
Setelah beberapa saat menunggu, datanglah pesanan Eios dan para Stellar
Pukk Pukk
Eios:
Hm?
”Ini pesanannya”
Eios mengangkat jempolnya dan pesanan pun ditaruh diatas meja
Fssshhhh....
Eios membuat air dalam ember menguap sepenuhnya dan mengeringkan wajahnya
Eios:
’Pesanannya sudah tiba’
Helios yang bersama para Stellar menyampaikan pesan Eios pada mereka dan langsung pergi kembali
”Hwoaaa!!!!”
Huang Yui:
Tunggu, siapa yang memesan ember?
Eios:
Maaf, itu kebiasaan buruk ku
Eios mengembalikan embernya
Eios:
Ayo kita mulai!
Eios dan para Stellar langsung menikmati hidangan yang sudah berada diatas meja.
Sementara itu ditempat Vassago dan Liang Wei
”Kkkkrrrrrr.....”
Liang Wei mendengkur diatas pangkuan Vassago
Liang Wei:
Tempat ini luar biasa, anginnya sangat sejuk dan hangat
Vassago:
Ya, pemandangannya juga indah
”Silahkan, pesanan anda”
Pelayan datang dan menaruh pesanan milik Vassago dan Liang Wei
Vassago:
Terima kasih
Pelayan pun pergi
Liang Wei:
Hanya makanan dan minuman yang sama
Vassago:
Ya, ini membuatku merasa seperti dirumah
Liang Wei:
Ini, cicipilah
Vassago:
Baik baik
Liang Wei menyuapi Vassago daging yang Ia pesan
Vassago:
Hmm..rasanya pas jika ditambah dengan sup ini
Liang Wei:
Ah, kau pasti bercanda suamiku, rasanya tidak mungkin seenak itu
Vassago:
Daripada tak percaya seperti itu, rasakanlah sendiri cita rasanya
Vassago mengambil supnya dan menawarkannya pada Liang Wei
Liang Wei:
Oh, mesra sekali dirimu suamiku
Vassago:
???
Liang Wei memakan supnya
Liang Wei:
Ehm..nampaknya kau tidak paham dengan apa yang kukatakan
Vassago:
Sudahlah, bagaimana rasanya?
Liang Wei:
Lumayan
”BERSULANG!!!!!”
Terdengar suara gaduh di lantai bawah
Liang Wei:
Nampaknya mereka sedang bersenang-senang dibawah sana
Vassago:
Ya, Rex api dengan mudahnya berbaur dengan mereka
Liang Wei:
Hm, dia tak seburuk yang kubayangkan saat pertama kali bertemu
Vassago:
Aku setuju
Selagi itu, Eli pergi menjalankan tugas yang diberikan oleh Eios padanya
Eli:
Hm..kandungan yang ada pada bunga ini biasa saja, tidak ada yang spesial
Eli:
’Apa iya aku harus mencobanya?’
Eli meminjam kekuatan Eios untuk meneliti bunga tersebut
Nguuuunggg....
Bunganya memancarkan cahaya putih
Eli:
Apa yang terjadi?
’Salam Rex api, ini aku Lord of Light’
Eli:
Maaf, tapi aku adalah orang yang diutus olehnya untuk meneliti bunga ini
’Apa? Jadi kau bukan Rex api?’
Eli:
Benar, aku adalah tangan kanannya
’Dimana dia?’
Eli:
Beliau sedang bersama dengan Rex angin
’Itu bagus’
’Baiklah, bisa kau sampaikan sesuatu padanya?’
Eli:
Apa yang harus saya sampaikan?
’Pihak musuh memiliki 4 Rex’
’Mereka adalah Rex lahar, kristal, kabut, dan logam’
’Ciri khas mereka dapat dengan mudah diketahui’
Eli:
Saya mengerti, apa ada lagi yang lain?
’Ya, tolong sampaikan padanya untuk mengumpulkan para Rex di wilayah Rex tanah atau batu’
Eli:
Baik, akan segera saya sampaikan
Tepat setelah pesannya selesai, bunga tersebut kembali ke wujudnya semula
Eli:
’Tuan’
Eli menggunakan kekuatan telepatinya untuk berbicara langsung dengan Eios
Eios:
’Ada apa?’
Eli:
’Ini laporan mengenai bunganya’
Eios:
’Silahkan’
Eli:
’Bunga ini adalah pesan dari Lord of Light’
Eli:
’Ia berkata jika di pihak Abyss terdapat Rex dengan elemen kristal, logam, kabut, dan lahar’
Eli:
’Mereka dapat dengan mudah dikenali’
Eli:
’Lalu, Lord of Light juga berpesan untuk mengumpulkan para Re**x di wilayah Rex batu atau tanah’
Eios:
’Baiklah, aku mengerti’
Eios:
’Terima kasih’
Eli:
’Ya’
Eli memutus komunikasinya
Eli:
Hmm..apa mungkin perangnya akan dimulai
Eli:
Kalau begitu, inilah saatnya
Eli pergi ke sebuah ruangan rahasia miliknya yang dimana tidak seorangpun tahu-menahu tentang ruangan rahasia tersebut
Sreeeekkkk......
Eli membuka ruangan tersebut dan memasukinya
Cklek!
Ia menarik sebuah tuas dan keluarlah zirah perang berwarna merah yang sangat tebal
Shuuuuu......
Eli menyerap zirah perang tersebut dan Ia ubah menjadi sebuah pisau kecil