Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Sosok dari Kegelapan



Castella:


Lakukanlah


Azami:


Kalau begitu, tahanlah, aku akan menarik inti petir dari tubuhmu


Raiden:


Apa? Inti petir? Apa tidak ada cara lain?


Azami:


Hanya ini satu satunya cara untuk memulihkan inti petir yang pudar kekuatannya


Azami menggunakan kekuatan klannya untuk menyegel kekuatan petir yang berada pada Castella dan menariknya keluar


Azami:


’Kekuatan ini sangat besar, mampu membelah lautan hanya dengan sekali tebasan’


Azami langsung memasukkan inti tersebut kedalam tubuh Raiden


Whiiiirrrrr....


Rambut Raiden kembali seperti sedia kala


Azami:


Selesai


Castella:


Syukurlah, Ibu sudah kembali seperti semula


Azami:


’Apa ini? Ada keberadaan kekuatan yang mengganggu’


Azami mendadak merasakan sebuah ancaman


Azami:


Suna, Rin, jangan menjauh dariku


Azami memegang kedua tangan mereka


Raiden:


Ada apa Azami?


Azami:


Ada kekuatan yang berbahaya sedang berada di sekitar kita


Azami mengeluarkan cahaya yang sangat terang dari tubuhnya


Azami:


Itu dia


Terlihat bayangan hitam yang membentuk sesosok seorang wanita


”Kau menyadari kehadiranku”


Azami:


Kau rupanya


Raiden:


Siapa dia Azami?


Azami:


Dia adalah iblis yang disegel oleh klanku di dalam pohon suci


”Tenanglah, aku datang sebagai kawan dan bukan lawan”


Azami:


Apa yang bisa kupercaya darimu?


”Jika aku ingin membalas dendam, maka sudah pasti aku akan membuat kehancuran”


”Dan saat aku melakukannya, diperlukan kekuatan yang cukup besar untuk melawanku”


Raiden:


Azami, dengarkan apa dia dahulu


”Dia benar, aku datang kemari untuk memberimu peringatan”


Azami:


Tch..apa itu?


”Abyss akan terbuka lagi, kekuatan para Rex harus disatukan kembali seperti dulu untuk mengalahkannya”


Azami:


Abyss katamu?


”Benar”


Raiden:


Apa itu Azami?


Azami:


Kegelapan yang pernah membuat dunia ini berada dalam kesengsaraan dan dampaknya berskala besar


Castella:


Tidak mungkin kami dapat menemukan para Rex dalam waktu dekat


”Kau lah yang dipilih untuk melakukannya,


Lord Of Light”


Azami:


Apa? Lord Of Light?


”Ya, dia adalah anak yang akan melawan kembali Abyss dan mengalahkannya”


Azami:


Kau tidak berbohong sama sekali bukan?


”Tidak, Lord of Abyss di zamanku sudah memberitahukannya padaku dulu”


”Akan ada anak dengan tanpa kegelapan pada jiwanya, Ia tidak dapat disentuh oleh kegelapan Abyss sekalipun”


Azami:


Tapi kau berasal dari Abyss


”Leluhurmu lah yang mengembalikan jati diriku”


”Wujud Abyss ini hanya bisa dihancurkan olehnya”


Azami:


Wujud aslimu tidaklah berbeda jauh


”Hanya Lord Of Light lah yang bisa memperlihatkannya”


Azami:


Bagaimana ini Rin, apa kau mempercayainya?


Raiden:


Ya


Azami:


Baiklah kalau begitu


Azami membawa mereka mendekat


”Tidak perlu takut”


Azami:


Suna....


Castella menyentuh bayangan hitam tersebut dan dari bayangan itupun muncul seorang wanita. Matanya berwarna merah menyala dengan pupil berbentuk silang, rambutnya berwarna abu-abu, dan berpakaian pakaian putih cemerlang


Azami:


Ini wujudmu?


”Benar”


Azami berhenti menggunakan kekuatan cahayanya


Azami:


Kau akan kutahan


Raiden:


Tunggu dulu Azami, biarkan aku berbicara dengannya


Azami:


Kamu yakin?


Raiden:


Ya


Azami:


Tukar tempat dan jangan lepaskan tanganku


Raiden bertukar posisi dengan Azami


”Apa yang ingin kau bicarakan denganku?”


Raiden:


Apa kau sungguh bukan lawan untuk kami?


”Aku berani bersumpah untuk itu”


Raiden:


Kalau begitu, tunjukkan Abyss pada kami


”Maaf, aku tidak bisa melakukannya”


Raiden:


Apa alasannya?


Azami:


Untuk hal itu dia benar Rin


Raiden:


Kalau begitu, apa Abyss tahu tentangmu?


”Tidak, dengan wujud ini mereka tidak akan tahu, aku adalah mantan panglima perang besar mereka”


Raiden:


Itu berarti seorang jenderal mengkhianati rajanya bukan?


”Aku tidak pernah menganggap Abyss adalah rumahku, aku menjadi panglima perang hanya karena dikendalikan”


”Aku juga bisa menggunakan kekuatan kegelapan karena tubuhku bisa menguasainya”


”Karena kemampuan inilah aku dipakai untuk berperang melawan kalian, tapi keberadaanku di Abyss sudah dilupakan”


”Tak ada seorangpun yang mengingatku, dengan itu aku bisa menjadi sekutu kalian”


Raiden:


Bagaimana Azami?


Azami:


Kekuatan kegelapan bukanlah kekuatan biasa, Ia mampu melumpuhkan seorang Rex


”Tapi aku tidak akan melakukannya di hadapan Lord Of Light ”


”Aku akan membantunya”


Azami:


Dari tadi kau menyebut anak ini adalah


Lord Of Light, seberapa berbahaya dia bagimu?


”Kekuatan Lord of Light adalah yang paling ditakuti bagi para pasukan Abyss”


”Tak ada kekuatan Abyss yang mampu menyentuh dirinya meski hanya sehelai rambut sekalipun”


Azami:


Tetapi dia masih belum siap


”Ya, dia harus menguasai kelima elemen dari kelima Rex yang tersebar di 5 penjuru”


Raiden:


Sudah pasti perjalanannya akan lama meskipun kau menemaninya


”Inilah keistimewaanku”


Wanita itu merobek ruang dan waktu untuk menciptakan sebuah gerbang teleportasi


Azami:


Jadi ini adalah kekuatanmu yang ditakuti oleh manusia zaman dulu


”Ya, aku bisa melakukan invasi pada suatu wilayah tanpa disadari”


Raiden:


Azami, dia bisa dipercaya


Azami:


Urgh..baiklah jika kamu sendiri yang berkata begitu Rin


”Aku hampir lupa”


Raiden:


Hm?


Wanita tersebut menarik keluar kalung yang ditanamkan di perutnya


”Ini milikmu, aku sudah tak memerlukannya”


Raiden:


Benda apa ini?


Azami:


Itu adalah segel tingkat tinggi yang dibuat para leluhurku untuk menyegelnya


”Ya sayang sekali klanmu kini hanya dirimu seorang, potensi penuh klanmu sudah musnah”


Azami:


’Aku tak bisa membantah yang satu itu’


”Ini, ambillah warisan leluhurmu”


Wanita itu melemparkan kalungnya ke Azami


Azami:


Akan ku segel dirimu jika kau akan berkhianat


”Terserah apa katamu”


Castella:


Apa kalian sudah selesai berkelahinya?


Satu ruangan menjadi hening setelah Castella bertanya


”Saya tidak berkelahi dengan mereka


Maiestas Eius”


Wanita itu bertekuk lutut kepada Castella


”Izinkan saya melayani dan mengawal anda selama perjalanan”


Castella:


Aku tidak keberatan, tapi aku tidak tahu harus memanggilmu apa


”Anda bisa memanggil saya Arumi”


Castella:


Arumi? Aru-sor lebih baik sepertinya


”Baiklah jika anda berkata demikian”


Castella:


Dan juga tolong berdirilah, aku merasa tidak nyaman saat Aru-sor melakukannya


Arumi:


Keinginan anda adalah perintah bagi saya


Arumi bangkit berdiri dan menutup gerbang teleportasi miliknya


Raiden:


Arumi, aku harus membahas penanganan Abyss denganmu


Arumi:


Mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak bisa melakukannya sekarang


Raiden:


Mengapa?


Arumi:


Saya harus pergi makan malam


Castella:


Benar juga


Raiden:


Makan malam?


Raiden melihat ke luar


Raiden:


’Ini sudah malam hari rupanya!’


Raiden:


Sara!


Sara menanggapi panggilan Raiden dan datang secepat kilat


Sara:


Ada apa Nona?


Raiden:


Tolong siapkan makan malam untuk 4 orang


Sara:


Dimengerti


Arumi:


Tidak usah repot-repot, aku bisa membuat makanan untuk diriku sendiri


Raiden:


Tetapi mau bagaimanapun juga, kau tetaplah tamuku


Arumi:


Jika demikian, aku ingin ruang makanku sendiri


Raiden:


Sara, laksanakan


Sara:


Baik


Sara menghilang dalam wujud kilatan petir


Arumi:


Lalu sekarang apa?