Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Cahaya yang mengubah kegelapan



Keesokan paginya Raiden terbangun dari tidurnya


Raiden:


’Hah? Sejak kapan Azami tidur di sudut


ruangan ini?’


Raiden kaget melihat Azami berada di sudut ruangan


Raiden:


’Ah biarlah, mungkin dia mengigau lagi’


Raiden:


’Ngomong-ngomong, dimana Suna?’


Raiden bangkit berdiri dan pergi keluar dari kamar sembari mengusap matanya


Ting! Ting! Ting! Ting!


Terdengar suara besi yang diadu dengan besi


Raiden:


Duhh..siapa yang membuat keributan di pagi hari ini?


Raiden pergi melihat ke halaman depan kediamannya


Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!


Raiden terkejut melihat Arumi dan Sara sedang bertarung satu sama lain dengan berbagai jenis senjata di sisi luar halaman depan


Raiden:


’Apa ini? Mereka sedang bertanding?’


Raiden menyaksikan seni bela diri keduanya dengan menggunakan pedang, namun perlahan terlihat jika Sara mulai kalah saat Ia berusaha menangkis serangan Arumi.


Raiden tidak percaya jika Sara yang merupakan ahli bela diri terbaik bisa dipojokkan seperti itu


Thaanngg!!!


Pedang Sara terpental


Arumi:


Kau kalah


Sara:


Ugh..kau sudah memenangkan semuanya


Plok Plok Plok!


Raiden terkagum dengan pertunjukan seni bela diri yang mereka berdua lakukan


Sara:


Selamat Pagi Nona Raiden


Sara membungkukkan badannya


Arumi:


Oya? Kau daritadi memperhatikan kami?


Raiden:


Hanya saat kalian beradu pedang


Arumi:


Lalu?


Raiden:


Aku tertarik untuk menguji kemampuan berpedang milikku


Arumi:


Silahkan, gunakanlah pedang apapun yang kau suka


Raiden:


Baik


Raiden mengeluarkan Katana miliknya


Arumi:


Pedang satu tangan ya?


Arumi mengeluarkan Katana dari matanya


Raiden:


’Apa-apaan itu?’


Arumi:


Silahkan memulainya


Raiden menerjang Arumi dengan Katana-nya, namun Arumi mampu menanggapinya dengan tenang, matanya membaca segala pergerakan Raiden


Raiden:


’Akan kugunakan itu’


Raiden mempercepat lagi gerakannya sampai ke titik kecepatan cahaya hingga mampu membuat ilusi optik yang memperlihatkan jika terdapat ratusan Raiden dalam satu tempat


Arumi:


Kecepatan Rex petir memang tak bisa diremehkan


Arumi mulai terlihat serius


Ting!


Arumi menangkis serangan mendadak milik Raiden


Raiden:


’Dengan kecepatan ini pun Ia masih bisa menangkisnya??’


Raiden pun menghujani Arumi dengan ribuan tebasan miliknya


Arumi:


’Dia menanggapinya dengan sangat serius’


Arumi mulai menggunakan teknik:


menangkis 1000 serangan


Pergerakannya sangatlah sederhana, namun pergerakannya mampu mengimbangi teknik milik Raiden meskipun Ia terlihat kewalahan


Sara:


Nona Raiden, apa anda tidak berlebihan?


Arumi:


Tenang saja, jika dia menanggapinya dengan serius, maka aku juga


Arumi mencari celah untuk mengeluarkan teknik pedang miliknya


Arumi:


’Sigh..tidak akan sempat’


Arumi pun terpaksa menggunakan kekuatan matanya untuk menghentikan waktu dalam penglihatannya


Arumi:


’Itu dia’


Arumi mengarahkan tendangannya ke arah tenggaranya


Buakk!!


Raiden terpental hingga menghantam tembok


Arumi:


Akh..!


Darah mengalir dari matanya kanannya. Arumi memegang matanya sambil menahan rasa sakitnya


Sara:


Apa kalian berdua tidak apa-apa?


Arumi:


Aku..tidak apa....apa


Raiden bangkit berdiri


Raiden:


Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan teknik milikku seperti itu


Raiden:


Tendangan milikmu sangat akurat


Arumi:


Tetapi ada harga yang harus dibayar untuk itu


Pipi Arumi bersimbah darah


Arumi:


Aku terpaksa melakukan perluasan semesta untuk menghentikannya


Sara:


Tolong beristirahatlah dulu sebentar


Arumi:


Tidak perlu, aku masih bisa melanjutkannya


Sara:


Tapi pertandingan ini bukanlah sebuah pertarungan!


Sara:


Nona Raiden, tolong hentikan rasa haus akan pertarungan milikmu!


Raiden:


Tch..


Raiden mengembalikan Katana miliknya


Sara:


Nona Arumi, tunggulah sebentar disini, aku akan mengambilkan obat


Arumi:


Tidak bisa, mata ini hanya bisa disembuhkan dengan energi alam yang sangat banyak


Arumi:


Penyembuhan paksa mampu membuat satu daratan ini menjadi padang pasir


Raiden:


Kalau begitu aku akan menggunakan penyembuhan milikku


Arumi:


Penyembuhan milikmu? Jangan bercanda, aku tahu seberapa besar dampaknya, tetapi itu tidak akan cukup


Darah terus mengalir dari mata Arumi


Tap Tap Tap Tap Tap Tap


Castella:


Ada apa ini? Aku merasakan darah seseorang disini


Raiden:


Suna?


Arumi:


Maafkan saya karena membuat anda terkejut Maiestus Eius


Castella:


Ada apa dengan matamu Aru-sor?


Arumi:


Bukan masalah besar


Castella:


Jangan berbohong, darah milikmu mengatakan rasa sakit


Castella berjalan mendekat ke arah Arumi


Arumi:


Tolong jangan merepotkan diri anda


Arumi berjalan menjauh dari Castella


Castella:


Diamlah dan perlihatkan matamu


Castella mengunci kaki Arumi dengan mengubah bentuk tanah


Arumi tak bisa melawan sedikitpun dan akhirnya pasrah saat Castella berjalan mendekat ke arahnya


Castella:


Singkirkan tanganmu


Arumi:


Ba-baik....


Arumi menyingkirkan tangannya dari mata kanannya, Castella pun membuka mata Arumi


Zhuunggg.....


Castella melihat seluruh kejadian Arumi di masa lalu, Ia melihat semua hal yang telah Arumi lakukan dan alami. Jiwanya tak tergoyahkan sedikitpun saat melihatnya karena Ia sadar jika bukan Arumi yang melakukannya, Ia pun kembali ke kenyataan


Castella:


Jangan bergerak


Castella memfokuskan tenaganya di jari telunjuknya dan menempelkannya di kelopak mata kanan Arumi


Arumi:


Terima kasih banyak Maiestus Eius


Mata Arumi sembuh dan darah berhenti mengalir


Raiden:


Darimana kamu mempelajari teknik penyembuhan itu Suna?


Castella:


Aku menciptakannya sendiri saat mengambil ingatan dari batu itu


Castella:


Penyembuhan ini berkaitan dengan pemusatan energi dari tubuh dan memfokuskannya pada satu titik


Arumi:


Sederhananya, Ia mengalirkan energi dari tubuhnya kepada objek dan mampu mengubahnya


Arumi:


Castella:


Aku tidak apa-apa


Raiden:


Apa maksudmu? Apa pengobatan miliknya memiliki efek samping?


Arumi:


Benar, sesuai dengan caranya, energi yang diberikan kepada mataku cukup besar


Arumi:


Dikhawatirkan jika energinya habis untuk memulihkan mataku


Castella:


Itu tidak akan terjadi


Arumi:


Meskipun demikian, apa anda yakin tidak menyerap energi alam begitu banyak?


Castella:


Tidak, mereka selalu meresap kedalam diriku, seluruh energinya tak bisa selalu kuhabiskan


Castella:


Lagipula tadi aku sedang berjalan di sebuah pohon besar dengan daun berwarna merah muda tadi


Castella:


Aku melihat ada kekuatan yang sangat besar sedang mengganggu kehidupan pohon itu


Arumi:


Apa?! Jangan-jangan itu adalah sisi gelapku!


Castella:


Oh! Rupanya itu milikmu Aru-sor? Karena aku mendatanginya dan dia malah menerjangku


Arumi:


Anda tidak terluka kan?


Castella:


Tenanglah Aru-sor, dia tak bisa menyentuhku, sepertinya ada pembatas yang dibuat oleh tubuhku


Raiden:


Apa maksudnya?


Arumi:


Itu adalah bukti kekuasaannya, kekuatan kegelapan tak dapat menyentuhnya


Raiden:


Lalu apa yang terjadi pada sisi gelap itu Suna?


Castella:


Dia terus mengelilingiku, aku pun menangkapnya dan tiba-tiba Ia menjadi serpihan kekuatan yang masuk ke tubuhku


Arumi:


Berarti anda memulihkan saya dengan kekuatan milik saya


Castella:


Apa? Benarkah? Aku tidak tahu apa-apa mengenai itu


Azami:


Rupanya begitu cara kerjanya


Raiden:


Ada apa Azami?


Azami:


Suna bisa melenyapkan sisi gelap seseorang dan menjadikannya kekuatan


Azami:


Tetapi, jika sisi gelap manusia semakin bertambah banyak, maka kekuatan Abyss akan semakin besar


Azami:


Kekuatan Suna tidak akan bekerja jika kekuatan Abyss lebih besar darinya


Arumi:


Aku sependapat denganmu


Azami:


Tetapi, untuk menghentikan Abyss diperlukan kekuatan elemental


Raiden:


Lalu bagaimana jika dia kekurangan satu elemen?


Arumi:


Dia akan kalah jika terdapat celah pada dirinya


Azami:


Benar, Lord of Abyss akan menghancurkannya dengan kekuatan duniawi


Arumi:


Kekuatan duniawi berbeda dengan kekuatan ilahi


Arumi:


Kekuatan duniawi berkaitan dengan apa yang berada di dunia ini


Arumi:


Sedangkan kekuatan ilahi berpusat pada dua sisi, yaitu kebenaran dan kesesatan


Azami:


Keduanya tidak akan pernah bersatu


Raiden:


Lalu apa yang akan terjadi


Arumi:


Menurut informasi yang kuingat, setelah keduanya seimbang dalam kekuatan ilahi, maka penentuannya terdapat pada kekuatan duniawi


Azami:


Jikalau demikian, maka tentu ini berbahaya, Suna kalah dalam kekuatan ilahi karena Ia belum lama berada di dunia ini


Azami:


Tetapi, untuk kekuatan duniawi, Ia masih bisa mengimbanginya karena Ia sudah berada pada bimbingan Rex tanah yang merupakan penguasa daratan


Arumi:


Itu tidak cukup, setidaknya diperlukan 3 elemen utama, yaitu Air, Tanah, dan Angin


Azami:


Benar, tapi seberapa lama waktu yang diberikan pada kita?


Arumi:


Di pertahanan terdepan, terdapat jenderal perang yaitu Rex api, Ia adalah pengulur waktu untuk kita


Raiden:


Tapi kekuatan ilahi Suna harus setara terlbih dahulu dengan Lord of Abyss


Azami:


Dalam waktu yang singkat itu susah


Sara:


Maaf memotong pembicaraan, tetapi apa tuan Suna bisa menyerap sisi gelap para manusia jika mereka berlumur tanah?


Castella:


Aku bisa melakukannya


Sara:


Jika demikian, saya mempunyai sebuah ide


Arumi:


Katakanlah, aku akan langsung mengeksekusi ide milikmu jika itu akan berjalan lancar


Sara:


Baik, akan saya jelaskan


Sara:


Pertama, kumpulkan seluruh penduduk dan buat mereka berkumpul di sebuah lahan luas


Sara:


Kedua, tuan Suna akan melakukan penarikan diatas tanah secara langsung mengingat tuan Suna bisa menyerap berbagai jenis energi yang berada di dalam tanah


Arumi:


Rencana yang bagus, aku akan melakukan pengeksekusian


Raiden:


Tunggu, jika kau melakukannya tanpa perintah langsung dariku, hal itu hanya akan membuat kerusuhan


Arumi:


Ah benar, kuperintahkan kau untuk mengeluarkan titah untuk melakukan rencana ini


Raiden:


Kau berkata seolah kau adalah tuanku


Arumi:


Apa aku terlihat peduli? Cepat laksanakan


Raiden:


Seenaknya saja memerintahku


Zraasshhh....


Azami menyimburkan lumpur yang didapatnya entah dari mana ke arah Raiden


Raiden:


A-apa apaan ini Azami?


Azami:


Agar Suna bisa menyerap sisi gelapmu dan kamu berhenti marah-marah Rin


Arumi:


Pfftt....


Raiden:


Hrmph!!!!


JDAARRR!!!


Petir menyambar Azami


Fssshhh....


Azami:


Uooo.....


Castella:


Hm? Apa ini?


Castella menarik sesuatu dari dalam tanah


Arumi:


Nah itu dia, sisi gelap sang Rex petir


Azami menggeleng-gelengkan kepalanya dan bangkit berdiri


Azami:


Lihat? Berhasil kan?


Raiden:


Grr....


Raiden menatap kesal ke arah Azami


Azami:


Fufu..


Sreeettt....


Castella pun menarik keluar seluruh sisi gelap Raiden


Castella:


Uwah, Ibu terlihat gemuk


Castella menyerap sisi gelap Raiden dan menjadikannya serpihan kekuatan


JDAAARR!!


Raiden menyambar Castella


Fssshhhh....


Castella:


Ouch!


Arumi:


Oya, nampaknya seseorang sedang diberi hukuman oleh Ibunya


Raiden:


Kau selanjutnya


Arumi:


Benarkah? Aku takut


Raiden pun menyambarkan petir ke arah Arumi, namun satu pun tidak ada yang mengenainya


Arumi:


Payah


Arumi naik ke puncak kediaman Raiden dan terbang ke kota


Raiden:


Heargh.....


Sara:


’Ya ampun’