Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Tetangga



Beberapa hari setelah kejadian Liang Wei dan Vassago menikah, Viestavas kedatangan tamu dari luar


Nexus:


Nona Wei, anda dimohon untuk segera pergi ke wilayah perbatasan sekarang!


Liang Wei:


Hm? Apa yang sedang terjadi?


Nexus:


Dikabarkan bahwa kita kedatangan bangsa dari luar


Liang Wei:


Baiklah, aku akan menyusul


Nexus:


Baik Nona


Nexus pergi meninggalkan Liang Wei


Liang Wei:


’Bangsa dari luar ya?’


Liang Wei:


’Mungkin dia tahu sesuatu’


Liang Wei pergi mencari Vassago di kamarnya


Ting!


Vassago:


Masuklah


Liang Wei membuka pintunya


Vassago:


Kau rupanya, ada apa?


Vassago terlihat sedang mengelus-elus naga badai tersebut yang sedang berada dalam ukuran kecilnya


Liang Wei:


Suamiku, kita kedatangan tamu dari luar, apa kau kenal siapa yang dimaksud?


Vassago:


Tamu dari luar? Seingatku hanya ada bangsa bernama Argeth di luar dinding badai itu dulu


Vassago:


Pemimpin mereka adalah Rex es, bangsa itu lahir dari kekuatan Rex angin dan air


Liang Wei:


Terima kasih penjelasannya, sekarang ikut aku menemui mereka di perbatasan


Vassago:


Ya


Vassago:


Tora, antar kami kesana


Naga itu mengangguk-angguk kan kepalanya


Vassago:


Ayo pergi


Vassago menyerahkan naga badai itu pada Liang Wei


Liang Wei:


Hwoa..apa dia tidak akan mengamuk?


Vassago:


Tidak akan, kau mempunyai setengah inti Rex


Liang Wei mengambilnya dan mencoba mengelus naga itu


”Kkrrrrr.....”


Naga itu menggeliat-liat


Vassago:


Lihat?


Liang Wei:


Benar, dia jinak


Liang Wei dan Vassago pergi keluar dari gerbang kota dan pergi ke perbatasan dengan menaiki sang naga badai. Beberapa lama mereka terbang, sampailah mereka di perbatasan. Dari atas terlihat banyak sekali orang-orang berpakaian biru yang terbagi menjadi 2 bagian


Vassago:


Disini?


Liang Wei:


Ya


Vassago segera mengarahkan Tora untuk turun perlahan


Bumm!


Tanah berguncang saat Tora menginjakan kakinya di tanah. Liang Wei pun turun dari punggung Tora dan menghadap ke bangsa Argeth


”Apa benar kau adalah perwakilan dari Rex angin?”


Vassago:


Aku adalah Rex angin, dan dia istriku


Vassago:


Ada apa mencariku?


”Yang mulia Vigndr ingin berbicara langsung dengan anda”


Seorang wanita pun maju dari belakang pengawal tersebut, setiap langkahnya menciptakan es yang berwarna biru dan sangat dingin


Vigndr:


Sebuah kehormatan bisa bertemu anda,


Yang Mulia


Vassago:


?


Vigndr:


Hamba datang membawa bantuan untuk anda


Liang Wei:


Maaf, mengapa kau memanggilnya sebagai Yang Mulia?


Vigndr:


Rex angin dan air adalah asal muasal bangsa kami, seluruh keturunan kami adalah dari darahnya


Liang Wei:


Suamiku?


Vassago:


Aku tak keberatan, lalu apa yang akan kalian lakukan disini kedepannya?


Vigndr:


Kami ingin anda memimpin kami dalam perang melawan Abyss sebagaimana yang disampaikan oleh Lord of Light


Vassago:


Untuk kewenangan dalam memimpin, istriku lah yang memegang kewenangan tersebut


Vigndr:


Bukan masalah bagi kami


Vassago:


Bagaimana?


Liang Wei:


Aku terima, selamat datang bagimu dan bangsamu di tanah Viestavas


Vigndr memberi hormat dan memimpin bangsanya memasuki Viestavas, Tora menyusutkan ukurannya dan hinggap di bahu Liang Wei


Liang Wei:


Tidak kusangka kita akan bersekutu dengan bangsa yang kuat seperti ini


Vassago:


Ya, kuharap Rex lain juga sudah siap


Liang Wei:


Benar juga, apa kita akan mulai berpencar?


Vassago:


Ke wilayah lain? Akan kita lakukan jika Rex es dan pasukannya siap


Liang Wei:


Aku mengerti, sebisa mungkin aku mendiskusikan yang terbaik dengan mereka


Vassago:


Ya


Vassago terdiam sejenak


Vassago:


Payah sekali diriku ini menyerahkan semuanya pada seorang wanita


Thump!


Tora menembakan meriam anginnya ke pipi Vassago


Vassago:


Aw! Itu sakit!


Liang Wei:


Suamiku, jangan mengucapkan hal itu lagi


Liang Wei:


Jika aku sudah berkata bahwa aku yang mengambil alih, maka aku lah yang bertanggung jawab


Vassago:


Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi


Liang Wei:


Ayo kita memberitahukan ini pada yang lainnya


Tora kembali ke ukurannya yang semula dan membawa Liang Wei serta Vassago kembali ke gerbang kota. Sesampainya disana mereka sudah disambut oleh para Stellar dan beberapa prajurit


Huang Yui:


Bagaimana keadaannya A-Wei?


Liang Wei:


Mereka adalah sekutu


Huang Yui:


Liang Wei:


Aku tidak terpikirkan untuk itu


Vassago:


Aku punya saran


Liang Wei:


Katakanlah


Vassago:


Ada sebuah tempat yang agak jauh dari sini, disana adalah tempat asalku


Vassago:


Mengenai kelayakannya, di tempat itu semuanya masih berupa hutan lebat yang luas


Liang Wei:


Daerah itu ya? Apa tidak ada yang perlu di khawatirkan disana?


Vassago:


Aku menjaminnya


Liang Wei:


Baiklah, mereka akan membuat lahan dan membangun pemukiman disana


Liang Wei:


Yui, Hera, Suan, bawa sebagian prajurit untuk membantu pembangunan disana


”Baik!”


Liang Wei:


Eiko, persiapkan rencana perjalanan


Eiko:


Dimengerti Nona


Liang Wei:


Bubar


Para Stellar pun langsung pergi dari hadapan mereka dan pergi mengerjakan tugas mereka


Srek srek srek srek srek


Terdengar suara gesekan pensil dengan buku dari arah Vassago


Vassago:


Prajurit.....Rencana....Pembagian......dan.......


Liang Wei:


Apa itu suamiku?


Liang Wei mengambil buku yang ada di tangan Vassago dan membaca semua halaman yang ada


Vassago:


He-hei!


Liang Wei:


Apa ini? Kau menulis berbagai macam hal yang pernah kukatakan?


Vassago:


Tolong jangan salah paham, aku men-


Liang Wei:


Tidak ada alasan, aku akan membuang ini


Vassago:


Yang benar saja


Liang Wei:


Kita harus kembali ke Gong Tian


Vassago:


Aku mengerti


Liang Wei dan Vassago kembali ke Gong Tian


Liang Wei:


Hummmm.....!!!


Liang Wei berbaring di kasurnya sambil meregangkan badannya beberapa kali


Liang Wei:


Suamiku, beristirahatlah sebentar disini


Vassago:


Aku tidak bisa


Liang Wei:


Hm? Kenapa?


Vassago:


Jawablah dahulu pertanyaanku


Liang Wei:


Katakanlah


Vassago:


Apa alasanmu mau langsung menikah dengan orang yang belum kau kenal lama?


Liang Wei:


Pfft..pertanyaan yang konyol


Liang Wei:


Tapi tidak ada salahnya, akan kuberitahu


Liang Wei:


Aku punya 4 alasan


Liang Wei:


Kedudukan, Kekuasaan, Kekuatan, dan tentu saja aku memang jatuh cinta padamu


Vassago:


Aku anggap alasan terakhir adalah alasan yang tidak jelas


Vassago:


Kedudukan, Kekuasaan, Kekuatan, ketiganya adalah tujuan utamamu


Vassago:


Ketiganya memiliki alasan yang pasti


Vassago:


Alasan yang terakhir adalah yang sangat tidak masuk akal bagiku


Vassago:


Cinta adalah hal yang tidak memiliki arti dan makna, dan dari hal ini aku hanya setuju pada 3 alasan utamamu saja


Liang Wei:


Jadi apa tanggapanmu jika aku mengatakan bahwa aku menikahimu hanya untuk tahta?


Vassago:


Aku tidak keberatan sama sekali meskipun Rex adalah titik tertinggi pemimpin sebuah wilayah


Vassago:


Aku selalu menerima hal yang menguntungkan banyak orang meskipun nyawaku taruhannya


Liang Wei:


Tepat, aku mengetahui sifatmu yang satu itu


Liang Wei:


Kau menyerahkan semuanya padaku, lalu mengapa aku tidak mengambil semuanya yang ada?


Liang Wei:


Mengambil semuanya dari dirimu.....


Liang Wei:


Kekuatan, Kekuasaan, Kedudukan adalah keinginanku agar bisa memimpin bangsa ini lebih lama lagi


Liang Wei:


Usia seorang Rex mampu mencapai ratusan tahun, untuk itulah aku menikahimu


Liang Wei:


Jika kau bertanya mengenai cinta padaku


Liang Wei:


Tentu aku mencintaimu karena hidup selama ratusan tahun akan terasa hampa tanpa seorang pendamping


Liang Wei:


Kau menyerahkan dirimu padaku, dan aku menyerahkan diriku padamu, kita impas


Vassago terdiam


Liang Wei:


Daripada itu, sudah siapkah dirimu untuk pemecahan kekuatan, Suamiku?


Vassago:


Aku selalu siap


Vassago:


Dimana kita akan melakukannya?


Liang Wei:


Di ruangan yang sama


Vassago:


Aku mengerti


Vassago dan Liang Wei langsung pergi ke ruangan waktu itu


Kreeettt....


Keduanya memasuki ruangan. Vassago segera berdiri diatas pilar tersebut dan Liang Wei mengambil posisi di kendali pilarnya


Liang Wei:


Sudah siap?


Vassago:


Lakukanlah