
Beberapa hari setelah kejadian Liang Wei dan Vassago menikah, Viestavas kedatangan tamu dari luar
Nexus:
Nona Wei, anda dimohon untuk segera pergi ke wilayah perbatasan sekarang!
Liang Wei:
Hm? Apa yang sedang terjadi?
Nexus:
Dikabarkan bahwa kita kedatangan bangsa dari luar
Liang Wei:
Baiklah, aku akan menyusul
Nexus:
Baik Nona
Nexus pergi meninggalkan Liang Wei
Liang Wei:
’Bangsa dari luar ya?’
Liang Wei:
’Mungkin dia tahu sesuatu’
Liang Wei pergi mencari Vassago di kamarnya
Ting!
Vassago:
Masuklah
Liang Wei membuka pintunya
Vassago:
Kau rupanya, ada apa?
Vassago terlihat sedang mengelus-elus naga badai tersebut yang sedang berada dalam ukuran kecilnya
Liang Wei:
Suamiku, kita kedatangan tamu dari luar, apa kau kenal siapa yang dimaksud?
Vassago:
Tamu dari luar? Seingatku hanya ada bangsa bernama Argeth di luar dinding badai itu dulu
Vassago:
Pemimpin mereka adalah Rex es, bangsa itu lahir dari kekuatan Rex angin dan air
Liang Wei:
Terima kasih penjelasannya, sekarang ikut aku menemui mereka di perbatasan
Vassago:
Ya
Vassago:
Tora, antar kami kesana
Naga itu mengangguk-angguk kan kepalanya
Vassago:
Ayo pergi
Vassago menyerahkan naga badai itu pada Liang Wei
Liang Wei:
Hwoa..apa dia tidak akan mengamuk?
Vassago:
Tidak akan, kau mempunyai setengah inti Rex
Liang Wei mengambilnya dan mencoba mengelus naga itu
”Kkrrrrr.....”
Naga itu menggeliat-liat
Vassago:
Lihat?
Liang Wei:
Benar, dia jinak
Liang Wei dan Vassago pergi keluar dari gerbang kota dan pergi ke perbatasan dengan menaiki sang naga badai. Beberapa lama mereka terbang, sampailah mereka di perbatasan. Dari atas terlihat banyak sekali orang-orang berpakaian biru yang terbagi menjadi 2 bagian
Vassago:
Disini?
Liang Wei:
Ya
Vassago segera mengarahkan Tora untuk turun perlahan
Bumm!
Tanah berguncang saat Tora menginjakan kakinya di tanah. Liang Wei pun turun dari punggung Tora dan menghadap ke bangsa Argeth
”Apa benar kau adalah perwakilan dari Rex angin?”
Vassago:
Aku adalah Rex angin, dan dia istriku
Vassago:
Ada apa mencariku?
”Yang mulia Vigndr ingin berbicara langsung dengan anda”
Seorang wanita pun maju dari belakang pengawal tersebut, setiap langkahnya menciptakan es yang berwarna biru dan sangat dingin
Vigndr:
Sebuah kehormatan bisa bertemu anda,
Yang Mulia
Vassago:
?
Vigndr:
Hamba datang membawa bantuan untuk anda
Liang Wei:
Maaf, mengapa kau memanggilnya sebagai Yang Mulia?
Vigndr:
Rex angin dan air adalah asal muasal bangsa kami, seluruh keturunan kami adalah dari darahnya
Liang Wei:
Suamiku?
Vassago:
Aku tak keberatan, lalu apa yang akan kalian lakukan disini kedepannya?
Vigndr:
Kami ingin anda memimpin kami dalam perang melawan Abyss sebagaimana yang disampaikan oleh Lord of Light
Vassago:
Untuk kewenangan dalam memimpin, istriku lah yang memegang kewenangan tersebut
Vigndr:
Bukan masalah bagi kami
Vassago:
Bagaimana?
Liang Wei:
Aku terima, selamat datang bagimu dan bangsamu di tanah Viestavas
Vigndr memberi hormat dan memimpin bangsanya memasuki Viestavas, Tora menyusutkan ukurannya dan hinggap di bahu Liang Wei
Liang Wei:
Tidak kusangka kita akan bersekutu dengan bangsa yang kuat seperti ini
Vassago:
Ya, kuharap Rex lain juga sudah siap
Liang Wei:
Benar juga, apa kita akan mulai berpencar?
Vassago:
Ke wilayah lain? Akan kita lakukan jika Rex es dan pasukannya siap
Liang Wei:
Aku mengerti, sebisa mungkin aku mendiskusikan yang terbaik dengan mereka
Vassago:
Ya
Vassago terdiam sejenak
Vassago:
Payah sekali diriku ini menyerahkan semuanya pada seorang wanita
Thump!
Tora menembakan meriam anginnya ke pipi Vassago
Vassago:
Aw! Itu sakit!
Liang Wei:
Suamiku, jangan mengucapkan hal itu lagi
Liang Wei:
Jika aku sudah berkata bahwa aku yang mengambil alih, maka aku lah yang bertanggung jawab
Vassago:
Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi
Liang Wei:
Ayo kita memberitahukan ini pada yang lainnya
Tora kembali ke ukurannya yang semula dan membawa Liang Wei serta Vassago kembali ke gerbang kota. Sesampainya disana mereka sudah disambut oleh para Stellar dan beberapa prajurit
Huang Yui:
Bagaimana keadaannya A-Wei?
Liang Wei:
Mereka adalah sekutu
Huang Yui:
Liang Wei:
Aku tidak terpikirkan untuk itu
Vassago:
Aku punya saran
Liang Wei:
Katakanlah
Vassago:
Ada sebuah tempat yang agak jauh dari sini, disana adalah tempat asalku
Vassago:
Mengenai kelayakannya, di tempat itu semuanya masih berupa hutan lebat yang luas
Liang Wei:
Daerah itu ya? Apa tidak ada yang perlu di khawatirkan disana?
Vassago:
Aku menjaminnya
Liang Wei:
Baiklah, mereka akan membuat lahan dan membangun pemukiman disana
Liang Wei:
Yui, Hera, Suan, bawa sebagian prajurit untuk membantu pembangunan disana
”Baik!”
Liang Wei:
Eiko, persiapkan rencana perjalanan
Eiko:
Dimengerti Nona
Liang Wei:
Bubar
Para Stellar pun langsung pergi dari hadapan mereka dan pergi mengerjakan tugas mereka
Srek srek srek srek srek
Terdengar suara gesekan pensil dengan buku dari arah Vassago
Vassago:
Prajurit.....Rencana....Pembagian......dan.......
Liang Wei:
Apa itu suamiku?
Liang Wei mengambil buku yang ada di tangan Vassago dan membaca semua halaman yang ada
Vassago:
He-hei!
Liang Wei:
Apa ini? Kau menulis berbagai macam hal yang pernah kukatakan?
Vassago:
Tolong jangan salah paham, aku men-
Liang Wei:
Tidak ada alasan, aku akan membuang ini
Vassago:
Yang benar saja
Liang Wei:
Kita harus kembali ke Gong Tian
Vassago:
Aku mengerti
Liang Wei dan Vassago kembali ke Gong Tian
Liang Wei:
Hummmm.....!!!
Liang Wei berbaring di kasurnya sambil meregangkan badannya beberapa kali
Liang Wei:
Suamiku, beristirahatlah sebentar disini
Vassago:
Aku tidak bisa
Liang Wei:
Hm? Kenapa?
Vassago:
Jawablah dahulu pertanyaanku
Liang Wei:
Katakanlah
Vassago:
Apa alasanmu mau langsung menikah dengan orang yang belum kau kenal lama?
Liang Wei:
Pfft..pertanyaan yang konyol
Liang Wei:
Tapi tidak ada salahnya, akan kuberitahu
Liang Wei:
Aku punya 4 alasan
Liang Wei:
Kedudukan, Kekuasaan, Kekuatan, dan tentu saja aku memang jatuh cinta padamu
Vassago:
Aku anggap alasan terakhir adalah alasan yang tidak jelas
Vassago:
Kedudukan, Kekuasaan, Kekuatan, ketiganya adalah tujuan utamamu
Vassago:
Ketiganya memiliki alasan yang pasti
Vassago:
Alasan yang terakhir adalah yang sangat tidak masuk akal bagiku
Vassago:
Cinta adalah hal yang tidak memiliki arti dan makna, dan dari hal ini aku hanya setuju pada 3 alasan utamamu saja
Liang Wei:
Jadi apa tanggapanmu jika aku mengatakan bahwa aku menikahimu hanya untuk tahta?
Vassago:
Aku tidak keberatan sama sekali meskipun Rex adalah titik tertinggi pemimpin sebuah wilayah
Vassago:
Aku selalu menerima hal yang menguntungkan banyak orang meskipun nyawaku taruhannya
Liang Wei:
Tepat, aku mengetahui sifatmu yang satu itu
Liang Wei:
Kau menyerahkan semuanya padaku, lalu mengapa aku tidak mengambil semuanya yang ada?
Liang Wei:
Mengambil semuanya dari dirimu.....
Liang Wei:
Kekuatan, Kekuasaan, Kedudukan adalah keinginanku agar bisa memimpin bangsa ini lebih lama lagi
Liang Wei:
Usia seorang Rex mampu mencapai ratusan tahun, untuk itulah aku menikahimu
Liang Wei:
Jika kau bertanya mengenai cinta padaku
Liang Wei:
Tentu aku mencintaimu karena hidup selama ratusan tahun akan terasa hampa tanpa seorang pendamping
Liang Wei:
Kau menyerahkan dirimu padaku, dan aku menyerahkan diriku padamu, kita impas
Vassago terdiam
Liang Wei:
Daripada itu, sudah siapkah dirimu untuk pemecahan kekuatan, Suamiku?
Vassago:
Aku selalu siap
Vassago:
Dimana kita akan melakukannya?
Liang Wei:
Di ruangan yang sama
Vassago:
Aku mengerti
Vassago dan Liang Wei langsung pergi ke ruangan waktu itu
Kreeettt....
Keduanya memasuki ruangan. Vassago segera berdiri diatas pilar tersebut dan Liang Wei mengambil posisi di kendali pilarnya
Liang Wei:
Sudah siap?
Vassago:
Lakukanlah