
Sementara itu, Liang Wei dan Vassago yang berada di Saxa. Keduanya membantu para perawat untuk mengobati seluruh prajurit yang terluka. Vigndr dan Nechryn turut serta membantu mereka berdua
Liang Wei:
Suamiku, tolong bawakan sepasang perban ukuran kecil dan besar
Liang Wei:
Lalu antarkan pada Nechryn
Vassago:
Baik
Vassago pergi mengambil sepasang perban kecil dan besar
Vigndr:
Huft..menyedihkan sekali kita ini
Liang Wei:
Hm? Apa maksudmu?
Vigndr:
Kita tidak bisa membantu yang berada di garis depan
Liang Wei:
Lalu?
Vigndr:
Bukankah tugas kita para Rex adalah untuk melindungi manusia?
Liang Wei tertawa kecil mendengarnya
Vigndr:
Kenapa kau tertawa?
Liang Wei:
Kau tahu, sebelum aku menjadi Rex angin, kehidupanku hanya sebagai wanita yang memimpin sebuah kota
Liang Wei:
Aku hanya berdiam dalam satu ruangan, setiap harinya duduk dibelakang meja hanya untuk menangani laporan-laporan dari para penduduk
Liang Wei:
Aku bahkan sangat jarang sekali melihat kehidupan di luar ruangan itu
Liang Wei:
Sekarang, lihatlah, aku dapat menghabiskan waktu ku lebih banyak di luar ruangan
Vigndr:
Tidak ada hubungannya sama sekali
Liang Wei:
Tidak, kau tidak mengerti
Liang Wei:
Membantu menyembuhkan manusia juga salah satu bentuk perlindungan para Rex
Vigndr:
Itukan menurutmu, lagipula kau dan suami mu yang membawaku serta Rex air kesini
Vigndr:
Bahkan aku harus bersamamu terus
Liang Wei:
Ya, karena berbeda dari Rex air
Liang Wei:
Dia sudah terbiasa mengobati para prajuritnya
Liang Wei:
Dan kau terus-menerus mengeluh karena tidak bisa ikut bertarung, jadi aku harus mengawasimu terus
Vigndr:
Hmph!
Vassago berjalan melewati mereka berdua untuk mengantarkan perban kepada Nechryn
Liang Wei:
Kau lihat dia?
Vigndr:
Apa?
Liang Wei:
Dia adalah Rex angin pertama yang datang kembali setelah leluhurnya pergi menelantarkan kami ribuan tahun yang lalu
Liang Wei:
Kota kami dikunci dari dunia luar dengan badai yang sangat mengerikan
Liang Wei:
Dia juga lah yang membebaskan kami
Liang Wei:
Lalu, lihatlah, dia sangat bersemangat untuk membantu para perawat-perawat ini
Vigndr:
Aku tidak peduli
Liang Wei pun akhirnya jengkel mendengarnya, Ia menarik pakaian Vigndr dan memasang raut wajah marah padanya
Liang Wei:
Dengar, kau adalah Rex es, leluhurmu terlahir dari gabungan kekuatan Rex angin dan air
Liang Wei:
Karena itu, aku sebagai Rex angin memerintahkanmu untuk memberikan pelayananmu pada mereka yang terluka
Vigndr langsung ketakutan mendengarnya dan segera pergi menjauh dari Liang Wei
Liang Wei:
Kekanak-kanakan sekali
Vassago datang sambil bingung dengan ekspresi wajah Liang Wei
Vassago:
Ada apa?
Liang Wei:
Bukan apa-apa
Liang Wei memalingkan wajahnya
Vassago:
Ayolah, ada apa?
Vassago mendekatinya namun Liang Wei tidak menjawabnya
Liang Wei:
Aku sudah bilang bukan apa-apa
Vassago pun membelai Liang Wei
Vassago:
Katakanlah, ada apa?
Hati Liang Wei tak bisa lagi mengelak dan pada akhirnya menceritakan apa yang terjadi
Vassago:
Ya ampun, ternyata dia berpikiran seperti itu ya
Liang Wei:
Huft..aku menyerah membujuknya
Vassago:
Biarlah, lagipula dia akan sadar sendiri nantinya
Liang Wei:
Ya
Liang Wei menguap dan Ia mengantuk
Vassago:
Nampaknya permaisuriku sudah mengantuk dan ingin cepat-cepat beristirahat ya?
Liang Wei:
Ehm..biarlah, ini karena aku terlalu banyak menguras tenagaku
Vassago:
Hahh..baiklah baiklah
Liang Wei:
H-hei?!
Vassago menggendong Liang Wei
Liang Wei:
Lepaskan, aku bisa berjalan sendiri
Liang Wei panik
Vassago:
Haha..sudahlah, biar aku yang mengantarmu
Liang Wei:
Lepaskan aku, ini memalukan
Liang Wei memukul-mukul dada Vassago
Vassago:
Tenanglah, tidak ada siapa-siapa
Liang Wei:
Pokoknya lepaskan aku
Vassago tak menghiraukannya dan tetap membawa Liang Wei ke kamar
Vassago:
Nah, kita sudah sampai Nyonya
Vassago pun menaruh Liang Wei diatas tempat tidur
Liang Wei:
Kau ini....
Vassago:
Sudahlah, kau harus beristirahat
Liang Wei:
Hmph!
Liang Wei membalikan badannya
Vassago:
Selamat tidur....
Vassago berjalan pergi meninggalkan kamar
Liang Wei:
Tunggu....
Vassago:
Hm?
Liang Wei:
Kau....
Liang Wei:
Belum memberiku kecupan sebelum tidur
Vassago:
Oya oya
Vassago kembali ke Liang Wei
Liang Wei:
U-uhm....
Liang Wei memejam matanya dan pipinya memerah
Vassago:
Tidur yang nyenyak ya
Vassago mengecup kening Liang Wei dan pergi keluar dari kamar
Vassago:
’Siapa sangka dia bisa semanis itu’
Vassago menoleh ke depan
Vassago:
!!!!!!
Ia dikejutkan oleh kehadiran Nechryn
Nechryn:
Maaf
Vassago:
Huff..ada apa?
Nechryn:
Para pasukan ingin berbicara denganmu
Vassago:
Aku segera kesana, kau bisa kembali ke tugasmu
Nechryn:
Ya
Nechryn pergi dari hadapa Vassago dan kembali melanjutkan pekerjaannya
Vassago:
’Pasukan ingin berbicara denganku?’
Vassago segera pergi ke pos para prajurit, disana Ia melihat seluruh pasukan berbaris dan diketuai oleh Fosfor
Fosfor:
Terima kasih karena sudah datang tuan
Vassago:
Ada apa?
Fosfor:
Kami semua ingin pergi menyusul para Rex didepan sana
Vassago:
Kenapa?
Fosfor:
Karena ini
Fosfor mengeluarkan secarik kertas
Fosfor:
Ini adalah kondisi rekan-rekan saya
Fosfor memperlihatkan isi kertasnya
Fosfor:
Lihatlah, sudah ada dua titik hitam, berarti dua rekan saya sudah gugur
Fosfor:
Lalu disini ada yang berkelap-kelip
Fosfor:
Saya yakin dia berada dalam bahaya
Vassago:
Tapi bagaimana mungkin rekanmu bisa di medan perang?
Vassago:
Sedangkan seluruh pasukan yang ada telah ditarik mundur oleh Rex api
Fosfor:
Entahlah, tapi saya tidak ingin rekan seperjuangan saya gugur semua
Vassago:
Aku mengerti, aku akan memimpin kalian untuk pergi ke sana
Fosfor:
Terima kasih tuan!
Vassago:
Tunggu sebentar, aku harus melakukan sesuatu
Vassago berlari ke dalam, Ia segera mengambil alat tulis dan secarik kertas, kemudian segera menulis surat untuk Liang Wei
Vassago:
’Ini sudah cukup’
Vassago menaruh kertasnya di bawah pintu kamar Liang Wei dan segera pergi memimpin pasukan
Vassago:
Berangkat!
Seluruh pasukan segera berlari menuju ke medan perang
Vigndr:
Ada apa ini?!
Vigndr pergi menemui Vassago
Vassago:
Diamlah disini, lindungi orang-orang disini
Vassago:
Dan juga, aku titip istriku padamu
Vassago menyusul para pasukan
Vigndr:
’Apa-apaan mereka?’