
Di wilayah Saxa, Aiwaka menggunakan kekuatannya untuk menarik bijih-bijih logam berkualitas tinggi untuk dijadikan alat perang. Dalam waktu beberapa hari saja, bijih-bijih logam sudah menumpuk hingga menjadi bukit
Aiwaka:
’Apa aku mengambil terlalu banyak?’
Aiwaka menghitung lagi semua peralatan yang ada serta jumlah pasukannya
Aiwaka:
’Gawat, aku mengambilnya terlalu banyak’
Aiwaka:
’Aku akan membagikannya dengan Rex yang lain saja’
Aiwaka menciptakan penampang besar untuk mengangkut sebagian besar bijih-bijih tersebut
Aiwaka:
’Aku sudah selesai memisahkan yang tidak dipakai, lalu aku akan mengangkutnya dengan apa?’
Aiwaka berpikir lagi
Aiwaka:
’Benar, pertama-tama haruslah mencari tempat yang tenang’
Aiwaka pergi dari pusat kota dan pergi ke gunung Go untuk mencari ide lagi, Ia terus berpikir sembari berjalan kesana kemari dan beberapa kali menghentak-hentak tanah
Aiwaka:
Ayolah.....Castella saja perlu waktu yang lama agar sampai ke wilayah lain
Dugg!
Aiwaka:
Hah?
Aiwaka mencari sumber suara tadi
Aiwaka:
Ah, kau rupanya sahabatku
Aiwaka menemukan kura-kura tanah yang diberikan Arumi padanya beberapa waktu yang lalu sedang terbalik di tanah. Ia mengangkat kura-kura tersebut dan menggendongnya, seketika keluarlah ide cemerlang dari benaknya
Aiwaka:
Aaaahhhh....benar juga!
Splash!!
Celene muncul dihadapannya
Celene:
Hwaa..maafkan aku, aku sedang bermain dengan tuan kura-kura tadi
Celene membungkukan badannya beberapa kali kepada Aiwaka sambil mengucapkan maaf
Aiwaka:
Tenanglah Nona muda, dia baik-baik saja
Aiwaka:
Lagipula, diriku baru saja terpikirkan ide yang cemerlang berkatnya
Celene:
Ide apa itu tuan?
Aiwaka:
Diriku akan membagikan bijih-bijih logam itu ke wilayah lain
Celene:
Kalau begitu saya mempunyai sebuah peta untuk membantu anda
Aiwaka:
Hm? Benda apakah peta itu Nona?
Celene:
Gambar diatas kertas yang menunjukan arah
Aiwaka:
Benarkah? Luar biasa!
Celene melepas topinya dan mengambil sebuah gulungan kertas
Aiwaka:
’Oh, indah dan menawan sekali dia’
Aiwaka tertegun melihat penampilan Celene saat melepas topinya
Celene:
Ini dia!
Celene membuka gulungan kertas itu
Celene:
Lihatlah in-
Celene:
Tu-tuan?
Aiwaka:
Ahh..maafkan diriku
Celene:
Apa yang anda pikirkan?
Aiwaka:
’Apakah aku harus memberitahunya?’
Aiwaka:
’Aku harus jujur’
Aiwaka:
Diriku terpesona saat melihat penampilanmu yang sangat menawan itu Nona
Celene:
A-a-ap..ap....apa.....?!
Wajah Celene memerah saat mendengarnya
Aiwaka:
No-nona, tolong jangan tersinggung seperti itu
Aiwaka:
Diriku memuji penampilanmu yang menawan
Celene:
Celene menyerahkan gulungannya sambil menunduk malu
Aiwaka:
Ba-baiklah, terima kasih
Aiwaka membuka gulungannya dan melihatnya dengan cermat selama beberapa saat
Aiwaka:
Hmm....wilayah Rex air berada di arah utara kita, wilayah Rex es dan angin juga di arah utara
Aiwaka:
Lalu Rex api berada di arah selatan, dan wilayah Rex petir di arah tenggara
Aiwaka:
Darimanakah dirimu mendapat peta ini?
Celene:
Arumi memberikannya padaku
Aiwaka:
Arumi? Maksudmu Rex kehidupan itu?
Celene:
Benar
Aiwaka:
Diriku tidak merasakan kehadirannya dimanapun diseluruh daratan yang ada
Celene:
Apa?!
Aiwaka:
Benar, keberadaannya menghilang tepat di depan pohon besar di wilayah Rex petir
Celene:
Tidak mungkin!
Aiwaka:
Sebelum Ia menghilang, diriku merasakan ada kekuatan yang sama dengan yang pernah Ia gunakan
Aiwaka:
Namun keberadaannya tidak kurasakan lagi setelah itu
Celene:
Apa dia yang menggunakan teknik itu?
Aiwaka:
Tidak, dia seperti ditarik
Celene:
Argh......
Aiwaka:
Tenanglah Nona
Celene:
Mana mungkin aku bisa tenang disaat seperti ini!
Celene menginjak-injak tanah sekuat mungkin
Aiwaka:
’Apa dia berusaha menghancurkan gunung ini?’
Aiwaka memberikan Celene kekuatan untuk mengatur permukaan tanah
Shrug!!!!
Permukaan gunung yang diinjak oleh Celene seketika menjadi datar dan Celene terjatuh
Celene:
HWAAAAAAA!!!!
Aiwaka:
Oh tidak
Aiwaka terjun untuk menyusul Celene
Aiwaka:
’Buatlah diriku menjadi lebih berat!’
Aiwaka menaikan berat tubuhnya sehingga Ia jatuh menghantam tanah duluan
Aiwaka:
Aku menangkapmu Nona
Aiwaka menangkap Celene
Tubuh Celene bergetar hebat sambil memasang wajah pucat
Celene:
A-a-a-a-a-apa yang....terjadi......barusan?!
Aiwaka:
Maaf, diriku mengira kau ingin menghancurkan gunung ini
Celene:
Tu-tu-tuan.......
Aiwaka:
Maafkan aku
Celene memegang erat pakaian Aiwaka
Aiwaka:
Sudah tidak apa-apa, kau bisa tenang sekarang
Bugg!!
Kura-kura tadi terjatuh dan menghantam kepala Aiwaka dengan sangat kuat
Brukk!
Aiwaka langsung terjatuh ke arah belakang
Aiwaka:
Ughhh......
Keduanya terbaring lemas tak bertenaga