
Di Tonitru, teriakan sang raksasa menggelegar sangat keras serta diikuti oleh langit yang diselimuti kegelapan. Salah satu pekerja Arumi yang bernama Sarusawa segera menutup kedainya dan mengambil lilin yang diberikan oleh Arumi padanya sebelum pergi
Csshhhhh.....
Sarusawa menyalakan lilinnya dan mulai berbicara
Sarusawa:
Langit telah menjadi gelap dan diikuti oleh suara raungan jahat, seluruh manusia ketakutan serta khawatir akan nasib mereka
Sarusawa:
Tumbuhan menjadi layu, kayu menjadi lapuk, besi menjadi berkarat, tanah menjadi tandus
Sarusawa:
Kehidupan akan punah dari dunia ini
Tiba-tiba terdengar suara dari lilin tersebut
’Aku paham Sarusawa’
Sarusawa:
S-suara itu.....
Sarusawa:
Nona Arumi!
Sarusawa terkejut mendengarnya
Sarusawa:
Anda kemana saja selama ini???
’Aku tidak bisa menceritakannya padamu’
’Tapi aku mendengar semuanya darimu’
Sarusawa:
Lalu, bisakah anda membantu kami?
’Apa? Apa yang bisa kubantu untuk kalian?’
Nada suara Arumi memberikan tekanan pada pertanyaan Sarusawa
’Saat ini kalian sedang hanya menghadapi awal bencana yang sama seperti ribuan tahun lalu’
’Kalian tidak pantas untuk takut’
’Ketakutan kalian hanya akan memperlemah para Rex dan memperkuat kegelapan dunia ini’
Sarusawa:
T-tapi....
’Lihatlah keluar’
Sarusawa:
E-eh? Baik
Sarusawa menaruh lilinnya pada sebuah wadah sambil pergi keluar
Sarusawa:
?!
Sarusawa melihat enam cahaya yang sangat terang, dua cahaya berada di satu tempat dan empat cahaya lainnya sedamg menuju ke dua cahaya tersebut
’Lihatlah para Rex itu, mereka sedang berjuang untuk melawan kegelapan dunia’
’Para Rex adalah orang-orang yang terpilih untuk melindungi manusia’
’Janganlah berputus asa, karena mereka masih ada untuk memberikan harapan pada manusia’
Sarusawa:
B-baik....
’Satu hal lagi’
’Sarusawa, di bawah lemari itu ada sebuah tempat penyimpanan’
’Didalamnya ada kutaruh sebuah kipas’
’Gunakanlah kipas itu untuk menghalau aura kegelapan yang dipancarkan oleh Abyss’
Sarusawa:
Caranya?
’Pergilah ke tempat tertinggi di Tonitru dan kibaskan kipas itu sekuat mungkin ke arah cahaya para Rex’
Sarusawa:
B-baik! Saya akan berusaha melakukannya
’Waktu mu sangat singkat, cepatlah’
Fsshhh.....
Arumi mematikan paksa lilinnya
Sarusawa:
’B-bagaimana ini’
Sarusawa panik dan langsung mencari kipas yang diberitahukan oleh Arumi, Ia menggeser lemari tersebut kemudian membuka tempat penyimpanan rahasianya
Sarusawa:
Ketemu!
Sarusawa melihat kipasnya berada diatas sebuah benda yang ditutupi oleh kain
Sarusawa:
Eh?
Sarusawa penasaran dan mencoba melihat apa yang ditutupi oleh kain tersebut
Sarusawa:
I-ini kan?!
Sarusawa terkejut karena benda yang ditutupi tersebut adalah lukisan Castella serta patungnya
Whiiinnggg.....
Sebuah gerbang terbuka dibelakang Sarusawa
Plak!
Sarusawa:
Ouch!
Arumi:
Kembalikan padaku
Tangan Arumi mengambil lukisan serta patungnya dari tangan Sarusawa
Arumi:
Kau tidak melihat apa-apa
Whiiinggg....
Gerbangnya tertutup lagi
Sarusawa:
A-apa itu barusan?
Sarusawa kebingungan dengan apa yanf barusan terjadi
Sarusawa:
Tidak ada waktu untuk memikirkannya!
Sarusawa segera pergi meninggalkan kedai dan segera menuju ke titik tertinggi di Tonitru yaitu puncak dari pagoda raksasa di kediaman Raiden. Ia berlari secepat mungkin selama beberapa saat hingga sampailah Ia didepan gerbang masuk di kediaman Raiden yang dipenuhi oleh para penduduk
Penjaga:
Saat ini belum ada perintah oleh Rex petir, kalian semua dilarang masuk!
”BIARKAN KAMI MASUK!”
”YA!!!”
Terjadi kericuhan di depan gerbang masuk, namun Sarusawa tak ambil pusing, Ia menerobos masuk dan segera berusaha memanjat naik ke atas pagoda
Penjaga:
Tahan dia!
Bumm!
Sara menembakan anak panahnya untuk menghentikan para penjaga
Penjaga:
N-nona Sara....
Sara:
”Biarkan para penduduk masuk dan pastikan mereka tidak merusak apapun serta berikan mereka persediaan makan dan minum, ini adalah perintah dariku”
Penjaga:
B-baik!
Sara:
”Lalu, aku yang akan mengurus wanita itu”
Penjaga:
Dimengerti
Para penjaga segera menertibkan para penduduk dan membawa mereka masuk ke dalam kediaman Raiden. Sara pergi untuk mengurus Sarusawa yang memanjati pagoda tersebut
Sara:
”Hei”
Sarusawa:
E-eh? Nona Sara
Sara berada di hadapan Sarusawa dengan bantuan heliosnya
Sara:
”Apa yang kau lakukan?”
Sarusawa:
Saya diperintahkan untuk melakukan sesuatu
Sara:
Sarusawa:
Oleh Nona Arumi
Sara:
”Arumi? Apa yang harus kau lakukan?”
Sarusawa:
Dia memerintahkanku untuk pergi ke titik tertinggi di sini kemudian mengibaskan kipas ini sekuat tenaga ke arah para Rex di sana
Sara:
’Nona Arumi selalu mempunyai maksud dari hal-hal yang Ia lakukan’
Sara:
”Aku mengerti”
Sarusawa:
Eh? Kyaaaa!!!!
Sara menggendong Sarusawa ke puncak pagoda
Sara:
”Lakukanlah”
Sarusawa:
B-b-b-baik
Sarusawa mengambil ancang-ancang untuk memberikan kibasan terkuatnya
Puk....
Sara menaruh tangan kanannya di bahu kanan Sarusawa dan meminjamkan kekuatannya
Sara:
”Lakukanlah yang terbaik”
Sarusawa:
Ya
SWUUUSSSHHHH!!!!!
Sarusawa mengibaskan kipasnya dan munculah sebuah tornado yang sangat besar
Sarusawa:
E-eh?!
Sara:
”Tidak apa, lakukanlah lagi”
Sarusawa mengibaskan lagi kipasnya dengan sekuat tenaga
WUUUUSSSHHHHHH!!!!!
Tornado tersebut menjadi sangat besar sekali
Sara:
”Seharusnya ini sudah cukup”
Sara melepas tangannya
Brukk!
Keduanya terjatuh lemas
Sarusawa:
Sebenarnya tornado itu untuk apa?
Sara:
”Apa kau tidak merasakannya?”
Sarusawa:
Ha?
Sara:
”Tornado itu pergi ke arah para Rex sambil membawa aura kegelapan ini menjauh”
Sara:
”Lihatlah, bahkan ukurannya bertambah besar”
Sarusawa menengok ke arah tornado tersebut
Sarusawa:
Anda benar. Bagaimana mungkin anda bisa tahu maksud dari Nona Arumi?
Sara:
”Arumi ya, dia itu selalu punya maksud tersembunyi”
Sara:
”Aku sendiri tidak tahu apa-apa tentangnya”
Sara:
”Benar-benar sosok wanita yang misterius”
Sarusawa:
Eh? Kalau begitu anda pasti tahu maksud
Nona Arumi menyimpan lukisan dan patung dari tuan Suna
Sara:
”Eh? Apa???”
Sarusawa:
Itu benar!
Sara:
’Arumi dan tuan Suna adalah sepasang pelayan dan majikan’
Sara:
’Tapi, jika Arumi sampai melakukan itu.....’
Sara:
”Mungkinkah!”
Sarusawa:
Apa? Apa?
Sara:
”Mendekatlah, aku akan memberitahumu maksudnya”
Sarusawa mendekat dan Sara pun membisikan pikirannya
Sarusawa:
EHH....?!
Sara:
”Benarkan? Itu pasti!”
Sarusawa:
Saya tidak tahu jika Nona Arumi memiliki rasa pada tuan Suna
Sara:
”Hm, aku juga tidak menyangka”
Sarusawa bangkit berdiri
Sarusawa:
Saya harus membantu para prajurit menangani para warga dulu
Sara:
”Baiklah, aku akan menyusul”
Sarusawa:
Tapi....
Sarusawa:
Bagaimana caranya turun dari sini?
Sara:
”Maaf, aku lupa”
Sara bangkit berdiri dan menjatuhkan diri bersama dengan Sarusawa
Sarusawa:
KYAAA!!!
Dugg!
Sara mendarat di tanah dengan sempurna sambil menggendong Sarusawa
Sara:
”Kita sudah sampai”
Sarusawa:
B-b-ba-baik....
Sarusawa pergi ke dapur untuk membantu para pekerja menyajikan hidangan bagi para warga
Sara:
’Kipas ini.....’
Sara "melihat-lihat" lagi kipas yang diambilnya dari Sarusawa tadi
Sara:
’Lebih baik kusimpan saja’