:
Jadi untuk sekarang kita bisa tenang
Nechryn:
Bagus
Nechryn:
Berapa banyak prajurit yang gugur di medan pertempuran?
Ken:
Hanya setengah kelompok saja Yang Mulia
Nechryn:
Syukurlah
Nechryn:
Aku sudah mendengar dari Agi tentang bunga yang menempel pada tubuhmu
Ken:
Benarkah? Jadi apa anda bisa mencabutnya?
Nechryn:
Biar kucoba
Nechryn menciptakan arus air dan menarik bunga tersebut dari tubuh Ken
Nguuunggg....
Bunganya bersinar
’Salam Rex air’
Nechryn:
Lord of Light
Brakk!!!
Ken dan Ryu langsung berlutut setelah mendengarnya
’Hm? Suara ribut apa itu?’
Nechryn:
Mereka memberi hormat pada anda
’Mintalah mereka untuk bangkit, aku ingin menyampaikan sesuatu pada mereka’
Nechryn:
Kalian mendengarnya?
”Dimengerti”
Ken dan Ryu langsung bangkit berdiri
’Baik, akan aku lanjutkan’
’Rex air, pergilah ke wilayah Rex tanah’
’Disana adalah titik pertemuan para Rex’
Nechryn:
Dimengerti
’Lalu, aku merasakan sedikit kekuatan Abyss disini’
’Diantara kalian yang ada disini, apa ada yang berkaitan dengan Abyss?’
Ryu:
Itu adalah saya
’Hm? Apa yang terjadi padamu?’
Ryu:
Saya pernah terkena serangan Abyss
’Rupanya begitu’
Sruuutt....
Asap hitam keluar dari tubuh Ryu dan dihisap oleh bunga tersebut
’Untung saja Abyss tidak langsung melahap inti helios milikmu’
Ryu:
Terima kasih banyak tuan!
’Bukan masalah’
’Rex air, ingatlah pesanku tadi’
Nechryn:
Baik
Shuuu....
Bunganya kembali seperti semula
Blup!
Nechryn membuat gelembung khusus untuk bunga tersebut
Nechryn:
Sepertinya tugas kalian disini sudah selesai
Nechryn:
Perang sudah dekat
Ken:
Kami mengerti
Ken:
Bagaimana anda pergi ke wilayah Rex tanah?
Nechryn:
Tenang saja, aku sudah mendapatkan solusinya
Ken:
Baik, kalau begitu kami pamit dulu
Nechryn:
Tunggu, ambilah ini
Nechryn menyerahkan helios berelemen air kepada Ken dan Ryu
Nechryn:
Semoga ini membantu kalian untuk kedepannya
”Terima kasih Yang Mulia”
Keduanya membungkuk hormat pada Nechryn dan pergi meninggalkan istana
Agi:
Sudah selesai?
Ken:
Sudah
Agi:
Jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?
Ken:
Yang Mulia akan pergi ke wilayah Rex tanah
Agi:
Lalu kalian?
Ken:
Entahlah, masih belum ada perintah langsung dari Yang Mulia
Agi:
Aku mengerti