Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Medan perang



Selama peperangan dimulai, Raiden, Azami, Sara, Vigndr, serta para pasukan masih berada di perjalanan untuk memberikan bantuan di garis depan. Vigndr diberikan hak untuk mengambil alih pasukan dikarenakan Sara, Azami, dan Raiden akan bertarung langsung di medan pertempuran.


Di ruang komando, terdapat Azami dan Raiden yang sedang berdiskusi


Azami:


Bagaimana? Setuju?


Raiden:


Aku kurang setuju, karena caramu kurang ampuh Azami


Raiden:


Lagipula tidak mungkin juga kamu berada sendirian di barisan terdepan


Azami:


Tetapi kekuatan api milik ku lebih cocok untuk berada di barisan terdepan Rin


Raiden:


Tidak, aku tidak setuju


Azami:


Fuhh..sayang sekali wujudku terbatas


Raiden:


Yaa....akan bagus jika kamu punya wujud zirah perang


Puff!


Azami berubah jadi satu set zirah perang


Azami:


Oi! Apa ini?!


Raiden:


Loh? Kamu punya wujud zirah perang?


Azami:


Entahlah, aku tidak tahu apa-apa


Raiden mengingat-ingat lagi surat perjanjiannya


Raiden:


Oh! Di surat perjanjian hari itu ada tertulis jika Devanagari harus menuruti perintah tuannya!


Azami:


Apa? Yang benar saja?


Raiden:


Baiklah, wujud rubah kecil!


Puff!


Azami berubah menjadi rubah kecil


Azami:


Oi! Jangan semaunya!


Raiden:


Bercanda


Puff!


Azami kembali ke wujudnya semula


Raiden:


Jadi bagaimana dengan wujud zirah saja?


Azami:


Aku terima tawarannya


Raiden:


Bagus, ayo gunakan sekarang


Raiden:


Kita sudah dekat


Azami:


Ya


Puff!


Azami berubah menjadi zirah perang


Azami:


’Hehe..aku terpikirkan sesuatu’


Raiden memakai zirahnya


Azami:


’Sekarang!’


Azami perlahan menyusutkan ukuran zirahnya sehingga membuat Raiden sesak


Raiden:


A-apa yang terjadi ini?


Azami:


Mwahahaha..bagaimana rasanya?


Raiden:


A-Azami...?


Cklak!


Sara masuk ke ruang komando untuk memberi laporan


Sara:


Nona Raide....


Raiden:


Lepaskan!


Sara:


’Saat akan perang pun dia masih seperti ini’


Sara:


’Hanya ada satu cara melakukannya’


Sara menggunakan helios petir miliknya untuk melempar Raiden dari kapal menuju ke medan perang langsung


Raiden:


Azami!


Azami:


Aku mengerti!


Raiden langsung membelah serbuan pasukan Abyss hingga ke depan gerbang mereka dengan satu tebasan miliknya


Vigndr:


Pasukan jarak dekat segera turun!


”Baik!!!”


Pasukan jarak dekat Vigndr yang dipimpin oleh seorang kapten bernama Neon segera terjun dari kapal


Vigndr:


Pasukan jarak jauh, serang mereka!


”Baik!”


Para ahli sihir yang merupakan penyerang jarak jauh segera merapal mantra sihir mereka untuk menembakan serangan jarak jauh yang kuat, sementara itu Vigndr mengawasi seluruh medan perangnya.


Raiden dan Azami terus menghabisi para monster kecil dengan serangan gabungan mereka, hingga tanpa disengaja serangan mereka hampir mengenai Aiwaka


Aiwaka:


Uwoah!


Aiwaka:


Hei Rex petir, berhati-hatilah!


Raiden:


Maaf!


Datanglah Eios dengan Phoenixnya menghabisi monster-monster Abyss yang berada di depan Aiwaka


Eios:


Raiden dan Aiwaka melompat ke punggung Phoenix


Raiden:


Kita akan kemana?


Eios:


Kita akan langsung berada di depan gerbangnya


Aiwaka:


Baguslah, ayo!


Phoenix langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke depan gerbang Abyss


Eios:


Ayo turun!


”Baik!”


Ketiganya menjatuhkan diri dari tubuh Phoenix dan berhenti tepat di depan gerbang Abyss, mereka langsung menghabisi seluruh monster kecil hingga tak ada lagi yang tersisa untuk para prajurit


Eli:


Cepat bersihkan mereka!


Eli meninggalkan barisan dan menyusul Eios dan diikuti oleh Nechryn


Eli:


Apa kau Rex air?


Nechryn:


Benar


Eli:


Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu langsung


Nechryn:


Ya, mohon kerja samanya


GGGRRRAAAAAAAAA!!!!!


Terdengar raungan yang sangat keras dari gerbang Abyss


Aiwaka:


Sahabatku, berkumpulah di belakangku!


Eios dan Raiden langsung berlindung di belakang Aiwaka


Raiden:


Kalian merasakannya?


Eios:


Ya, kekuatan yang cukup besar sekali


Aiwaka:


Ini gelombang kedua mereka


KRRAAAAKKKKKK!!!!!


Gerbang Abyss terbuka lagi menjadi lebih besar


Aiwaka:


Gawat!


Aiwaka langsung membuat dinding tanah berlapis-lapis yang menutupi mereka bertiga, seketika munculah arus angin yang sangat kuat dari Abyss sampai-sampai menghancurkan sebagian besar dinding tanah milik Aiwaka


Azami:


Mundur!!!!!


Raiden:


’Jika Azami sampai berkata begitu, ini pasti sangat gawat!’


Raiden memegang tangan Eios dan Aiwaka kemudian membawa pergi mereka sejauh mungkin dari gerbang Abyss dengan kecepatan petir miliknya


BAAMMMM!!!!!


Keluarlah seekor Devanagari yang mengeluarkan aura sangat panas sekali, Devanagari tersebut merupakan milik Rex lahar


Eios:


Sial! Rex petir, bawa Rex es dan air kemari!


Raiden:


Tapi mereka bukan petarung jarak dekat!


Eios:


Tidak masalah! Bawa saja mereka kemari!


Raiden:


Baiklah!


Eios:


Satu lagi,


Eios:


Setelah kau membawa mereka kemari, pergilah sejauh mungkin dari sini


Raiden:


Aku mengerti


Raiden segera membawa Rex es dan air


Raiden:


Rex es, maaf tapi aku akan membawamu


Vigndr:


Ap-


Dalam sekejap Vigndr sudah berada di samping Eios dan Aiwaka


Raiden:


Tunggu sebentar lagi


Raiden pergi dan membawa lagi Nechryn


Raiden:


Ini dia


Raiden:


Kami pergi dulu!


Raiden pergi ke barisan prajurit dan membantu membersihkan sisa-sisa monster


Nechryn:


Ada apa ini?


Eios:


Kalian berdua, dengarkan aku


Eios:


Aku Rex api dan dia adalah Rex tanah


Eios:


Aku memerlukan serangan jarak jauh milik kalian untuk melemahkan tubuh monster besar itu


Vigndr:


Aku mengerti


Vigndr langsung berubah menjadi sebuah permata berwarna biru muda yang menempel di bahu kiri Eios


Eios:


Tidak seperti yang kupikirkan tapi tidak buruk


Nechryn:


Aku juga!


Nechryn berubah menjadi permata berwarna biru tua yang menempel di bahu kanan Eios


Eios:


Ayo kita lakukan ini bersama!