Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Kekuatan dan Kasih Sayang



Azami:


Ada apa memanggilku Rin?


Raiden:


Bantu aku mengobati anak ini


Azami menengok kedalam kamar Castella


Azami:


Ada apa dengannya?


Raiden menceritakan kepada Azami apa saja yang telah Ia lakukan pada Castella


Azami:


Kamu tidak berubah ya Rin


Raiden:


Bantulah aku menyembuhkan kakinya, Azami


Azami:


Baiklah, tetapi kamu harus menyediakan


bahan-bahan yang aku butuhkan


Raiden:


Akan kulakukan!


Azami:


Kalau begitu tunggu sebentar


Azami membisikkan bahan-bahannya kepada Raiden


Raiden:


Ta-tapi itu tidak mungkin!


Azami:


Hanya itulah yang bisa menyembuhkannya


Raiden kebingungan harus bagaimana


Azami:


Penuhilah kata-katamu, Rin


Raiden:


Aku akan mengusahakannya secepat mungkin


Azami:


Panggilah aku jika bahan-bahannya sudah siap


Hhhhuuuusssshhhhh......


Azami menyatu dengan angin dan menghilang dari pandangan Raiden


Raiden:


Huft..susah juga


Raiden:


’10 tetes air mata yang murni, 7 helai rambut, penyesalan, kasih sayang, hati yang tulus, dan sebuah kalung’


Raiden:


Biarlah, aku akan berusaha mempersiapkannya!


Raiden mulai menyiapkan bahan-bahannya, Ia menampung air matanya yang mengalir saat membaca novel romansa, mencabut 7 helai rambutnya, dan membeli sebuah kalung di hari itu juga


Raiden:


Sudah siap!


Raiden:


’Azami, bahannya sudah siap, kemarilah’


Seketika Azami muncul di hadapannya


Raiden:


Ini dia bahan-bahannya


Azami melihat bahan-bahannya dan ekspresi wajahnya tidak menunjukkan bahwa


bahan-bahan yang diberikan sudah tepat


Raiden:


Ada apa Azami?


Azami:


Rin, apa kamu tidak bisa menuruti hatimu?


Raiden:


Apa maksudnya?


Azami:


Lihatlah air mata ini, Ia tidak murni,


Azami:


Rambut ini hanya menunjukkan keegoisan


Azami:


Dan kalung ini, kamu tidak membuatnya menjadi hal yang berwarna


Azami:


Serta perasaan yang dibutuhkan tidak berada dalam dirimu


Raiden:


Apa kita tidak bisa langsung melakukannya?


Azami:


Apa kamu ingin melihat hasilnya?


Azami menyatukan kedua telapak tangannya


Nguungg....


Azami memanggil sebuah bola kristal. Azami memegangnya dan menyatukan semua


bahan-bahan yang disiapkan oleh Raiden


Azami:


Perlihatkanlah pada kami hasilnya


Bola kristal tersebut membawa Azami dan Raiden ke dunia paralel yang memperlihatkan Castella sedang merintih kesakitan hingga


kejang-kejang


Castella:


Ibu!! Sakit!!!! Rasanya Sakit!!!!!!


Castella:


Aaagggghhhhhh!!!!!!


Wajah Raiden pucat pasi dan ketakutan melihatnya


Azami:


Lihatlah, itu adalah hasil ketidakpedulianmu dan tidak ada rasanya rasa bersalah dari dalam dirimu


Azami:


Lihatlah dia, merintih kesakitan karena orang yang Ia percayai dan Ia sayangi


Azami:


Ia menunjukkan kesetiaannya padamu, dan kau membalasnya dengan penderitaan


Azami:


Ia ingin seorang Ibu, kau memberinya penyakit


Azami:


Ia ingin berkembang, kau membuatnya tumbang


Azami terus-menerus memberikan kata-kata yang menusuk kepada Raiden, alhasil Raiden semakin merasa bersalah. Raiden menangis dan rambutnya mulai rontok, Ia mengingat kembali apa yang Ia alami dengan Ibunya


Raiden:


Tidakkkk.....aku tidak ingin melakukannya, maafkan aku!!


Azami:


’Ini saat yang tepat’


Azami mengembalikan dia dan Raiden ke kenyataan tanpa disadari oleh Raiden


Azami:


’Seharusnya ini sudah cukup untuk sebuah kalung’


Azami menyatu dengan udara dan membawa Castella ke tempat Raiden berada


Azami:


’Mulailah pengobatannya’


Azami membawa jiwa Raiden dan Castella ke sebuah ruang yang hampa dan kosong, kemudian mempertemukan mereka berdua


Raiden:


Maaf..maafkan aku! Aku tidak pantas untukmu!


Raiden masih menangis didalam ruangan tersebut, Ia tidak sadar jika jiwa Castella melihat semua yang Ia rasakan dan Ia pikirkan


Castella:


Ibu.....


Tangisan Raiden mengecil saat mendengar suara Castella


Raiden:


Suna, apa itu kamu?


Raiden mengelap air matanya


Castella:


Ya, ini aku


Raiden melihat dengan jelas bahwa itu adalah Castella, matanya berkaca-kaca selagi berjalan mendekati Castella


Castella:


Ibu berkunjung kedalam mimpiku ya


Castella mengatakannya dengan polos dan ceria


Raiden:


Kamu..kamu....masih tidak mengerti apa yang Ibu maksud


Castella:


Aku tahu kenapa Ibu menangis, Ibu pasti kesepian kan?


Air mata Raiden pun tak tertahankan dan Ia langsung memeluk Castella selagi menangis tersedu-sedu


Raiden:


Suna! Maafkan Ibumu ini Suna!! Ibu telah menyakitimu! Ibu tidak memberikanmu kasih sayang seorang Ibu!!


Castella membalas pelukannya Raiden dengan kata-kata yang lembut


Castella:


Aku tidak mengerti apa yang Ibu katakan,


aku sama sekali tidak marah pada Ibu


Castella:


Ibu juga tidak melakukan kesalahan


Castella:


Berhentilah menangis Ibu


Castella memeluk Raiden


Castella:


Aku menyayangimu Ibu


TIIINNGGGG!!!!


Mereka berdua kembali ke kenyataan. Castella masih terbaring dan Raiden masih duduk ditempatnya, sedangkan Azami sedang sibuk dengan obat yang Ia sedang racik


Azami:


Selesai.....


Azami menyerahkan obat tersebut pada Raiden


Azami:


Minumkanlah ini padanya


Raiden menerimanya kemudian meminumkannya kepada Castella


Castella:


Blegh..pahit!


Castella tersadar dan kakinya sembuh setelah diminumkan obat buatan Azami


Raiden:


Syukurlah kamu sudah sembuh Suna!


Castella:


Ehh..? Ibu? Rambutmu berubah menjadi putih?


Azami:


Ini adalah dampak dari pengobatannya, kalian sudah 4 hari berada disana


Castella:


Azami:


Benar, 4 hari lamanya kekuatannya terpakai


terus-menerus


Raiden:


Seburuk itukah penampilanku sekarang, Azami?


Azami:


Tidak juga Rin


Castella:


Lalu, bagaimana cara mengobati Ibu?


Azami:


Itu mustahil untuk ku mengobati seorang Rex


Castella:


Apa? Kenapa?


Azami:


Kekuatan Rex hanya bisa dipulihkan oleh kekuatan Rex yang sama


Castella:


Apa bisa dengan kekuatan Rex yang berbeda elemen?


Azami:


Aku tak paham maksudmu, tapi jika dipikirkan kembali, itu mustahil


Castella:


Apa alasannya?


Azami:


Inti kekuatannya memiliki elemen berbeda


Castella:


Benar juga


Castella menjadi murung mendengarnya


Raiden:


Sudah, tidak apa, anggap saja ini adalah caraku menebus kesalahanku


Castella:


Tidak akan! Aku akan segera mencari caranya!


Azami:


Bagaimana kau akan melakukannya?


Castella:


Aku bisa meniru kekuatannya, aku hanya perlu meniru kekuatannya agar inti kekuatan elemen petir ku bisa sama seperti milik Ibu


Azami:


Kau bisa meniru kekuatan serta teknik elemen orang lain?


Castella:


Benar!


Azami:


Kalau begitu tidak ada yang bisa kau lakukan, dia adalah Rex petir terakhir


Castella:


Tidak, aku pasti akan mencari cara


Raiden:


Azami benar, aku Rex petir terakhir yang mengingat semua teknik Rex petir


Raiden:


Ingatan sangat sulit untuk dibaca


Raiden:


Meski ada saksi sekalipun, akan susah untuk digambarkan


Castella:


Itu dia! Ingatan!


Castella teringat saat Ia berada di ruangan yang merupakan tempat para Rex petir menaruh darah mereka


Castella:


Batu itu menyimpan darah para leluhur Rex petir terdahulu


Azami:


Apa yang bisa kau lakukan dengan benda itu?


Castella:


Aku bisa membaca ingatan dari sebuah batu


Azami:


Batu itu hanya mengingat saat para Rex terdahulu menempelkan darah mereka


Castella:


Tapi darah itu sudah menempel, dan dari darah itu juga aku bisa melihat semuanya


Azami:


Aku tidak percaya pada apa yang kau lakukan, tapi itu adalah cara terakhir yang kau bisa lakukan


Castella:


Aku segera kesana


Castella berlari keluar ruangan dan pergi ke ruangan leluhur Rex petir


Azami:


Jika anak itu bisa melakukannya, maka keabadian sudah tentu menjadi milikmu


Raiden:


Apa maksudmu Azami?


Azami:


Seorang Rex wafat saat kekuatannya diserahkan pada Rex selanjutnya


Azami:


Tapi dengan bantuan anak itu, kekuatan Rex bisa digandakan


Raiden:


Aku tidak peduli dengan keabadian yang kamu maksud Azami


Raiden:


Aku sudah menemukan tujuan hidupku


Raiden:


Hidup bersamanya selayaknya seorang anak dan Ibu, bagiku sudah lebih dari cukup


Azami:


Heee....jadi Rin yang kukenal sudah mempunyai seorang anak?


Azami:


Dimana Rin yang kukenal dulu?


Raiden:


Aku tetaplah Rin yang kamu kenal, namun saat ini, Rin itu sudah mempunyai anak


Azami:


Haha..menarik menarik


Raiden:


Ngomong-ngomong, bisakah kau ajarkan kekuatan klan mu?


Azami:


Kekuatan klan ku?


Raiden:


Ya, klan cahaya, klan yang bisa membuat kekuatan elemen tak berkutik


Azami:


Untuk apa?


Raiden:


Suna akan menjelajahi wilayah lain, sudah pasti Ia akan bertemu dengan Rex lain sepertiku


Raiden:


Aku tidak ingin dia terluka


Azami:


Tapi itu mustahil, kekuatan dari klan ku diteruskan turun temurun dengan garis darah


Raiden:


Tapi Suna bisa meniru kekuatan Rex tanah dengan sempurna


Azami:


Rex tanah? Jadi dia adalah utusannya?


Raiden:


Tidak, Suna hanya seorang anak kecil, Ia tidak diutus oleh siapapun


Azami:


Kalau begitu, gempa yang terjadi beberapa hari yang lalu adalah ulahnya kan?


Raiden:


Benar


Azami:


Jika dia menguasai elemen tanah, maka kekuatan klan ku tak bisa melawannya


Raiden:


Mengapa demikian?


Azami:


Kekuatan klan ku hanya bisa menahan kekuatan elemen yang tidak memiliki wujud


Azami:


Tanah dan air memiliki wujud, maka jika aku melawan pengguna elemen tersebut, aku akan kalah telak dibuatnya


Raiden:


Mungkin karena itulah klanmu adalah pelayan para Rex petir


Azami:


Bagai kilat senja


Raiden:


Dan bagai petir tunggal


”Ketangkasan sikap dan kuat bunyi suaranya”


”Ahahahahaha.....”


Raiden dan Azami tertawa


Raiden:


Sebuah keberuntungan menjadi sahabatmu, Azami


Azami:


Dan sebuah kehormatan bisa berada di sisimu, Raiden


Castella:


Aku kembali!


Castella datang kembali dengan wujud yang berbeda, rambut dan mata yang berwarna ungu serta lingkaran petir di punggungnya


Castella:


Aku berhasil mendapatkannya


Castella berjalan mendekat ke arah Raiden, Castella membuat bayangan saat Ia berjalan


Azami:


Aura ini begitu kuat, kekuatan Rin sekalipun tak pernah seperti ini


Castella:


Aku mendapatkannya dari leluhur pertama


Raiden:


Luar biasa bukan, Azami


Azami:


Kekuatan ini akan kupindahkan kepada Rin dengan konsekuensi kau tidak dapat menguasai elemen petir


Castella:


Lakukanlah