Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Aiwaka dan Celene di Saxa



Di wilayah Saxa, Aiwaka menggunakan kekuatannya untuk menarik bijih-bijih logam berkualitas tinggi untuk dijadikan alat perang. Dalam waktu beberapa hari saja, bijih-bijih logam sudah menumpuk hingga menjadi bukit


Aiwaka:


’Apa aku mengambil terlalu banyak?’


Aiwaka menghitung lagi semua peralatan yang ada serta jumlah pasukannya


Aiwaka:


’Gawat, aku mengambilnya terlalu banyak’


Aiwaka:


’Aku akan membagikannya dengan Rex yang lain saja’


Aiwaka menciptakan penampang besar untuk mengangkut sebagian besar bijih-bijih tersebut


Aiwaka:


’Aku sudah selesai memisahkan yang tidak dipakai, lalu aku akan mengangkutnya dengan apa?’


Aiwaka berpikir lagi


Aiwaka:


’Benar, pertama-tama haruslah mencari tempat yang tenang’


Aiwaka pergi dari pusat kota dan pergi ke gunung Go untuk mencari ide lagi, Ia terus berpikir sembari berjalan kesana kemari dan beberapa kali menghentak-hentak tanah


Aiwaka:


Ayolah.....Castella saja perlu waktu yang lama agar sampai ke wilayah lain


Dugg!


Aiwaka:


Hah?


Aiwaka mencari sumber suara tadi


Aiwaka:


Ah, kau rupanya sahabatku


Aiwaka menemukan kura-kura tanah yang diberikan Arumi padanya beberapa waktu yang lalu sedang terbalik di tanah. Ia mengangkat kura-kura tersebut dan menggendongnya, seketika keluarlah ide cemerlang dari benaknya


Aiwaka:


Aaaahhhh....benar juga!


Splash!!


Celene muncul dihadapannya


Celene:


Hwaa..maafkan aku, aku sedang bermain dengan tuan kura-kura tadi


Celene membungkukan badannya beberapa kali kepada Aiwaka sambil mengucapkan maaf


Aiwaka:


Tenanglah Nona muda, dia baik-baik saja


Aiwaka:


Lagipula, diriku baru saja terpikirkan ide yang cemerlang berkatnya


Celene:


Ide apa itu tuan?


Aiwaka:


Diriku akan membagikan bijih-bijih logam itu ke wilayah lain


Celene:


Kalau begitu saya mempunyai sebuah peta untuk membantu anda


Aiwaka:


Hm? Benda apakah peta itu Nona?


Celene:


Gambar diatas kertas yang menunjukan arah


Aiwaka:


Benarkah? Luar biasa!


Celene melepas topinya dan mengambil sebuah gulungan kertas


Aiwaka:


’Oh, indah dan menawan sekali dia’


Aiwaka tertegun melihat penampilan Celene saat melepas topinya


Celene:


Ini dia!


Celene membuka gulungan kertas itu


Celene:


Lihatlah in-


Celene:


Tu-tuan?


Aiwaka:


Ahh..maafkan diriku


Celene:


Apa yang anda pikirkan?


Aiwaka:


’Apakah aku harus memberitahunya?’


Aiwaka:


’Aku harus jujur’


Aiwaka:


Diriku terpesona saat melihat penampilanmu yang sangat menawan itu Nona


Celene:


A-a-ap..ap....apa.....?!


Wajah Celene memerah saat mendengarnya


Aiwaka:


No-nona, tolong jangan tersinggung seperti itu


Aiwaka:


Diriku memuji penampilanmu yang menawan


Celene:


Celene menyerahkan gulungannya sambil menunduk malu


Aiwaka:


Ba-baiklah, terima kasih


Aiwaka membuka gulungannya dan melihatnya dengan cermat selama beberapa saat


Aiwaka:


Hmm....wilayah Rex air berada di arah utara kita, wilayah Rex es dan angin juga di arah utara


Aiwaka:


Lalu Rex api berada di arah selatan, dan wilayah Rex petir di arah tenggara


Aiwaka:


Darimanakah dirimu mendapat peta ini?


Celene:


Arumi memberikannya padaku


Aiwaka:


Arumi? Maksudmu Rex kehidupan itu?


Celene:


Benar


Aiwaka:


Diriku tidak merasakan kehadirannya dimanapun diseluruh daratan yang ada


Celene:


Apa?!


Aiwaka:


Benar, keberadaannya menghilang tepat di depan pohon besar di wilayah Rex petir


Celene:


Tidak mungkin!


Aiwaka:


Sebelum Ia menghilang, diriku merasakan ada kekuatan yang sama dengan yang pernah Ia gunakan


Aiwaka:


Namun keberadaannya tidak kurasakan lagi setelah itu


Celene:


Apa dia yang menggunakan teknik itu?


Aiwaka:


Tidak, dia seperti ditarik


Celene:


Argh......


Aiwaka:


Tenanglah Nona


Celene:


Mana mungkin aku bisa tenang disaat seperti ini!


Celene menginjak-injak tanah sekuat mungkin


Aiwaka:


’Apa dia berusaha menghancurkan gunung ini?’


Aiwaka memberikan Celene kekuatan untuk mengatur permukaan tanah


Shrug!!!!


Permukaan gunung yang diinjak oleh Celene seketika menjadi datar dan Celene terjatuh


Celene:


HWAAAAAAA!!!!


Aiwaka:


Oh tidak


Aiwaka terjun untuk menyusul Celene


Aiwaka:


’Buatlah diriku menjadi lebih berat!’


Aiwaka menaikan berat tubuhnya sehingga Ia jatuh menghantam tanah duluan


Aiwaka:


Aku menangkapmu Nona


Aiwaka menangkap Celene


Tubuh Celene bergetar hebat sambil memasang wajah pucat


Celene:


A-a-a-a-a-apa yang....terjadi......barusan?!


Aiwaka:


Maaf, diriku mengira kau ingin menghancurkan gunung ini


Celene:


Tu-tu-tuan.......


Aiwaka:


Maafkan aku


Celene memegang erat pakaian Aiwaka


Aiwaka:


Sudah tidak apa-apa, kau bisa tenang sekarang


Bugg!!


Kura-kura tadi terjatuh dan menghantam kepala Aiwaka dengan sangat kuat


Brukk!


Aiwaka langsung terjatuh ke arah belakang


Aiwaka:


Ughhh......


Keduanya terbaring lemas tak bertenaga