
Keesokan paginya Raiden terbangun dari tidurnya
Raiden:
’Hah? Sejak kapan Azami tidur di sudut
ruangan ini?’
Raiden kaget melihat Azami berada di sudut ruangan
Raiden:
’Ah biarlah, mungkin dia mengigau lagi’
Raiden:
’Ngomong-ngomong, dimana Suna?’
Raiden bangkit berdiri dan pergi keluar dari kamar sembari mengusap matanya
Ting! Ting! Ting! Ting!
Terdengar suara besi yang diadu dengan besi
Raiden:
Duhh..siapa yang membuat keributan di pagi hari ini?
Raiden pergi melihat ke halaman depan kediamannya
Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!
Raiden terkejut melihat Arumi dan Sara sedang bertarung satu sama lain dengan berbagai jenis senjata di sisi luar halaman depan
Raiden:
’Apa ini? Mereka sedang bertanding?’
Raiden menyaksikan seni bela diri keduanya dengan menggunakan pedang, namun perlahan terlihat jika Sara mulai kalah saat Ia berusaha menangkis serangan Arumi.
Raiden tidak percaya jika Sara yang merupakan ahli bela diri terbaik bisa dipojokkan seperti itu
Thaanngg!!!
Pedang Sara terpental
Arumi:
Kau kalah
Sara:
Ugh..kau sudah memenangkan semuanya
Plok Plok Plok!
Raiden terkagum dengan pertunjukan seni bela diri yang mereka berdua lakukan
Sara:
Selamat Pagi Nona Raiden
Sara membungkukkan badannya
Arumi:
Oya? Kau daritadi memperhatikan kami?
Raiden:
Hanya saat kalian beradu pedang
Arumi:
Lalu?
Raiden:
Aku tertarik untuk menguji kemampuan berpedang milikku
Arumi:
Silahkan, gunakanlah pedang apapun yang kau suka
Raiden:
Baik
Raiden mengeluarkan Katana miliknya
Arumi:
Pedang satu tangan ya?
Arumi mengeluarkan Katana dari matanya
Raiden:
’Apa-apaan itu?’
Arumi:
Silahkan memulainya
Raiden menerjang Arumi dengan Katana-nya, namun Arumi mampu menanggapinya dengan tenang, matanya membaca segala pergerakan Raiden
Raiden:
’Akan kugunakan itu’
Raiden mempercepat lagi gerakannya sampai ke titik kecepatan cahaya hingga mampu membuat ilusi optik yang memperlihatkan jika terdapat ratusan Raiden dalam satu tempat
Arumi:
Kecepatan Rex petir memang tak bisa diremehkan
Arumi mulai terlihat serius
Ting!
Arumi menangkis serangan mendadak milik Raiden
Raiden:
’Dengan kecepatan ini pun Ia masih bisa menangkisnya??’
Raiden pun menghujani Arumi dengan ribuan tebasan miliknya
Arumi:
’Dia menanggapinya dengan sangat serius’
Arumi mulai menggunakan teknik:
menangkis 1000 serangan
Pergerakannya sangatlah sederhana, namun pergerakannya mampu mengimbangi teknik milik Raiden meskipun Ia terlihat kewalahan
Sara:
Nona Raiden, apa anda tidak berlebihan?
Arumi:
Tenang saja, jika dia menanggapinya dengan serius, maka aku juga
Arumi mencari celah untuk mengeluarkan teknik pedang miliknya
Arumi:
’Sigh..tidak akan sempat’
Arumi pun terpaksa menggunakan kekuatan matanya untuk menghentikan waktu dalam penglihatannya
Arumi:
’Itu dia’
Arumi mengarahkan tendangannya ke arah tenggaranya
Buakk!!
Raiden terpental hingga menghantam tembok
Arumi:
Akh..!
Darah mengalir dari matanya kanannya. Arumi memegang matanya sambil menahan rasa sakitnya
Sara:
Apa kalian berdua tidak apa-apa?
Arumi:
Aku..tidak apa....apa
Raiden bangkit berdiri
Raiden:
Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan teknik milikku seperti itu
Raiden:
Tendangan milikmu sangat akurat
Arumi:
Tetapi ada harga yang harus dibayar untuk itu
Pipi Arumi bersimbah darah
Arumi:
Aku terpaksa melakukan perluasan semesta untuk menghentikannya
Sara:
Tolong beristirahatlah dulu sebentar
Arumi:
Tidak perlu, aku masih bisa melanjutkannya
Sara:
Tapi pertandingan ini bukanlah sebuah pertarungan!
Sara:
Nona Raiden, tolong hentikan rasa haus akan pertarungan milikmu!
Raiden:
Tch..
Raiden mengembalikan Katana miliknya
Sara:
Nona Arumi, tunggulah sebentar disini, aku akan mengambilkan obat
Arumi:
Tidak bisa, mata ini hanya bisa disembuhkan dengan energi alam yang sangat banyak
Arumi:
Penyembuhan paksa mampu membuat satu daratan ini menjadi padang pasir
Raiden:
Kalau begitu aku akan menggunakan penyembuhan milikku
Arumi:
Penyembuhan milikmu? Jangan bercanda, aku tahu seberapa besar dampaknya, tetapi itu tidak akan cukup
Darah terus mengalir dari mata Arumi
Tap Tap Tap Tap Tap Tap
Castella:
Ada apa ini? Aku merasakan darah seseorang disini
Raiden:
Suna?
Arumi:
Maafkan saya karena membuat anda terkejut Maiestus Eius
Castella:
Ada apa dengan matamu Aru-sor?
Arumi:
Bukan masalah besar
Castella:
Jangan berbohong, darah milikmu mengatakan rasa sakit
Castella berjalan mendekat ke arah Arumi
Arumi:
Tolong jangan merepotkan diri anda
Arumi berjalan menjauh dari Castella
Castella:
Diamlah dan perlihatkan matamu
Castella mengunci kaki Arumi dengan mengubah bentuk tanah
Arumi tak bisa melawan sedikitpun dan akhirnya pasrah saat Castella berjalan mendekat ke arahnya
Castella:
Singkirkan tanganmu
Arumi:
Ba-baik....
Arumi menyingkirkan tangannya dari mata kanannya, Castella pun membuka mata Arumi
Zhuunggg.....
Castella melihat seluruh kejadian Arumi di masa lalu, Ia melihat semua hal yang telah Arumi lakukan dan alami. Jiwanya tak tergoyahkan sedikitpun saat melihatnya karena Ia sadar jika bukan Arumi yang melakukannya, Ia pun kembali ke kenyataan
Castella:
Jangan bergerak
Castella memfokuskan tenaganya di jari telunjuknya dan menempelkannya di kelopak mata kanan Arumi
Arumi:
Terima kasih banyak Maiestus Eius
Mata Arumi sembuh dan darah berhenti mengalir
Raiden:
Darimana kamu mempelajari teknik penyembuhan itu Suna?
Castella:
Aku menciptakannya sendiri saat mengambil ingatan dari batu itu
Castella:
Penyembuhan ini berkaitan dengan pemusatan energi dari tubuh dan memfokuskannya pada satu titik
Arumi:
Sederhananya, Ia mengalirkan energi dari tubuhnya kepada objek dan mampu mengubahnya
Arumi:
Castella:
Aku tidak apa-apa
Raiden:
Apa maksudmu? Apa pengobatan miliknya memiliki efek samping?
Arumi:
Benar, sesuai dengan caranya, energi yang diberikan kepada mataku cukup besar
Arumi:
Dikhawatirkan jika energinya habis untuk memulihkan mataku
Castella:
Itu tidak akan terjadi
Arumi:
Meskipun demikian, apa anda yakin tidak menyerap energi alam begitu banyak?
Castella:
Tidak, mereka selalu meresap kedalam diriku, seluruh energinya tak bisa selalu kuhabiskan
Castella:
Lagipula tadi aku sedang berjalan di sebuah pohon besar dengan daun berwarna merah muda tadi
Castella:
Aku melihat ada kekuatan yang sangat besar sedang mengganggu kehidupan pohon itu
Arumi:
Apa?! Jangan-jangan itu adalah sisi gelapku!
Castella:
Oh! Rupanya itu milikmu Aru-sor? Karena aku mendatanginya dan dia malah menerjangku
Arumi:
Anda tidak terluka kan?
Castella:
Tenanglah Aru-sor, dia tak bisa menyentuhku, sepertinya ada pembatas yang dibuat oleh tubuhku
Raiden:
Apa maksudnya?
Arumi:
Itu adalah bukti kekuasaannya, kekuatan kegelapan tak dapat menyentuhnya
Raiden:
Lalu apa yang terjadi pada sisi gelap itu Suna?
Castella:
Dia terus mengelilingiku, aku pun menangkapnya dan tiba-tiba Ia menjadi serpihan kekuatan yang masuk ke tubuhku
Arumi:
Berarti anda memulihkan saya dengan kekuatan milik saya
Castella:
Apa? Benarkah? Aku tidak tahu apa-apa mengenai itu
Azami:
Rupanya begitu cara kerjanya
Raiden:
Ada apa Azami?
Azami:
Suna bisa melenyapkan sisi gelap seseorang dan menjadikannya kekuatan
Azami:
Tetapi, jika sisi gelap manusia semakin bertambah banyak, maka kekuatan Abyss akan semakin besar
Azami:
Kekuatan Suna tidak akan bekerja jika kekuatan Abyss lebih besar darinya
Arumi:
Aku sependapat denganmu
Azami:
Tetapi, untuk menghentikan Abyss diperlukan kekuatan elemental
Raiden:
Lalu bagaimana jika dia kekurangan satu elemen?
Arumi:
Dia akan kalah jika terdapat celah pada dirinya
Azami:
Benar, Lord of Abyss akan menghancurkannya dengan kekuatan duniawi
Arumi:
Kekuatan duniawi berbeda dengan kekuatan ilahi
Arumi:
Kekuatan duniawi berkaitan dengan apa yang berada di dunia ini
Arumi:
Sedangkan kekuatan ilahi berpusat pada dua sisi, yaitu kebenaran dan kesesatan
Azami:
Keduanya tidak akan pernah bersatu
Raiden:
Lalu apa yang akan terjadi
Arumi:
Menurut informasi yang kuingat, setelah keduanya seimbang dalam kekuatan ilahi, maka penentuannya terdapat pada kekuatan duniawi
Azami:
Jikalau demikian, maka tentu ini berbahaya, Suna kalah dalam kekuatan ilahi karena Ia belum lama berada di dunia ini
Azami:
Tetapi, untuk kekuatan duniawi, Ia masih bisa mengimbanginya karena Ia sudah berada pada bimbingan Rex tanah yang merupakan penguasa daratan
Arumi:
Itu tidak cukup, setidaknya diperlukan 3 elemen utama, yaitu Air, Tanah, dan Angin
Azami:
Benar, tapi seberapa lama waktu yang diberikan pada kita?
Arumi:
Di pertahanan terdepan, terdapat jenderal perang yaitu Rex api, Ia adalah pengulur waktu untuk kita
Raiden:
Tapi kekuatan ilahi Suna harus setara terlbih dahulu dengan Lord of Abyss
Azami:
Dalam waktu yang singkat itu susah
Sara:
Maaf memotong pembicaraan, tetapi apa tuan Suna bisa menyerap sisi gelap para manusia jika mereka berlumur tanah?
Castella:
Aku bisa melakukannya
Sara:
Jika demikian, saya mempunyai sebuah ide
Arumi:
Katakanlah, aku akan langsung mengeksekusi ide milikmu jika itu akan berjalan lancar
Sara:
Baik, akan saya jelaskan
Sara:
Pertama, kumpulkan seluruh penduduk dan buat mereka berkumpul di sebuah lahan luas
Sara:
Kedua, tuan Suna akan melakukan penarikan diatas tanah secara langsung mengingat tuan Suna bisa menyerap berbagai jenis energi yang berada di dalam tanah
Arumi:
Rencana yang bagus, aku akan melakukan pengeksekusian
Raiden:
Tunggu, jika kau melakukannya tanpa perintah langsung dariku, hal itu hanya akan membuat kerusuhan
Arumi:
Ah benar, kuperintahkan kau untuk mengeluarkan titah untuk melakukan rencana ini
Raiden:
Kau berkata seolah kau adalah tuanku
Arumi:
Apa aku terlihat peduli? Cepat laksanakan
Raiden:
Seenaknya saja memerintahku
Zraasshhh....
Azami menyimburkan lumpur yang didapatnya entah dari mana ke arah Raiden
Raiden:
A-apa apaan ini Azami?
Azami:
Agar Suna bisa menyerap sisi gelapmu dan kamu berhenti marah-marah Rin
Arumi:
Pfftt....
Raiden:
Hrmph!!!!
JDAARRR!!!
Petir menyambar Azami
Fssshhh....
Azami:
Uooo.....
Castella:
Hm? Apa ini?
Castella menarik sesuatu dari dalam tanah
Arumi:
Nah itu dia, sisi gelap sang Rex petir
Azami menggeleng-gelengkan kepalanya dan bangkit berdiri
Azami:
Lihat? Berhasil kan?
Raiden:
Grr....
Raiden menatap kesal ke arah Azami
Azami:
Fufu..
Sreeettt....
Castella pun menarik keluar seluruh sisi gelap Raiden
Castella:
Uwah, Ibu terlihat gemuk
Castella menyerap sisi gelap Raiden dan menjadikannya serpihan kekuatan
JDAAARR!!
Raiden menyambar Castella
Fssshhhh....
Castella:
Ouch!
Arumi:
Oya, nampaknya seseorang sedang diberi hukuman oleh Ibunya
Raiden:
Kau selanjutnya
Arumi:
Benarkah? Aku takut
Raiden pun menyambarkan petir ke arah Arumi, namun satu pun tidak ada yang mengenainya
Arumi:
Payah
Arumi naik ke puncak kediaman Raiden dan terbang ke kota
Raiden:
Heargh.....
Sara:
’Ya ampun’